
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
*****
Berendam di bath-up dengan air hangat, membuat Deandra merasakan tubuhnya yang kelelahan terasa rileks. Setelah seharian ini, ia berdiri di atas pelaminan yang membuat tubuhnya seakan remuk. 45 menit yang lalu, Deandra pergi meninggalkan pestanya untuk pergi ke kamar hotel yang ia tempati sekarang. Karena sudah lelah, dan moodnya yang memang sudah tidak baik. Maka setelah ia mengisi perutnya yang lapar. Deandra ijin kepada orang tuanya untuk terlebih dahulu meninggalkan pesta tanpa memberitahukannya kepada Christian. Apalagi dengan Deandra yang masih kesal kepada Christian.
__ADS_1
Cukup lama ia berendam segera ia membilas tubuhnya di bawah pancuran air shower yang mengalir deras. Setelah selesai ia membalut tubuhnya dengan jubah handuk yang sudah tersedia di kamar mandi. Kemudian, keluar dari kamar mandi sambil membawa handuk di tangannya. Serta menggosok rambut panjangnya yang basah dengan handuk kecil. Menatap ke arah jendela besar setelah tirainya ia buka menampilkan suasana New York City di malam hari. Indah, gemerlap dari cahaya gedung-gedung serta beberapa bintang di langit gelap yang membuat malam ini sangat cantik.
Tersentak kaget saat merasakan ada seseorang yang memeluknya dari arah belakang yang tak lain adalah Christian. Membuyarkan lamunan indah Deandra begitu saja.
"Saking fokusnya kamu ke arah depan. Kamu tidak sadar aku masuk, dan tidak menyahutiku saat aku panggil Sweety. Apa yang sedang kepala cantikmu pikirkan, hm?" tanya Christian sambil menghirup aroma shampo yang menguar dari rambut Deandra.
"Tidak ada yang aku pikirkan, hanya memandang ke arah luar saja, " ucap Deandra sambil menengok ke arah kiri membuat mereka saling bertatapan.
"Lebih baik segera bersihkan tubuhmu terdahulu sebelum tidur, biar saat tidur merasa nyaman. Aku akan memakai pakaian dulu. " lanjut Deandra sambil melepaskan pelukkan Christian, dan berjalan ke arah koper mengambil baju tidurnya.
"Sweety apa kau masih marah padaku?" tanya Christian sambil memperhatikan apa yang tengah Deandra lakukan.
Menghentikan mencari pakaian dan melihat ke arah Christian yang masih berdiri. Tuxedo yang sudah di lepas menanggalkan kemeja putih yang sudah tidak terlihat rapih lagi. Lengan kemeja yang di gulung sampai siku memperlihatkan kulit exotis - nya yang berotot. Deandra yang memperhatikan semua itu, mengalihkan pandangannya segera.
"Aku hanya kesal saja Christian. Semua itu mengingatkan aku akan masa lalu. Apakah kamu sadar di mana kamu selalu sibuk dengan teman-temanmu atau organisasi kuliah, dengan aku yang selalu kamu nomor duakan. " ucap Deandra yang sudah mengambil baju tidurnya dan berjalan ke arah pintu kamar mandi.
Namun sebelum masuk, ia berkata. "Asal kamu tahu, jika aku pernah bertanya pada diriku sendiri. Apakah aku termasuk orang yang penting bagi hidupmu." ucap Deandra yang langsung masuk begitu saja tanpa menunggu jawaban Christian.
*****
Christian yang sudah selesai dengan acara mandinya. Kemudian ia keluar kamar mandi hanya celana piyama tanpa atasan. Sambil mengusap rambut basahnya menggunakan handuk kecil, dan melempar handuk ke sofa dengan asal. Segera naik ke atas ranjang menghampiri Deandra yang sudah berbaring di atasnya. Ikut berbaring di sisi Deandra menyamping serta bertumpu menggunakan siku kanannya. Melihat istrinya yang sudah memejamkan mata membuatnya kesal. Harusnya ini malam pertama mereka, batinnya menggerutu. Christian membelai wajah serta mengelus rambut istrinya yang halus dan lembut secara perlahan. Menelisik, memandang, serta menelusuri setiap inci wajah cantik istrinya dengan lekat.
Memainkan rambut Deandra ia berkata, "Terima kasih Sweety, karena sudah menjadi istriku. Aku janji akan membahagiakanmu dan menjaga kamu dengan baik." Mendekatkan bibirnya kepada kening Deandra dan menciumnya lembut dan dalam. Tidak sampai disitu, Christian mencium kedua mata Deandra yang tertutup rapat. Merasakan hembusan napas Deandra yang teratur pada wajahnya sendiri. Ia melanjutkan mencium hidung mancung istrinya serta kedua pipi yang selalu ia lihat diam-diam terlihat merona.
