Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 29


__ADS_3

Happy Reading....


.


.


.


.


.


.


.


Enjoooooyy......


*****


Warning!!!


"F**K!! QUEEN DEVIL!!" umpatan keras dari pria berambut coklat.


"Hello dude! Long time no see, Steven! " sapa Deandra kepada pria berambut coklat bernama Steven itu.


"Lo!" tunjuk Steven pada Deandra yang masih tetap berdiri pada posisinya,


"Iblis yang gue benci! Sekaligus iblis yang gue rindukan "lanjut Steven berjalan ke arah Deandra dan memeluknya erat.


"Lo masih marah juga ternyata?!" ucap Deandra yang masih didalam pelukan Steven.


"Marah pun percuma, karena gue terlalu sayang


sama lo! " ucap Steven menumpukkan dagu di atas kepala Deandra.


"I know! " ucap Deandra, dan tiba-tiba sebuah tarikan di pergelangan tangannya membuat pelukan mereka terlepas.


"Christian!!" teriak Deandra kaget saat Steven mendapatkan pukulan keras, dan cepat dari Christian. Hingga jatuh tersungkur di atas pasir.


"Don't touch my fiance! " ucap Christian tegas dengan rahang mengeras serta merangkul pinggang Deandra posesif.


"Sorry. Man! " ucap Steven setelah kembali berdiri, dan menyeka sedikit darah di ujung bibirnya pelan.


"What! You're the fiancee?! " lanjut Steven yang baru menyadari ucapan dari Christian, dan mengalihkan pandangannya pada Deandra.


"Nanti akan ku jelaskan padamu. Well, siapa pria yang bersama mu ini?" ucap Deandra yang penasaran pada pria disebelah Steven.


"Carlos kenalkan, dia Dean temanku" ucap Steven memperkenalkan pria berambut pirang pada Deandra. Sebelum hendak berjabat tangan Christian sudah memegang tangan Deandra digenggamannya erat. Steven dan Deandra hanya menyebutkan nama masing-masing tanpa berjabat tangan. Steven yang memaklumi tunangan Deandra yang sangat posesif.


"Apa yang kau lakukan?! " tanya Deandra pelan yang ditatap tajam Christian. Suara deheman membuat mereka menatap pada Steven, seakan sadar Deandra mengenalkan Christian.


"Stev dia Chris......" belum selesai Deandra berkata Christian menyelanya cepat.


"Christian calon suaminya" ucap Christian datar, dan dingin tanpa berjabat tangan. Amarah masih menyelimuti hatinya.


"Steven... orang yang pernah ada dalam hidup Dean! Mungkin hingga sekarang!" ucap Steven sengaja yang ingin membuat Christian marah.


"Sudahlah! Lo tidak ingin mendapat tinjuan lagi, kan?" ucap Deandra yang tau apa maksud Steven.


"Hanya sedikit memancingnya" ucap Steven membuat Christian, dan Carlos mengerutkan kening karena tidak mengerti apa yang di bicarakan mereka berdua.

__ADS_1


"Apa lo disini ada pekerjaan?" tanya Deandra pada Steven.


"Bekerja sambil liburan lebih tepatnya, dan lo?" tanya Steven balik.


"Perusahaan tempat gue bekerja mengadakan anniversarynya disini " ucap Deandra.


"Oh! Kalau gitu nanti gue kirim email, karena kontak gue baru. Dan sepertinya gue harus segera pergi. Dari pada gue harus dapat cap tangan calon suami lo, lagi!" ucapan Steven bergidik ngeri, membuat Deandra menatap Christian yang memang sudah terbakar emosi.


Steven dan Carlos pun pergi berlalu dari hadapan mereka berdua.


"Pakai ini! Aku tidak ingin lebih banyak lagi lelaki yang menatapmu lapar, dan kenapa tidak memakai kemejamu lagi? " ucap Christian sambil memasangkan kaos lengan pendeknya pada Deandra.


"Kemeja ku sudah basah oleh keringat. Kau sendiri melepaskan bajumu, apa kau tidak sadar semua wanita memandang ke arahmu" ucap Deandra kesal pada wanita‐wanita yang arah pandangannya pada tubuh Christian.


"You are jealous? " tanya Christian tersenyum penuh arti. Deandra yang melihat senyum Christian membuatnya tertegun. Kapan terakhir kali ia melihat senyuman Christian yang selalu membuatnya bahagia. Tersadar akan pikirannya segera ia enyahkan secepat mungkin.


