
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
*****
"Sedang apa kamu sayang?" tanya sebuah suara Christian dari belakang dan memeluk serta mencium pipi kanan Deandra.
"Oh. Kamu sudah selesai dengan pekerjaanmu Christian? Kebetulan sekali aku telah selesai masak untuk kita." ucap Deandra sambil menyajikan masakan terakhirnya ke dalam wadah, dan menyimpannya di atas meja.
"Cepat duduk perutku sudah kelaparan." ucap Deandra melepaskan lilitan tangan Christian yang masih bergelayut pada pinggangnya. Christian pun menurut karena tidak ingin membuat istrinya tambah kelaparan lagi. Mereka pun makan dengan khidmat dan tenang.
"Chris, kenapa rumah ini harus di bangun di sini?" tanya Deandra sambil menyuap di sela makannya.
"Aku hanya ingin saja Sweety. Apalagi di sini nyaman dan sejuk serta jauh dari kebisingan kota." jawab Christian. Deandra yang mengerti menganggukkan kepalanya, paham. Ia pun merasa nyaman dengan suasananya.
"Oh, iya Sweety. Nanti kita ke M.C Mall aku ingin membeli beberapa pakaian kerjaku," ucap Christian.
Fyi, keluarga Miller bukan hanya memiliki bidang perhotelan dan perbank-an, tapi juga memiliki pusat perbelanjaan terbesar di New York salah satunya Miller Center Mall.
"Aku lihat di wardrobe kamu memiliki banyak stel baju kantor?" heran dengan Christian yang membeli baju, padahal ia lihat banyak pakaian yang masih baru - baru terlihat dari label branded yang masih belum di lepas.
"Aku ingin membelinya bersama mu Sweety. Kita belum pernah berbelanja berdua, dan kamu tidak pernah meminta apapun selama kita bertunangan. Aku ingin saat ini, setelah kamu menjadi istri ku untuk menggunakan semua uangku itu pun uangmu juga Sweety,"
"Dan ini, pegang dan pergunakanlah sesukamu."lanjutnya sambil menyodorkan sebuah black card, dan beberapa kartu lainnya.
"Apa tidak berlebihan Christian?" tanya Deandra sambil menatap semua kartu di atas meja.
__ADS_1
"Tidak Sweety, itu hak mu sebagai istriku. Aku tidak keberatan kamu menggunakan semua uangnya, malahan itu membuatku senang." sahut Christian.
"Ok! Aku ambil semua. Thank you sayangku." ucap Deandra. Mengerti dengan raut bingung Christian, Deandra berkata lagi, " cari saja apa kata terakhir ku barusan."
"Apa tidak sekarang saja Sweety?!" pinta Christian.
Deandra menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Jika aku tahu artinya, apa kamu akan memberikanku hadiah?" tanya Christian dengan ia mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan juga.
"Hadiahku adalah kata yang harus kamu cari itu." ucap Deandra sambil tersenyum. Membuat Christian bersemangat untuk mencari tahu.
Mereka pun kembali melanjutkan acara makan mereka.
*****
Pertama kali masuk menginjakkan kaki ke dalam pusat perbelanjaan. Mereka berdua Christian dan Deandra sudah menjadi pusat perhatian orang - orang yang akan berbelanja. Kaum hawa yang menatap Christian mendamba, berbinar. Dengan tampilan Christian yang berbeda dari biasanya jauh dari pakaian formalnya. Ia mengenakan atasan baju lengan pendek abu yang memperlihatkan otot lengannya yang kekar, serta celana pendek pleated berwarna mocca, dan sepatu sporty- nya.
Sebaliknya, sebagian dari mereka menatap Deandra iri dan sinis. Berbeda dengan kaum pria yang mendapatkan tatapan tajam Christian, karena mereka dengan terang - terangan menatap Deandra terpesona. Rambut coklat terangnya yang di gerai, baju atasan sabrina warna biru, serta mengenakan celana jeans pendek putih selutut, dan sneakers putihnya yang membingkai kaki jenjang nan mulusnya. Membuat tampilan Deandra yang sederhana terlihat cantik, dengan ia ber make - up tipis. Christian yang berada di sampingnya dari tadi tidak lepas untuk melepaskan rangkulan di pinggang istrinya.
"Apa aku harus membubarkan semua orang yang berada di sini, " gumaman Christian yang terdengar oleh Deandra membuatnya mendapatkan cubitan kecil di pinggangnya.
"Awshh!! "ringisnya.
"Jangan melakukan hal yang kamu pikirkan saat ini. "bisik Deandra melotot ke arah Christian.
"Tidak usah kamu pedulikan Christian. Anggap saja mereka manekin," ucap Deandra malas.
"Apa kamu tidak sadar?! Wanita - wanita di sini terus menatap mu sedari tadi." lanjutnya kesal.
