
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
Suasana kantin yang tadinya ramai menjadi hening seketika. Saat melihat atasannya yang tidak pernah menginjakkan kaki di kantin. Kini tengah berjalan masuk sambil merangkul istrinya dengan mesra.
Para karyawan wanita ataupun pria, yang melihat kedatangan mereka menjadi diam membisu serta canggung bersamaan.
Deandra yang sudah janjian dengan teman-teman kerja sebelumnya, melihat mereka yang sudah tiba di kantin. Deandra pun segera menghampiri meja di mana mereka duduk.
"Sepertinya kalian sudah mengambil porsi makan siang kalian. Maaf menunggu kalian lama," ucap Deandra sambil duduk di sebelah Tommy. Namun sebelum itu terjadi, Christian menyuruh istrinya duduk di sebelah Emilly.
Mereka yang melihat itu pun merasa keadaan sangat canggung.
"Aku kira si bos tidak akan ikut, kami lupa jika kamu sudah tidak single lagi." bisik Emilly.
"Biasa saja kali, seperti tidak pernah lihat bos kalian makan di kantin." bisik Deandra.
"Memang tidak pernah tahu!" jengkel Emilly.
"What!!" kaget Deandra.
"Ada apa Sweety?" tanya Christian yang duduk di sebelah Tommy menggantikan posisi duduk istrinya.
"Haah...tidak ada apa-apa Chris." jawab Deandra, tidak habis pikir dengan Christian yang tidak pernah makan di kantinnya sendiri.
"Oh! Itu Theo." lanjutnya segera mengalihkan pembicaraan.
"Ini Bu, kotak bekalnya." ucap Theo yang sudah tiba di meja mereka sambil menyerahkan kotak bekal warna biru yang cukup besar pada Deandra.
"Kamu mau kemana?" tanya Deandra saat melihat Theo yang akan pergi.
"Saya akan makan siang di cafe sebelah kantor ini, Bu." balas Theo.
"Lho, kenapa tidak di sini saja?" tanya Deandra. Bos dan anak buah sama saja, aneh kelakuannya.
"I....itu..." ucap Theo ragu sambil menatap Christian sungkan.
"Lebih baik kamu mengambil kursi, dan duduk di meja ini." ucap Christian mengakhiri pembicaraan mereka. Mau tidak mau Theo menuruti atasannya, karena kursinya kurang. Maka ia harus pergi mencari kursi untuk ia duduki di meja yang sama.
__ADS_1
Deandra pun sama, ia pergi mengambil 2 porsi untuk dirinya dan Christian.
"Kenapa hanya ini saja Sweety?" tanya Christian saat melihat Deandra hanya membawa piring dan nasinya saja, tanpa mengambil lauk pauknya.
Theo yang sudah gabung bersama mereka pun, di buat heran dengan istri bos nya. Padahal ketika ia mengambil makan siangnya, di sana masih banyak beragam macam masakan.
"Aku, kan bawa ini." ucap Deandra sambil membuka kotak bekalnya.
"Wahh! Apa itu, sepertinya enak?" seru Jack memecahkan keheningan diantara mereka.
"Hussh! Kau ini!" ucap Tommy sambil menyikut pinggang Jack.
Jack berdehem canggung lupa sesaat dengan kehadiran bosnya.
"Ini makanan favorite ku, ayam bakar sambal ijo. Coba kalian rasakan, pasti bikin ketagihan." ucap Deandra sambil menyimpan paha ayam pada piring Christian.
"Tidak usah De....Bu Deandra ini saja sudah cukup." Joya yang hendak memanggil Deandra seperti biasanya terhenti, ketika bos sekaligus suami temannya ada di tengah - tengah mereka.
Deandra yang mengerti kecanggungan mereka menatap suaminya yang sedari tadi tidak mengubah ekspresi datarnya.
"Sayangku....jangan membuat mereka takut." bisik Deandra sambil mencubit kecil paha Christian.
Berdehem singkat, Christian berkata."Kalian coba rasakanlah masakan istriku yang sudah bangun pagi lebih awal untuk membuat masakan ini!" ucapan Christian yang bisa di bilang perintah sambil tersenyum kecil. Membuat mereka ciut mau tidak mau, mereka segera menuruti titah bosnya.
"Sorry, guys. Makan ini lebih enak pakai tangan." ucap Deandra sambil menunjukkan tangannya yang sudah bersih, ia cuci. Ketik teman - temannya melihat ke arahnya.
Emilly yang melihat Deandra sangat menikmati makanannya, ia pun mengikuti cara Deandra makan.
"Wow, it's really delicious, Deandra." seru Emilly setelah suapan pertama ia rasakan.
