
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
DEANDRA
Berada di ruangan yang cukup luas, serta aku yang masih terbaring dan Christian yang aku rasa sedang tertidur. Hingga terasa sebuah pergerakan dari Christian yang sudah terbangun, tidak menyadari aku sudah sadar serta memperhatikannya yang ntah sedang memandang apa. Sampai aku berkata ingin air minum barulah ia sadar jika aku sudah bangun dari koma. Christian yang terkejut tiba - tiba memeluk, dan menciumi diriku. Jengah dengan Christian yang tidak melepaskan pelukannya, ku dorong tubuhnya pelan karena masih lemas yang ku inginkan sekarang adalah air minum. Sadar akan permintaanku Christian segera mengambil air minum di atas nakas. Segar yang kurasakan setelah kerongkongan ku yang kering di masuki oleh air.
Sebuah kalimat dariku yang menanyakan keberadaan di mana anakku membuat Christian terdiam hingga aku mengulang perkataanku kembali pun Christian tidak menjawabnya, dan malah mengalihkan pembicaraanku dengan ia akan memanggil dokter segera yang ku butuhkan sekarang adalah anakku. Bagaimana dengan keadaannya, aku yakin anakku selamat dan baik - baik saja. Hingga seorang dokter datang serta perawat lainnya datang memasuki ruangan memeriksa diriku. Sebuah pertanyaan ku cetuskan kembali pada dokter yang memeriksa ku, dan jawabannya sebelum mereka keluar dari ruangan membuat ku terdiam membeku. Sesak yang kurasakan setelah mengetahui keadaan anakku. Air mata yang tidak bisa ku tahan mengalir begitu saja, membelakangi Christian yang diam berdiri memandangku dengan wajah sendunya.
Sampai sebuah pergerakkan di sisi ranjangku yang kosong terasa, serta pelukkan di tubuhku dan kalimat maaf yang terlontar dari Christian membuat tangisku semakin menjadi - jadi. Ntah berapa lama aku menangis sampai membuatku tertidur kembali. Di saat pagi hari aku terbangun yang kulakukan ingin segera menemui anakku, dan di sinilah aku di depan inkubator di mana di dalamnya terdapat anakku. Mengusap kaca inkubator aku harap anakku merasakan usapanku pada dirinya.
__ADS_1
"Aku ingin menggendongnya," Ucapku pada Christian yang berdiam di belakang kursi roda yang ku kenakan tanpa melepaskan pandangan dari anakku.
"Aku ku panggil suster terlebih dahulu untuk membantu kita." Ucap Christian sebelum pergi keluar ruangan khusus bayi.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Rasa bahagia yang kurasakan setelah dapat menggendong bayi kecilku. Apalagi aku melahirkan seorang bayi laki - laki yang tampan membuatku sangat bahagia. Paras kecilnya memang tidak dapat ku pungkiri bahwa wajahnya sangat mirip seperti Christian. Hanya bibir tipis nan kecilnya lah yang mendapatkannya dariku. Aku tersenyum ketika ia bergerak menggeliat apalagi mulutnya seolah mencari makanannya.
"Karena Nyonya keadaannya sudah mulai membaik, Nyonya sudah di perbolehkan untuk memberikan ASI eksklusif agar membantu pertahanan serta pertumbuhan si bayi cepat pulih." Ucap seorang suster yang bernama Moana terlihat dari name tag-nya.
"Mari saya bantu Nyonya. Saya akan kembali jika anda sudah selesai menyusui." Ucap Moana membantu agar posisi anakku benar untuk menyusui, dan setelah itu ia keluar ruangan meninggalkan suasana ruangan kembali hening. Meski di sini bukan hanya aku dan bayiku, Christian dengan setianya menemani di sampingku.
Melihat bayiku yang tengah menyusui seperti ini membuatku benar - benar sudah menjadi seorang ibu. Tangan kecilnya memegang jari telunjukku dengan erat. Melihat ia mengerjapkan matanya pelan, membuatku tersentak hingga tanpa ku sadari air mataku turun kembali saat ia sudah memperlihatkan matanya. Mata biru laut yang jernih itu benar - benar seperti ayahnya.
"Wow!! Matanya seperti diriku sweety, "Ucap Christian terpana sambil tangannya yang terus mengelus kepala bayiku dengan lembut.
"Hemm," Gumamku yang mengelus tangan kecilnya yang sangat lembut.
__ADS_1
"Siapa namanya?" Tanyaku pada Christian.
"Aku belum memberikannya nama sweety. Aku serahkan sepenuhnya nama bayi kita ke padamu." Ucap Christian memandang diriku dengan senyum menawannya, mengusap air mataku dengan lembut. Membuat kita saling bertatapan sejenak sebelum ku putuskan untuk menatap kembali anakku.