Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 47


__ADS_3

โ™กHappy Readingโ™ก


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


๐Ÿ“–


*****


Brian yang sudah di luar bersama si wanita tengah khawatir terhadap kakaknya yang ia tinggalkan di dalam sana. Tahu bakalan lama begini, ia tidak akan meninggalkan Deandra tadi. Brian yang hendak masuk ke dalam club lagi terhentikan, bertepatan dengan Deandra yang sudah keluar club.


"Kak. Apa kau baik-baik saja? Apa yang di lakukan pria brengsek itu padamu? Biarkan aku yang menghajarnya. " tanya Brian beruntun yang di abaikan oleh Deandra, yang sudah berjalan ke arah mobil, dan masuk ke dalam.


"Cepat kita pulang Brian. Kakak sudah benar-benar ingin istirahat. " ucap Deandra di dalam mobil.


"Tapi Kak, bagaimana dengan wanita itu? " tunjuk Brian pada wanita yang sudah ia dudukkan di trotoar.


"Bukan urusan kita lagi. Biarkan dia pulang sendiri. " ucap Deandra sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi penumpang.


"Bisakah aku ikut dengan kalian? Aku takut jika pria tadi terus mengikutiku, aku mohon Cessa? " mohon si wanita membuat Brian yang mendengarnya tidak tega.


"Stop calling me Cessa ! I'm Deandra. And you Brian, hurry up and come in! "ucap Deandra yang sudah marah.


"Deandra aku ikut, please? " mohon si wanita mengiba.


"Argghh! Brian bawa dia masuk! " teriak Deandra kesal. Membuat Brian bergerak cepat membawa si wanita ke dalam mobil. Setelah si wanita duduk, Brian berjalan masuk ke dalam mobil, dan duduk di kursi kemudi. Mesin mobil di nyalakan, dan mobil pun melaju pergi dari sana.


"Terima kasih Deandra sudah menolongku. "ucap si wanita di kursi belakang.

__ADS_1


"Hmm. " gumam Deandra sambil memejamkan kedua matanya.


"Bisa...kaahh ce..pat baw...ahh mobil..nyahhh.." ucap si wanita dengan suara anehnya. Membuat Brian melihat si wanita dari kaca spion depan di atasnya. Menoleh ke arah Deandra heran, sebelum Brian akan berkata sudah di dahului Deandra.


"Dia meminum obat perangsang. "ucap Deandra masih dengan mata yang terpejam.


"WHAT!! " kaget Brian sambil menoleh sekilas ke arah belakang.


"Kita bawa ke mana wanita ini? Sepertinya Kakak dengan wanita ini saling kenal, kan? " tanya Brian.


"Bawa saja dia pulang ke rumah." jawab Deandra.


"Tapi Kak, apa tidak apa bawa dia ke rumah dengan kondisinya seperti itu? Kenapa tidak ke apartemen Kakak saja? " tanya Brian.


"Tidak usah, lagipula Kakak memang ingin pulang ke rumah. Lebih baik kamu menyetir saja, jangan banyak tanya! Kakak sudah capek! Jemput kamu di club dan sampai ketemu wanita ini" ucap Deandra yang sudah menegakkan badannya dan membuka mata menatap Brian tajam. Membuat Brian langsung terdiam, menutup mulutnya rapat. Lega kembali setelah Deandra menyandarkan tubuhnya, serta menutup mata kembali.


"Haish! Harusnya dari awal aku tidak mengikutinya." gumam Deandra membuat heran Brian sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah mereka tiba depan teras di kediaman Kartawijaya, dengan Brian memapah si wanita.


Ia berkata, "Kak, bawa kemana wanita ini? " tanya Brian yang sudah risih. Apalagi, si wanita dari tadi terus-terusan menempelkan tubuhnya pada Brian.


"Bawa dia ke kamar tamu," jawab Deandra yang sudah melenggang masuk ke dalam rumah dengan lampu ruangan yang sudah di matikan. Karena Mommy, dan Daddynya sudah tidur semua. Apalagi sekarang waktu sudah menunjukkan tengah malam.


Deandra masuk ke dalam kamar tamu dengan Brian memapah si wanita di belakangnya, mengikuti.


"Dudukkan dia di closet" ucap Deandra mengabaikan pertanyaan Brian. Namun tak urung Brian lakukan.


"Bawakan baju tidur Kakak di kamar, dan buatkan minuman hangat untuknya." titah Deandra sambil mengambil kran shower. Masih bingung apa yang akan di lakukan Kakaknya. Tak berapa lama Brian di buat kaget, saat Kakaknya menyiram si wanita itu sampai basah kuyup.


"KEJAM!!" Sebelum Brian pergi dari kamar, hanya satu kata itu yang di ucapkan Brian dalam hatinya untuk Kakaknya. Karena tidak ingin terkena semprotan oleh Kakaknya, jika berlama-lama di sana. Maka Brian segera melaksanakan perintah Deandra.


"STOP! STOP! "ucap si wanita.


"Sudah sadarkah? Atau belum?" tanya Deandra pura-pura bodoh, dan menyemprot kembali.


"DEANDRA HENTIKAN!!" teriak si wanita yang sudah basah kuyup.


Mematikan kran. Deandra berkata,"Bersihkan tubuhmu terdahulu sebelum keluar. Pakaian ganti ada di luar" ucap datar Deandra, dan berlalu dari sana sambil menutup kamar mandi.


