Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 14


__ADS_3

Happy Reading.....


*****


CHRISTIAN


Mendengarnya saat mengatakan ini pernikahan kita, membuatku tersenyum bahagia dan mengambil tangan kirinya untuk ku cium. Cessaku sudah menerima semua pernikahan yang ku paksakan ini.


Ya..dia Cessaku karena dia tetap orang yang sama, yang dulu pernah membuatku hilang arah karena kehilangan sesosok orang yang sangat mencintaiku dengan tulusnya, aku berharap ia bisa memaafkanku dan mencintaiku lagi seperti dulu.


Kini aku sadar betapa aku mencintainya dan tak ingin berpisah lagi dengannya.


Apalagi beberapa hari lalu aku meninggalkan ia, untuk perjalanan bisnisku. Sungguh rindu yang tak tertahankan setelah aku dan Theo tangan kanan merangkap sekretarisku juga sudah tiba di bandara.


Aku yang pergi seorang diri dengan Theo yang kusuruh ke kantor dulu sebelum ia pulang. Hanya untuk menemuinya saat ia berada di sebuah Cafe bersama teman wanitanya, tak terbayangkan apa yang terjadi jika itu laki-laki, karena aku tidak ingin apa yang sudah jadi milikku di miliki orang lain.


Kalian boleh mengatakan kalau aku pria yang sangat posesif dan egois aku pun tidak akan marah karena itulah aku. Yang mencintai seseorang yang kini berada di sampingku.


Mengingat itu membuat aku takut akan kehilangan dia lagi.


"Sebaiknya kita makan dulu, membuat cacing di perutmu diam, " kekehku geli saat mendengar perutnya yang berbunyi, di tengah lamunanku tentangnya.


"Kalau sudah tahu cacingku berontak sedari tadi kenapa bawa mobilnya lambat sekali. "ketusnya dengan bibir mengerucut.


"Apa kau ingin menggodaku,"ucapku yang membuatnya menoleh padaku.


"Apa maksudmu ?"ucapnya mengerutkan kening.


"Itu, " tunjukku pada bibirnya.


"Dasar mesum kau..., " Pukulnya pada lenganku yang membuatku tidak sakit sama sekali, dan tersenyum senang.


*****


"Ayo turun," ucapku yang sudah membuka pintu mobil untuknya, sambil menarik tangannya, setelah kami tiba di Restaurant yang berbintang di kota ini.


Kami pun masuk dan di sambut seorang pramusaji, mencari tempat duduk yang nyaman setelah menemukannya, ku tarik kursi untuk Deandra duduki.


Seorang pelayan memberi kami buku menu dan mencatat apa yang kami pesan.


"Hemmm..aku ingin beberapa makanan yang spesial di sini, "ujar Deandra yang masih fokus dengan buku menunya.


Aku yang melihat pelayan pria itu terus menerus menatap Deandra membuat aku geram.

__ADS_1


"Apa matamu ingin ku congkel!, "ucapku datar nan tajam membuat Deandra menatapku bingung dan si pelayan menunduk.


"Cepat pergi sebelum kau kehilangan pekerjaanmu!, " lanjutku.


"Kau ini kenapa sih, " ucap Deandra.


"Aku tidak ingin milikku, di tatap lama orang lain, "ucapku tegas.


"Kau kira aku barang, " kesal Deandra.


"Bukan, kau belahan jiwaku sampai aku mati, " ucapku tegas.


Membuatnya menatapku yang tak bisa ku artikan dan mengalihkan pandangannya.


"Apa kamu yakin, akan menghabiskan semuanya Deandra, " ucapku yang melihat pesanan Deandra yang hampir memenuhi isi meja.


"Tentu saja, Karena disini tidak ada nasi membuatku tidak akan kenyang, " ucap Deandra membuatku terkekeh.


"Baiklah, makanan disini boleh kamu pesan semuanya, "ucapku tersenyum.


