Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 74


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Chris. Apa Mom dan Daddy sudah kamu kabari?" tanya Deandra yang di maksud adalah kedua orangtua Christian. Saat ini mereka berada di dalam mobil tengah menuju perjalanan ke rumah orang tua Deandra.


"Sudah sayang, mereka akan ke sana. Mungkin orangtuaku sudah tiba di sana." jawab Christian yang memang menyuruh kedua orangtuanya untuk berkunjung ke rumah besannya. Akan memberikan kejutan untuk mereka, jika istrinya tengah hamil.


"Chris kita ke toko buah dulu," ucap Deandra.


"Tentu Sweety. Pasti anak kita ingin makan buah. Dengan senang hati daddy akan mengabulkan permintaanmu." ucap Christian sambil mengusap perut Deandra lembut. Deandra yang mendengar panggilan Christian pada dirinya sendiri menatapnya langsung.


"Kenapa harus daddy?!" tanya Deandra kesal.


"Kan dia anakku sweety." ucap Christian heran.


"Aku tidak mau baby memanggil kita dengan mommy dan daddy. Masa harus sama seperti kita yang memanggil kedua orangtua kita, sih." ucap Deandra kesal dengan wajah cemberutnya sambil mengusap perutnya. Christian yang melihatnya pun merasa gemas. Hormon wanita hamil sangat sensitif.


"Terus baby harus memanggil kita apa?" ucap Christian mengalah.


"Aku ingin baby memanggil kita dengan sebutan mami dan papi," ucap Deandra tersenyum antusias.


"Mami dan papi seperti panggilan ayah dan ibu juga." lanjut Deandra saat melihat Christian yang tidak mengerti.


"Baiklah. Apapun itu aku akan menyukainya."ucap Christian sambil menggenggam tangan kiri Deandra, dan kemudian mencium tangannya.

__ADS_1


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Ayo masuk, nak. Mereka sudah menunggu kalian." ucap Flora setelah membuka pintu utama yang menyambut Deandra dan Christian saat tiba di kediamannya. Karena hari ini adalah waktu libur maka rumah orangtuanya terlihat ramai, dengan mereka yang sedang menikmati hari senggangnya di rumah, dan juga ada Brian yang tidak pergi


kemana - mana.


"Mom, dad. Bagaimana kabar kalian?" tanya Deandra kepada mertuanya. Setelah mencium kedua orangtuanya sendiri.


"Kami semua sehat sayang. Berkunjunglah ke rumah karena mommy merindukanmu." ucap Marisaa.


"Apa suamimu mengurungmu, hm? Jika ia, biar mommy akan jewer kupingnya." lanjut Marissa sambil menatap Christian yang memutar bola matanya. Mommy nya terlalu drama, dengus Christian.


"Apa ada yang kalian sampaikan pada kami? Sampai menyuruh kami datang ke sini harus cepat," ucap Stevano menatap anaknya.


"Lebih baik kita duduk kembali dulu," ucap Andrew yang langsung di lakukan oleh mereka.


"Dad?" panggil Deandra kepada Andrew.


"Ia Princess?" sahut Andrew dengan tatapan lembutnya.


"Ini," ucap Deandra sambil menyerahkan paper bag coklat polos kepada Andrew.


"Apa ini sayang?"tanya Andrew.


"Bisakah daddy dengan Christian membuatkan ku rujak dengan buah itu." ucap Deandra sambil menunjuk papper bag -nya.


"Mangga dengan apel?" tanya Andrew saat melihat isi dari papper bag.


"Memang iya, cucu daddy yang menginginkannya." ucap Deandra.


"Ada - ada saja permintaan cu......APA!!!"


"WHAT!!!" teriak mereka serempak. Brian yang sedang asyik dengan ponselnya pun, hampir melemparkannya, saking terkejutnya.


Seakan sadar apa yang tengah di bicarakan membuat mereka semua yang mendengarnya terkejut di buatnya. Andrew yang belum usai berbicara pun sama. Baru menyadari apa yang di ucapkan putrinya itu.


"Aaaaa.....selamat sayang. Akhirnya mommy dapat cucu juga." suara Flora pertama kali yang memecahkan keheningan yang sempat terjadi. Memeluk dan mencium Deandra suka cita.


