Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 66


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


Suara sorak - sorakan riuh mengisi lapangan kampus yang sangat luas. Deandra yang penasaran terus berjalan menyelip beberapa orang untuk bisa berada di depan. Terlihat sedang adanya pertandingan basket salah satu pemainnya adalah Brian.


"My Brian..."


"My Love....."


"Brian....Brian......"


Melihat banyaknya pendukung Brian membuat Deandra bangga ternyata adiknya idola kampus.


"BRIAN SEMANGAT.... JANGAN BUAT KAKAK MALU!!" teriak Deandra membuat Brian mengalihkan pandangannya, dan mencari asal suara. Karena merasa sangat kenal, yang ternyata adalah kakaknya. Meski heran kenapa kakaknya berada di kampus, tapi ia tetap fokus dan harus membuat kakaknya bangga.


"JANGAN KALAH BRIAN KALAU KAU KALAH BUKAN ADIKKU!" teriak Deandra kembali membuat Brian mendengus mendengar ucapan kejam kakaknya. Tapi walaupun seperti itu, ia tetap akan berusaha sekuat tenaga untuk menang.


"Hahh! Sakit juga teriak - teriak," gumam Deandra sambil mengusap lehernya.


"Kk..kak ii..ni buat kakak," ucap seorang gadis kacamata di samping Deandra sambil menyodorkan sebotol air minum.

__ADS_1


"Masih baru kok."lanjutnya cepat.


"Apa wajahku di bawah sana?" tanya Deandra pada si gadis yang tadi dia ajak menundukkan wajahnya.


Mendengar perkataan Deandra si gadis mengangkat kepalanya cepat, sangat cepat malah membuat Deandra meringis merasakan linu lehernya.


"**...tid.."


"Thank you," sela Deandra mengambil botol air minum di tangan si gadis.


"Siapa namamu?" tanya Deandra sambil membuka tutup, dan meneguknya. Matanya melirik gadis di sampingnya.


"Ss...saya Viola, Viola Amelia." jawab si gadis.


"Kenapa diam saja di perlakukan seperti itu?" tanya Deandra ambigu. Namun Viola yang mengerti kemana arah pembicaraannya, ia berkata.


"Saya tidak ingin membuat masalah dengan orang - orang yang memiliki pengaruh di kampus ini, bila itu terjadi malah akan memberi imbas kepada biaya study saya. " ucap Viola.


"AH! Ternyata kamu anak beasiswa," ucap Deandra menganggukkan kepalanya pelan.


"Aku mengerti perasaan mu, tapi sebisa mungkin jika kau tidak berasala, lawanlah. Bukan dengan kekuatan saja, tapi otak juga perlu."lanjut Deandra.


"KYAAA.....!!! BRIAN!!" teriakan para gadis membuat Deandra menatap arah adiknya berada.


"Ouchh...."ringis Deandra saat kepala Brian terkena lemparan bola yang di sengaja oleh lawannya.


Deandra pun menghampiri adiknya saat terjadi adu cekcok.


"Brian," panggil Deandra membuat Brian mengalihkan pandangannya.


"Ada apa kakak datang ke kampus?" tanya Brian.


Sebelum Deandra menjawab, seseorang menyelanya berbicara.


"Guys! Ternyata seorang Brian ada babysisternya juga," ejek seorang pria yang Deandra kenal adalah Jordy tertawa bersama teman - temannya.


"KAU....!!" sebelum Brian akan memukul Jordy, sudah terlebih dahulu di tahan oleh Deandra.


"Sudahlah, jangan hiraukan dia. Banyak orang yang memperhatikan." ucap Deandra sambil melihat sekelikingnya.


Brian yang mengerti pun berteriak, membubarkan kerumunan.


"APA YANG KALIAN LIHAT! PERGI SANA!!" teriak Brian membuat mereka bubar satu persatu.

__ADS_1


"Sedang apa kau di sini?! Pergi sana!" usir Brian pada Jordy dan teman - temannya yang tidak pergi.


