
Happy Reading....
*****
DEANDRA
Dan di sinilah aku, duduk diam di dalam mobil bersama pria yang sedari tadi trus ku umpat sedang mengemudi dengan wajah datarnya ke arah depan,berapa kalipun ku menolak ajakannya tetap saja dia memiliki seribu alasan agar aku tetap pergi dengannya.
"Bagaimana kabarmu Cessa? "ucap Christian
"Panggil saya Deandra Mr. Miller "ucapku formal.
"Christian! Panggil aku Chris! Seperti kau memanggilku dulu "ucap Christian yang ku balas dengan deheman.
"Di mana kita akan makan hari ini? " tanya Christian, menoleh padaku karena tidak mendengar jawabanku, yang membuatnya menghela nafas kasar.
*****
Di sinilah kita berada di salah satu restoran mewah di Manhattan. Interior desainnya memiliki ciri khas ala Eropa yang membuat restoran ini mewah dan tentunya mahal, sayangnya disini tidak ada menu nasinya, karena sudah terbiasa di Indonesia selalu makan nasi jadi di sini merasa aneh, sepertinya nanti setelah sampai rumah aku harus meminta di masakkan nasi oleh ibuku.
"Bagaimana kabar mu, Deandra, "ucap Christian membuat aku harus berhenti mengagumi restoran ini.
"Baik, " ucapku singkat.
"Aku senang, kita bertemu kembali, "ucap Christian menatapku.
"Ya, dengan cara seperti ini, "ucapku datar.
"Kau tidak berubah Chris! sama seperti dulu , "ucapku sinis dengan akhir kalimat bahasa yang membuatnya menatap ku bingung, Ya aku senang mengumpat dia dengan tidak di mengertinya.
Pelayan datang mengantar pesanan dan kami berhenti bicara dan aku terus fokus pada makanan ku walau tahu sedari tadi dia tetap memperhatikanku.
"Terimakasih, atas makan siangnya Mr. Miller, saya permisi" Ucap ku dan sambil berlalu yang di ikuti olehnya.
"Biar aku mengantar mu ,"ucap Christian.
"Tidak perlu, saya bisa pergi naik taxi saja, permisi, "ucap ku sekali lagi dan berlalu.
"DEANDRA!! "bentaknya dan menarik tanganku hingga kita berhadapan.
"Aku bilang tetap akan mengantarmu, " lanjutnya masih dengan suara tingginya yang langsung ku tepis tangan nya.
"CUKUP CHRISTIAN!! "Bentakku tak kalah kerasnya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan lagi, HAH!, tidakkah cukup dengan aku menuruti kemauanmu, aku berusaha menerima pernikahan ini dengan pria yang pernah menyakitiku, apa kau pikir aku menerima sepenuhnya TIDAK CHRIS!! Tapi, aku tidak boleb egois demi keluargaku, apa kau PUAS !!," ucap ku dengan nada emosi penuh penekanan dan langsung masuk mobil taxi tepat saat aku berbalik meninggalkan nya,
"Maaf, "ucapnya yang sempat membuatku terdiam namun ku langkahkan lagi.
"DEANDRA ,"panggil Christian yang tak ku hiraukan masih terdengar dia memanggilku.
*****
"Sayang kamu pulang nak, " ucap Ibuku dari arah dapur.
"Ya, Mom aku ke kamar dulu mau istirahat, "ucapku sambil berlalu walau aku tahu pasti Ibuku ingin bertanya lanjut kenapa aku pulang tidak bersama Ayahku.
Saat aku keluar dari kamar,ku lihat Ayahku sudah pulang duduk bersama Ibuku di ruang keluarga .
"Sini, Sayang... "panggil ibuku dan aku duduk di antara mereka.
"Kau sudah bertemu dengannya ,"ucap Ibuku yang aku tahu dia itu siapa yang ku balas hanya deheman.
"Pesta pertunangan seperti apa yang ingin kau inginkan sayang, " ucap Ibuku.
"Cukup hanya keluarga kita saja Mom, hanya pertunangan saja kan, tidak perlu berlebihan"ucapku.
"Daddy sudah menyiapkan keperluanmu di sana nanti, Christian meminta setelah acara pertunangan kalian ingin besoknya pergi kesana ,"Ucap Ayahku yang membuat aku ingin sekali memukul wajahnya yang selalu memerintah itu.sial umpatku dalam hati.
