Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 63


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


Ternyata merawat Christian membuatnya kelelahan, serta harus extra sabar menghadapi Christian yang seperti bayi besar menurutnya. Tidak mau di tinggallah, makan harus di suapilah, ia mau tidur pun Deandra harus di pelukkannya, dan ketika bangun Deandra harus ada di sisinya. Satu minggu sudah berlalu di mana Christian sakit, dan kini dia sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa, yaitu bekerja kembali. Sama seperti Deandra yang di sibukkan dengan pekerjaannya. Desain gambar yang telah usai, kini ia buatkan menjadi pakaian jadi dengan para pegawai yang tiap hari harus lembur. Begitu pun Deandra saking sibuknya, ia terkadang melewatkan makan siang dan Christian yang selalu membawakan makanan serta mereka makan bersama di butik.


Tok....tok....tok


Suara ketukan pintu menghentikan Deandra yang tengah menatap laptopnya, dan mengarahkan pandangannya ke arah pintu.


"Masuk," ucapnya.


"Makan siang apa perlu saya pesankan untuk


anda, Bu? tanya Grace yang langsung membuat Deandra melirik ke arah jam yang tergantung di dinding. Waktu jam makan siang sudah tiba rupanya, pikir Deandra.


"Oh, tidak perlu. Saya akan pergi ke kantor suami saya. Oh, iya Grace. Tugas yang saya berikan pada kamu, tolong e-mailkan pada saya, sepertinya saya akan langsung pulang saja dan tidak akan kembali dulu ke sini." ucap Deandra sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Baik bu akan saya kirimkan nanti, kalau begitu saya permisi keluar." pamit Grace dan keluar pintu dan menutupnya.


Deandra keluar ruangannya sambil membawa tas kecilnya sekaligus laptop di masing - masing tangan.


Hari ini, ia membawa mobilnya sendiri di karenakan Christian yang pagi - pagi harus di kantor karena memiliki banyak rapat. Maka dari itu, Christian mengijinkan Deandra membawa mobilnya sendiri yang di sambut senang oleh Deandra. Begitu overprotektifnya Christian pada Deandra membuat ruang gerak Deandra terbatas. Meluncurkan mobilnya ke perusahaan suaminya dengan terlebih dahulu Deandra mampir ke sebuah restoran.


Tiba di depan kantor suaminya Deandra berjalan masuk ke dalam, tidak sedikit yang memberinya hormat. Saat dulu masih menjadi rekan perusahaan ini, dan sekarang menjadi istri pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Membuat karyawan lainnya merasa segan, ketika berpapasan dengan Deandra.

__ADS_1


"Deandra......"panggil suara membuat Deandra mencari asal suara yang tak lain Emilly dengan teman lainnya.


"Hai! Kalian." sahut Deandra saling menghampiri, dan berpelukkan bergantian dengan mereka.


"Terima kasih untuk buah tangannya, kami semua suka." ucap Joya.


"Iya, terima kasih Deandra. Aku jadi ingin ke negara kamu honeymoon." ucap Jack.


"Sama - sama." ucap Deandra.


"Mau apa kamu ke sana? Orang sana tidak menerima pria sepertimu." sela Tommy.


"Sialan, kamu pikir aku pria apaan!" kesal Jack.


"Ladies man." celetuk Emilly yang langsung di pelototi Jack.


"Kamu mau ke ruangan suamimu? Kebetulan kami baru selesai rapat, dan sepertinya rekan bisnisnya masih ada di sana." ucap Joya menyela pertengkaran Emilly, dan Jack.


"Oh, begitu ya. Ya sudah aku ke sana dulu, dan sepertinya nanti aku akan membutuhkan kalian, bye....." ucap Deandra tersenyum, dan berlalu tanpa menjelaskan apapun lagi membuat mereka bertanya - tanya.


Meskipun Deandra sudah tidak bekerja lagi dengan mereka, tapi mereka masih saling menjaga komunikasi dengan membuat grup chat yang selalu ramai dengan celotehan mereka.


Deandra tiba di lantai atas, dan keluar lift. Berpapasan dengan Theo, dan juga Marco.


"Selamat siang, bu." ucap Theo, dan Marco bersamaan.


"Bapak ada di dalam hanya saja masih ada tamu di dalam, tapi ibu boleh masuk." ucap Theo sopan.


"Oh, begitu ya." ucap Deandra melirik Theo dan Marco bergantian.


"Apa ada yang ibu butuhkan." ucap Marco melihat istri atasannya yang sepertinya sedang berpikir keras.


"Ya, tapi tidak untuk sekarang. Saya harap nanti kalian bisa membantu saya." ucap Deandra.


"Apapun itu, dan sebisa mungkin kami akan berusaha membantu ibu." ucap Theo.


