
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Kecintaanmu pada ice cream tidak pernah berubah."
Suara yang mengintrupsi makannya membuat gerakan tangan yang akan menyuap seketika terhenti. Di tolehkan kepalanya ke arah samping, menemukan seseorang yang tengah menampilkan senyumannya.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya seseorang itu dengan tatapan lembutnya.
"My Dee," lanjutnya membuat Deandra menyimpan sendoknya di atas meja cukup keras.
Mendapatkan seseorang yang tidak di inginkannya untuk hadir membuat Deandra sudah tidak mau makan lagi ice creamnya, dan ingin segera pergi dari tempat ini.
"Tunggu." Cegah seseorang itu tanpa sadar sudah memegang tangan Deandra, sontak saja membuat Deandra kaget.
"Lepaskan!"
"Lepaskan tangan saya Mr. Geoff!!" Ucap Deandra menyentak tangan seorang pria yang tak lain adalah Mario.
Namun cekalannya semakin erat tidak membuat Mario untuk melepaskannya.
"Kumohon Dee berikan aku kesempatan untuk berbicara." Ucap Mario dengan tatapan sendunya.
"Aku mohon," lanjut Mario lirih.
Melihat Ares yang berjalan ke arahnya, Deandra mengalihkan pandangannya terhadap Mario.
"Singkirkan tanganmu. Aku tidak ingin terjadi kesalah pahaman." Ucap Deandra datar. Dengan tidak rela Mario melepaskan cekalannya.
__ADS_1
"Aku akan mengirimmu pesan untuk tempat di mana besok kita akan berbicara." Ucap Mario. Mendengar perkataan Mario, yang terdengar memaksa, Deandra pun pergi dari cafe setelah membayar ice creamnya yang masih tersisa banyak. Tanpa mengatakan apapun lagi kepada Mario. Mario yang melihat punggung Deandra menjauh hanya menatap dengan nanar, dan perasaan bersalahnya.
"Apa anda baik - baik saja Nyonya?" Tanya Ares menghampiri Deandra.
"Ya. Sebaiknya lanjutkan perjalanan ke rumah orang tua saya." Ucap Deandra masuk ke dalam mobil setelah Ares membuka pintu mobil penumpang.
"Baik." Ucap Ares menutup pintu mobil, dan berjalan ke kursi kemudi. Sebelum masuk, ia melihat ke arah dalam cafe melihat pria yang masih berdiri di sana. Ares memutuskan pandangannya, dan segera melajukan mobil berlalu dari sana.
Mobil yang Deandra tumpangi sudah terparkir di depan kediaman orangtuanya. Ares keluar mobil serta membukakan pintu untuk Deandra.
"Jam berapa saya harus menjemput Nyonya kembali?" Tanya Ares sopan.
"Untuk beberapa hari ini saya akan menginap di sini sampai Christian pulang." Ucap Deandra.
"Baik, tapi jika Nyonya hendak pergi ke mana saya siap untuk mengantar. Karena Tuan sudah memberi titah kepada saya untuk mengantar Nyonya kemanapun." Jelas Ares.
"Tidak usah, karena saya juga sedang tidak ingin kemana - mana untuk hari ini. Lagian di sini ada sopir atau keluarga saya yang akan siap mengantar." Tolak Deandra.
"Baik kalau begitu. Saya permisi Nyonya." Ucap Ares sambil menundukkan kepalanya.
"Ya." Ucap Deandra. Melihat sopirnya sudah pergi Deandra melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Melihat pintu utama yang sudah di buka dari dalam Deandra tersenyum, karena ibunya lah yang membukanya.
"Sayang, kenapa tidak memberitahu Mom mau datang ke sini." Ucap Flora yang mendengar deru mesin mobil segera membuka pintu mobil, ia pikir suaminya atau Brian yang sudah pulang dari kantor, tapi ternyata anak perempuannya yang datang.
"Suprise Mom," Ucap Deandra yang menerima ciuman pipi dari ibunya.
"Dengan siapa kamu ke sini? Mana Christian?" Tanya Flora sambil melihat ke arah belakang Deandra. Namun tidak mendapatkan siapapun.
"Seharusnya kamu telpon Mommy, sayang. Biar Mommy saja yang ke sana untuk menemani kamu di rumah. Kandungan kamu sudah besar, dan jangan terlalu banyak bergerak kemana - mana." Ucap Flora sambil membantu Deandra duduk di sofa.
"Justru itu Mom, aku harus bergerak aktif. Agar persalinan ku nanti lancar." Ucap Deandra.
"Kamu mau minum apa sayang? Mommy akan buatkan," Tanya Flora.
