Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 88


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"CHRISTIAN!!!" Suara menggelegar dari seseorang membuat mereka terkejut. Christian tersadar akan posisinya, mendorong kursinya ke belakang dan mendorong Angela begitu saja ke atas ubin sangat kasar.


Di sana di depan pintu yang terbuka seseorang berdiri menatap mereka datar, kecewa, serta marah bersamaan.


"Sweety," Ucap Christian terkejut saat istrinya lah yang mempergoki mereka dalam posisi yang siapa saja melihat akan salah paham.


Deandra berdiri menatap suaminya datar dengan


kekecewaan yang besar. Haruskah untuk yang kedua kalinya, ia mempergoki Christian yang berciuman dengan wanita lain. Melihat itu mengingatkannya saat beberapa tahun yang lalu. Dulu Christian yang berciuman dengan sepupunya, dan kali ini Christian berciuman dengan sekretarisnya. Untuk yang kedua kalinya ia di hancurkan oleh Christian dengan cara mengkhianatinya. Dosa apa yang telah ia lakukan sehingga Christian berbuat seperti itu kepadanya.


Suara Christian membuyarkan lamunannya.


"Sweety, itu tidak yang seperti kamu lihat." Lanjutnya sambil berjalan menghampiri istrinya, begitu pun Deandra yang berjalan maju menghampiri suaminya sambil menenteng tas mahalnya.


"Jadi jika aku tidak melihat dan mempergoki, kalian akan berbuat lebih dari itu." Sarkas Deandra dengan pandangan yang di alihkan kepada Angel.


"Apa mungkin kalian di belakangku sudah berbuat lebih yang ku lihat tadi." Lanjutnya.

__ADS_1


"Tidak Sweety!" Bantah Christian membuat Deandra menatap suaminya.


"Aku mencintainya sebelum kau hadir di hidupnya." Ucap Angela sinis mengalihkan pandangan Deandra kepada nya.


"Ooh!! Ternyata si ja*lang berbicara." Sarkas Deandra menatap tajam Angela.


"Sweety jaga perkataanmu." Peringat Christian karena tidak ingin calon anaknya mendengar perkataan kasar ibunya. Namun bagi Deandra itu seperi pembelaan Christian terhadap Angela. Sama seperti Angela yang salah arti merasa di bela oleh Christian membuatnya sangat bangga serta senang.


"Kau membelanya SIA*LAN!!" Teriak Deandra kasar.


"Deandra!!" Bentak Christian dan itu membuat Christian menyesal setelahnya.


BRAKK!!!


Hal yang tidak terduga terjadi, Deandra menampar wajah Christian dengan menggunakan tas merahnya. Membuat Christian terhuyung hanya saja tidak sampai terjatuh ke lantai.


"APA YANG KAU LAKUKAN!!" Teriak Angela marah.


BRAKK!!


Sama seperti Christian, Deandra pun menampar Angela menggunakan tas merahnya. Berbeda dengan Christian, Angela sudah terkapar di atas lantai dengan posisi miringnya.


"Berani - beraninya kalian berteriak di hadapanku. Apa kalian pikir aku akan diam saja setelah kalian mencoreng harga diriku." Ucap Deandra datar.


Membuat Christian yang sempat syok apa yang terjadi barusan kembali sadar. Melihat ke arah Angela yang sudah tergeletak sambil memegang sebelah wajahnya.


"Deandra. Apa kamu sadar dengan apa yang telah kamu lakukan." Ucap Christian sambil membantu Angela berdiri, dan semua itu tidak pernah lepas dari pandangan Deandra membuatnya terkekeh miris.


Setelah membantu Angela berdiri, Christian menghampiri istrinya. Namun langkahnya terhenti saat Deandra mengangkat telapak tangannya tanda dirinya tidak ingin di dekati oleh Christian.


"Wow !! You guys are so romantic. One is a *****, and one is a bastard. You guys are a great match, you are a BUCKET !!!" Ucap Deandra kasar sambil menunjuk Angela, dan Christian bergantian. Membalikkan tubuhnya, berjalan pergi ke luar ruangan yang membuatnya seperti di neraka.


Christian yang melihat Deandra pergi dari ruangannya, meraup wajahnya kasar. Ketika hendak mengejar, raut wajah serta suara dingin Christian berikan ke pada Angel.


"Bereskan semua barang - barangmu Angela. Kau tidak bekerja lagi di sini ataupun menginjakkan kaki di perusahaanku lainnya." Ucapnya dingin.


"Aku tidak mau Christian!! Apa kamu tidak lihat perbuatan istrimu terhadap wajahku."


Ucapan Christian sontak membuat Angela berbicara cepat sambil memperlihatkan pipinya yang terlihat beberapa goresan, membuatnya meringis saat tidak sengaja tersentuh oleh jarinya.


"Akan ku kirim kompensasi dan juga biaya untuk kau ke rumah sakit, " Ucap Christian menatap Angel datar.


"Jangan pernah kau tampakkan lagi wajahmu di hadapanku!!" Lanjut Christian dingin, dan setelah itu Christian keluar dari ruangannya mengejar istrinya meninggalkan Angel yang terdiam bungkam.


