
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Jangan nakal ya baby. Jangan buat Mami kerepotan selagi Papi tidak ada di dekat kalian." Ucap Christian sambil mengelus perut Deandra serta mengecupnya berkali - kali.
"Aku pasti akan merindukan kalian." Lanjutnya sambil memeluk perut Deandra.
"Baby juga," sahut Deandra.
"Kamu tidak akan rindu padaku, sweety?" Tanya Christian manja.
"Tentu saja aku akan merindukanmu." Jawab Deandra mengecup bibir tebal suaminya yang sejak tadi ingin ia rasakan.
"Sepertinya baby ingin aku menengoknya, sweety." Ucap Christian dengan seringai mesumnya. Sebelum Deandra akan berbicara bibirnya sudah di bungkam terlebih dahulu oleh bibir suaminya.
Suara desahan demi desahan pun mengisi ruangan ber-AC yang tak lagi dingin mereka rasakan.
"Ahhh Chris,"
"Arrgghh sweety." Desah mereka bersamaan saat mereka sudah tiba menuju puncak kenikmatan.
"I love you sweety," Ucap Christian setelah pelepasannya tercapai, dan belum melepaskan penyatuan mereka. Mencium kening Deandra dengan tubuh yang masih berada di atas istrinya menopang dengan kedua tangannya agar tidak menindih anaknya.
"I love you too, Chris." Balas Deandra sambil menggigit rahang suaminya gemas.
__ADS_1
"Chris!!" Pekik Deandra saat merasakan suaminya bergairah kembali.
"Kamu membangunkannya kembali sweety," ucap Christian dengan senyum menyeringainya.
"Dan kamu harus mempertanggung jawabkannya." Lanjut Christian sambil menggerakkan bagian bawah tubuhnya.
Malam yang panjang mereka isi dengan suara desahan erotis mereka yang mengalu.
Hingga kenikmatan akhirnya menyerang mereka kembali.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Deandra yang tidak di ijinkan oleh Christian untuk mengantarnya ke airport tadi pagi hanya bisa tinggal di rumah, pasrah dengan ke posesifan suaminya.
Lima menit berlalu suaminya itu baru mengabari dirinya, jika ia sudah tiba di Kanada dan akan langsung meninjau perusahaannya yang berada di sana. Tidak lebih dari dua jam penerbangan New York ke Kanada dengan waktu yang sama Christian langsung bekerja.
Yang di lakukan Deandra saat ini adalah membaca buku - buku tentang kehamilan hingga waktu persalinan. Duduk di sofa terus pindah ke kamarnya, dan duduk di ranjang dengan beberapa cemilan yang menemaninya.
Tidak terasa waktu yang sudah ia habiskan untuk membaca buku sudah pada waktu makan siang. Melihat ponselnya belum ada kabar lagi dari suaminya itu. Ia pun beranjak dari kasur dan keluar kamar untuk mengambil air minumnya yang sudah habis.
"Nyonya," Panggil Elida yang kebetulan akan memanggil majikannya untuk makan siang, ternyata majikannya sudah keluar kamarnya.
"Iya," sahut Deandra.
"Makan siang Nyonya sudah kami siapkan." Ujar Elida sambil menunduk.
"Kamu memasak apa Elida?" Lanjut Deandra bertanya.
"Sesuai dengan apa yang di pesankan Tuan, Nyonya." Ucap Elida.
Suaminya itu, walaupun jauh darinya tetap saja posesif. Tentang makan pun ia yang atur, dengus Deandra kesal.
Namun Deandra pun tetap berjalan ke arah meja makan. Menatap satu persatu hidangannya yang mampu membuatnya lapar seketika. Saat Deandra hendak makan Elida pun undur diri untuk pergi ke belakang. Walaupun Deandra sudah memaksanya untuk makan bersama, tapi Elida tidak ingin bersikap kurang ajar makan bersama dengan majikannya. Akhirnya, Deandra pun tidak bisa memaksa Elida lagi.
