Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 51


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


*****


Mereka berdua telah tiba di meja makan di mana para orang tua, dan Brian duduk menunggu mereka.


"Apa kalian tidur nyenyak, sayang? " tanya Marissa kepada menantu kesayangannya.


"Tapi sepertinya kalian bekerja extra tadi malam." lanjut Marissa menggoda mereka sambil arah tatapannya melihat ke arah leher Deandra yang memiliki banyak kissmark.


"Cepat atau lambat, tidak akan lama lagi kita akan mendapatkan seorang cucu Marissa," ucap Flora yang di angguki Marissa bahagia.


"Membuatku tidak sabar menunggu untuk menggendong cucu pertama, "ucap Marissa antusias.


Berbeda dengan kedua pengantin yang satunya berwajah masam, karena gagal malam pertama. Yang satunya lagi kesal dengan tanda merah yang susah di tutupi olehnya.


"Kemana kalian akan bulan madu?" tanya Stevano kepada anak, dan menantunya.

__ADS_1


"Bulan madu kami akan kami tunda dulu Dad," jawab Christian masih dengan wajah masamnya.


"Lho, kenapa harus di tunda? Perusahaan biar Daddy yang urus, jika kamu merasa berat meninggalkannya," ucap Stevano.


"Iya, sayang. Apa yang di katakan Daddy mu benar, lebih baik kalian berdua bulan madu saja, dan cepat berikan kami seorang cucu." sahut Marissa.


"Bukan seperti itu Mom," ucap Christian membuat semua orang yang berada di meja penasaran, kecuali Deandra.


"Apa kamu sayang yang menunda honeymoon kalian?" tanya Andrew kepada anaknya.


"Pasti Kakak Dad yang tidak mau di ajak honeymoon. Padahal, kan enak bisa jalan-jalan keluar negeri." sahut Brian yang sok tahu, membuat Deandra melirik adiknya sinis.


"Apa benar itu sayang?" tanya Andrew lagi dengan suara lembutnya.


"Tidak Dad, memang kami harus menundanya sampai datang bulan ku selesai." jawaban Deandra membuat semua orang yang berada di meja tertawa.


"Jadi itu sebabnya wajahmu dari tadi masam, Nak? " ucap Stevano dengan tawanya.


"Berarti kita gagal untuk mendapatkan cucu secepatnya," keluh Flora di setujui Marissa dengan anggukan lemahnya.


"Padahal aku ingin memamerkan cucuku pada


teman - teman arisanku nanti, " sahut Marissa.


"Sudah, sudah lebih baik kita sarapan dulu saja. "ucap Andrew mengajak mereka untuk segera makan.


*****


"Setelah ini, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Stevano setelah mereka telah selesai makan.


"Apa sudah siap 100% untuk kalian tempati? "tanya Stevano.


"Sudahh Dad, semuanya sudah siap untuk di tempati." ucap Christian membuat Deandra bingung apa yang mereka bicarakan.


"Bagus jika seperti itu, Dad senang mendengarnya." ucap Stevano.


"Hadiah - hadiah kalian sudah Mommy kirimkan ke rumah baru kalian." ucap Marissa.


"Terima kasih Mom," ucap Christian.


Mereka pun melanjutkan obrolan kecil mereka, berbeda dengan Deandra yang masih banyak pertanyaan kepada suaminya.


*****


"Kita akan kemana Christian? Sepertinya ini bukan jalan arah untuk ke apartement?" tanya Deandra pada Christian yang tengah menyetir.


"Sebentar lagi kamu akan tahu, Sweety" jawab Christian membuat Deandra penasaran.


Setelah menempuh 1 jam di dalam perjalanan, mobil pun memasuki gerbang tinggi yang terbuka secara otomatis. Sampai tiba di depan rumah, atau lebih tepatnya mansion mewah yang bergaya minimalis. Deandra pun segera keluar yang di susul Christian di belakangnya.



"Rumah siapa ini Christian?" tanya Deandra sambil menatap ke arah depan di mana bangunan minimalis modern yang di cat coklat soft, memiliki halaman luas yang nyaman serta asri, dan langsung di suguhkan kolam renang yang cukup besar berada di depan rumah.

__ADS_1


"Ini rumah kita Sweety, rumah yang ku bangun akan aku hadiahkan padamu. " ucap Christian membuat Deandra menoleh ke arahnya.


"Untukku?" tunjuknya pada diri sendiri.


"Ya, aku buatkan ini 2 tahun lalu untuk di berikan padamu. Setelah kamu pergi, dan aku bekerja keras untuk membangun rumah impianmu sejak dulu. Aku harap semoga kamu senang dengan rumah yang aku berikan ini. Sebenarnya aku akan membuat rumah ini lebih besar lagi, tapi aku tahu seperti apa kesederhanaanmu. Apa kamu suka Sweety dengan rumahnya? " tanya harap Christian


"Aku sangat suka sekali Christian, terima kasih." ucap Deandra sambil menghamburkan diri dalam pelukkan suaminya.


