
Happy Reading....
*****
DEANDRA
"Aku tidak memperbolehkan mu pergi Deandra, " Ucapnya yang kulihat dari cermin, bersandar pada pintu dan melipat tangan di dada sedang melihat penampilanku, entah mengapa melihatnya yang seperti itu, apalagi lengan panjang kemejanya yang sengaja di lipat sampai siku ,membuat wajah ku panas, seketika ku alihkan pandangan ku.
"Aku tidak perlu meminta ijinmu ," balasku melihatnya lagi dari cermin sambil aku bersiap-siap, melihat pakaian ku lagi yang sekarang ini memakai baju lengan pendek di lapisi, kemeja garis-garis, skinny jeans ,dan sepatu vans silver dan rambutku di gerai.
(Bajunya sesuai yang di foto)
"Kau calon istriku, Deandra, "balasnya penuh penekanan di setiap kata dan menatapku tajam.
"Masih calon istrikan, jadi tidak perlu slalu mengatur ku, "Ucapku dan berjalan ke arah pintu yang masih di halanginya.iooq
"Baiklah, kau bisa pergi untuk sekarang, " ucapnya masih dengan wajah tanpa ekspresinya ,bergeser dari pintu. Namun perkataannya yang seperti itu malah membuat ku waspada , segera ku buang
Buru-buru aku keluar takut dia berubah pikiran, namun sebelum pintu tertutup rapat sempat mendengarnya berbicara, "Namun, tidak untuk nanti, " yang hanya ku acuhkan saja, menekan tombol, dan memasuki lift untuk turun ke bawah.
Ku lihat Devan berdiri di lobby, sesampai nya aku keluar dari lift dan saling menghampiri.
"Kau tidak pernah berubah Dean, " ucap Devan di hadapanku, dan menatapku dengan intens.
__ADS_1
"Selalu saja Cantik, "Lanjutnya , yang membuatku memutar bola mata.
"Dasar, Playboy cap kadal, " Dengusku dan tertawa bersama.
*****
Campo de' Fiori adalah sebuah pusat alun-alun atau tanah lapang luas di Roma, dari buah, sayur, dan berbagai macam jenis lainnya.
Aku dan Devan mengelilingi wisata yang di sebut-sebut favorit ini oleh penduduk di sini, berbagai makanan yang ku makan dari stand ini ke stand lainnya , tidak lupa membeli accesoris untuk-untuk oleh di rumah.
"Sebaiknya kita pulang Dev, hari mulai gelap juga'" Ucapku yang memang hari tengah memasuki malam, dan sudah terlalu lelah juga untuk menjalankan wisata lagi.
kenapa juga dia peduli padaku, heh!, pikirku lagi.
****
Berdiri cukup lama di depan pintu kamar Hotel ku membuat ku belum berani untuk membukanya, "Haissh kenapa juga harus di pikirkan ini kan tempatku juga " Gerutuku kesal. Hanya ruangan gelap sedikit cahaya dari lampu tidur saat aku membuka pintu, berjalan pelan dan hendak mencapai pintu kamar mandi, ruangan pun terang yang membuatku terkejut, dan di sanalah pria yang sialnya tampan, yang hanya memakai celana piyama panjang, berwarna maroon, berbahan halus tanpa atasan yang memperlihatkan dada bidang yang liat, kulit eksotis dari pantulan cahaya , bahu kokoh nan berotot, yang nyaman untuk bersandar, hingga membuatku lupa sesaat, hingga suara berat dan serak menyadarkan ku kembali dari Dewi fantasi liarku.
"Apa kau tidak punya jam, dan tidak tahu sudah berapa jam kau keluar, " Tanyanya dengan tatapan yang terlihat marah.
"Maaf, karena terlalu senang aku jadi lupa waktu, " jawabku berusaha tenang dengan menatapnya tanpa kehilangan fokusku pada tub... ahh sial, ku gelengkan kepalaku untuk tetap waras. Ku lihat dia mengangkat satu alisnya dengan tingkahku.
"Sebaiknya aku bersih-bersih dulu, " alihku buru-buru masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Ku lihat dia berbaring di atas ranjang, mungkin sudah tidur pikirku. Melangkah naik ke atas kasur dan ku baringkan tubuhku di sisinya yang kosong. Dan betapa nyaman dan empuknya kasur dari lelahnya seharian ini.
Terkesiap kaget saat tangan besar dan kokoh tiba-tiba saja memelukku, ku alihkan pandanganku ke samping, sepasang mata biru tajam menatap dalam padaku.
Mencoba melepaskan pelukkannya dari perutku,
"Bisakah, kita memulai dari awal Deandra, "Suara yang menghentikan aku yang mencoba melepaskan pelukkannya membuatku tertegun.
"Beri aku kesempatan tidak akan mengecewakanm, menyakiti apalagi mengkhianatimu... ,"jedanya yang masih ku dengarkan.
"Maafkan aku, karenaku dulu yang membuatmu kehilangan binar di matamu , betapa bodohnya aku tidak mengejar dan mencegahmu pergi, kehilanganmu di sisiku membuat ku menyesal betapa pentingnya kau bagiku, maaf... maafkan aku Cesaa, " Ungkapnya panjang lebar dengan akhiran panggilanku dulu yang pernah membuatku merasa di cintai.
"Tidurlah, besok kita masih harus bekerja lagi, " Lanjutnya yang tidak mendengar balasanku, memutar tubuh membelakanginya yang ku lakukan, sebelum kantuk menghampiriku,
Hembusan nafasnya, terasa di tengkuk leher belakangku, "I Love You So Much Baby, " Setetes air mata ku mengalir dengan begitunya , di mana suara beratnya mendengung tepat di telingaku dan pelukkan hangatnya di perutku dengan erat.
*****
**Sekilas info aja nih guys, mau bikin cerita baru lagi pernikahan juga yang pasti nya gak kalah seru kok ,sedikit ada actionnya juga. Lihat aja di akun aku aja.
Cerita ini tetap lanjut kok tenang aja, sempat kesal 2 bab ke hapus ðŸ˜ðŸ˜ jadi yah gitu bakalan lambat update, gak bakalan tentu seminggu bakalan berapa kali update nya yang pasti selalu update walau cuman sekali.
Hatur Thank U 😀
Like and Vote nya guys**...!!
__ADS_1