Melihatnya makan seorang diri, yang tadinya merasa lapar, seketika nafsu makannya hilang. Tapi ia tidak boleh egois ada nyawa yang harus ia jaga dengan memberikan asupan yang baik dan sehat. Maka dari itu ia pun makan perlahan dengan keheningan.
Setelah selesai makan siangnya Deandra kembali masuk ke dalam kamarnya, dan berganti baju serta memasukkan barang apa saja yang perlu ia bawa ke dalam tas. Bergegas keluar kamar setelah dirinya rapih.
"Nyonya, anda mau ke mana?" Pertanyaan Elida menghentikan tangannya yang hendak membuka pintu mobil kesayangannya.
"Saya akan ke rumah orangtuaku." Ucap Deandra.
"Tapi Nyonya, jika anda akan pergi keluar tidak boleh menyetir seorang diri. Akan ada sopir yang mengantar Nyonya, itu pesan dari Tuan, Nyonya." Ucap Elida membuat Deandra kesal. Kesal kepada Christian yang benar - benar membuatnya tidak bisa bebas melakukan apapun. Tidak habis pikir dengan pikiran suaminya.
"Ya sudah. Siapkan mobilnya." Titah Deandra jengkel.
"Mobilnya sudah siap Nyonya." Ucap Elida sambil mengarahkan pandangannya kepada mobil yang berbeda. Deandra berjalan ke arah pintu belakang mobil yang sudah di bukakan terlebih dahulu oleh sopir, dengan Elida membantunya untuk duduk.
__ADS_1
"Nyonya. Apa perlu nanti saya siapkan makan malam?" Tanya Elida saat Deandra sudah duduk nyaman.
"Tidak perlu, sepertinya malam ini saya akan menginap di rumah orangtua saya." Ucap Deandra.
"Baik Nyonya, hati - hati di jalan." Ucap Elida.
"Ya." Ucap Deandra. Mobil pun mulai melaju meninggalkan kediamannya.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Siapa namamu?" Tanya Deandra kepada si sopir.
"Saya Ares Nyonya," Jawab Ares dengan wajah ramahnya. Di lihat dari wajahnya sepertinya ia seumuran dengan Arlo, sopir sekaligus bodyguard suaminya.
"Apa kamu bersaudara dengan Arlo?" Tanya Deandra kembali.
"Dia kakak saya Nyonya," jawab Ares masih dengan wajah ramahnya. Berbeda dengan Arlo yang berwajah datar.
"Pantas, kalian terlihat mirip." Ucap Deandra yang di balas anggukan oleh Ares sambil tersenyum.
"Mampir dulu ke cafe di depan. Saya mau ice cream " ucap Deandra sambil menunjuk tempatnya.
"Baik, Nyonya." Ucap Ares.
Memarkirkan mobilnya di depan cafe, dan membukakkan pintu belakang.
"Ayo," ajak Deandra.
"Saya akan menunggu di sini saja Nyonya." Tolak Ares sopan.
"Saya makannya lamanya, lho" Ucap Deandra.
"Tidak apa. Saya akan menunggu di luar saja." Ucap Ares.
"Ya sudah, terserah kamu." Ucap Deandra pergi masuk ke dalam cafe yang lumayan tidak terlalu banyak pembeli. Seorang pelayan menghampirinya saat ia sudah duduk, dan memesan ice cream yang di inginkannya. Sambil menunggu pesanan ia bermain dengan ponselnya, melirik ke luar dinding kaca pembatas. Ares berdiri tegak di luar ruangan, menghiraukan sekitarnya. Deandra menggelengkan kepalanya pelan. Mengalihkan pandangannya menatap ke arah pelayan yang membawakan pesanannya.
Ice cream di hadapannya ini langsung membuat Deandra melahapanya segera. Tekstur yang lembut dengan rasa yang mewah akan kenikmatannya membuat Deandra makan dengan lahap, tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.
"Kecintaanmu pada ice cream tidak pernah berubah."
☆¤☆¤☆¤☆¤¤☆
Next Chapter.....
Vote, Like, and Follow Guys !!
__ADS_1
See U 🤗