Si wanita yang melihat Deandra keluar masih melihat ke arah pintu yang sudah tertutup. Merenung sejenak sebelum, ia bergegas membersihkan tubuhnya.


Deandra yang sudah membersihkan diri. Segera bergegas kembali ke kamar tamu. Membuka pintu dan melihat si wanita yang sudah berganti pakaian.


Berjalan masuk ke dalam kamar, ia berkata.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Deandra sambil melipatkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Sudah baik tidak merasakan ke panasan lagi, " jeda si wanita.


"Terima kasih Deandra, jika tidak ada kamu menolongku. Entah apa yang akan terjadi ke padaku nanti. " ucap si wanita.


"Jika sudah baik-baik saja. Aku pergi tidur " ucap Deandra tak menanggapi ucapan si wanita, berbalik ke arah pintu. Belum sempat melangkahkan kaki nya, sebuah suara menghentikan niatnya.


"Deandra....mungkin ini terlambat untuk di ucapkan. Tapi, aku sungguh-sungguh untuk mengatakannya padamu. Maafkan aku....maafkan aku yang sudah melukaimu saat dulu. Salahnya aku telah mencintai seseorang kembali, dan merebutnya darimu. Namun, orang yang pernah aku cintai. Ia sudah tidak mencintaiku lagi. Karena orang yang ku cintai, ia telah menemukan seseorang yang ia cintai lebih dari ia pernah mencintaiku, " jeda si wanita melihat ke arah Deandra yang berdiri membelakanginya.


"Setelah kepergianmu. Aku pun pergi, lebih tepatnya dia mengusirku," kekehnya di akhir kalimat.


"Ketika kepergianmu, hari demi hari aku selalu tahu dia mencarimu kesana kemari tanpa hasil yang memuaskan. Mabuk-mabuk di club dan merokok yang ia lakukan setiap harinya tanpa henti. Tidak tahan melihatnya frustasi hingga membuatku ingin mendekatinya. Namun aku tersadarkan saat tahu, pria yang pernah aku cintai hatinya bukan untukku lagi.


Hingga berjalannya waktu orangtua nya mengetahui apa yang terjadi padanya. Entah apa yang terjadi waktu itu, tapi yang aku tahu kabar terakhir kalinya, sebelum aku kembali ke London. Ia sudah tidak mabuk-mabukkan di club dan merokok lagi. Ketika sudah lulus kuliah pun, ia mengurus perusahaan ayahnya. Hanya saja, ia gila kerja tanpa henti setiap harinya. Aku memutuskan kembali ke London, melupakan dan mengubur perasaanku yang seharusnya memang tidak pernah ada. Pada waktu kami di pertemukan kembali, saat ia sedang perjalanan bisnis di London. Mungkin kamu tahu dengan berita-berita yang sempat beredar di London itu. Tapi percayalah, sejak saat itu hubungan kami hanya sebatas sepupu, dan aku sudah menganggapnya sebagai sepupuku sebenarnya."


Si wanita yang masih terus berbicara, dengan Deandra yang masih berdiri mendengarkan. Inginnya ia pergi dari sana. Tapi entah mengapa, hatinya ingin terus tahu, san mendengarkan yang wanita itu katakan.


"Maafkan aku Deandra, pernah menyakitimu saat dulu. Dan ketika aku bertemu dengan mu lagi, sempat aku berpikiran yang tidak-tidak padamu. Apalagi ketika aku tahu, kamu sudah berbeda dengan Cessa yang pernah aku kenal dulu."lanjutnya yang membuat Deandra tidak bisa berdiam diri lagi. Ia berbalik dan menatap si wanita datar.


"Dengar.....Laura! Setiap detik hingga setiap tahun, sifat orang akan berubah. Apalagi ketika orang itu lemah, dan ia mengalami kehidupan yang sulit atau menyakitkan. Pasti dia akan merubah dirinya untuk bisa tegar dan lebih kuat. Karena apa? Jika ia masih tetap dengan sifatnya yang lemah, dan mudah di BODOHI" jeda Deandra di akhiri penekanan, "Maka seumur hidupnya, ia hanya akan menjadi orang yang HINA" lanjutnya tajam.


"Begitu pula denganku yang pernah mengalaminya. Namun aku jadikan semua itu pelajaran untuk menjadikan kehidupan ku agar lebih baik lagi. Menutup luka, dan menutupnya rapat bukan berarti aku melupakan semuanya. Hanya saja, aku ingin membuat kehidupan ku saat ini jauh lebih tenang dan nyaman, tanpa harus adanya rasa balas dendam. "lanjutnya lagi dengan emosi yang sudah sedikit mereda, dan berbalik arah, dan berjalan ke pintu kamar.


"Lekaslah tidur sebelum esok hari kau harus segera pergi dari rumah ini." ucap Deandra sebelum menutup pintu kamar rapat. Meninggalkan Laura yang terus menatapnya hingga keluar. Merenung dengan apa yang di katakan Deandra barusan.


"Maafkan aku Deandra." ucapnya lirih dengan air matanya yang mengalir.


*****


.


.


.


.


.


.


.


*Next Chapter sudah kembali ke masanya ya ๐Ÿ˜Š.


Like Follow and Vote Guys


See U ๐Ÿ˜‰๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ*

__ADS_1


__ADS_2