"Tidak ada suatu alasan untukku harus cemburu" ucap Deandra sambil melenggang pergi menjauhi Christian, yang masih belum beranjak dari posisinya berdiri. Menatap ke arah punggung Deandra dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sweety....tunggu aku! " teriak Christian membuat Deandra berhenti melangkah, dan berbalik arah memandang Christian dengan kesal. Serta melihat sekitar yang membuat mereka menjadi pusat perhatian. Tanpa menunggu Christian yang berjalan ke arahnya, Deandra berbalik dan berlari, untuk segera kembali ke resort serta meninggalkan Christian di belakangnya.


Memasuki kamar tempatnya menginap seorang diri, karena Emilly dan Joya masih di pantai. Deandra hendak pergi ke kamar mandi. Namun sebelum ia akan mengambil pakaian ganti yang berada didalam kopernya, seketika membeku.


Kopernya, dan pakaian yang memang belum ia bereskan ke dalam lemari di ruangan ini sudah tidak ada. Mencari ke tiap sudut ruangan tetap tidak ia temukan. Hanya koper Emilly dan Joya saja yang masih ada di tempat. Mengambil ponselnya di atas kasur dan mendial kontak Emilly.


"Em, koper ku tidak ada! Hanya milikmu dan Joya saja yang ada di kamar" ucap Deandra panik.


"Apa! Bagaimana bisa? Kau sudah mencari kedalam lemari, bisa saja kamu menyimpannya di sana" ucap Emilly.


"Tidak ada, Em! Apa ada seseorang yang masuk ke dalam selain kita?" tanya Deandra.


"Tidak ada...Oh! Iya semalamkan Pak Christian ke kamar kita menemuimu, tapi beliau tidak membawa apa-apa setelah ia menciummu" ucap Emilly mengingat kejadian malam yang membuat Deandra berdehem canggung.


"Di mana kamarmu?" tanya Deandra, dan mematikan sambungan setelah mendapatkan jawaban.


Tok....tok...tok....


Mengetuk pintu sebuah kamar dengan keras dan terburu-buru.


"Kamu dat...." belum selesai orang itu berucap, Deandra menerobos masuk ke dalam, dan menghiraukan seseorang yang berjalan mengikutinya dari belakang.


"Di mana koperku Christian! Kembalikan sekarang juga! " ucap Deandra yang tidak menemukan kopernya sama sekali di dalam ruangan. Sebuah ruangan besar milik Christian pribadi. Christian yang mendengar perkataan Deandra menyeringai kecil tanpa Deandra tahu.


"Apa maksudmu, sayang? Kenapa menanyakan ke padaku?" tanya Christian dengan raut muka yang tenang.


"Jangan pura-pura tidak tahu Christian!


Berhenti kekanak-kanakan!" ucap Deandra penuh penekanan. Ekspresi tenang Christian luntur seketika di gantikan dengan raut datar, dan dinginnya.


"Siapa yang kau maksud kekanak-kanakan, Deandra?! Siapa yang terus menghindar dariku akhir-akhir ini? Tanpa mau mendengar penjelasanku! " ucap Christian masih datar dan dinginnya.


Deandra yang mendengar itu terdiam sesaat. Hingga akhirnya ia berkata, " Penjelasan seperti apa yang kau maksud?! " tanya Deandra.


"Penjelasan bahwa kau memadu kasih kembali dengan wanita terindahmu, itu yang kau maksud? Atau mungkin, kalian memang sudah lama memadu kasih selama ini dibelakangku. Dan pertunangan ini, hanya kedok untuk menyembunyikan hubungan kalian. Yang pada akhirnya sudah terpegok oleh publik.


"Apa aku sehina itu di matamu?" tanya datar Christian.


"Kenapa tidak kau tanyakan pada dirimu sendiri? Mengakui memiliki ikatan darah. Namun melakukan suatu hal yang terlarang. Apakah aku benar, jika menyebutkan hal itu sangat menjijikan?" tanya Deandra balik.


Christian yang mendengar itu terdiam sesaat.


"Apa yang kamu katakan benar, dan aku mengaku salah akan hal itu. Tanpa sadar, perbuatan bodohku dulu telah menyakiti kamu yang tulus mencintaiku" ucap Christian. Wajah datarnya berganti dengan raut penyesalan.

__ADS_1


Keterdiaman Deandra tidak membuat pikirannya diam, banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Christian sejak dulu, yang mungkin saja akan membuatnya semakin menyedihkan. Namun ia harus tahu apapun jawabannya. Ia tidak ingin menjadi wanita sepengecut dulu lagi.


"Christian..." jedanya, " Apakah aku pernah ada didalam hatimu saat itu?" tanya Deandra yang mendapatkan kebungkaman Christian membuatnya tahu apa jawabannya.


