Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 13


__ADS_3

Happy Reading....


****


DEANDRA


Hangat membuatku bergelung dengan nyamannya tak ingin membuka mata sedikit pun, namun saat ku merasakan terpaan nafas di atas kepalaku dan merasakan benda yang keras, sekita ku buka mata dan melihat dada bidang telanjang tanpa pakaian membuatku gugup saat tahu, helaan nafas siapa, yang berada di puncak kepalaku adalah Christian yang menumpukkan dagunya di atas kepalaku, hendak terbangun namun, tertahan oleh tangan kekar dan berotot serta berbulu membuatku gemas ingin mencabutinya.


"Pagi Sweety. " suara serak khas bangun tidur membuatku menengadahkan kepala ke atas dan segera menunduk di saat Christian tengah menatapku juga. segera ku alihkan pandanganku ke bawah dan sial....ternyata itu malah membuatku salah.


"Chris.. lepaskan aku." usaha ku untuk melepaskan pelukkannya.


"Sebentar aku masih ingin memelukmu. "tetap keukeuh dan semakin erat pelukkannya.


"Tapi aku harus siap-siap ke kantor Chris." ucapku paksa melepaskan pelukannya dan hendak berlalu ke kamar mandi.


"Apa kau yakin akan bekerja di hari libur. " ucapnya yang menghentikan langkahku dan berbalik.


"Apa mak..., " jedaku "Ahh.. tetap saja aku harus mandi " ucapku yang sudah tahu ternyata sekarang hari libur, bodohnya rutukku, dan segera berlalu tak ingin ia melihat wajahku yang memanas karena malu.


Keluar dari kamar mandi dan lupa tidak membawa baju ganti karena tidak mungkin memakai baju yang tadi. Melihat sekitar kamar tak melihat Christian berada di sini, dan menemukan sebuah papper bag di atas ranjang, mengambil dan melihat isinya sebuah Dress hijau tosca yang sangat cantik, serta pakaian dalam yang pas ukurannya sama denganku.


"Kenakan baju dan pakaian dalamnya. "


"Dasar mesum.. " kesalku dengan isi surat yang malah berada di antara pakaian dalam.


Setelah selesai berpakaian dan keluar kamar, tercium aroma masakan yang membuat perutku seketika menjadi lapar, berjalan ke arah dapur dan menemukan Christian yang sedang berkutat di depan kompor.


"Dress itu sangat pas untukmu, sweety." ucapnya saat berbalik dan menyimpan sebuah pancake yang ia hidangkan di atas piring.


"Bisakah memanggil namaku saja Chris." ucapku yang terus melihatnya sedang melumuri pancakenya dengan saus caramel, yang begitu kental, meleleh membuatku ingin segera membawanya ke dalam perutku yang sedari tadi sudah meronta-ronta kelaparan.


"Baik aku akan memanggilmu baby atau honey, juga bagus " ucapnya menyeringai dan memberikanku sepiring pancake ke hadapanku.


"Whatever." dengusku kesal.


"Makanlah. " ucapnya sambil memakan makanannya sendiri dan kami pun makan dalam diam.


*****

__ADS_1


Suara musik yang mengalun membuat keheningan di dalam mobil tidak terlalu kentara. Setelah sarapan pagi tadi, pria di sampingku yang tengah di balik kemudi ini mengajakku keluar dan sampai sekarang tidak memberitahuku akan kemana yang dia lakukan tetap fokus menyetir dan sesekali mengusap puncak kepalaku dengan lembut. Membuatku terbuai ingin memejamkan mata lagi, namun baru saja ku pejamkan mata, mobil sudah berhenti di depan sebuah gedung yang cukup besar.


"Keluarlah kita akan fitting baju pengantin di sini. "ucapnya dan segera ku turun dari mobil setelah ia membuka pintunya dan menggandeng tanganku di genggaman tangannya yang besar.


Berada di depan butik, kami segera masuk dan di sambut hangat oleh seseorang.


"Hallo.. Christian, selamat datang ." suara wanita paruh baya yang terlihat masih awet muda dan menghampiri kami dengan anggunnya.


"Baju seperti apa yang kau butuhkan untuk wanita kali ini." ucapnya to the point dengan senyum ramahnya sambil melirikku yang ku balas datar, yang entah mengapa membuat suasana hatiku menjadi buruk. What the hell... jadi bukan aku saja yang pernah di ajaknya kesini, kesalku.


"Vivian, kenalkan ini adalah calon istriku Deandra." ucap Christian cepat saat melihat raut wajahku keruh.


"Oopss sorry...ternyata dia Christian, hallo Deandra aku Vivian tantenya Christian, dan selamat untuk kalian yang akan segera menikah. " ucapnya tak enak hati, dan mengalihkan pandangannya padaku dengan senyum penuh arti serta langsung memelukku.


