
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Berjam - jam berdiam diri di dalam kamar tidak membuat Deandra bosan untuk beranjak dari kasurnya. Apa yang Deandra inginkan cukup memanggil pembantunya saja, karena terlalu malas untuk melihat wajah suaminya. Dari membaca buku tentang kehamilan hingga persalinan, serta berselancar di sosial media tidak membuat Deandra jenuh. Apalagi saat ia telah membaca proses persalinan yang baik, membuat dirinya ingin melahirkan secara normal. Karena kehamilannya
baik - baik saja, ia yakin bisa melahirkan normal dan lancar tanpa harus operasi cesar.
Hari sudah malam tepat jam 8 malam lebih 15 menit.
Deandra membaringkan tubuhnya di atas kasur, serta mencoba untuk tidur. Berbeda dengan Christian yang masih di ruang kerjanya dengan setumpuk
berkas - berkas pekerjaannya. Christian yang sudah membubuhkan tanda tangannya pada kertas yang berisi hal penting melirik pada jam dinding yang berada di depannya menghela napas. Waktu sudah jam 9 malam, Christian memang sengaja membawa pekerjaan kantornya untuk di kerjakan di rumah saja.
Selain mengurus pekerjaannya, ia juga ingin memperbaiki masalahnya dengan Deandra.
Tetapi bukannya selesai, ia dan istrinya untuk pertama kalinya bertengkar hebat selama mereka menikah. Di sini dirinya salah telah menuduh istrinya yang bukan - bukan, menjadikan mereka berdua saling salah paham.
Ia harus menurunkan ego nya untuk memperbaiki kesalah pahaman di antara mereka selesai. Dan ia juga harus memohon maaf pada Deandra untuk perkataan nya yang kelewat batas.
__ADS_1
Membereskan kertas - kertas yang berserakan di atas meja, lalu bangkit dari duduknya berjalan keluar ruangan kerjanya untuk menemui istrinya yang berada di dalam kamar mereka seharian.
Sejak terakhir mereka usai makan Deandra tidak keluar kamar lagi, begitu yang ia dengar dari pembantunya.
Membuka pintu kamar perlahan, dan yang ia lihat ruangannya sudah gelap hanya lampu tidur di atas nakas samping tempat tidur mereka yang menyala.
Menutup pintu kamar dengan pelan, berjalan ke arah istrinya yang tengah berbaring di atas ranjang mereka. Duduk di belakang Deandra yang membelakanginya, ia tahu jika Deandra sudah tidur terlihat dari napasnya yang teratur.
Pandangan Christian tidak lepas dari wajah cantik istrinya, meskipun tengah tidur sekalipun tetap saja Deandra selalu terlihat cantik. Deangan perlahan tangannya mengusap lembut rambut istrinya yang lembut, membawanya untuk ia cium dan hirup aroma khas istrinya yang menyegarkan serta lembut.
Melihat istrinya yang tidak terganggu, dengan perlahan pandangannya ia turunkan ke arah perut besar istrinya di mana buah hati mereka bersemayam dengan nyaman, mengusapnya dengan lembut serta menciumnya bertubi - tubi.
"Papi sudah tidak sabar lagi dengan kehadiranmu agar Papi bisa menggendongmu, boys. Walaupun kamu masih di rahasiakan boys or girl, sampai nanti di lahirkan. Tapi Papi yakin, kamu adalah jagoannya Papi." Gumam Christian sambil terus mengelus perut istrinya.
Christian yang terus menerus menatap ke arah perut Deandra, tidak menyadari jika mata istrinya telah terbuka menatapnya dalam diam.
Deandra yang merasa baru saja terlelap merasakan tidurnya terusik, sehingga ia mengerjapkan matanya dan ternyata suaminya lah yang mengganggu tidurnya. Melihat, dan apa yang ia dengar dengan perkataan Christian membuat hatinya menghangat.
"Oh sweety. Maaf membuatmu terbangun." Ucap Christian terkejut saat Deandra mengubah posisinya.
Terjadi keheningan di antara mereka, saling diam dan menatap satu sama lain tidak ada yang sepatah kata pun keluar dari bibir mereka. Sebelum sebuah kalimat terlontar dari Christian lah yang memecahkan keheningan di ruangan yang cukup luas itu.
"I'am sorry," Ucap Christian.
Deandra yang berbaring pun mulai bangun, dan menyandarkan tubuhnya. Masih menunggu perkataan Christian selanjutnya, maka ia hanya diam dan menatap Christian. Seolah mengerti dengan tatapan Deandra, Christian pun menjelaskan semuanya saat dirinya berada di Canada.
"Saat itu, aku dan Angel ada meeting dengan klien ku di Dubai. Di room meeting hotel ku kami rapatnya. Aku yang lupa membawa berkas penting hendak kembali ke kamar yang aku tempati selama di sana. Tapi Angel menawarkan untuk dia saja yang mengambilnya, selama aku harus menyambut klien ku yang sudah datang itu.