Turun ke arah benda yang sudah membuatnya candu ketagihan. Hingga membuatnya ingin terus, dan tidak ingin berhenti mencicipi, dan mencium bibir merah merona yang alami ini. Memagut dan menghisapnya pelan, semua itu tidak ingin membuatnya untuk berhenti. Walaupun ia tahu, istrinya sudah sangat kelelahan dengan acara pernikahan mereka. Salahkan saja pada libido - nya yang tidak bisa menahan diri, jika ia berdekatan dengan Deandra. Apalagi sekarang, mereka berdua sudah resmi menjadi suami istri. Membuat ia benar-benar sudah tidak bisa tahan lagi. Maka dari itu, dengan rakusnya Christian mencium, dan menghisap bibir Deandra terburu-buru, seolah tidak ada hari esok. Sampai membuat tidur Deandra terganggu dengan apa yang tengah di lakukan Christian.
"Christian," ucap Deandra yang sudah membuka matanya.
"Maafkan aku Sweety telah membuatmu terbangun," ucap Christian setelah melepaskan pagutannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Christian?" tanya serak Deandra yang masih linglung.
"Sweety, bolehkah aku meminta hak ku?"tanya balik Christian.
"Hah?" belum mencerna apa yang di maksud Christian bibir Deandra sudah di bungkam terlebih dulu olehnya.
Pagutan, hisapan di bibirnya membuat Deandra terbuai untuk membalasnya. Christian menurunkan ciumannya pada leher jenjang nan mulus Deandra menggigit kecil, serta menghisap kuat sehingga meninggalkan jejak kemerahan..
"Asshhh...." desah Deandra membuat Christian tersenyum saat melihat tanda yang ia buat sengaja.
Membuka kancing piyama yang Deandra kenakan dengan ia masih menyerukkan wajahnya pada leher Deandra. Turun ke dada menelusuri dengan bibirnya, sampai tiba di mana bibirnya di atas kedua buah dada yang masih terbungkus bra hitam. Segera Christian lepaskan bra hitam yang menyembunyikan benda yang selama ini inginkan. Ketika bra hitam itu ia lempar entah kemana membuat Christian termangu diam. Deandra yang sejak tadi memejamkan matanya tersadar, ketika tidak ada lagi pergerakan sehingga ia membuka kedua matanya. Melihat Christian yang menatap kedua payudara seperti itu membuat Deandra akan menetupinya. Namun sebelum terjadi, Christian sudah menahan kedua tangannya.
"Jangan kamu tutupi keindahan ini dariku Sweety," ucap serak Christian dengan mata yang sudah di selimuti gairah. Menurunkan wajahnya mencium, menghisap payudara Deandra bergantian. Tangan Deandra yang masih di genggam Christian di atas kepalanya mencoba untuk melepaskan. Ketika cekalannya terlepas Deandra meremas bahu dan naik ke atas mencengkram rambut Christian membuatnya jadi berantakan. Deandra melengkingkan tubuhnya ke atas saat merasakan sapuan lembut bibir Christian di perutnya. Kemudian ia melihat Christian yang akan membuka celana piyamanya dengan mata mereka yang saling bertatapan.
Namun tiba-tiba Deandra memegang tangan Christian membutnya berhenti. Bingung dengan apa yang di lakukan istrinya Christian bertanya, " Ada apa Sweety? Percayalah padaku aku akan melakukannya dengan lembut dan pelan."
"Christian, sepertinya aku butuh ke kamar mandi terlebih dahulu" ucap Deandra mencoba bangkit dari tidurnya.
"Sweety, apa sekarang kamu akan menghindar dariku lagi? Apa yang kamu khawatirkan sayang? Apa kamu...." ucap Christian ragu melanjutkan ucapannya sambil menatap Deandra dalam.
Tidak ada jawaban Deandra membuat Christian menghela nafas, dan mengusap rambutnya ke belakang kasar. Deandra yang melihat itu hanya diam memperhatikan. Ia tahu, apa yang di pikirkan Christian saat ini.
"Sweety, ketika kamu kembali dalam hidupku. Dari awal aku akan menerimamu apa adanya. Begitupun dengan apa yang telah terjadi padamu. Karena aku sungguh-sungguh mencintaimu tanpa memandang kekuranganmu. Mungkin hanya sedikit kekecewaan dalam hatiku, ketika orang yang aku cintai sudah tidak virgin lagi, tapi ketika melihat diriku sendiri pun yang tidak baik. Aku akan selalu tetap mencintai dan menerimamu sepenuh hatiku, Sayang." ujar Christian sambil memegang dan mencium kedua tangan Deandra penuh cinta.
*****
*Next Chapter.....
Like Vote and Commen Guys !!!!
__ADS_1
See U 😘*