
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Sudah lima hari berlalu di mana baby Ryder keluar dari rumah sakit serta penyambutan dari keluarga. Banyak kolega - kolega dari Christian dan juga Deandra yang mengucapkan selamat serta hadiah untuk kelahirannya baby Ryder. Satu ruangan yang di khususkan untuk menyimpan hadiah - hadiah itu, hampir memenuhi seluruh ruangan dengan berbagai barang yang cukup bernilai.
Deandra yang saat ini berdiri di tengah - tengah ruangan itu meringis pelan banyaknya barang - barang yang belum tentu akan terpakai. Hari sudah malam tapi Ryder di dalam pelukkannya ini belum mau tidur. Padahal dirinya sudah sangat lelah dan mengantuk, karena seharian ini ia mengurus anaknya yang sedang aktif - aktifnya. Sedangkan Christian dalam beberapa hari ini sedang di sibukkan dengan pekerjaanya, dan selalu lembur hingga pulang selalu tengah malam. Meski Christian selalu menawarkan baby sister untuk membantu mengasuh Ryder tapi Deandra menolak, karena ia ingin merawat serta mengasuh Ryder dengan tangannya sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Meski rasa lelah menderanya, tapi Deandra menikmati moment - moment itu.
"Sayang, kenapa belum tidur juga hem? Udah malam lho, Mami juga udah ngantuk nih," Monolog Deandra berbicara kepada Ryder yang menatapnya polos. Berjalan ke arah kamarnya dan Christian yang berada di atas, dan kamar Ryder tepat di sebelah kamar mereka dengan connecting door.
"Gemas banget sih kamu, bikin Mami pengen terus uyel - uyelin kamu." Lanjutnya sambil mencium pipi gembul anaknya. Membaringkan tubuh mereka di atas ranjangnya. Sesekali mereka tidur bersama atau Ryder tidur di kamarnya sendiri dengan connecting door yang selalu di bukakan jika sewaktu - waktu Ryder terdengar menangis. Ryder bayi yang jarang menangis jika bukan ingin menyusu, buang air kecil atau besar sekalipun. Anaknya ini terlalu kalem membuat Deandra di buat heran saja. Mungkin anaknya tidak mau membuat Maminya terlalu kelelahan.
"Putra Mami lucu banget sih kamu sayang. Ryder mau maem ya," Ucap Deandra ketika tangan anaknya menepuk - nepuk pelan buah dadannya. Deandra pun mengeluarkan salah satu buah dadanya, dan langsung Ryder lahap menghisapnya kuat membuat Deandra sedikit meringis nyeri.
"Pelan - pelan sayang, tidak akan ada yang mengambil ini," kekeh Deandra sambil mengusap rambut hitam lebat anaknya. Menunggu Ryder untuk selesai menyusui, tapi anaknya ini masih saja kuat menghisap mata pencahariannya. Hampir beberapa menit Deandra menyusui Ryder, hingga ia tidak sadar jika dirinya ketiduran dengan Ryder yang masih saja menyusu apalagi bola matanya yang belum ada
tanda - tandanya mengantuk.
Di luar kediaman sebuah mobil hitam memasuki latar halaman yang luas. Christian turun dari mobilnya setelah Arlo membukakan pintu penumpang bagian belakang. Masuk ke dalam rumah dengan suasana rumah yang sudah sepi dan juga sebagian lampu yang di biarkan menyala. Christian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, membuka knop pintu kamar yang masih terang benderang. Hal pertama yang ia lakukan saat pintunya terbuka adalah secepat kilat ia berlari ke arah ranjangnya di mana Ryder yang akan terjatuh dari ranjang. Hampir saja dia telat sedikit lagi pasti Ryder di pastikan akan terjatuh ke lantai. Meski lantai sudah di beri karpet berbulu sekalipun tetap saja akan membahayakan.
"Boys hampir saja," Ucap Christian setelah menormalkan kembali detak jantungnya yang berdetak kencang terkejut anaknya akan terjatuh.
__ADS_1
"Sepertinya kamu membuat Mami kelelahan menunggu mu untuk tidur," Ucap Christian sambil pandangannya menatap ke arah Deandra yang tertidur pulas, menyadari payudara istrinya yang menyembul Christian segara membenarkan, merapihkan kembali baju istrinya kembali dengan Ryder masih di dalam gendongannya.
"Papi mau mandi dulu, sebaiknya kamu Papi masukkan dulu ke box baby agar kamu tidak kemana-mana," Ucap Christian menatap Ryder begitupun sebaliknya Ryder menatap polos Christian.
Setelah menyimpan Ryder di kamarnya, Christian segera bergegas ke kamar mandi untuk
bersih - bersih diri secepat kilat ia selesaikan, dan segera keluar kamar mandi. Bertelanjang dada serta handuk yang menggantung di pinggulnya. Sebelum mengambil bajunya, ia sempat melirik ke arah istrinya yang terlelap. Selesai memakai baju santainya Christian segera masuk kembali ke kamar anaknya, mengangkatnya dari box bayi membawanya serta ke kamar dirinya dan istrinya.
Christian menggendong Ryder serta menepuk - nepuk bokong Ryder pelan berharap anaknya ini segera tidur. Namun tidak berapa lama Ryder pun tertidur.
"Sepertinya kamu memang menunggu Papi pulang untuk kamu tidur ya sayang," Ucap Christian sambil membaringkan Ryder di dekat Deandra.
"Maaf sweety, sudah membuatmu kelelahan mengurus semuanya sendiri. I love you, dear." Ucap Christian sambil mencium lama kening Deandra, dan beralih mencium kedua pipi gembul anaknya serta keningnya pun.
"Kalian kesayangan Papi. Hidupnya Papi. Tanpa kalian hidup Papi tidak akan sesempurna, dan sebahagia ini. Papi mencintai kalian, sangat." Ucap Christian sebelum dirinya ikut berbaring di sisi anaknya, dan terlelap begitu cepat karena dirinya memang sudah lelah yang waktunya di habiskan di kantor.
Deandra mengerjapkan matanya, dan tersenyum saat melihat suaminya yang sudah tertidur lelap. Ia pun kembali melelapkan diri dengan sebelah tangannya yang memeluk Ryder.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Next Chapter.....
See U 😉
__ADS_1