Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 60


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆


Sudah dua hari mereka, Deandra dan Christian kembali ke New york. Satu harinya mereka beristirahat, dan hari kedua. Mereka pergi ke keluarga Deandra maupun Christian sambil memberika buah tangan kepada saudara - saudaranya. Dan kini, Christian telah kembali ke kantor untuk bekerja, hanya saja tidak bersama Deandra. Karena pekerjaan Deandra telah usai di perusahaan suaminya. Maka Deandra mengurus butik ibunya yang di serahkan untuk di kelola Deandra. Meskipun Deandra enggan, tapi mau bagaimana lagi, jika ibunya sudah memohon kepadanya. Begitu juga Deandra yang harus meminta izin kepada Christian meski penuh perdebatan.


Pastinya, Deandra yang menang dan Christian harus mengalah. Kekeras kepalaan istrinya membuat ia menyerah. Namun dengan syarat, jika Deandra sudah mengandung Deandra harus berhenti bekerja dan diam di rumah. Sebenarnya tanpa Deandra bekerja pun, segala kebutuhannya akan selalu ia penuhi. Apalagi Christian memang menginginkan istrinya hanya tinggal di rumah saja, serta menyambutnya di depan pintu ketika ia pulang kerja. Sepertinya, ia memang harus membuat Deandra segera hamil, dan ia pastikan istrinya itu tidak menggunakan alat kontrasepsi.


Tok....tok....tok....


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Christian.


"Masuk." titahnya.

__ADS_1


Pintu terbuka dengan Theo masuk ke dalam ruangan membawa sebuah map atau dokumen yang langsung di serahkan kepada Christian.


"Perusahaan itu, sejak tahun lalu hingga sekarang masih mengirimi permintaan kerjasama dengan perusahaan ini." ucap Theo berdiri hormat di depan meja Christian. Mereka berdua hanya akan formal jika sudah berhubungan soal pekerjaan, seperti saat ini.


"Ternyata mereka tidak menyerah juga. Siapa pemilik perusahaan itu?" tanya Christian sambil membaca dokumen yang di pegangnya.


"Pemilik sebelumnya adalah Dario Geoff, yang kini di serahkan kepada anaknya bernama Ergan Mario Geoff. Pengusaha sekaligus pengacara ternama yang akhir - akhir ini banyak di perbincangkan. Jadi, apa anda akan meng-*acc*nya kali ini?" tanya Theo masih dengan sikap tenangnya.


"Menarik. Aku ingin tahu, perusahaan yang hampir bangkrut itu akan memberikan keuntungan apa untuk perusahaanku." ucap Christian sombong.


"Jadwalkan pertemuan dengan mereka." lanjutnya.


"Baik." ucap Theo dan menunduk hormat berbalik pergi berjalan ke arah pintu, membuka serta menutupnya kembali.


Mengambil ponsel di meja, terlihat layar depannya foto Deandra yang ia foto candid saat tidur. Mendial nomor istrinya, sambil menunggu panggilan tersambung. Christian bangkit dari kursinya mengambil jas kantornya yang ia sampirkan di kursi kebesarannya. Tidak ada jawaban bebetapa kali Christian memasukan ponselnya ke dalam saku celana. Berjalan ke arah pintu sambil memakai jasnya.


"Theo, aku pergi ke butik istriku, jika ada berkas yang harus ku tanda tangani simpan saja di meja." ucap Christian saat sudah di luar ruangannya, dan di depan meja Theo.


"Baik, Pak." sahut Theo sambil membungkuk hormat.


☆¤☆¤☆¤☆


Ceklek.....


Suara pintu yang di buka dari luar mengalihkan pandangan dari kertas yang ia baca ke arah pintu.


"Chris...." ucap Deandra heran melihat suaminya datang.


"Kenapa panggilanku tidak kamu angkat, Sweety?" tanya Christian. Mengambil ponsel, dan Deandra pun meringis.


"Maaf Chris...ponselku aku silent." ucap Deandra bersalah, bangkit dari kursinya. Menghampiri Christian dan memeluknya sambil berjalan ke arah sofa yang berada di ruangan.


