
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Chris....aku kira kamu tidak akan menyusulku," ucap Deandra setelah berhadapan dengan Christian. Di ciumnya kening Deandra dengan lembut. Terdengar pekikan dari beberapa mahasiswi yang melihat adegan romantis itu. Siapa yang tidak mengenal Christian, seorang pengusaha muda yang sudah melambungkan namanya. Serta seorang alumni, dan investor kampus ini. Dan kini melihat seorang Christian yang terkenal dingin bisa bersikap lembut dan romantis kepada istrinya. Mereka berdua memang pasangan yang serasi.
"Akan ku luangkan waktuku untukmu Sweety," ucap Christian.
"Sekarang kita akan kemana sayang?" lanjut Christian bertanya.
"Kita ke kafe dekat kampus saja, gimana? Lagian aku sudah mulai lapar." usul Deandra.
"Tentu. Ayo kita kesana." ucap Christian sambil merangkul pinggang Deandra erat. Mereka yang pergi dari pelataran kampus tidak lepas dari tatapan orang - orang yang kagum, serta iri pada mereka berdua.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Sweety, masih ingatkah kamu dengan kafe ini?" tanya Christian sambil menyuapkan makanan pada mulutnya.
"Tentu saja masih ingat. Hanya saja ada sedikit perubahan," ucap Deandra sambil melihat - lihat sekelilingnya.
"Apakah si pemilik masih sama oran yang dulu?" tanya Deandra menaik turunkan alisnya, menggoda Christian.
Christian mendengus dengan istrinya yang masih saja mengingat seorang pria duda muda, pemilik kafe yang selalu mereka kunjungi saat mereka masih menjadi mahasiswa dulu.
"Dia sudah menikah kembali, serta memiliki anak Sweety." ketus Christian.
__ADS_1
"Benarkah?!" tanya Deandra tak percaya.
"Kenapa ekspresimu seperti itu? Jangan bilang kalau kamu masih suka pria itu?!" tuding Christian kesal.
"Ishh, apaan sih?! Aku hanya kagum saja, lagian bukan hanya aku saja. Semua mahasiswi yang datang ke sini pasti kagum padanya." ucap Deandra.
"Btw, dia tidak ada ya?" ucap Deandra melihat sekitar.
"Sweety!" tegur Deandra.
"Haha...." tawa Deandra pelan. Mereka pun kembali melanjutkan acara makan dengan di selingi obrolan nostalgia mereka dulu.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Kembali ke rumah saat matahari terbenam, setelah mereka melanjutkan waktu untuk berjalan ke mall, serta pergi ke taman yang berada di dekat perumahan mereka. Kini mereka berdua, Deandra dan Christian yang sudah membersihkan diri masing - masing. Tengah bersantai ria di atas ranjang king size mereka dengan nyaman. Deandra yang duduk berselonjoran dengan paha yang di jadikan bantal Christian yang tengah berbaring sambil menonton TV. Deandra yang menyandarkan tubuhnya pada dashboard ranjang tengah asyik memainkan ponselnya. Sampai sebuah panggilan masuk pada ponselnya tanpa nama. Menekan tombol hijau, panggilan pun tersambung.
"Hallo?"
"................"
"Oh Viola,"
"Siapa Sweety?" tanya Christian berbisik masih dengan posisinya yang tiduran. Di tanggapi oleh Deandra dengan usapan lembut di kepalanya.
"tidak apa - apa. Saya merasa tidak terganggu, kok."
"............"
"............."
"Ok. Kakak tunggu."
".........,"
"Malam." ucap Deandra dan memutuskan panggilan.
"Dia Viola, teman kampusnya Brian." ucap Deandra saat melihat tatapan suaminya yang penasaran. Christian yang mendengar seorang wanita yang menelepon istrinya tidak banyak bertanya lagi.
"Chris," panggil Deandra.
"Hem," jawab Christian yang memejamkan matanya.
"Aku ingin martabak telor, " ucap Deandra membuat Christian membuka matanya lebar, bangun dari berbaringnya, dan duduk menghadapi Deandra dengan bingung.
"Malt...maltcyabak," eja Christian.
"Martabak telor," sela Deandra karena Christian yang susah menyebutkannya.
"Benda apa itu?" tanya Christian membuat Deandra mendengus. Deandra mengotak - atik ponselnya, dan menunjukkan sebuah gambar kepada Christian.
"Oh makanan, tapi itu seperti pizza?" tanya Christian meski ragu karena melihat bentuknya.
__ADS_1
"Haishh! Ini martabak telor Christian, dan aku menginginkannya sekarang." tekan Deandra.
"Tidak ada makanan seperti itu di sini sayang, lagian sudah malam juga" ucap Christian melihat ke arah jendela di mana hari sudah malam.
"Pokoknya kamu harus cari makanan ini, kalau tidak jatah mu tidak ada untuk satu bulan." ucap Deandra.
"NO!" tolak Christian tidak mau jika sesuatu hal yang menjadi candunya tidak akan ia dapatkan dalam sebulan. Bisa berkarat senjatanya jika tidak masuk sebulan dalam tempatnya yang hangat dan nyaman.
