Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 27


__ADS_3

Hei! Guys. Yuk kita doakan semoga orang² yg terkena Covid-19 cepat di sembuhkan agar cepat berkumpul kembali dgn keluarganya masing². Dan bagi kalian termasuk saya juga slalu di sehatkan, serta menjaga kebersihannya agar terhindar dari segala penyakit lainnya.


Happy Reading......


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Warning!! 17+


*****


Helaan napas kasar yang Deandra hembuskan. Memantapkan hati membuat semangatnya kian membara. Menolehkan pandangannya sesaat pada Christian yang juga menatap tajam ke arah Deandra.


Deandra memanggil Joya tanpa melepaskan fokusnya pada bola yang di lempar kesana kemari. Dengan posisi ia di sebelah kanan.


"Ya ada apa? Apa kamu perlu..." belum selesai Joya berbicara. Deandra menyelanya.


"Pinjamkan ikat rambutmu. Punyaku terjatuh entah dimana " rambutnya yang terurai menghalangi pandangan Deandra terus menerus. Mengumpulkan rambut menjadi satu mengikat tinggi dan kuat. Setelah menerima ikat rambut dari Joya.


Waktunya untuk mereka berputar posisi.


Menentukan poin tertinggi yang akan keluar menjadi pemenangnya. Saat ini tim pria 1 poin di atas tim wanita. Dan untuk tim wanita harus mendapatkan 2 poin lagi. Jika ingin mendapatkan kemenangan.


Melepaskan satu persatu kancing kemeja. sambil memegang bola di mana giliran Deandra untuk melakukan servis.



"WHAT THE ****!! SEXY!! " umpat keras Joya melihat perut Deandra. Saat kemejanya sudah terlepas. Dan juga umpatan lainnya dari arah belakang. Karena posisi Deandra saling berhadapan dengan Joya.


"Yes, I'am!! " ucap Deandra sambil memberikan kemejanya.


"Kenapa mereka?! " ucap Joya yang heran melihat timnya ikutan mengumpat pada punggung Deandra. Ia pun penasaran untuk cepat melihatnya.



"DOUBLE SHIT!! "umpat Joya lagi membuat Deandra mendengus keras.


"Haishh!! Seharusnya kau lepaskan saja kemeja mu dari tadi. Aku yakin tim lawan tidak akan fokus dan kita akan cepat menang, " ucap Joya setelah sadar dari keterkejutannya.

__ADS_1


"Bukan hanya lawan. Pria di luar lapangan pun sama. Maka dari itu aku malas harus memakai bikini " ucap Deandra malas. Dan memulai lemparannya.


Berbeda dengan Christian yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Keterkejutan luar biasa yang ia rasakan. Dari mulai Deandra yang bermain volleyball, karena ia tahu wanitanya sejak dulu tidak pernah bisa melakukan olahraga seperti itu. Sifatnya yang manja dan lemah lembut selalu takut jika ia akan terkena lemparan bola. Berbeda dengan sekarang, wanitanya seperti orang lain. Memiliki kepribadian yang tangguh membuatnya terlihat sangat menawan.


Saat melihat Deandra melepaskan kemejanya.


Rasa cemburu merasuk ke relung hatinya. Tidak rela, jika tubuh wanitanya harus terumbar pada pria lain selain dirinya. Semakin tidak rela saja melihat Deandra yang saat ini. Mempunyai sebuah tatto dan juga otot perut yang membentuk tubuh rampingnya. Ke-sexy-annya membuat rasa cemburu berkobar. Ingin sekali Christian menghajar satu persatu pria, yang menatap Deandra seolah mangsa yang siap diterkam.


Wanitanya harus menerima hukuman darinya karena telah membuat ia marah.


Menunggu waktu beberapa menit lagi. Namun yang dia rasakan seperti menunggu waktu bertahun-tahun.


"Watch out! Hellen!" ucap Deandra yang saat ini akan melakukan smash. Melompat tinggi dan memberi pukulan kencang pada bola dari arah lawan dengan sangat kuat. Bola pun mendarat sempurna tanpa ada yang bisa menahannya.


Priiitt......


Akhirnya pertandingan pun usai. Setelah Deandra menjatuhkan tubuhnya pelan ke pasir. Berselonjoran dengan napas yang kelelahan, dan mendapatkan air minum yang di sodorkan Joya.


"KYAAAA!! KITA MENANG!!" ujar Emilly senang tanpa sadar sudah berpelukan dengan Hellen sambil meloncat-loncatkan tubuh mereka bersamaan.


Sadar apa yang mereka lakukan. Melepaskan diri dari pelukkan, dan memberi jarak jauh. Serta mengusap-usap badan seperti membersihkan dari debu.


"Selamat!! Pertandingan volleyball sudah di menangkan oleh tim wanita, dan mendapatkan bonus langsung dari Mr. Miller" ucap Theo.


"Yahh! Kukira tidak akan mendapatkan hadiah. Tau gitu aku akan bermain lebih keras lagi " ucap Jack lesu.


