
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Enjooooy!!
*****
DEANDRA
Kini aku bersama Christian sudah berada di jet private akan kembali ke New York. Merangkul lengannya sambil bersandar pada dada bidangnya.
Ia juga mengusap rambutku dengan sesekali mencium puncak kepalaku lembut.
"Kamu terlihat sangat cantik dengan rambut berwarna seperti ini," ucapnya sambil memainkan ujung rambutku.
"Benarkah? Jadi kemarin‐kemarin aku tidak cantik, begitu?" tanyaku memicingkan mata serta mendongakkan kepala hingga jarak kita sangat dekat sampai hidung kami hampir bersentuhan.
"Sama cantiknya hanya saja kali ini, sangat cantik dan juga......sexy," ucapnya mengedipkan sebelah matanya membuat wajahku seketika memanas. Mengalihkan pandangan padanya agar ia tidak melihatku merona.
"Kenapa mengalihkan wajah cantikmu Sweety," ucapnya sambil membawa kembali wajahku ke hadapannya.
__ADS_1
"Melihat rona di pipimu membuatku sangat ingin sekali menciummu," ucapnya mendekatkan wajahnya padaku. Namun sebelum dekat sudah ku dorong dadanya pelan.
"Kau ini tidak tahu tempat. Bagaimana jika pegawaimu melihat kita," ucapku kesal
"Tenang saja Sweety, mereka tidak akan berani mengganggu kita," ucap Christian yang sudah mendekatkan wajahnya lagi.
"Tidak! Aku ak.....Ahhhh!" ucapku yang hendak berdiri. Namun sudah di bawa di pangkuan Christian.
"Kau...." belum usai berkata lagi. Bibirku sudah di bungkam oleh bibir Christian. Ia yang sudah mencium, memagut bibirku dengan rakus membuatku terbawa suasana untuk membalasnya.
Menjambak rambutnya ketika ciumannya turun ke leher. Ku rasakan ia mengangkatku, berdiri serta ia berjalan memasuki sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, kamar. Dengan tidak melepaskan tautan kami. Mendudukkan diri dengan aku masih duduk di pangkuan Christian dengan posisi sudah mengangkanginya. Usapan di punggungku dari tangan besar Christian membuat aku mengusap wajahnya pelan. Menelusuri wajahnya pelan dengan jemariku turun ke lehernya. Ku lepaskan tautan kami dengan ia menyerukkan kepalanya pada leherku. Mencium rahang Christian yang berbulu belum sempat ia cukur.
"Aku suka kamu seperti ini," ucapku sambil menggigit rahangnya.
"Ahhhh!!" desahnya ketika aku mencium rahangnya gemas, dan meremas dada bidangnya yang keras.
Dengan gerakan cepat Christian sudah membalikkan posisi kami, dan membuat ku terbaring dengan ia menindihku.
"Kamu nakal Sweety," suara baritonnya yang serak dan berat membuatku mendambakannya. Munafik jika aku tidak terpesona olehnya, apalagi aku memiliki type pria yang seperti Christian.
Mendengarnya berkata, aku dengan nakalnya tanganku sudah kembali menelusuri tubuhnya sampai pada perut keras six packnya.
Hisapan pada leher membuatku terbawa bergairah, apalagi dengan posisi seperti ini. Ku hisap balik lehernya, serta daun telinganya ku gigit kecil membuatnya langsung menggeram. Mendengar itu kini aku tahu di mana saja titik gairahnya. Membuat ia semakin rakus untuk menciumku. Apalagi ciumannya turun ke leherku, dan terus mencium dadaku yang terhalang kemeja biruku. Meremas pelan membuatku bergairah. Entah kenapa aku tidak menolaknya, yang ku pikirkan saat ini aku tidak ingin ia berbenti melakukannya. Malah aku mengalungkan lenganku pada lehernya, menarik pelan tubuhnya agar ia lebih dekat lagi. Aktivitas kami membuat ruangan berAC menjadi panas yang bergairah.