"Kau pikir aku serakus itu apa, " marahnya dengan raut kesal.


Helaan nafas kasar dariku wanita dan pikirannya, ucapku dalam hati.


"Aku ingin kau tinggal bersama ku mulai hari ini, " ucapku tiba-tiba padanya dengan sesekali menyuapkan makanan ke mulutku.


"Kenapa begitu, kita masih tunangan Christian, " ucapnya yang sedang memakan dessert.


"Aku tahu Deandra, dan kita bisa berangkat ke kantor bersama, " ucapku menatapnya, dan juga ia menatapku.


" Sebelum project pembangunan Hotel kita selesai kau masih bekerja di kantorku, "lanjutku.


"Tapi Chris..," ucap Deandra terpotong.


"Aku ingin mulai sekarang barang-barangmu segera di pindahkan!," potongku dengan penuh penekanan yang tak ingin di bantah.


Membuatnya mendengus keras dan makan dengan kasar, yang malah membuatku tersenyum geli.


****


Sesampainya mobilku tiba di halaman rumah Deandra, aku dan Deandra segera masuk ke dalam rumah, dengan pintu yang sudah di bukakan oleh salah satu pembantu di rumah ini.


Melihat kedua orangtua Deandra yang berada di ruang tamu segera kami hampiri.

__ADS_1


"Mom, Dad, " sapa Deandra mengalihkan perhatian mereka pada anaknya dari siaran tv.


"Oh sayang....kau sudah pulang dengan Christian rupanya, " ucap Flora calon mertuaku.


"Iya tante, om bagaimana kabar kalian," ucapku salam hormat dan mencium pipi kanan dan kirinya ibu Deandra serta berjabat tangan dengan ayah Deandra.


" Panggil aku Mommy dan Daddy sayang, karena sebentar lagi kau akan jadi menantuku, " ucap flora dan menunjuk suaminya dengan senyum hangatnya.


"Baik, Mom, " ucapku mengangguk.


"Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua, " ucapku sambil menatap mereka.


" Ya sudah silahkan duduk Chris, " ucap Andrew mempersilahkan aku duduk di sofa.


"Aku ingin Deandra, tinggal bersamaku!," ucapku to the point setelah kami duduk.


"Tidak!, kalian tidak bisa tinggal bersama. Kau dan Deandra masih tunangan, Walaupun kami tinggal di negara bebas. Tapi, aku masih memegang teguh adat asalku," ucap Andrew.


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada putriku, sebelum kalian resmi dalam pernikahan!, " lanjut Andrew tegas menatap aku tajam.


"Jika itu yang kau takutkan, aku berjanji padamu!, tidak akan melakukan hal di luar batas sebelum kami menikah!, " ucapku tak kalah tajam.


"Haahh... jagalah kepercayaanku," ucap Andrew pasrah dengan helaan nafas kasarnya.


Larut dalam keheningan, ku alihkan pandanganku ke arah tangga dan turunlah sesosok orang yang ku cintai, membawa koper yang cukup besar. Berdiri dari sofa dan menghampirinya.


"Kenapa kau tidak memanggilku, untuk menurunkan kopernya Sweety....," ucapku seraya mengambil alih koper di tangannya.


"Tidak apa-apa, aku bisa membawa sendiri kebawah. Kau jangan berlebihan, " ucap Deandra memutar bola matanya.


"Aku tidak suka kau seperti itu, memutar bola matamu, aku tidak suka ,"ucapku penekanan akhir kalimat.


"Hemmm, " ucapnya singkat yang membuat aku mengelus pipi kanannya lembut.


Tanpa mereka sadari, interaksi mereka dari awal sudah di perhatikan oleh sepasang suami istri yang menatap mereka penuh arti.


*****


Like And Comment Guys....


Follow and VOTE me yes....


See U 😉

__ADS_1


Next Chapter.....


__ADS_2