"That's right you say Em, the cooking is really good." sahut Joya, sama ia pun mengikuti cara makan Deandra, dan Emilly.
Berbeda dengan Jack, dan Tommy yang menggunakan alat makannya. Namun ketika, melihat Deandra, Emilly dan Joya sangat menikmati makanan mereka, ia pun segera pergi mencuci tangannya untuk bisa makan dengan menggunakan tangan secara langsung.
"Kamu tidak makan Chris?" tanya Deandra saat melihat, Christian yang belum menyentuh makanannya sama sekali.
"Aku ingin kamu menyuapiku Sweety," ucapan Christian membuat mereka yang mendengarnya tersedak bersamaan.
"Kamu ini, apa - apaan sih? Kita sedang makan di luar bukan di rumah, ok? Lebih baik kamu makan sendiri." ucap Deandra dan segera makan porsinya sendiri, mengacuhkan Christian.
Melirik dengan sudut matanya ke arah piring Christian membuat Deandra kesal, karena Christian tidak menurutinya. Segera ia ambil porsi Christian dan menuangkan nasi serta lauk pauk ke dalam piringnya.
"Deandra......" ucapan Emilly terhenti ketika melihat Deandra menyuapi suaminya. Emilly, serta yang lainnya di buat kaget dan terpana, ketika melihat adegan romantic live berada di hadapan mereka secara langsung. Membuat jeritan hati pria dan wanita lajang menjerit iri. Mereka pun segera mengalihkan pandangan menyibukkan diri dengan makanan mereka.
"Hmm.....Sweet enak, tambahkan lagi ayamnya."ucap Christian tidak peduli dengan keadaan sekitar.
"Kamu sudah mulai suka pedas Chris?" tanya Deandra sambil menyuapi dirinya, dan Christian bergantian.
"Ya, makanan pedas buataanmu membuatku selalu ketagihan." jawabnya membuat Deandra tersenyum.
"Bagus. Nanti akan ku buatkan makanan pedas lainnya." ucap Deandra sungguh - sungguh membuat Christian, Theo dan teman sekantornya meringis bersamaan, sambil memegang perut mereka masing - masing, kecuali Jack.
"Ya! Aku pun mau Deandra." seru Jack yang makan sangat lahap dengan kening penuh keringat.
Kicep seketika saat mendapatkan tatapan tajam dari atasannya.
"Kau ini, tidak tahu malu!" sarkas Emilly sambil melemparkan tissue ke arah Jack.
__ADS_1
"Sudah, sudah, tidak perlu bertengkar." lerai Deandra.
"Habiskan saja Jack, jika kamu ingin lagi." lanjut Deandra sambil menggeser kotak bekalnya, yang langsung di sambut suka cita olehnya. Membuat teman - teman yang lainnya merasa malu dengan kelakuan teman sekantornya ini, apalagi di hadapan bos mereka sendiri. Makan siang pun berjalan lancar, walaupun dengan sedikit kecanggungan.
*****
"Baru kali ini aku makan seperti di kandang singa." ucap Emilly yang menyandarkan tubuh lemasnya pada kursi.
"Kenapa kamu tidak memberitahu kami, bahwa suami mu ikut juga." sahut Joya sama seperti Emilly yang sangat tertekan.
"Haha.....sorry. Aku tidak tahu semua akan seperti itu." kekeh Deandra.
"Selama aku kerja di sini CEO kita selalu makan di luar, seperti restoran berbintang, dan baru kali ini aku juga melihat si bos makan di kantin perusahaannya sendiri. Makanya aku, dan lainnya berfikir seperti makan di tengah - tengah hewan buas." ucap Emilly yang posisi duduknya tidak berubah.
"Kalian berlebihan, Christian tidak semenakutkan itu." ucap Deandra.
"Deandra, apa yang telah kamu lakukan. Sehingga si bos mau menginjakkan kakinya di kantin?" tanya Jack yang mendapatkan toyoran di kepala oleh Tommy.
"Deandra, kan istrinya. Bagaimana pun akan ikut kemana Deandra pergi." ucap Tommy.
"Kalian mau tahu, apa yang membuat bos kalian menurutiku." ucap Deandra.
"Apa - apa?" tanya Emilly penasaran sama seperti yang lainnya juga. Apa yang membuat bos mereka yang terkenal dingin dengan tatapan tajamnya menjadi sepenurut itu, batin mereka.
"Karena......aku sudah..." ucapan Deandra yang di perlambat membuat mereka tidak sadar, bahwa posisi mereka benar - benar terlihat lucu. Deandra pun, sebisa mungkin menahan tawanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
******
Next Chapter.....
__ADS_1
Like , Vote, and Follow!!
See U 🤭*