Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 42


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Enjoooooy!!!


*****


"Wahhh! Harumnya masakan kalian," ucap Andrew setelah tiba di dapur dengan Christian di belakangnya menatap Deandra terus-terusan.


"Siapa dulu yang masak, Deandra!" ucap Deandra bangga langsung mendapatkan acungan dua jempol dari Andrew. Sebenarnya Andrew sedikit ragu, karena putrinya sejak dulu memang tidak bisa memasak. Namun ia sebagai seorang ayah tetap harus mendukungnya, mungkin saja sekarang masakannya sudah bisa di sebut makanan, pikirnya.


"Mommy juga bantu. Ya, walaupun hanya cuci bahannya saja." sela Flora tak mau kalah.


"Pokoknya kedua wanita kesayangan Daddy memang hebat," ucap Andrew mengedipkan sebelah mata pada istrinya, Flora menunduk malu melihat itu.


Deandra yang melihat tingkah kedua orang tuanya memutar bola mata jengah.


"Kalau begitu aku panggilkan Brian dengan temannya dulu untuk makan bersama kita" ucap Deandra pada kedua orang tuanya yang selalu kasmaran tidak pernah lihat situasi.


"Kamu duduklah di sebelah sana. Aku ingin duduk di sebelah Daddy," ucap Deandra setelah berada di depan Chriatian yang langsung di anggukinya.


Berjalan ke arah ruang tamu yang ternyata sudah tidak ada siapa-siapa. Berpikir mungkin mereka berada di dalam kamar Brian. Deandra berjalan ke arah tangga ke lantai atas menuju kamar adiknya.


Ternyata Deandra benar, mereka berada di dalam kamar Brian yang pintu kamarnya terbuka sedikit. Belum sampai Deandra mengetuk pintu sebuah perbincangan dari dalam mengurungkan niatnya. Ia turunkan kembali tangannya dan mendengarkan apa yang tengah di bicarakan Brian dan teman-temannya.


"Kau yakin orang tuamu tidak akan tahu?" tanya salah satu dari ketiga teman Brian.


"Kau tenang saja Dave. Aku yakin Brian akan melakukan segala cara untuk bisa balapan seperti malam-malan sebelumnya," sela teman Brian yang Deandra ketahui bernama Geralrd.


"Brian harus tetap ikut balapan malam ini untuk membungkam mulut si Jordy sialan," ucap teman Brian yang lainnya.

__ADS_1


Mengetuk pintu setelah semuanya Deandra dengar tentang acara nanti malam mereka, serta tempat diadakannya balapan. Mereka semua mengalihkan perhatiannya ke arah pintu yang sudah di buka dari luar oleh Deandra, dan memasang wajah tenang kembali seolah tidak ada terjadi apa-apa.


"Ada apa Kak?" tanya Brian menghampiri Deandra di dekat pintu.


"Turunlah ajak teman-temanmu untuk makan bersama," ucap Deandra sambil tersenyum kecil kepada teman-teman Brian membuat mereka terlonjak senang. Bagaimana tidak, Brian memiliki Kakak yang sangat cantik idaman pria pemuda seperti mereka. Jika saja di ijinkan oleh Brian untuk mendekati Kakaknya pasti mereka tidak akan mengsia-siakan kesempatan bagus itu. Tapi apalah daya, Jika Brian saja sudah melarang mereka menatap saja sudah di pelototi Brian apalagi sampai mendekati Kakaknya yang cantik itu. Pupus sudah harapan mereka.


Berjalan mengikuti Deandra dari belakang Brian berkata, " Apa Mommy yang masak?" tanya Brian terdengar ragu.


"Bukan. Kakak sendiri yang masak," ucap Deandra sambil menoleh ke belakang sesaat sebelum mengalihkan kembali arah pandangnya kedepan.


Brian yang mendengar itu, merasakan kerongkongannya langsung kering. Semakin ragu setelah Kakaknya lah yang memasak membuat Brian tidak enak hati. Ia tahu, Kakaknya ini dari dulu tidak bisa memasak. Brian sering di jadikan bahan percobaan pertama untuk merasakan aneka masakan yang selalu Deandra buat hingga terakhir kali membuat Brian harus masuk UGD. Berbeda dengan teman-temannya yang sangat bahagia bisa merasakan masakan buatan Deandra.


"Kak se....." belum usai Brian berkata, Deandra sudah melotot tajam padanya. Brian hanya menunduk pasrah.


"Maaf membuat kalian terlalu lama menunggu," ucap Deandra setelah mengambil duduk dekat Andrew sang kepala keluarga.


"Tidak apa sayang. Ya sudah kita mulai saja," ucap Andrew dengan piring yang sudah di ambil alih oleh istrinya untuk di isi masakan. Sama seperti Christian yang sudah di alaskan juga oleh Deandra membuat para keempat pemuda di meja makan merasa iri melihat itu.