"Baiklah, aku akan cari makanan yang kamu mau," ucap Christian mengalah.
"Tapi berikan aku kecupan manismu dulu, Sweety." lanjut Christian langsung melahap bibir Deandra, bukan kecupan yang ia minta, tapi sebuah ******* yang membuatnya tidak ingin berhenti. Dengan terpaksa ia melepaskan tautan bibir mereka, karena tidak ingin membuat istrinya menunggu terlalu lama dengan keinginannya. Di usapnya bibir Deandra menghapus jejak saliva mereka.
"Tunggu sebentar, aku akan mencari makanan yang kamu inginkan itu." ucap Christian mengecup kening Deandra terlebih dahulu sebelum beranjak pergi dari kasur, dan berjalan ke arah pintu.
Sebelum keluar pintu Christian membalikkan badannya mengarah Deandra, saat istrinya itu berbicara.
"Jangan lama ya, sayangku." ucap Deandra manja membuat hati Christian berdebar, menganggukkan kepalanya tanda ia meng-iyakan.
Christian yang sudah berada di dalam mobil bingung harus mencari makanan yang di inginkan istrinya ke mana. Sebuah ide melintas di kepalanya dengan segera ia menjalankan mobilnya ke suatu tempat.
Deandra yang berada di dalam kamar sedari tadi tidak berhenti bergerak. Pindah ke sisi kasur ke sisi lainnya tetap saja membuatnya tidak sabar untuk menunggu Christian. Sudah 22 menit berlalu suaminya pergi, dan belum kembali juga untuk mencari martabak yang ia inginkan. Di tambah cuaca malam ini tengah di guyur hujan membuat Deandra merasa gelisah. Cuaca di luar yang dingin serta di dalam kamar yang dingin juga karena AC membuatnya tidak nyaman memakai baju, dan celana tidur panjang. Berjalan ke arah wardrobe, mengambil sebuah gaun tidur pendek. Entah apa yang merasuki dirinya, namun untuk sekarang ia ingin sekali memakai gaun tidur yang tipis. Dan baru kali ini, ia juga mengenakan gaun untuk tidur. Di pakainya gaun, dan ternyata sangat nyaman. Kembali beranjak ke atas kasur berbarengan dengan pintu kamar yang terbuka.
"Chris..." ternyata suaminya yang baru pulang membeli martabak yang ia inginkan. Deandra segera bangkit dari kasur serta mengambil bungkusan yang berada di tangan suaminya.
"Hemm....harum sekali." ucap Deandra sambil menghirup aroma enak dari martabak.
"Sweety.... " panggil Christian dengan suara baritonnya.
"Chris, kamu gantilah bajumu karena terlihat sedikit basah. Aku akan ke dapur menyiapkan ini dulu." sela Deandra dan menunjukkan bungkusan di tangannya kepada Christian. Tanpa memberi waktu Christian untuk menyelesaikan ucapannya. Melihat Deandra yang sudah keluar dari kamar Christian menghela nafas pelan ketika melihat istri yang sangat sexy dengan tubuh yang di balut gaun tidur tipis berwarna merah darah yang sangat kontras dengan kulit putihnya yang halus. Perasaan tubuh yang dingin karena sudah dari luar yang tengah hujan, kini suhu tubuhnya tergantikan dengan rasa panas. Berjalan ke arah wardrobe mengganti bajunya dengan piyama tanpa atasan. Berjalan keluar kamar dengan bertelanjang dada menyusul istrinya yang berada di dapur.
Tiba di pintu dapur Christian berhenti berjalan menyandarkan dirinya pada dinding sambil menggelengkan kepalanya, karena melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan. Menegakkan tubuhnya dan berjalan ke arah Deandra.
"Enak Sweety?" tanya Christian sambil mengecup puncak kepala Deandra.
"Chris!!" pekik Deandra yang kaget dengan kedatangan Christian yang tiba - tiba.
"Mau Chris?" tanya Deandra sambil memberikan sepotong martabak di tangannya. Christian pun langsung melahap martabak tanpa banyak berpikir lagi.
"Terima kasih Chris sudah membelikan ini untukku. Martabaknya sangat enak sekali. Dari mana kamu beli ini?" tanya Deandra. Bagaimana mau di bilang sangat enak, Deandra sudah menghabiskan separuh martabaknya. Tapi bagi Christian, melihat istrinya yang sangat lahap makan, membuatnya tidak sia - sia
mencari makanan yang di inginkan istrinya.
"Sama - sama Sweety, yang penting keinginanmu sudah kamu dapatkan. Kamu tidak lupakan?! Jika aku memiliki hotel, dan pastinya memiliki koki yang terlatih untuk memasakkan apapun. Bila tidak bisa ku andalkan lebih baik aku pecat saja dia." ucap Christian membuat Deandra berdecak dengan kesombongan suaminya.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Next Chapter.......
Vote, like- nya guys!!
See U 🤗
__ADS_1