"Baik kalau begitu, terima kasih." angguk Deandra sambil tersenyum misterius, serta meninggalkan Theo, dan Marco dengan perasaan penasaran mereka.


Tok...tok....


Mengetuk pintu dua kali, Deandra membuka pintu ruangan suaminya.


"Sweety," ucap Christian menghampiri istrinya, yang Deandra lihat memang ada tamu seorang pria berjas dengan punggung lebarnya yang membelakangi Deandra.


"Kenapa tidak tunggu aku saja di sana, Sweety?" tanya Christian setelah ******* bibir istrinya yang selalu membuatnya candu.


"Aku sengaja ingin ke sini Chris, sudah lama juga aku tidak ke kantormu. Apa masih lama kamu dengan tamumu itu?" tanya Deandra sambil melihat ke arah belakang suaminya.


"Tidak sayang, sini aku kenalkan kamu dengan tamuku." ucap Christian sambil merangkul pinggang Deandra.

__ADS_1


"Mr. Geoff, kenalkan ini istri saya." ucap Christian membuat si pria yang sedang duduk, berdiri dan memutar tubuhnya.


"Rio?" ucap Deandra pelan dan sedikit terkejut.


Berbeda dengan pria di hadapannya justru merasa senang bertemu kembali dengan wanita yang selalu ingin ia lihat.


"Ergan Mario Geoff" ucap Rio atau Ergan tersenyum sambil menjulurkan tangan kanannya ke hadapan Deandra.


Meski ragu Deandra membalas uluran tangannya.


"Deandra.......Romanov." ucapan Deandra membuat Christian tersenyum, mengeratkan rangkulannya serta mencium pelipis Deandra mesra. Senyuman yang sempat di tampilkan Ergan lenyap seketika, saat melihat kedua pasangan di hadapannya membuat dia sakit mata. Tanpa sadar meremas tangan Deandra yang belum ia lepaskan.


Deandra segera melepas paksa saat tangannya di genggam erat.


"Istri anda sangat cantik Mr. Romanov." ucap Ergan basa basi.


"Panggil saya Christian, Mr. Geoff." ucap Christian.


"Kalau begitu, anda juga cukup panggil saya Ergan." ucap Ergan.


"Iya, saya sangat beruntung menikahi istri cantik, dan sebaik istri saya ini. Dan anda kapan akan memberikan saya kartu undangan pernikahan anda?" ucap Christian di selingi canda.


"Haha....saya belum memiliki wanita untuk di nikahi, lagian saya masih mengharapkan seseorang yang saya cintai di masa lalu." ucap Ergan melirik sekilas ke arah Deandra. Deandra mengalihkan pandangannya ke arah lain, dengan tangannya yang terkepal.


"Ternyata anda seperti saya, yang menunggu seorang wanita yang di cintai. Tapi saya beruntung sudah mendapatkan serta menikahi wanita itu, yaitu wanita yang sekarang menjadi istri saya ini." ucap Christian sambil mengusap pundak Deandra lembut.


"Karena pembahasan kita selesai, kalau begitu saya pamit pergi masih ada pekerjaan yang menunggu saya di kantor." ucap Ergan. Berlama - lama di dalam ruangan itu, bisa - bisa emosinya akan meledak.


"Baiklah." ucap Christian dan mengantarkan tamunya keluar ruangannya.


"Apa yang kamu bawa, Sweety?" tanya Christian saat melihat Deandra sibuk mengeluarkan sesuatu di dalam papper bag.


"Makan siang Chris, tadi sebelum ke sini aku sempatkan untuk membeli makanan." ucap Deandra.


"Aku rindu masakanmu, Sweety." ucap Christian saat duduk di sofa di sebelah Deandra. Karena pekerjaan masing - masing yang sangat sibuk membuat Deandra tidak sempat untuk memasak. Makan pagi kini selalu di siapkan pembantunya, makan siang mereka selalu di luar. Apalagi ketika malam Deandra selalu malas untuk masak, karena pulang kerja yang lelah Deandra sering melewatkan makan malamnya. Walaupun ia merasa lelah, tapi jika Christian ingin meminta jatah padanya selalu Deandra berikan. Hanya saja suaminya itu, menggarapnya sampai lupa waktu. Maka dari itu, ia tidak sempat memasak sarapan karena terlalu kelelahan, dan juga


pegal - pegal esok harinya.


"Nanti akan aku masakkan, sekarang makanlah." ucap Deandra memberikan seporsi untuk Christian, dan melahap seporsi makanan untuk dirinya.


Makan yang di selingi obrolan tentang pekerjaan mereka berdua, membuat ruangan ber - acc terasa hangat.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter......


Vote, and Likenya juga Guys...Follow juga tentunya.


See U 😉

__ADS_1


__ADS_2