"Kamu cemburu Sweety?" ucap Christian sambil tersenyum menggoda. Spontan jeritan wanita-wanita terdengar, dan itu membuat Deandra meninggalkan Christian sambil bersungut - sungut.
"Sweety, ini sangat cocok jika kamu memakainya." ucap Christian sambil menyodorkan sebuah gaun yang selalu di abaikan Deandra.
""Sweety, baby, please don't be angry anymore, I'm sorry dear, please?" pinta Christian sambil memeluk Deandra. Pramuniaga yang berada di dekat mereka merasa canggung, melihat keharmonisan sepasang suami istri baru itu.
"Iya, iya, sekarang lepaskan. Apa tidak malu di lihat orang lain." ucap Deandra seraya melepaskan lilitan tangan suaminya.
"Kenapa harus malu Sweety, ada juga sepasang kekasih yang berciuman di tempat umum. "ucapan Christian menghentikan aktivitas Deandra yang sedang memilih sebuah dress.
Berbalik dan menatap ke arah Christian, "Christian selama beberapa tahun ini aku tinggal di negara Daddy ku yang kebudayaan etika nya masih kental. Jadi ketika kamu berbicara seperti itu, aku sebagai seorang wanita merasa tidak memiliki harga diri lagi." ucap Deandra datar dan meninggalkan Christian begitu saja. Salah dengan perkataannya, ia mengejar istrinya yang berjalan ke arah pintu keluar.
Namun sebelum itu, sepasang mata tidak pernah lepas dari salah satu pasangan pengantin baru itu.
"My Dee" gumam seseorang yang tampak berdiri melihat mereka dari jauh.
*****
Saat ini mereka di dalam mobil tengah dalam perjalanan pulang, dengan di kemudikan oleh seorang sopir.
__ADS_1
"Sweety, maafkan aku. Bukan maksud ku se......"
"Aku tahu Christian. Aku saja yang berlebihan, karena belum terbiasa dengan kebudayaan di sini. "sela Deandra tidak ingin memperpanjang semuanya.
"Tidak Sweety, aku yang salah. Maafkan aku Dear." ucap Christian sambil mencium kedua tangannya, serta memeluk Deandra erat. Setelah Deandra menganggukkan kepalanya.
35 menit kemudian, mereka sudah tiba di kediaman dengan beberapa papper bag yang sudah di bawa masuk oleh pelayan. Melihat kebingungngan istrinya Christian berkata, "Mereka para pekerja yang ku datangkan setelah kita pergi tadi." ucapnya ketika sudah berada di dalam kamar mereka berdua.
"Apa tidak berlebihan Chris memiliki pelayan sebanyak itu?" tanya Deandra sambil melepaskan sneakers, dan memijat pergelangan kakinya yang merasa sedikit pegal.
"Tidak Sweety, malah aku rasa pekerja yang ku datangkan tadi merasa kurang untuk mengurus rumah ini," jawab Christian.
"Apa perlu aku tambahkan lagi seorang pekerja, Sweety? " lanjutnya.
"Tidak perlu Christian, aku bisa membantu mereka juga, kok." ucap Deandra.
"Itu yang tidak aku inginkan Sweety. Aku tidak ingin jika kamu harus susah payah mengurus semua, karena aku tidak mau melihat mu kecapean Sweety." ucap Christian penuh perhatian sambil duduk di sofa di samping istrinya.
"Tenang saja, aku tidak akan kecapean gara-gara mengurus rumah. Lagian banyak yang membantuku juga, kan? "
Mau tidak mau, Christian pun mengalah dengan ke keras kepalaan istrinya.
"Baiklah." ucapnya mengalah.
"Nah, gitu dong sayangku." ucap Deandra sambil mencium pipi Christian.
"Aku senang kamu memanggilku seperti itu, sayangku."
"Ah! Jadi kamu sudah tahu." tebak Deandra.
"Hmm. Jadi mana hadiahku." tagihnya membuat Deandra mendengus kesal.
Sebuah ide muncul di dalam pikirannya.
"Hadiah mu akan datang, tapi sebelum itu. Kamu pejamkan mata mu dulu." titah Deandra.
Melihat Christian yang sudah memejamkan matanya. Deandra mengarahkan tangannya ke rahang tegas yang sedikit berbulu itu, mengusapnya lembut. Hingga sebuah senyuman terbit di bibir Christian.
Deandra yang melihat itu menyentil keras kening Christian dengan ibu jari, dan telunjuknya. Lalu segera pergi ke arah kamar mandi dengan bantingan keras pintu kamar mandi.
"Ouch!! SWEETYYYY!!" teriak Christian menggelegar serta suara tawa keras sebagai jawabannya.
*****
*Next Chapter.....
Like Follow Vote Guys!!!
See U 😘*
__ADS_1