
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Steven?" ucap Deandra mengernyit.
"Wah! Apa seperti itu ekspresimu untuk menyambut tem.....ehh?!" omelan Steven yang terpotong karena Deandra mengabaikan, serta melewatinya begitu saja.
Membalikkan badannya, sebelum kata yang akan ia keluarkan suaranya terhenti lebih dulu. Pemandangan di depannya membuat Steven syok, membuatnya tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.
"Selamat datang Putri Zabrina Valerie Oswald, dan Pangeran Ardolph Cedric Oswald." ucap Deandra sambil memberikan bunga yang telah di rangkai dengan sangat cantik pada masing - masing leher mereka, tanda penghormatan kedatangan mereka. Apa yang di lakukan Deandra membuat semua orang yang berada di dalam ruangan terhenyak. Karena sangat jarang atau pun memang tidak ada tradisi seperti itu. Tapi pengecualian untuk seorang Deandra yang selalu membuat kejutan tak terduga.
Semua orang yang melihat itu tidak percaya, jika istri dari Christian Miller memiliki hubungan dengan anggota kerajaan inggris. Sebagian orang yang merendahkan Deandra tadi merasakan persaan malu, dan minder. Bahwa istri Christian Miller bukan orang sembarangan.
"Kamu memang tidak pernah berubah Princess. Penyambutanmu selalu membuatku terpana." ucap suara lembut dari seorang wanita yang tak lain Zabrina.
__ADS_1
"Terima kasih Putri Zabrina." ucap Deandra.
"Yang di katakan adikku benar Princess," suara bariton pria yang ternyata Pangeran Ardolph membuat pandangan Deandra di alihkan kepadanya.
"Sampai sekarang kamu tidak pernah berubah," ucapnya sambil mengambil tangan kanan Deandra,"Apalagi kecantikanmu semakin terpancar membuatku terpesona." lanjutnya sambil mengecup lembut punggung tangan Deandra.
"Terimakasih sanjunganmu Pangeran," ucap Deandra sambil melepaskan tangannya dari Ardolph.
"Sweety," panggilan Christian memutuskan tatapan Ardolph dari Deandra, dan menatap seorang pria yang tengah memeluk Deandra sangat posesif.
"Putri, Pangeran, kenalkan ini suamiku." ucap Deandra.
"Christian Miller." kata Christian dengan wajah datarnya.
"Saya Zabrina, dan ini.....kakak saya Ardolph." ucap Zabrina memperkenalkan diri, dan kakaknya yang sedari tadi diam saja.
Christian pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Tidak ingin membuat suasana canggung Deandra pun bedehem sebelum berkata.
"Ehemm....mari saya antarkan kalian ke tempat yang sudah di sediakan." ucap Deandra dan mengantar mereka ke tempat duduk VVIP, yang sudah Deandra siapkan sebelumnya. Deandra pun pergi ke ruangan di mana para model akan melakukan peragaan busananya nanti yang di ikuti Christian di belakangnya.
"Sweety kenapa tidak memberitahuku jika tamu mu adalah mereka?" tanya Christian.
"Sstt....aku masih kesal padamu Chris" kata Deandra. Christian yang paham dengan kekesalan istrinya pun memang harus membujuknya sekarang.
"Maafkan aku Sweety telah membiarkan orang lain menciumku. Pergerakannya yang tiba - tiba membuatku kalah cepat untuk mengelak." ucapan Christian tetap saja masih membuat Deandra kesal dan memalingkan wajahnya dari Christian.
"Apa yang harus ku lakukan agar kamu memaafkanku Sweety, "lanjut Christian sambil menarik wajah Deandra agar menatap ke arahnya.
Mendengar perkataan suaminya, ide cemerlang pun terlintas di dalam kepalanya.
"Ada satu hal yang harus kamu lakukan, jika ingin aku maafkan Christian." ucap Deandra.
"Apapun itu akan aku lakukan, sayang." ucap Christian lembut sambil mengusap pipi Deandra.
"Dan satu lagi, aku tidak ingin wanita lain selain aku mencium atau menyentuhmu Chris." ucap Deandra lembut namun tajam sangat terasa akan ke posesifannya, dan itu membut Christian bahagia yang membuncah.
"Ini yang terakhir kalinya Sweety." janji Christian.
"Kalau begitu ayo," ucap Deandra menarik tangan Christian.