"Kak ambilkan juga untukku, " pinta Brian sambil menyodorkan piring kosongnya.


"Kau ini....." kesal Deandra namun tetap ia isi piring kosong itu. Setelahnya Deandra pergi ke dapur dan kembali dengan membawa mangkuk yang berisi air juga lemon yang sudah terbelah.


"Wahhh! Enyaak bangeeut Kkak," ucap Brian sambil mengunyah penuh di dalam mulutnya.


"Telan dulu Brian," peringat Flora pada anaknya.


"Rendang buatanmu enak sayang, membuat Daddy ingin terus menambah," ucap Andrew menatap Deandra sayang.


Berbeda dengan yang lainnya memakai alat makan. Namun Deandra makan langsung menggunakan tangannya.


"Kak kenapa kau tidak menggunakan alat makan," kernyit Brian jijik.


"Sebelum makan Kakak sudah cuci tangan terlebih dahulu, memangnya kau! " delik Deandra.


"Lagian makan dengan rendang serta sambal ijonya lebih enak memakai tangan langsung," lanjut Deandra menyuap nasi ke mulutnya dan mengemut jari yang terdapat bumbu. Membuat Christian dan ketiga teman Brian meneguk ludah mereka masing-masing membuat pikiran mereka berkeliaran. Karena menurut mereka apa yang di lakukan Deandra sangat sexy di mata mereka. Berbeda dengan tatapan Brian yang jijik melihat itu.


Suara Andrew membuyarkan pikiran liar mereka, "Sepertinya memang enak makan seperti itu," ucap Andrew membuat Deandra menatap ayahnya.


"Tentu saja Dad. Coba Daddy rasakan," ucap Deandra sambil menyodorkan tangan yang telah ia isi masakannya. Andrew pun menerima dengan senang hati.


"Bagaimana Dad?" ucap Deandra yang menunggu pendapat Andrew.


"Enak sekali sayang, coba sekali lagi " ucap Andrew yang sudah di suap kembali oleh Deandra, terus seperti itu sampai ke empat kalinya.


"Dad kalau aku terus suapin Daddy kapan aku makannya," kesal Deandra yang berubah cemberut.


"Haha...maaf sayang, lagian makan di tanganmu bikin ketagihan. Kapan lagi Daddy bisa minta di suap olehmu. Apalagi nanti kamu akan menikah," sendu Andrew membuat Deandra menatap sedih ayahnya.


"Aaaa....Dad. Aku akan suapin Daddy lagi, " ucap Deandra yang sudah kembali menyuapi Andrew sambil tersenyum membuat Andrew langsung melahapnya.

__ADS_1


"Kak! Aku juga mau di suapin Kakak," ucap Brian membuat semua orang menatapnya. Heran dengan tingkah Brian yang merasa jijik. Kenapa sekarang minta di suapi, pikir mereka.


"No way! " ucap Deandra membuat yang lain menertawakan Brian yang sudah kesal.


Mereka pun makan dengan diselingi obrolan dengan Brian selalu menjadi bahan tertawaan mereka.


*****


Deandra dan Christian sudah berada di teras depan. Setelah acara makan bersama mereka usai. Dengan Deandra yang sudah di rangkul pinggangnya.


"Maafkan aku Sweety. Aku harus pergi ke kantor sangat tiba-tiba Theo memberiku kabar tentang urusan di kantor. Kamu yakin tidak akan pulang ke apartemen biar aku antar kamu dulu?" tanya Christian masih dengan rangkulannya pada pinggang Deandra.


"Nanti aku bisa pulang sendiri lagian aku masih ingin di sini. Sebaiknya kamu cepat pergi sekarang " ucap Deandra sambil mencium rahang Christian yang berbulu dan menggigitnya kecil.


"Sweety..." suara bariton Christian dan tatapannya sedikit sayu namun tajam. Membuatnya langsung menarik tengkuk Deandra dan menciumnya dalam. Mereka saling berbagi ciuman tanpa peduli pada terik matahari yang sangat menyengat.


"Hemmm," suara deheman dari arah belakang membuat mereka berhenti.


"Ahhh!" ringis Deandra sakit saat Christian menarik bibirnya sedikit di gigit sebelum tautan terlepas.


"Masuklah aku akan pergi sekarang," titah Christian sambil mencium kening Deandra mesra tanpa memperdulikan seseorang yang sudah kesal melihat tingkah mereka. Deandra melihat Christian masuk ke dalam mobil sampai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Kartawijaya.


"Terasa dunia milik kalian berdua, ya!" sebuah sindiran membuat Deandra memutar balik badannya melihat Brian tengah melipatkan kedua tangannya.


"Ya. Dan kamu hanya penumpang!" ejek Deandra sambil berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Brian yang sudah sangat kesal.


*****


.


.


.


.


.


.


.


.


*Next Chapter.....


Vote Like Follow!!


See U 😉*

__ADS_1


__ADS_2