Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 83


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Setelah terjadinya pertengkaran Deandra, dan Christian untuk pertama kalinya saat mereka sudah menikah. Pagi harinya Deandra yang baru saja bangun dari tidurnya, hal pertama saat ia membuka mata adalah wajah tampan suaminya masih tertidur pulas di sampingnya, dengan tangannya yang memeluk erat dirinya. Lelah serta rasa sakit di perutnya membuatnya tidur dengan waktu yang cukup lama, karena terakhir ia menutup mata hari masih terlihat sore menampilkan semburat warna jingga yang akan berganti warna gelap untuk beberapa saat lagi.


Kemarahan Christian kemarin membuatnya takut, dan juga kecewa. Takut karena kemarahan dengan bentakannya yang keras untuk pertama kalinya Deandra lihat. Serta kecewanya pada saat Christian tidak percaya padanya, dengan mudahnya suaminya menuduh ia telah mengkhianatinya.


Menyingkirkan tangan Christian dari tangannya, Deandra bangkit dari tidurnya bergegas ke kamar


mandi sekedar cuci muka serta gosok gigi, karena perutnya sudah meminta makan pasti anaknya sudah kelaparan. Mengingat ia telah melewatkan makan malamnya.


Deandra yang baru saja keluar dari kamar mandi di kejutkan oleh Christian, yang sudah berdiri dengan muka bantalnya berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Sweety," Ucap Christian serak khas bangun tidur, mencekal lengan Deandra saat berjalan melewatinya.


"Aku lapar." Ucap Deandra datar sambil menyentak tangan tanpa melihat ke arah Christian.


Christian pun membiarkan istrinya keluar dari kamar, dan ia juga segera bergegas ke kamar mandi untuk pergi ke kantor.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Keheningan terjadi di meja makan, Christian dan Deandra yang menikmati sarapan paginya. Mungkin, hanya Deandra saja yang tampak tenang dengan sarapannya, karena memang terlalu lapar maka tidak memperdulikan seseorang di dekatnya. Berbeda dengan Christian yang sejak awal sudah menududukkan dirinya, tidak pernah lepas pandangannya dari istrinya. Hingga tiba Christian menyelesaikan makan paginya tidak membuat Deandra menatapnya.


Menghela napas pelan, ia berkata."Jangan keluar rumah tanpa seijinku!" Ucap Christian sebuah titah sambil berdiri dari duduknya.


Membungkukkan badannya mencium kening istrinya lembut, serta ketika hendak mencium bibir. Namun tidak di duga, Deandra mengalihkan pandangannya ke arah samping sehingga Christian hanya mencium pipinya.


Melihat respon Deandra, membuat Christian memejamkan matanya sesaat. Ia tahu istrinya masih marah ke padanya. Sebelum menegakkan kembali tubuhnya, Christian mencium perut besar Deandra, calon anaknya penuh sayang. Berjalan keluar ke arah pintu utama, dan masuk ke mobil setelah pengawalnya membuka pintu belakang mobil.


Deandra yang masih di meja makan menghentikan makannya yang sudah tidak bernafsu lagi untuk makan. Setelah mendengar ucapan Christian barusan.


Deandra kecewa, dan marah pada Christian yang tidak ada kata maaf yang terlontar dari bibirnya, seolah - olah hal yang terjadi kemarin memang tidak ada.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Apa jadwal ku hari ini?" Tanya Christian berjalan masuk ruangannya dengan Angel berada di belakang mengikutinya.


"Anda hari ini hanya ada satu jadwal meeting, jam 10.00 di Edelwish Restaurant dengan Mr. Geoff tentang pembahasan kerja sama antar perusahaan yang sedang berlangsung saat ini." Ucap Angel berdiri di hadapan meja besar atasannya.


"Ya." Ucap Christian datar.


"Chris...emm, Mr. Miller." Ucap Angel yang masih belum pergi dari ruangannya.


"Ya?" Heran Christian menatap Angel di hadapannya.


"Maafkan saya telah merusak ponsel anda. Nanti saya akan ganti ponsel anda," Ucap Angel dengan raut bersalahnya.


Ahh! Mengingat ponselnya yang tidak sengaja Angel rusak membuat Christian tidak bisa mengabari istrinya, dan kesibukannya di sana ia sampai lupa untuk memberitahukan pada Deandra, bahwa dirinya akan berada di Canada lebih lama lagi.


"Sudah tidak perlu. Saya sudah membelinya." Ucap Christian dan mengambil sebuah map tanda ia sudah tak ingin di ganggu lagi.

__ADS_1


"Saya permisi." Ucap Angel tahu diri menunduk hormat yang di balas deheman Christian. Membuka pintu ruangan atasannya, Angel tersenyum sinis.


Mendengar pintu yang sudah tertutup, Christian mengangkat pandangannya dari kertas yang ia pegang ke arah sebuah figura dengan potret istrinya yang tengah duduk di halaman rumah, tersenyum cantik sambil memegang perutnya yang tengah hamil saat masih berusia 15 minggu, dan belum terlihat perut besarnya. Saat itu, mereka tengah bersantai di halaman rumah, Christian yang memotret Deandra.


Mengambil figura, ia elus setiap inci wajah istrinya yang tengah tersenyum bahagia. Memutar balikkan kursi yang ia duduki, menghadap ke arah jendela dengan pemandangan gedung - gedung tinggi New York di pagi hari. Masih dengan tangan yang terus mengelus potret Deandra.


Tok....tok...tok..


Suara ketukkan tidak menghentikan tangan, dan tatapannya dari potret istrinya.


"Masuk." Ucapnya datar sedikit keras dengan suara maskulinnya.


Mendengar pintu terbuka, dan juga suara langkah kaki tidak membuat Christian mengubah posisinya.


"Bos, ini data yang sudah saya cari atas keinginan anda. Sedikit sulit untuk mengorek informasi data orang ini, sehingga melebihi waktu yang anda berikan. Maafkan saya bos." Ucap seorang pria yang terdengar kaku, sambil menyimpan sebuah amplop besar di meja atasannya.


"Keluarlah. Bayaranmu akan ku transfer." Ucap Christian tanpa memperdulikan ucapan pria itu.


Christian membalikkan tubuhnya, serta menyimpan potret istrinya di atas meja kembali. Setelah mendengar pintu ruangannya di tutup kembali, oleh salah satu anak buahnya yang ia kerjakan untuk mencari data diri seseorang. Mengambil amplop coklat besar yang tergeletak di atas mejanya. Membuka serta membacanya satu persatu.


Tiba - tiba, kertas yang tengah ia baca menjadi kusut karena ia remas sangat kuat.


Di lemparkannya kertas - kertas itu ke atas meja dengan sangat keras. Emosinya kembali tersulut setelah membaca satu informasi yang membuatnya marah.


Di ambil cepat ponsel dirinya di atas meja, dan melakukan suatu panggilan sebelum di letakkan di samping telinga kanannya.


"Di mana Nyonya?" Tanya Christian dingin setelah panggilan tersambung.


"Nyonya berada di kamarnya, Tuan" Jawab seseorang di sebrang panggilan. Christian yang menghubungi salah satu pengawalnya, Ares. Langsung mematikan panggilannya, ketika sudah mengetahui bahwa istrinya tidak pergi kemana - mana. Di usap rambutnya dengan kasar ke belakang, melonggarkan dasi di lehernya untuk mengurangi sedikit emosi yang masih melanda.


Christian bekerja kembali untuk memeriksa dokumen yang belum ia periksa. Tentu juga untuk meredakan emosinya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter....


Votenya guys!!

__ADS_1


See U 😉


__ADS_2