"Mommy senang sekali, selamat untukmu." ucap Marissa yang kini giliran ia memeluk menantunya, serta mengusap lembut perut Deandra.


"Sebenarnya, itu yang ingin kami bicarakan kepada kalian." ucap Christian membuat mereka menatap Christian.


"Ini adalah berita yang membahagiakan bagi kami, nak." ucap Stevano yang sedari tadi diam.


"Selamat, kamu akan menjadi seorang ayah." lanjutnya sambil menepuk bahu Christian.


"Terima kasih dad," ucap Christian tersenyum.


"Ekhem!!" deheman Deandra membuat semua mengalihkan perhatiannya padanya.


"Chris. Kapan kamu akan mengabulkan keinginanku?!" tanya Deandra yang sudah tidak sabar ingin memakan rujak.

__ADS_1


"Bagaiamana aku harus membuatkan nya, sweety?" tanya Christian bingung.


"Daddy yang akan membantumu. Iya kan, dad?" tanya Deandra.


"Tentu." sahutnya.


"Kalau begitu para pria sebaiknya membuatkan makanan yang di inginkan ibu hamil ini. Jangan membuatnya terlalu lamu, jika tidak ingin anaknya ngeces." ucap Flora. Membuat semua pria di sana segera pergi ke dapur bersamaan. Begitu pun dengan Brian yang harus di seret oleh ayahnya.


"Berapa usia kandunganmu sayang?" tanya Marissa lembut.


"Sudah memasuki dua bulan mommy," jawab Deandra.


"Ya ampun, sayang. Apa kamu tidak merasakan gejalanya saat bulan pertama?" tanya Marissa yang di jawab gelengen Deandra.


"Aku tidak merasakan yang namanya mual - mual mommy. Semua normal biasa - biasa saja." ucap Deandra yang duduk berada di tengah - tengah ibu. dan mertuanya.


"Wajar kok, Marissa. Dulu saat aku mengandung Deandra sampai 5 bulan tidak merasakan


mual - mual, tapi setelah lewat 5 bulan aku mengalami mual - mualnya sampai kandunganku 9 bulan." ucap Flora.


"Oh begitu. Beda denganku yang saat itu tengah mengandung Christian trimester pertama sampai trimester ketiga terus - terusan mual, hingga aku di haruskan opname. " ucap Marissa.


"Semoga Deandra dan bayinya selalu sehat sampai menjelang persalinan" ucap Flora yang langsung diamini oleh mereka. Selanjutnya pembicaraan mereka hanya seputar memberikan nasihat apa yang tidak di perbolehkan, dan apa yang harus di lakukan selama Deandra tengah mengandung.


alelaki yang berada di dapur saling mengunggulkan diri masing - masing.


"Tidak sia - sia gen yang telah daddy wariskan pada dirimu. Sampai kau membuat istrimu cepat hamil." ucap Stevano bangga.


"Tentu saja dad, bibit unggul ku sekali tembak langsung jadi." ucap Christian membanggakan dirinya juga sambil memasukkan bumbu rujak pada mangkuk yang berisi buahnya.


Andrew yang mendengar percakapan anak dan ayah itu hanya mendengus. Sementara Brian memutar bola matanya, karena jengah dengan mereka berdua.


"Sepertinya bibit unggul mu sementara waktu harus di kurung dulu." ucap Andrew menarik perhatian anak dan ayah itu.


"Kamu harus tahu Chris, kandungan usia muda itu cukup rentan. Sebaiknya hubungan intim kalian harus berhenti dulu beberapa bulan. Kamu tidak mau kan, jika terjadi apa - apa dengan istri, dan anakmu?" lanjut Andrew.


"Aku tahu dad, karena itu tadi aku berkonsultasi pada dokter yang memeriksa kandungan Deandra. Dan katanya masih di perbolehkan dengan keadaan aman." balas Christian menyeringai membuat Andrew menatap sinis menantunya.


"Hahaha.....kau membuat daddy terus bangga terhadapmu." tawa Stevano sambil menepuk - nepuk bahu anaknya.


"Cepat selesaikan pekerjaanmu!!" titah Andrew yang sudah kesal.


"Hahaha....." yang di balas tawa oleh Stevano. Teman sekaligus besannya, yang terbungkam oleh anaknya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter......


Vote, like, and Follow - nya guys!!


See U 😉

__ADS_1


__ADS_2