"Ha ha...bodohnya aku yang terlalu naif selalu berfikir. Hanya aku wanita satu-satunya, yang selalu ada di hatimu. Nyatanya, tidak ada? " tawa miris Deandra membuat hati Christian yang mendengarnya berdenyut sakit. Ia membiarkan Deandra untuk mengungkapkan segalanya.


"Selama aku menjadi kekasihmu, tapi di hatimu saja tidak ada namaku sama sekali! Kau anggap aku apa Christian?! Apa artinya aku bagimu? Ahhh!! Ya! Aku hanya wanita pengganti. Di tinggal pujaan hati, dan mencari wanita lain untuk melampiaskan amarahnya. Serta membuangnya setelah wanita pertama kembali lagi." lanjut Deandra mengepalkan kedua tangan disisi tubuhnya.


Sudah cukup Christian mendengarkan ucapan Deandra, yang membuatnya bertambah bersalah dan semakin menyesal. Segera ia raih tubuh Deandra masuk ke dalam pelukkannya, memeluknya erat.


"I'am sorry. Mungkin maafku tidak akan bisa menebus kesalahanku padamu. Tapi percayalah!


Setelah kamu pergi dari hidupku, saat itu juga hatiku merasakan kehampaan.


Saat aku pergi ke rumahmu ternyata kau sudah pergi. Meninggalkanku dengan penyesalan yang teramat besar. Menanyakan kepada orangtua mu mereka tidak memberitahukan kamu pergi kemana, dan selalu menyembunyikan keberadaan mu. Ketika aku terus mencari," ucap Christian melepaskan pelukannya berganti menangkup wajah Deandra dengan kedua tangannya yang besar.


"Pada akhirnya, aku mengambil alih perusahaan ayahmu. Hanya itu satu-satunya cara yang aku pikirkan agar kamu kembali. Ternyata benar! Kamu kembali demi keluargamu, dan aku segera mengikatmu dengan pertunangan ini" lanjut Christian menatap dalam Deandra.


"Tentang kabar yang beredar selama kau di London itu....." Christian menyela perkataan Deandra.


"Semua hanya kesalah pahaman. Laura yang saat itu memiliki pemotretan disana, serta menginap di hotel yang sama bertemu denganku.


Kami tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, selain sebatas sepupu, dan kami telah sadar. Apa yang dulu kita lakukan itu salah.


Laura kesini untuk menghadiri pesta anniversary perusahaan, dan akan menjelaskan padamu selama kita di London, serta meminta maaf kepada mu juga apa yang sudah terjadi dulu" ucap panjang lebar Christian sesekali mengusap pelan wajah Deandra.


Deandra yang merasa elusan itu tidak menampik bahwa ia merasa nyaman.


Saling menatap satu sama lain Deandra dengan pikirannya. Christian yang melihat ada keraguan di mata wanitanya kembali ia berkata, " Percayalah padaku dan beri aku kesempatan. Membuktikan bahwa selain ibuku, hanya kamu wanita yang selalu ada di dalam hati dan pikiranku. Aku ingin kita mulai semuanya dari awal lagi. Hemm! " ucap Christian dengan akhir meminta jawaban.


Meskipun masih sedikit gamang, dan ragu. Deandra akhirnya menyetujui untuk mereka memulai semuanya dari awal, dengan ia memberi anggukan yang langsung mendapatkan pelukkan hangat Christian.


"Terima kasih, Sweety" jedanya sambil mencium kening Deandra lama penuh perasaan. Melepaskan menatap kedua bola mata Deandra dalam.


"Aku mencintaimu" lanjutnya sambil mendekatkan wajahnya, dan mencium kembali. Namun kali ini ia arahkan bibirnya, pada bibir merah merona yang telah membuatnya kecanduan.


Menarik tengkuk Deandra untuk memperdalam ciuman yang ia lakukan, memagut, menghisap, menjilat sudut bibir Deandra tidak boleh ia lewatkan. Menggigit pelan agar Deandra membalas ciumannya. Ketika sedikit celah bibir Deandra terbuka, ia segera memasukan lidahnya. Mengabsen setiap gigi Deandra yang tersusun rapih satu persatu, menghisap kuat lidahnya. Hingga terdengar suara erangan Deandra yang membuatnya bahagia. Semakin bahagia lagi saat Deandra mulai membalas ciumannya. Membuat ruangan yang bersuhu dingin menjadi terasa panas, oleh kegiatan yang mereka lakukan.


*****


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Chapter.....


Like, Follow, Vote jangan lupa guys!!!


See You 😉

__ADS_1


__ADS_2