Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 48


__ADS_3

Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin 🙏🙏🤗


♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


*****


Christian kaget, dan terdiam bisu ketika melihat Laura yang memeluk Deandra begitu akrab. Begitu pun Deandra seperti tidak terjadi apa-apa. Kedua wanita yang berada di hadapannya ini, membuat ia begitu banyak pertanyaan di dalam pikirannya. Apa yang ia lewatkan akhir-akhir ini. Hingga tidak bisa menebak apa yang saat ini ia lihat.


"Sepupu, selamat atas pernikahan kalian." ucapan Laura membuyarkan lamunan Christian. Deandra yang melihat raut bingung suaminya tersenyum kecil.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Christian mengabaikan ucapan Laura barusan.


"Tentu saja, aku di undang oleh kakak ipar." ujar Laura sambil merangkul lengan Deandra.


"Kamu beruntung bisa menikahi kakak ipar yang sebaik ini Christian. Aku harap, kamu menjaga kakak ipar dengan baik tanpa menyakitinya lagi." ucap Laura lagi tiba-tiba dengan raut seriusnya. Serta kata terakhir yang berubah lirih.


"Tanpa kau pinta pun. Aku akan menjaga istriku, dan membahagiakannya sekuat yang aku bisa." ucap Christian datar sambil menarik Deandra kedalam pelukkannya.


"Karena aku sangat mencintai, dan tidak bisa hidup tanpa istriku ini." lanjutnya sambil mencium kening Deandra dalam,penuh perasaan.


"Ehemm," sebuah deheman Laura membuat Christian melepaskan ciumannya dengan wajah Deandra yang sudah mati-matian ia tahan untuk tidak memerah. Beruntungnya, ia memakai make-up yang sedikit tebal.


"Lebih baik aku pergi dari sini, dari pada harus melihat kemesraan kalian. Sekali lagi, selamat untuk kalian dan segera memberikan aku keponakan yang lucu-lucu." ucap Laura sebelum ia turun dari panggung pelaminan.

__ADS_1


"Banyak hal yang harus kamu jelaskan padaku Sweety. Bagaimana kalau kamu menjelaskan semuanya dengan kita membuat baby yang menggemaskan, hem?" ucap Christian dengan raut wajahnya yang membuat Deandra bergidik ngeri.


"Dasar mesum." bisik Deandra sambil menyikut pinggang Christian yang tangannya sedari tadi tidak lepas dari pinggang Deandra.


"Mesumku hanya padamu Sweety." ucap Christian sambil meringis.


"Ssstt, semua orang menatap kita Christian." bisik Deandra sambil melotot ke arah Christian.


Namun tak membuat Christian diam. Ia malah mencium pipi Deandra. Membuat saudara, serta tamu undangan bersiul heboh dengan tingkah kedua pengantin. Menurutnya mereka sangat romantis.


"Kalian membuat para jomblo iri saja." ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Deandra, dan Christian.


"Steven!" panggil Deandra saat tahu siapa yang datang.


"Congratulations on your marriage, my friend." ucap Steven sambil memeluk Deandra.


"Aku kira kau tidak akan datang Stev," ucap Deandra.


"Nyatanya aku datang, kan? Melihat mu berdandan seperti ini kau terlihat wanita," ucap Steven melirik penampilan Deandra dari atas hingga bawah.


"Kau pikir selama ini aku seorang pria apa?!" dengus Deandra.


"Ya, bisa di bilang begitu. Apalagi dengan sifatmu yang bar-bar itu," ejek Steven.


"Lebih baik kau tidak usah datang saja." sarkas Deandra.


Steven tertawa, " Haha....Hei lihat wanita yang kau nikahi ini sangat kekanakan sekali." ucap Steven kepada Christian yang sedari tadi melihat interaksi mereka berdua.