"Aku ingin susu coklat hangat Mom." Ucap Deandra.
"Apa Mommy sedang buat cake?" Lanjut Deandra.
"Ahh! Iya. Mommy sedang memanggangnya, tunggu sebentar Mommy ke dapur dulu." Ucap Flora yang hendak pergi ke dapur.
"Aku ikut Mom," cegah Deandra berjalan bersama ke arah dapur. Walaupun ibunya tidak pandai memasak, tapi soal membuat buat kue tidak di ragukan lagi rasanya yang selalu enak.
"Wahh!! Mom, wanginya enak banget. Bikin baby ngeces, " Ucap Deandra yang tengah duduk di kursi.
"Tunggu ya, sayang. Mommy siapkan dulu," Ucap Flora sambil mengeluarkan satu loyang bolu dari oven. Menata di atas piring lebar, dan memotongnya.
"Brownies rumahan ala Mommy," Ucap Flora sambil menyodorkan brownies buatannya pada anaknya.
"Enak Mom," Ucap Deandra dengan mulut yang terus menyuap.
"Bi, tolong buatkan susu coklat hangat untuk anak saya." Ucap Flora pada pembantunya yang telah selesai membersihkan peralatan yang ia pakai untuk membuat bolu tadi.
__ADS_1
"Baik, Nyonya." Ucap si pelayan.
"Apa Daddy pergi ke Italia?" Tanya Deandra, karena seingatnya Theo sekertaris Christian tengah di Italia mengurus cabang hotel yang berada di sana.
"Iya, hanya saja Daddy dua minggu sekali akan pulang. Mommy harap kendala di sana cepat terselesaikan. Perusahaan di sini Brian yang urus." Ucap Flora yang tengah rindu dengan suami tercintanya. Beberapa bulan kemarin memang Brian sudah lulus, dan wisuda. Sehingga sekarang, Brian langsung bekerja di perusahaan keluarganya, menjadi CEO menggantikan ayahnya.
"Semoga Mom." Ucap Deandra.
"Kakak ada di sini? Wahh!! Enak nih," Ucap Brian tiba - tiba sambil menyomot bolu di piring Deandra yang tersisa satu sebuah lagi. Membuat Deandra mendengus dengan kelakuan adiknya.
"Kenapa malah ambil punya kakak mu?!" Ucap Flora sambil memukul pantat Brian.
"Aww, Mom." Kesal Brian.
"Kakak pikir jam pulang kantor masih 2 jam-an lagi. Kenapa kamu sudah pulang lagi." Tanya Deandra setelah meneguk susu coklat hangatnya.
"Aku kan CEO?! Bebas kalau aku pulang jam berapa pun." Ucap Brian membanggakan dirinya.
"Jangan sampai Daddy pulang perusahaan kau buat bangkrut." Sarkas Deandra. Brian mendengus dengan perkataan kakak nya.
"Suami kakak mana?" Tanya Brian sambil terus makan kuenya.
"Pergi ke Canada," Jawab Deandra. Brian yang mengerti kakak iparnya ke Canada dengan tujuan perusahaan pun menganggukkan kepalanya.
"Aku ke kamar dulu Mom mau mandi," Ucap Brian bangkit dari kursinya.
"Pantas saja sejak tadi kakak cium bau busuk," Ucap Deandra masih kesal kue terakhirnya Brian ambil.
"Wangi begini kakak bilang bau busuk," Ucap Brian sambil mencium kedua ketiaknya bergantian.
"Nih cium saja sendiri." Lanjutnya sambil menyodorkan ketiaknya pada Deandra.
"Arrgghh!!" Teriak Brian ketika kaki bagian tulang keringnya di tendang Deandra.
"Sudah - sudah, kamu Brian cepat mandi sana." Lerai Flora. Sudah besar juga tetap saja mereka seperti kanak - kanak di pertemukan selalu saja bertengkar.
"Jangan sampai keponakanku galak seperti ibunya." Ledek Brian sebelum pergi berlalu dari sana.
"Kamu istirahat saja sayang. Nanti Mommy panggil ketika makan malam, ya. " Ucap Flora kepada Deandra.
"Ya, Mom. Kalau gitu aku pergi ke kamar dulu." Pamit Deandra.
"Perlu Mommy antar sayang," tawar Flora.
"Tidak usah Mom. Aku bisa sendiri." Ucap Deandra.
"Ya sudah, hati- hati naik tangganya."
"Ya Mom." Ucap Deandra dan segera berjalan ke arah kamarnya yang dulu.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Next Chapter......
__ADS_1
Votenya jangan lupa guys 😉
See U 🤗