"Makanya kau jangan curang. Kalah juga, kan? " ejek Emilly. Membuat Jack mendengus keras.


"Hei! Kalian ingat perjanjiannya, yang kalah harus mengabulkan permintaan yang menang! " ucap Hellen bertolak pinggang.


"Tidak bisa begitu! Dari awal, kan, tidak di tentukan " protes Emilly tidak terima seperti yang lainnya.


"2 permintaan atau tidak sama sekali! " ujar Tommy.


"Ya udahlah, Guys! Dari pada tidak " sambung Gabby yang dari tadi diam diangguki oleh Lenna.


"Deandra bagaimana menurutmu?" tanya Emilly kepada Deandra yang masih selonjoran di pasir.


"OK. Barbaque nanti malam para pria yang harus menyiapkan semuanya. Untuk wanita hanya tinggal menikmati saja " jeda Deandra sambil berdiri " Dan sekarang kalian gendong kami masing-masing kesana" lanjut Deandra menunjuk ke kedai penjual kelapa muda.


Setelah satu persatu sampai dan di turunkan di kursi santai pantai serta memesan kelapa muda.


"Aduuhh! Pinggang ku sakit. Badan mu berat sekali" keluh Jack. Saat ia yang harus menggendong Emilly. Membuat Emilly marah karena di singgung berat badannya.


"Pantas saja! Kau selalu di putuskan pacar-pacar mu" marah Emilly.


"Asal kau tau, ya! Wanita paling sensitif jika disinggung soal berat badan" ucap Lenna.


"Hehe...Sorry " ucap Jack cengengesan dan mengarahkan pandangannya pada Deandra, yang sedang menikmati kelapa mudanya.


"Tidak heran Mr. Miller selalu mengawasimu dengan tajam Deandra. Jika aku memiliki tunangan sepertimu aku pun sama, tidak ingin miliknya di ambil pria lain " ucap Jack yang di acuhkan Deandra.


"I like, your tattoo. Deandra " ucap Tommy yang berada di dekat Deandra. Karena tadi, pria yang menggendong Deandra adalah dia. Apalagi Tommy merasa was-was. Jika ia akan di pecat setelah pulang dari Hawaii. Wanita atasannya ia yang menggendongnya.


"Wanita yang memiliki sixpack adalah type sebagian pria termasuk aku. " ucap Jack.

__ADS_1


"Semua wanita kau sukai Jack! Tante-tante pun kau pacari, dasar playboy! " ejek Emilly yang mendapatkan sentilan di kening oleh Jack.


"Pasti tattoo dan sixpackmu tidak mudah kau dapatkan. Aku saja harus diet ketat agar perutku tetap datar " ucap Joya sambil melihat perutnya sendiri.


"Dia pasti selalu melakukan *l*iposuction " cibir Hellen.


Tak membuat Deandra yang sedang menidurkan badannya di kursi santai pantai terganggu.


"Memangnya kau! Dada dan bokongmu hasil i**mplan**" tekan Joya di akhir kalimat karena jengah mendengar ucapan Hellen yang tidak sadar diri.


"Tubuh sepertiku lebih menarik perhatian para pria, tidak seperti tubuh kalian yang datar. " ucapan Hellen membuat kedua temannya menjadi kesal.


Jengah dengan sifat Hellen, yang selalu membangga-banggakan tubuhnya dan sesuka hati merendahkan orang lain, termasuk Gabby dan Lenna selalu ia rendahkan.


"Coba kau buktikan pada kami! Kau goda kedua pria di sana, dan berfoto bersama. Bila perlu kau minta nomor ponselnya sekalian. Jika kau semenarik itu! " tantang Emilly sambil menunjuk kedua pria yang sedang berjemur di sisi pantai.


"Lihat saja! Akan aku buktikan seorang Hellen memang tidak ada duanya! " ucap Hellen sambil mengibaskan rambut dan berlalu sumringah.


"Apa kalian tidak marah di rendahkan Hellen juga?" tanya Joya kepada Gabby dan Lenna.


"Mereka itu seperti anjing yang penurut pada tuannya! Mana mungkin mereka akan tersinggung?!" sarkas Emilly. Membuat suasana tegang.


"Em...jaga bicaramu!" tegas Tommy membuat Emilly cemberut. Joya yang melihat Gabby dan Lenna merasa miris.


"Sepertinya tidak berhasil, " ucap Joya tiba-tiba melihat Hellen yang kembali dengan wajah kesal.


"Lihatkan! Tidak semua pria tertarik padamu, Hellen" ucap Emilly. Ketika Hellen kembali dan membuatnya semakin kesal.


"Coba kau kesana buktikan padaku! Jika memang kau lebih menarik dariku!" tantang Hellen balik.


"OK. Kenapa tidak?!" ucap Emilly yang tidak mau kalah dan segera menghampiri incarannya.


Joya hanya bisa menghela napas atas kegengsiannya Emilly. Menggelangkan kepala saat melihat Deandra yang tidak peduli dengan sekitar.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Next Chapter...


Like and Comment


Follow and Vote !!!

__ADS_1


See U 😉*


__ADS_2