"Sama - sama Sweety, aku bahagia jika kamu suka dengan rumah ini. "ucap Christian melonggarkan pelukkannya sambil menatap Deandra lembut.


"Hemm," gumam Deandra, dan tidak di sangka - sangka Deandra mencium bibir Christian membuat Christian terkejut, sebelum ia pun ikut membalasnya.


Melepaskan tautan bibir mereka dengan napas yang tidak beraturan, Christian mencium kening Deandra lembut.


"Ayo masuk Sweety, masih banyak di dalam yang akan aku perlihatkan padamu." ucapnya sambil merangkul pinggang istrinya mesra.


Membuka pintu utama yang langsung di hadapkan dengan tangga melingkar di tengah ruang utama yang sangat elegan, dan minimalis. Masih dengan merangkul pinggang istrinya, Christian mengajaknya ke lantai 2 di mana kamar utama berada.



Sama yang Deandra duga, kamarnya tidak lepas dari desain minimalis, dan tentunya kesan elegan pun terlihat.


"Ini kamar kita Sweety. Aku harap kamu suka dengan desain yang aku buat," ucap Christian.


"Tentu aku suka, semuanya sangat pas dengan apa yang ku impikan." sahut senang Deandra sambil tersenyum manis ke arah Christian. Membuatnya tidak sabar untuk melahap bibir sexy istrinya.


Mereka pun saling berciuman mesra, Christian menggendong tubuh Deandra dari depan serta Deandra langsung mengaitkan kakinya pada pinggang Christian. Berjalan ke arah ranjang dengan Deandra duduk di pangkuan Christian. Menghisap, mencecap, dan saling memagut membuat suasana kamar yang dingin karena AC menjadi panas seketika yang mereka rasakan. Christian yang sudah mulai bergairah menggigit kecil rahang istrinya. Turun ke leher mencium, menjilat serta menghisapnya pelan. Turun kembali ke arah pundak dengan kemeja Deandra saat ini telah ia lepas kancing atasnya. Sama seperti tadi, Christian memberikan gigit-gigitan kecil pada pundak istrinya, kanan kiri secara bergantian.


"AHH!! Stop Christian sebelum kamu nanti harus kecewa, karena sekarang aku masih massa periode, dan kamu tahu, kan itu tidak boleh?" ucap Deandra segera menutup kembali dadanya yang sudah terlihat.


"Baiklah Sweety, terima kasih sudah mengingatkanku." ucap Christian sambil membantu merapihkan kemeja istrinya yang sempat di buat berantakan olehnya. Serta memberikan kecupan singkat, tidak ingin terjadi sesuatu hal yang selalu ia nantikan jika harus berlama - lama.


"Apa kamu ingin melihat - lihat isi rumah ini lagi?Aku akan menemani Sweety," tanya Christian sambil menatap istrinya.


"Ya, tapi aku ingin sendiri mengelilingi rumah ini. Lagian aku tidak akan tersesat di rumahku sendiri." balas Deandra yang tidak ingin Christian mengikutinya.


"Baiklah. Jika kamu mencariku, aku ada di ruang kerjaku di sebelah kamar ini," ucap Christian menurunkan istrinya dari pangkuannya.


"Okay! "


Christian pun keluar kamar dengan tujuan


ke ruang kerjanya, dan Deandra masih mengelilingi seisi kamarnya. Berjalan ke arah lorong yang ternyata ada 2 pintu yang ia buka salah satunya adalah wardrobe dengan desain yang cantik.


Setelah ia lihat semua seisi ruangan. Deandra pun keluar kembali, dan membuka pintu yang berada di sebelah kanannya. Seperti dugaannya itu kamar mandi, yang akan membuatnya merasa betah jika berlama - lama di kamar mandi.


Berjalan ke arah jendela besar yang terdapat sebuah balkon. Ia geser dan terlihat pemandangan yang membuat matanya sejuk. Karena rumahnya yang di bilang jauh dari kota, maka balkon kamarnya berhadapan langsung dengan sebuah hutan. Entah apa yang di pikirkan Christian membangun rumah ini dengan jarak hutan yang tidak terlalu jauh. Berjalan masuk kembali ke dalam kamar dan menghampiri pintu keluar. Setelah terus mengelilingi, melihat ruangan bagian atas, Deandra turun ke lantai bawah sama seperti tadi. Sampai ia masuk ke dalam sebuah dapur dan ide memasak pun muncul. Apalagi ia lihat di dalam kulkas banyak bahan - bahan untuk bisa ia olah. Deandra pun segera mengeluarkan bahan yang ia butuhkan, memasak sambil menunggu suaminya keluar dari ruang kerjanya.


*****


*Next Chapter......


Like Follow and Vote!!!

__ADS_1


See U 😘*


__ADS_2