Christian yang keluar dari kantornya tidak menemukan sama sekali keberadaan Deandra. Ia pun mengecek CCTV lewat ponselnya, dan melihat Deandra yang masuk kantornya yang di antar Ares. Namun saat keluar pergi dari kantornya, dan memasuki mobil, itu bukan mobilnya. Deandra pergi dengan mobil lain bersama dengan seorang pria yang ia kenal.


Membuat Christian mengeraskan rahangnya, saat Deandra pergi dengan pria lain, dan lancangnya pria itu merangkul istrinya.


"SHIT!!!

__ADS_1


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Terima kasih Mario untuk tumpangannya," Ucap Deandra sambil akan membuka pintu mobil. Namun terhenti saat seseorang di sampingnya berbicara.


Saat Deandra pergi keluar kantor Christian dan tidak menemukan mobilnya yang di bawa Ares. Di saat itu juga ia melihat Mario yang baru saja keluar dari mobilnya, dan Deandra tidak ada pilihan lain selain meminta Mario untuk mengantarkannya pergi dari sana. Dengan mata yang berkaca - kaca, tentu itu membuat Mario khawatir sekaligus senang bisa berduaan dengan orang yang masih ia cintai. Walaupun itu hanya sesaat saja, dan di sinilah mereka di dalam mobil Mario yang sudah berhenti di depan rumah keluarga Miller.


"Aku tidak tahu apa masalahmu, tapi jika kamu tidak bisa menahannya menangislah." Ucap Mario.


Deandra menghela napas pelan, dan berbalik menatap Mario sambil menyunggingkan senyumnya.


"Terima kasih Mario." Ucap Deandra keluar dari mobil mengabaikan perkataan dari Mario.


"Hm, hati - hati." Ucap Mario menatap punggung Deandra yang menjauh dari mobilnya. Mengusap wajahnya kasar, dan menjalankan mobil pergi dari sana setelah sesosok Deandra tidak terlihat lagi.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Lho?! Sayang, ternyata kamu. Mommy kira siapa yang datang. Bukannya kamu sama Christian mau pergi ke dokter kandungan. Apa kalian sudah selesai?" Ucap Marissa terkejut saat ia membuka pintu orang yang di hadapannya adalah menantu kesayangannya.


"Tapi mana suamimu? Kamu datang ke sini di antar siapa?" Tanya Marisa lagi sambil melihat ke arah belakang menantunya, namun tidak ada menemukan siapapun.


"Christian sibuk di kantornya Mom, jadi aku ke sini di antar sopir. Bagaimana jika Mommy saja yang mengantarku chek - up ke dokter." Ucap Deandra segera mengalihkan pembicaraan mereka.


"Anak itu ya, terus saja sibuk sampai mengantar kamu ke dokter saja tidak punya waktu. Biar nanti Mommy yang marahin saja Christian. Ya, sudah. Kita berdua saja pergi ke dokternya, Mommy juga ingin melihat calon cucunya Mommy." Ucap Marissa semangat sambil merangkul bahu menantunya masuk ke dalam. Menunggu ia untuk siap - siap terdahulu.


"Daddy kerja Mom?" Tanya Deandra saat melihat Marissa yang turun tangga dari kamarnya, serta melihat suasana rumah yang terlihat sepi tidak menemukan keberadaan Stevano, ayah mertuanya.


"Daddy sedang pergi perjalanan bisnis keluar kota sayang, " Jawab Marissa. Deandra mengangguk ketika mendengarnya. Mereka pun segera pergi berangkat ke rumah sakit, dengan Marissa yang membawa mobilnya sendiri.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Ibu jangan terlalu setres, ya. Jangan terlalu banyak pikiran juga. Kandungan ibu tegang sekali, pasti ibu saat ini merasa sakit." Ucap Claudya. Dokter kandungan tiap Deandra melakukan pemeriksaan kehamilannya. Deandra menganggukkan kepalanya, karena memang saat ini perutnya terasa sakit.


"Apa menantu, dan calon cucu saya tidak apa - apa, Dok? " Tanya Marissa sedikit cemas. Setelah mereka selesai pemeriksaan.


"Karena si ibu, dan janinnya kuat, semuanya baik - baik saja." Jawab Claudya dengan senyum hangatnya.


"Saya kasih resep vitaminnya, ya bu. Jangan lupa di minum sampai habis." Lanjut Claudya sambil mencatat, serta menyerahkan kertas resep yang langsung di ambil oleh Marissa.


"Terima kasih dokter. Kalau begitu kami permisi." Ucap Marissa.


"Sama - sama bu. Ya, silahkan." Ucap Claudya sambil memperhatikan kedua orang itu keluar ruangannya.


"Kamu tunggu di sini ya sayang. Mommy tebus obatmu dulu." Ucap Marissa pergi meninggalkan Deandra yang duduk di kursi tunggu. Menunggu ibu mertuanya yang sedang menebus obat di apotek rumah sakit ini, sambil mengelus perut besarnya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter......


Vote, like, and follownya guys.

__ADS_1


See U 😉


__ADS_2