"Apa kau malu terlihat adik yang penurut anak manja!" ejek Jordy membuat Deandra kesal di buatnya. Kapan ia akan berbicara dengan Brian, jika satu anak ini tidak hengkang dari hadapannya.


"Well, Brian. Kakak mu boleh juga untuk selanjutnya." ucap Jordy kembali sambil menatap Deandra dari atas ke bawah dengan tatapan kurang ajarnya. Deandra yang mendengar, dan melihat itu pun menyipitkan mata di balik kacamata hitamnya. Ingin sekali ia mencekik bocah di hadapannya ini. Brian yang hendak memukul Jordy segera di tahan Deandra. Di gantikan dengan Deandra melangkahkan kakinya ke depan, berjalan ke arah Jodry. Tepat di samping Jordy, ia berbisik pelan.


"Jordy Hadley.....anak dari Jackob Hadley. Apa tindakannya jika memiliki anak yang tidak tahu sopan santun terhadap investor besarnya pada perusahaan." bisik Deandra membuat Jordy tersentak.


"Apa perlu antar kerjasama di putus untuk mendisiplinkan anaknya yang tidak baik, karena sudah kurang ajar terhadap istri dari orang yang sudah menanam saham di perusahaannya?!" lanjut Deandra menekankan kata istri agar Jordy mengingat siapa dia. Jordy yang sadar akan kecerobohannya sudah membuat kesalahan terhadap rekan bisnis ayahnya seketika membeku, menelan ludah pun terasa susah. Segera ia pergi dari hadapan Deandra dengan cepat.


Buukk......


Suara pukulan yang ternyata Deandra melemparkan bola kepada kepala Jordy, saat ia berjalan. Entah dari mana Deandra mendapatkan bola di tangannya.


"Ooppss!! Tangan babysister licin." seringai Deandra penuh penekanan. Jordy yang tidak ingin bermasalah lagi melanjutkan jalannya dengan perasaan kesal.


"Ada keperluan apa denganku kak?" tanya Brian kembali ketika tinggal mereka bertiga, karena teman lainnya segera pamit undur diri.


"Heh, kacamata empat! Kenapa tidak pergi, kakak juga kenapa harus datang dengan dia." ucap Brian sambil menunjuk Viola.


"Tidak tahu diri, botol yang kau ambil dariku air minum gadis ini." ucap Deandra santai berbeda dengan Brian yang melotot jijik.


Deandra membuka kacamatanya menatap Brian serius.


"Kamu harus bantu kakak jadi model dalam peluncuran fashion baru nanti," ucap Deandra


"Tidak ada bantahan, jika kamu ingin uang bulananmu kakak stop." lanjut Deandra saat Brian akan protes, dan Brian pun hanya pasrah. Tidak ingin uang jatah dari kakaknya terhenti. Lagian nanti ia hanya akan memberikan beberapa gaya, tapi masalahnya ia kurang percaya diri.


"Viola....cocok." gumam Deandra sambil mengapit dagu Viola oleh ibu jari dan telunjuknya, dan melepaskan kembali serta menegakkah tubuhnya. Tinggi badan Viola yang lebih pendek dari Deandra membuatnya harus membungkukkan tubuhnya.


"Ini kartu namaku, segera mungkin hubungi aku, dan aku yakin kamu akan membutuhkannya." ucap Deandra tersenyum misterius. Memberikan kartu namanya yang di ambil baik oleh Viola.


"Kak, sepertinya bodyguard mu datang." ucap Brian menunjuk ke arah belakang Deandra dengan dagunya. Deandra memutar balikan badannya melihat suaminya, Christian tengah berjalan menghampirinya.


"Hanya itu yang kakak sampaikan padamu Brian. Kakak pergi dulu, bye Viola sampai jumpa kembali." ucap Deandra sebelum pamit pergi berjalan ke arah Christian.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter.....


Vote, like, follo dukungannya kalian guys.


See U 🤗

__ADS_1


__ADS_2