"Akhirnya kau menikah juga, pintar sekali kau mencari calon istri yang cantik seperti Deandra, ku harap kau tidak menyesal Deandra menikah dengan keponakan ku yang bodoh ini. " ucapnya bercanda setelah melepaskan pelukkannya yang membuat Christian mendengus keras.


"Cepat tunjukkan, beberapa gaun pengantinnya" perintah arrogant Christian membuat aku dan tantenya memutar bola mata bersamaan.


"Ikuti aku, akan ku perlihatkan gaun-gaun cantik dan tentunya mahal. " ucap Vivian yang berada di depan kami.


"Tidak masalah berapa pun harganya, bila perlu semuanya ku beli, " ucap Christian yang membuatku mencubitnya karena kesal dan membuatnya menoleh padaku dengan ringisan sakitnya yang ku abaikan.


"Ya... ya aku percaya padamu, yang bisa saja membeli semuanya termasuk butikku juga " ucap Vivian sambil mengambil sebuah gaun, yang sejak awal sudah menarik perhatianku.


"Kau sangat cantik Nona. " ucap tina setelah aku memakai gaun pengantinnya.


"Kalau begitu saya permisi keluar dulu. "lanjutnya dan pergi keluar.


Melihat pantulan ku dari cermin yang memakai gaun ini membuatku terlihat berbeda. Benar kata Tina ternyata aku cantik juga, pikirku.


Terlalu larut dalam pikiranku, tak ku sadari ternyata Christian sudah berada di belakangku.


"Kau cantik sekali sweety... " jedanya memelukku seraya hembusan nafas pelan di tengkuk leherku, membuat aku meremang, "Membuat aku tidak rela, jika harus berbagi memperlihatkan penampilanmu bagaikan bidadari ini " lanjutnya mencium leherku dan menggigit kecil bahu telanjangku.


"Christian..." lirihku mencengkram tangannya erat.


"Akh... " pekik ku kaget saat dengan tiba-tibanya, ia memutar balik tubuhku cepat menghadapnya dan mencium bibirku rakus seolah tidak ada hari esok.


Tangan kirinya yang memeluk pinggangku erat, dan tangan kanannya menahan tengkukku membuat ciumannya semakin dalam, Christian dengan good kissernya membuat aku terbuai oleh ciuman panasnya.

__ADS_1


Yang akhirnya membuat aku kalah untuk membalas ciumannya juga , ku rasakan senyumannya di antara ciuman kami, mengecap, memagut dan saling menghisap lidah membuat kami mengerang.


Cukup lama kami berciuman membuat ku mengcengkram kemeja bagian dadanya, seolah tahu aku butuh oksigen Christian melepaskan ciumannya sedikit tidak rela, nafas kami memburu dan saling menempelkan kening.


"Ganti bajulah, aku tunggu di luar" ucapnya mencium keningku yang menunduk dan keluar dari ruangan.


"Apa yang kulakukan. " ucapku pada diri sendiri, memegang bibirku yang terasa kebas dan sedikit bengkak.


Keluar dari ruangan ganti ku lihat Christian yang membelakangi ku sedang menelpon.


"Bagaimana Deandra, apakah cocok gaunnya denganmu. " ucap Vivian yang menghampiriku dan Christian yang telah selesai dengan telponnya.


"Ya, kurasa aku akan mengambil gaun yang itu saja simple namun terlihat elegan. " ucapku dan di angguki olehnya.


"Oke akan segera ku kirim padamu. " ucapnya.


"Kau menyukainya " ucap Christian menatapku yang membuat aku teringat apa yang kita lakukan beberapa menit lalu.


"Hemm. " ucapku berusaha tenang.


Menolehkan kepalanya Christian pada Vivian berkata, " Aku akan mengambil gaunnya dan tuxedo yang ku pilih tadi, pembayaran akan ku transfer padamu. "ucap Christian.


" No problem, semoga kalian cepat menikah dan tidak membuat anak di sembarang tempat " sindir Vivian yang membuat ku dan Christian salah tingkah. Deheman Christian membuat Vivian tersenyum.


"Kami permisi dulu, dan undangan akan di berikan oleh orangku padamu. " ucap Christian.


Aku dan Vivian saling berpelukkan, dan rangkulan Christian di pinggangku membawa kami berlalu pergi dari butik.


****


"Apa kamu yakin tidak akan menambah gaun lagi " ucapnya memecah keheningan kami di dalam mobil sambil menatapku.


"Tidak Chris, aku sudah memilikinya dan sangat pas dengan tema pernikahan kita. " ucapku yang membuatnya tersenyum.


Perjalanan kita terasa hangat dengan di selingi pembicaraan yang ringan.


*****


*Next Chapter......

__ADS_1


Give Me Vote, Like and Coment Please


See U 😉*


__ADS_2