"Kemana Sweety?" tanya Christian yang di balas dengan senyum misterius Deandra.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Semua orang yang tengah duduk dengan jarak satu meter dengan platform di setiap sisi panggung yang cukup megah ini, sangat menantikan sebuah catwalk fashion show yang akan segera di mulai. Dan ternyata, para penonton membludak. Sebanyak 300-an lebih kursi yang di sediakan tak mampu menampung para tamu yang berdatangan. Kursi di tambah. Itupun tidak cukup, hingga sebagian penonton terpaksa berdiri berjejal-jejal. Platform yang sangat mewah di hias dengan berbagai bunga di setiap sisi membuat platform semakin cantik. Serta layar besar dengan tampilan sebuah tulisan Princessa D yang berwarna gold, dan juga sebuah lambang mahkota 👑 tepat di atas huruf D itu sendiri tampak sangat elegan.
Suara seorang MC di atas platform yang sedang opening untuk jalannya acara yang sangat luwes berbicara.
__ADS_1
"We present, here it is, a traditional and modern fashion show created by Princessa Deandra~" ucap si MC sebelum suara musik dengan alunan yang unik mulai terdengat.
Satu model cantik mulai keluar dari backstage berjalan di atas catwalk dengan langkah percaya diri. Busana yang ia pakai terdiri dari perpaduan 3 warna, yaitu gold, silver, and red. Sebuah atasan lengan pendek dengan bawah baju di buat mengembang, ikat pinggang yang melilit pinggang rampingnya, serta celana desain batik yang di buat pas dengan kakinya. Di padukan dengan high heels bertali berwarna merah. Rambut yang di buat sanggul membuatnya sangat terlihat cantik.
"Bukankah dia Emilly?" tanya seorang wanita kepada wanita lainnya, tak lain Gaby yang bertanya kepada Hellen yang masih dalam keterkejutannya.
"Ya! Kau benar Gab. Dia Emilly." sahut wanita lainnya tak lain juga adalah Lena.
"Jack?" ucap Gaby saat melihat seorang pria yang keluar dari backstage berjalan di atas catwalk adalah rekan kerjanya di kantor.
"Bukankah itu si mata empat, Joya?!" ucap Lena.
"Ya, ternyata dia bisa cantik juga." sahut Gaby.
"Tommy?" suara Hellen yang kali ini berbicara.
"Kenapa dia tidak sejak dulu saja berpenampilan seperti itu," ucap Lena saat melihat Tommy yang berjalan di atas catwalk sangat berbeda dengan Tommy saat di kantor. Tommy si pria yang sangat pendiam, kini terlihat seperti pria pemikat wanita.
"Bukankah itu pemilik butik yang sering kita kunjungi?" tanya Hellen pada seorang model wanita yang tengah berlenggak lenggok di atas catwalk.
"Ya, kau benar. Dia Jessy!" ucap Gaby.
"WHAT!! PAK MARCO!!" teriak Lena kaget melihat atasannya juga menjadi salah satu model malam ini.
"Laura!!" ucap Gaby antusias, karena dia salah satu dari orang yang mengidolakan Laura.
"Aku tidak akan heran, jika dia seorang artis yang sedang naik daun menjadi salah satu model juga." ucap Hellen malas melihat temannya yang terlalu berlebihan.
"PAK THEO!!" histeris Hellen saat melihat pujaannya berada di atas panggung, berjalan santai tapi elegan. Membuat di mata Hellen sangat memukau.
"Wahh!! Siapa wanita, dan pria menawan itu?" ucap Lena tidak tahu kepada siapa ia bertanya.
"Setahuku dia adalah anak laki - laki Kartawijaya, " ucap Gaby membuat Lena, dan Hellen memutar bola mata mereka bersamaan.
"Sebut saja, dia itu adiknya Deandra." dengus Hellen.
Brian si pria menawan, dan juga Viola si gadis berkacamata yang sudah di ubah menjadi gadis cantik yang menawan. Hingga membuat Brian terpesona. Kecantikannya selama ini tersembunyikan di balik kacamata besarnya. Meski tidak percaya diri, namun Viola tetap berusaha untuk tidak mengecewakan kakak teman kampusnya. Platrom yang berbentur leter U membuat mereka berjalan terpisah, dan bertemu kembali di ujung platform. Bertukar tempat sebelum mereka berjalan untuk bergabung dengan model yang lainnya.
"OH MY GOD!! CHRISTIAN MILLER!!" teriak sebagian gadis di dalam gedung. Syok yang luar biasa hingga membuat mereka ingin pingsan, tapi di sayangkan jika itu terjadi. Kapan lagi bisa melihat seorang Christian Miller, yang sangat - sangat menawan tengah berjalan di atas catwalk. Walaupun dengan wajah datarnya, namun tetap saja kharisma ketampanannya semakin terpancar. Kejadian serta pemandangan yang langka untuk mereka lihat.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Next Chapter......
Vote, like, follow....
See U 🤗
__ADS_1