"Hemm. Dimana Brian, Mom ? aku belum melihatnya, "ucapku berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Dia di kamar sayang tolong kamu panggilkan suruh dia turun, kita akan makan malam, "ucap Ibuku
"Ya, Mom, "ucapku sambil berlalu kekamar Brian.
*****
Di sinilah aku dan brian di depan sebuah *club* malam yang cukup terkenal, setelah aku dan keluarga makan malam bersama, aku dan Brian memutuskan mengisi malam ini ke sini, dan orangtua ku bukan orang tua kuno. Jadi, tidak terlalu mempermasalahkannya asal aku dan adikku tahu batasannya. Aku yang memakai atasan crop top putih dan jaket kulit berwarna hitam, dan hot pants bergaris sobek-sobek, di ujung berwarna biru kusam, dan adikku celana panjang navy serta baju kaos hitam. Segera melangkahkan masuk ke dalam. Well...!! Sepertinya Brian sering kesini begitu mereka menyapa adikku.
"Berapa sering kau kesini?" tanyaku setelah kami duduk di salah satu sofa dan memesan minuman kami.
__ADS_1
"Tidak terlalu sering, dan aku hanya minum-minum saja bersama teman-temanku, "ucapnya cepat saat aku menatapnya dengan sebelah alis naik seakan tahu ,apa yang aku pikirkan.
"Walau pun kau sudah, bisa meminum alkohol bukan berarti kau melakukan lebih dari ini, "ucap ku sambil menunjuk minuman yang dia pesan.
"Dan, kenapa kakak malah memesan jus ?"tanyanya.
"Apa ada masalah !! "jawabku.
"Tidak !! Hanya saja kurang tepat. Apa kakak tidak bisa meminumnya?"tanya adikku curiga.
"Bisa !! Hanya saja, aku sedang ingin minum jus. Yang penting aku bayarkan!! "jawabku.
"Hemm, iyaa sih "ucap Brian merasa tidak puas jawaban ku.
"Hi buddy ! How are you ?"sapa seorang pria, ke pada Brian.
"Cewek baru lagi!! Man ? " tanya pria itu membuat aku menatap tajam adikku yang salah tingkah, ingatkan aku saat tiba di rumah untuk memukulnya.
"I'am fine!! She is my Sister !! Baru balik dari Indonesia, "ucap adikku tanpa melihatku
"Saya kira, pacar kamu yang ke berapa lagi ! Man "ucap pria itu.
"Hi, Saya Gerald teman kampus Brian. Saya tidak menyangka Brian mempunyai kakak secantik kamu !!"ucap Gerald dengan nada merayunya.
"Dean, "balasku datar sambil berjabat tangan denganya.
" You, come here yourself ? "tanya Brian.
" No, I'm waiting for the others. They are on the way to here. You and your Sister, just join us "ucap Gerald.
Tidak berapa lama teman-teman Brian. Pria dan ada juga wanita yang baru tiba, dan mereka gabung dengan kami juga. Brian memperkenalkan aku pada mereka.
" I guess you broke up with Kiara, and immediately got a new crush !! But apparently, it's your Sister. "ucap salah satu teman Brian. Dan wanita yang bernama Kiara itu, tidak menatap ku tajam. Seperti, perkenalan awal kami, dan sekarang aku yang menatap tajam ke arahnya!! Dan juga Brian yang langsung membuat mereka ciut, harus ku ingatkan lagi bukan hanya memukul adikku ini. Tapi menasihati adikku. Kenapa dia harus memilih wanita dengan make up berjalan ? Itu muka apa badut Ancol tebal banget riasannya. Entah apa yang merasukimu Brian !! Seperti inikah type adikku ? Dan ucapan salah satu teman Brian membuyarkan lamunanku.
"Jadi ? Giliran siapa, dari kita yang akan main Dj ? untuk mengalahkanku malam ini ? " tanya teman Brian sombong.
" Just Brian! Isn't it your turn ?! How could you lose to your Playboy title !! "ucap teman Brian yang langsung membuat ku, menatap adikku sangat tajam ! Dan harus ku ingat lagi ! Sepertinya, dia harus tidur di luar rumah saja.
*****
Like and Recomennd
Follow
__ADS_1
Typo Bertebaran!
See U 🙋