
Happy Reading.....
.
.
.
.
.
.
Enjooooy guys...
*****
Setelah makan malam tadi, Deandra yang tengah duduk sambil menonton tv, dan Christian yang dengan seriusnya membaca beberapa kertas, pekerjaan yang ia bawa pulang.
Deandra yang sudah mulai mengantuk pun tertidur di samping Christian.
Membuat Christian berhenti dari pekerjaannya dan menatap Deandra, sebelum mengangkat ringan tubuh Deandra dengan bride style, Christian membereskan kertas-kertas yang berserakan terlebih dahulu.
Membuka pintu kamar dan menurunkan tubuh wanitanya pelan-pelan, serta menyelimuti sebatas dada.
Christian juga, yang memang sudah mengantuk membaringkan tubuhnya di samping Deandra, mengecup kening dan membawa tubuh calon istrinya ke dalam dekapannya. Sebelum rasa kantuk menutup matanya.
****
Sepasang mata tertutup mengerjap pelan, dan terlonjak saat ia membuka mata, sebuah dagu berjambang dan keras tepat di depan matanya.
Deandra yang bingung kenapa ia sudah ada di kamarnya?!, dan kenapa Christian harus tidur di sampingnya juga?!. Membuat ia mendengus pelan menyadari dengan sifat Christian, yang tidak ingin pisah kamar dengannya.
__ADS_1
Berusaha bangun dan, melepaskan lilitan tangan kekar yang berada di tubuhnya dengan pelan. Dan segera pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka sebelum akan, memulai memasak sarapan pagi.
Deandra yang sudah keluar kamarnya merasa ada yang aneh dari arah dapur, dan terlonjak saat ia tiba di sana.
Sementara itu......
Christian yang masih tertidur di atas ranjang, meraba-raba sisi tempat tidur karena, orang yang tidur bersamanya sudah tidak ada di sampingnya.
Mata tertutup itu perlahan terbuka dan segera menutup mata dengan lengannya karena, silau saat terkena sinar matahari.
Bangun dari berbaringnya,serta duduk bersandar pada headboard, melihat sekeliling kamar yang lebih di dominasi oleh, warna purple dan lampu gantung yang berbentuk crystal tampak indah dan elegant.
Melihat tidak ada seorang pun di ruangan ini selain dirinya.
Menurunkan kaki pada lantai yang sudah di lapisi kain berbulu tebal, berberjalan ke arah kamar mandi.
"Sweety.. apa kamu di dalam. " panggilnya sambil mengetuk pintu dan membukanya saat tidak ada jawaban.
Selesai membersihkan diri dan memakai setelan kantornya Christian, keluar kamar dan berjalan ke dapur dan betapa kagetnya ia, melihat dua orang wanita yang sangat berharga baginya. Wanita paruh baya dan wanita muda yang tengah asyik memasak dengan di selingin obrolan mereka.
Bersandar pada dinding dengan melipat tangan di dada, cukup lama memperhatikan mereka membuat awal pagi tersenyum bahagia.
"Mommy kapan datang?"tanyanya saat sudah di depan mereka dan mencium ibunya dengan sayang.
"Oh!..Chris. " senyum hangat Marissa pada anaknya.
"Mommy ke sini saat kalian masih tertidur dengan saling berpelukan. " lanjutnya mengedipkan mata pada anak dan calon menantunya , menggoda mereka. Deandra yang mendengar itu hanya menunduk malu dengan muka memanas.
"Ehhemm, " deheman Christian mencairkan suasana.
"Apa semuanya sudah siap " lanjutnya saat melihat hidangan sarapan pagi dan menarik kursi untuk ia duduki.
__ADS_1
"Kalau gitu, Dean ke kamar untuk siap-siap ke kantor Mom " sela Deandra cepat.
"Ya sudah, kami tunggu kita sarapan sama-sama." ucap Marissa.
Melihat calon menantunya sudah pergi ke kamar, tatapan Marissa menatap tajam pada Christian membuatnya heran.
"Christian, Mommy tidak mau tahu! ,kamu secepatnya segera nikahi Deandra! " gemas dengan kelakuan anaknya, yang seenaknya sendiri, ia tahu Christianlah yang memaksa Deandra untuk tinggal bersama.
"Mom tanpa di suruh pun, aku ingin sekali menikahinya seminggu setelah kami tunangan." jedanya "Tapi, jika Deandranya saja belum ingin dan memberi kami waktu untuk menikah, aku harus bagaimana lagi?!. Aku tahu Mom, Deandra mau menikah denganku pun terpaksa. Hanya demi keluarganya ia melakukan itu , dan bertahan di sisiku sampai saat ini." menghela nafas pelan, serta menunduk. Akhirnya semua yang di pendamnya selama ini ia curahkan kepada sang ibu yang menatapnya sendu.
Genggaman hangat dari tangan lembut ia,mengangkat kepalanya, dan senyuman semangat yang di berikan ibunya membuatnya nyaman.
"Mommy yakin, sekeras-kerasnya batu jika ditetesi air lama-lama akan retak juga. Begitupun Deandra, jika kamu terus memberikan perhatian kasih sayang, dan cinta setiap harinya, maka hatinya akan luluh dan suatu saat akan mencintai kamu dengan tulus seperti dulu. " ucapnya dengan penekanan akhir kalimat.
"Aku janji Mom, akan ku buktikan dia akan mencintaiku lagi. " tekadnya pada sang ibu.
"Of course , Mommy supports you!, "
"Thank you, Mom " saling menggenggam tangan dan mencium haru tangan sang ibu.
*****
Like And Comment
Follow And VOTE
See U
.
.
.
__ADS_1
Next Chapter......