"Sesibuk itukah, hingga kamu mengabaikan panggilanku? Seharusnya aku tidak mengijinkanmu bekerja." ucap Christian kesal.


"Chris....kita, kan sudah membahas masalah ini. Ok maafkan aku, lain kali tidak akan seperti itu lagi." ucap Deandra. Meskipun Deandra sudah meminta maaf, tapi Christian tetap saja terlihat kesal.


"Sayangku....." ucap Deandra sambil merangkum wajah Christian lembut. Mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Chriatian lembut. Sebelum ia menjauhkan kepalanya, Christian sudah menahan tengkuknya terlebih dahulu. Mencium Deandra menghisap bibir atas bawah, memagutnya rakus dengan memberikan gigitan - gigitan kecil. Deandra segera melepaskan tautan mereka sebelum Christian kehilangan kendali, dan malah berujung sesuatu hal yang ia inginkan juga. Bahaya jika mereka melakukan adegan dewasa di ruangannya, dan bahaya lagi jika mereka sampai tercyduk oleh pegawainya.

__ADS_1


"Kamu ke sini mau mengajakku makan siang, kan? Lebih baik kita segera berangkat." ucap Deandra berdiri dari duduknya, dan mengambil tas serta ponselnya. Christian menyugar rambutnya kebelakang dengan menghela nafas kasar. Melonggarkan dasinya untuk meredakan sedikit panas dalam dirinya. Berjalan keluar ruangan sambil terus merangkul pinggang Deandra mesra. Para pegawai menyapa hormat, serta memandang mereka kagum. Pasangan suami istri yang sangat serasi, wajah tampan dan cantik membuat dari mereka ingin mempunyai pasangan seperti itu.


"Kamu mau pesan apa Sweety?" tanya Christian setelah ia pesan dengan makanannya sendiri. Kini mereka tengah makan siang di restoran berbintang yang tidak jauh dari butik Deandra.


"Samakan saja denganmu, hanya saja tambahkan ice cream frozen chocolate haute." ucap Deandra sambil menyimpan keras buku menu dengan sengaja di atas meja, membuat pelayan wanita yang sedari tadi menatap Christian terkejut.


Christian yang tahu istrinya cemburu mengulas senyum menawannya. Menggenggam serta mengecup pelan tangan sang istri mesra.


"Aku suka melihatmu marah karena cemburu Sweety."ucap Christian membuat Deandra mendengus kesal.


"Aku ke toilet dulu." ucap Deandra berdiri.


"Jangan lama - lama Sweety." ucap Christian.


"Hm." gumam Deandra dan beranjak dari sana.


"Huh, bikin kesal saja." gerutu Deandra mencuci tangan di wastafel setelah buang air kecil. Bercermin merapihkan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan. Deandra yang tengah berbelok ke kiri hampir saja terjatuh ketika ia bertabrakan dengan seseorang. Untungnya seseorang itu menahan tubuhnya.


"Sorr......ry...RIO!!"kejut Deandra.


"My Dee." ucap mereka berbarengan. Deandra yang tersadar dari keterkejutannya segera pergi dari sana.


"Tunggu My Dee," ucap si pria yang bernama Rio sambil mencekal pergelangan tangan Deandra.


"Don't touch me, and don't call me like that !!" bentak Deandra sambil menyentakkan tangan Rio dari tangannya hingga terlepas. Deandra pun berbalik pergi, namun baru tiga langkah suara dari belakang membuatnya berhenti.


"I am sorry....." ucap lirih Rio.


"I miss you My Dee." lanjutnya.


Dengan kedua tangan yang terkepal Deandra pergi dari sana, meninggalkan Rio yang menatap punggung Deandra sendu, sampai menghilang tidak terlihat lagi oleh pandangannya.


"Aku pastikan. Kita akan bertemu lagi My Dee. " tegas Rio dengan tatapan kosongnya.


☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter...

__ADS_1


Votenyaa Mana Guyss!!


See you 😘


__ADS_2