Cukup lama kami seperti ini. Ia berkata, "Tidurlah Sweety, aku akan ke kamar mandi " ucap Christian setelah ia mengangkat kepalanya dari dadaku, dan mengancingkan kemeja kembali. Menjauhkan tubuhnya, dan berjalan cepat ke luar ruangan. Melihat kancing kemeja yang belum semua terkancing. Entah kenapa aku membiarkan hal barusan terjadi seolah menerimanya, jujur daya pesonanya memang tidak bisa ku tolak dulu maupun sekarang.Tapi melihat Christian yang menahan gairahnya membuatku yakin jika ia menepati janjinya dengan itu, aku tidak akan ragu untuk kembali membuka hati untuknya lagi.
Lama aku menunggu Christian tidak kembali ke dalam kamar. Ku putuskan untuk keluar mencarinya.
Dan ternyata benar apa yang ku pikirkan, ia sudah duduk manis bersama sebuah laptop di pangkuannya. Sebagai pemilik perusahaan ternama, sebagian hidupnya tidak akan pernah lepas dengan benda di pangkuannya yang ingin membuat aku melemparkannya. Menghela napas sebelum berjalan ke arah Christian yang terlihat fokus dengan benda mati di hadapannya.
"Ehemm" dehemku membuat ia mengangkat kepalanya melihatku berdiri di dekatnya.
"Kemarilah," titahnya mendudukkan ku di pangkuannya.
"Kenapa tidak tidur, hemm? Penerbangan masih lama sebaiknya beristirahatlah," ucap Christian sambil mengusap wajahku pelan.
"Kamu menyuruh ku tidur sedangkan kamu masih saja bekerja?! Kita tidur bersama, Ok. Pekerjaamu bisa menunggu nanti, lagian apa kamu tidak lelah seharian ini tidak lepas dari pekerjaan?" tanyaku menatapnya lembut.
"Kamu pun tahu Sweety. Aku pemilik perusahaan besar dengan memiliki ratusan pekerja, jika aku tidak bekerja bagaimana dengan tanggung jawabku sebagai seorang yang menggaji mereka?" tanya balik Christian.
"Christian. Jika kamu sehari saja tidak bekerja tidak akan membuat perusahaanmu bangkrut! Apa gunanya kamu memiliki karyawan yang tidak bisa di andalkan? Jika mereka serius dengan pekerjaan mereka masing-masing aku yakin perusahaan akan tetap aman-aman saja. Beda lagi dengan mereka yang berleha-leha dalam bekerja cuman bisanya memakan gaji buta lebih baik pekerja seperti itu, tendang keluar dari perusahaan." ucapku berapi-api dan turun dari pangkuannya.
__ADS_1
"Jika kamu masih ingin bekerja silahkan. Lagian jika kamu sakit pekerjaanmu yang akan bermasalah" ucapku sebelum berlalu ke dalam ruangan tadi. Membaringkan tubuh di kasur yang tidak terlalu besar. Namun nyaman dan empuk membuatku ngantuk seketika. Memejamkan mata merasakan ke nyamanan untuk tidur, dan merasakan sebuah pelukan dari belakang tubuhku, tangan Christian membuatku membuka mata kembali.
Membalikkan badan dan mendapatkan kecupan di kening dari Christian yang tengah tersenyum padaku.
"Aku akan tidur bersamamu Sweety," ucapnya.
Menyerukkan tubuh masuk ke dalam pelukkan Christian, dengan ia memelukku semakin erat.
"I Love You Sweety," ungkapnya membuatku tersenyum dalam dekapannya.
"Love You Too Christian," balasku membuat tubuhnya menegang, sebelum aku jatuh tertidur.
*****
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Next Chapter......
Like Vote Follow and Favorite, OK!!
See U 😉*
__ADS_1