"Maka aku iya, kan untuk Angel mengambil berkas itu, dan juga ponselku yang tengah aku charger di sana untuk sekalian ia bawa. Aku memberikan kunci kamarku padanya, dan ia kembali dengan berkas yang kubutuhkan dan juga ponsel yang sudah retak.
"Ia bilang tidak sengaja, dan minta maaf karena sudah menjatuhkan ponselku saat ia berlari ke room meeting. Aku yang tidak ingin mempermasalahkan soal ponsel yang ia rusak di saat akan meeting, maka aku memaafkannya. Selesai meeting pun ia tidak mengatakan jika kamu menghubungiku. Meeting yang berjalan alot dengan klien ku di Dubai membuat aku tidak sempat untuk membeli ponsel, dan memberitahu kan kabar padamu dengan aku yang akan berada di sana lebih tiga hari."
"Kamu akan membangun hotel di Dubai?"
Dari perkataan Christian yang Deandra sela dan tangkap adalah suaminya akan membangun hotel kembali.
"Ya. Aku akan memperluas jaringan hotelku kembali, dan membangunnya disana." Ucap Christian.
"Kenapa kamu tahu aku berada di restoran saat kamu pulang setelah selama seminggu kamu di sana?" Tanya Deandra.
Christian yang hendak menjawab terlebih dahulu sudah Deandra sela, dan jawab membuat Christian menghela napas pelan.
__ADS_1
"AH! Pasti dari orang - orangmu yang kamu tugaskan untuk mengikutiku, jadi siapa lagi."
Setelah mendengar perkataan maaf suaminya, dan menjelaskan semuanya. Deandra pun mengerti dengan terjadi kesalah pahaman di antara mereka. Namun, yang Deandra herankan kenapa si Angel itu tidak berbicara pada atasannya jika drinya menelpon.
Deandra menatap Christian, dan menelisik pada mata suaminya. Namun, ia tidak menemukan kebohongan di sana, bahwa suaminya tidak tahu jika ia menelpon dirinya.
Christian yang di tatap seperti itu, merasa ragu jika istrinya tidak akan memaafkannya, dan tidak percaya soal apa yang ia katakan.
"Sweety, maafkan aku, hm?" Ucap Chriatian sambil membawa tangan Deandra pada bibirnya, dan ia cium. Namun melihat respon istrinya yang hanya diam saja benar - benar membuatnya khawatir.
"Sweety...." Ucapan Christian terputus, karena tiba - tiba saja Deandra memeluknya. Christian pun membalas pelukan balik istrinya setelah beberapa detik membuat terpaku.
"Terima kasih, sayang. Terima kasih," Ucap Christian menelusupkan wajahnya pada leher jenjang istrinya.
"Aku mencintaimu." Lanjutnya sambil mencium leher Deandra.
Mereka pun melepaskan pelukan mereka, saling tatap penuh cinta. Apalagi Christian yang menatap istrinya mendamba, dan sudah sangat rindu mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir merah nan seksi istrinya. Bibir mereka yang sebentar lagi hampir menempel, gagal sudah saat Deandra mendorong bibir suaminya menjauh.
"Kenapa sweety? " Protes Christian kesal, karena tujuannya di ganggu.
"Pecat sekretarismu aku tidak ingin dia ada di perusahanmu lagi." Ucap Deandra datar tidak ingin ada bantahan. Mendengar permintaan Deandra cukup membuat Christian terkejut.
"Apa itu tidak berlebihan, sayang." Ucap Christian.
Kesalahan Angel memang fatal membuat dirinya dan Deandra harus bertengkar, tapi di lihat dari kinerja dia selama ini cukup membuat ia puas dengan hasil kerjanya. Ia masih menimbangkan untuk memecat atau memindahkan posisinya saja, pikirnya.
Lamunan Christian buyar dengan perkataan dingin istrinya, ia menyesal berkata seperti itu seolah dirinya membela Angel.
"Tidur di luar. Aku tidak ingin saat bangun melihat wajahmu." Ucap Deandra dingin, dan datar. Langsung merebahkan tubuhnya, dan membelakangi Christian tanpa mau menatap dan mendengar lagi ucapan suaminya.
Istrinya marah kembali, batinnya.
Christian yang melihat dan mencoba berbicara pun sudah tidak di tanggapi istrinya. Sebelum menyentuh calon anaknya pun sudah di tepis terlebih dahulu. Menghela napas kasar, karena perkataan bodohnya malah menjerumuskan dirinya. Dirinya akan tidur di ruang tamu, tidur tanpa memeluk istrinya.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Next Chapter.....
Bentar lagi last chapter nih guys!!
Vote, follow untuk dukungannya guys.
__ADS_1
See U 😉