"Apa kau tidak dengar apa yang barusan istriku katakan. Lebih baik kau pergi dari sini masih banyak tamu yang akan kemari" ucap Christian mengabaikan perkataan Steven, dan menekankan kata untuk sebuah ke pemilikkan.


Christian yang mendengar itu, melotot tajam pada Steven yang langsung cengengesan.


"I'm just kidding, friend." ucap Steven sambil memeluk Christian ala lelaki. Christian yang sudah tahu kalau Steven gay. Ia segera melepaskan, dan menjauhkan dirinya dari Steven. Merangkul pinggang Deandra erat dan bergidik geli. Deandra yang tahu itu menahan senyum.


"Sebaiknya kau turun dari sini, masih banyak tamu di belakangmu." ucap Christian tajam, dan Steven melihat ke arah belakangny. Melihat wajah-wajah yang sudah ingin menelan Steven.


"Ya! Sepertinya aku harus segera pergi." ucap Steven sambil melihat ke arah kedua pengantin lagi.


"Aku mengirimkan hadiah untuk kalian, jika bisa di buka terakhir oleh kalian berdua. Selamat untuk kalian berdua." ucap Steven lagi dan turun dari panggung pelaminan.


Deandra yang bingung kemana arah pergi Steven berteriak, masa bodo dengan sekitar.


"Lo mau pergi dari sini?!" teriak Deandra.


"Ya, karena pacar gue sedang menunggu kekasih tersayangnya ini." ucap Steven yang berbalik ke arah Deandra sambil melambaikan tangannya.


"Kapan lo berubahnya!."


"Nunggu lo punya anak sepuluh."


"SETAN LO PERGI DARI SINI!" teriak Deandra kesal.

__ADS_1


Mereka yang saling berbicara dengan gaya mereka, tidak memperdulikan para tamu undangan yang bingung melihat interaksi mereka. Berbeda dengan seorang wanita yang mengetahui apa yang mereka berdua bicarakan.


"Tidak pernah berubah, bikin malu aja." ringis Raisa melihat kearah Steven, dan Deandra bergantian. Reinald yang melihat itu hanya mengusap bahu istrinya pelan.


Kembali ke Deandra yang sudah di tenangkan Christian.


"Sudah Sweety, para tamu melihat ke arah kita." ucap Christian. Deandra yang mendengar itu melihat sekitar, dan ada beberapa tamu undangan yang menatapnya sinis. Lebih tepatnya para wanita muda yang terlihat memakai baju kurang bahan menatap Deandra sinis dan iri. Deandra yang melihat itu, ia balas melotot mereka tajam.


"Kenapa kamu mengundang para ****** ke sini Christian? " bisik Deandra dengan mata memandang ke arah depan. Christian yang melihat ke mana arah pandang Deandra mengerti.


"Sweety jangan seperti itu, mereka pasangan rekan bisnisku Sweety, dan sebagian lagi anak dari rekan bisnisku juga." jawab Christian lugas tidak ingin istri tercintanya ini salah paham.


"Kau membela mereka yang menatapku merendahkan Christian?!" tanya datar Deandra.


"Bukan seperti it......."


"Ya aku mengerti maksudmu, karena sejak dulu aku memang selalu kau nomer duakan." potong Deandra sinis dan turun dari pelaminan.


"Kamu mau ke mana Sweety?" tanya Christian sambil menahan pergelangan Deandra.


"Aku lapar Christian, dan aku mau makan." jawab Deandra sambil mencoba cekalan Christian. Namun tetap masih di genggam erat oleh Christian.


"Biar aku ambilkan." tawar Christian.


"Tidak usah, lebih baik kau lepaskan tanganku dari pada aku membuatmu malu!" ucap Deandra dengan menekankan kata terakhir. Christian pasrah untuk melepaskan tangan Deandra, dan melihat ke mana arah berjalannya Deandra. Menghela napas kasar karena ia telah membuat istrinya marah.


*****


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Next Chapter.......

__ADS_1


Like Commend and Vote


See U🤗*


__ADS_2