Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 89


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


WARNING!!! 21+


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Jika kamu ada masalah dengan Christian, kamu bisa cerita sama Mommy atau Mommy kamu, ya sayang. Jangan di pendam sendiri, apalagi sampai kamu setres sampai kandungan kamu tegang begitu." Ucap Marissa ketika sudah sampai di depan halaman rumah menantunya, masih di dalam mobil.


"Tidak ada kok, Mom. Mungkin karena aku terlalu banyak bergerak, makanya kandungan ku menjadi tegang." Ucap Deandra.


"Apa Mommy tambahkan saja pembantu di rumah kalian," Ucap Marissa.


"Tidak perlu Mom. Sehabis ini aku akan langsung istirahat, kok." Tolak Deandra.


"Ya, sudah. Kamu harus banyak - banyak istrirahat." Ucap Marissa.


"Ya, Mom. Aku pamit ya, Mom. Mommy hati - hati nyetirnya, pelan - pelan aja bawa mobilnya." Ucap Deandra perhatian, membuka pintu mobil dan menutupnya.


"Iya sayang, bye." Ucap Marissa dengan jendela mobil yang di turunkan.


"Bye Mom." Ucap Deandra sambil melambaikan tangannya.


Deandra berjalan ke arah teras rumahnya, terlihat mobil hitam Christian yang sudah terparkir di depan halamannya. Deandra menautkan kedua alisnya bingung, karena ini belum waktunya Christian pulang dari kantor. Deandra mengendikkan bahunya tidak peduli. Pintu rumah yang sudah terlebih dahulu di bukakan oleh salah satubpembantunya, Deandra berjalan ke arah rumahnya. Melewati ruang tamu yang ternyata sudah ada Christian yang tengah duduk bersidekap menatapnya tajam. Namun Deandra abaikan begitu saja, tanpa mau melirik sedikit pun.


Baru saja Deandra menutup pintu kamarnya, dan berjalan menjauhi pintu tiga langkah. Tiba - tiba pintu kamarnya terbuka, dan tertutup kembali sangat keras. Siapa lagi pelakunya jika bukan Christian orangnya yang membanting pintu begitu saja.


Tetap saja membuat Deandra tidak peduli, berbalik pun tidak. Walaupun sedikit ia sempat terkejut. Belum sempat Deandra menyimpan tas tangannya ke atas meja rias, Deandra terhenyak tiba - tiba Christian menarik tangannya erat hingga membuat badannya berbalik menatap Christian.


"Kamu ap.....," Belum Selasai Deandra protes Christian sudah memotong ucapannya.

__ADS_1


"BAGUS YA! BERDUAAN DENGAN PRIA LAIN SAMPAI PULANG PUN DI ANTAR OLEHNYA!!" Sela Christian dengan bentakkannya.


"Apa yang kamu katakan sih, Chris?" Tanya Deandra kesal sambil mencoba melepaskan tangannya yang masih di cekal.


"Jangan pura - pura tidak tahu ya. Kamu jalan berdua sama mantan kamu, kan?!" Tanya Christian tajam.


"Kalau iya kenapa, HAH?!!" Ucap Deandra.


"KAMU SAJA BERSELINGKUH DENGAN JA*LANG ITU!! KENAPA AKU TIDAK?!" Lanjut Deandra dengan bentakkannya yang sudah mulai emosi.


"DEANDRA!!"


"APA!!"


Ucapan Christian dengan telapak tangannya yang hendak menampar Deandra terhenti, setelah Deandra sela tak kalah kerasnya.


" KAMU MAU TAMPAR AKU GARA - GARA AKU MENGATAI WANITA ITU JAL*ANG?! HAH?!!" Bentak Deandra.


Christian yang sadar dengan kelakuannya menyesal, dan segera menurunkan kembali tangannya yang mengepal erat di samping tubuhnya.


"DASAR BAJ*INGAN!! SIA*LAN!!" Umpat Deandra sambil memukul - mukul dada Christian, serta memandang satu sama lain dengan sorot tajam mereka.


Nafas Deandra terengah - engah setelah teriakannya, namun tidak melepaskan pandangannya dari Christian, ia berkata.


"Ayo kita cerai. Aku sudah muak denganmu Christian!!" Ucap Deandra datar membuat Christian yang menatapnya tajam menjadi semakin dingin membuat ruangan kamarnya menjadi suram, Deandra pun merasakan itu. Apalagi sorot mata Christian yang sangat - sangat tajam, serta rahangnya yang mengeras dengan urat - urat lehernya yang semakin menonjol. Serta cengkraman di tangannya semakin erat membuat Deandra meringis sakit.


"Tarik kata - kata mu Deandra!! Jangan membuatku untuk membuatmu menyesal dengan perkataanmu." Titah Christian dingin.


"TARIK DEANDRA!!" Bentak Christian yang menerima keterdiaman istrinya.


Deandra mengepalkan tangannya setelah menampar Christian, membuat Christian sedikit menoleh ke samping.


"Kenapa aku harus menarik ucapanku. Bukankah itu mau mu untuk membuat kau lebih leluasa, jadi tidak akan berselingkuh di belakangku lagi." Ucap Deandra sambil menekan kata 'selingkuh' di akhir kalimatnya.


"Hhah, kamu membuat kesabaranku habis Deandra." Ucap Christian dengan kekehannya membuat Deandra meremang seketika.


Christian menarik lengan Deandra sampai membuat tubuh mereka bertabrakan, hingga Deandra meringis ketika perutnya tertekan.


"Apa selama ini aku terlalu lembut padamu, Sweety." Ucap Christian lembut, tapi bagi Deandra itu membuatnya tidak nyaman. Apalagi Christian yang masih mencengkram lengannya, serta tangan Christian yang satunya lagi mengusap lembut pelipis, serta rambut Deandra sambil menatapnya tajam.


"Apa perlu aku memberi hukuman untuk bibir ini agar tidak berbicara sembarangan." Lanjut Christian dengan dinginnya sambil membelai bibir Deandra.


"Lepaskan aku Christian," Ucap Deandra suara yang sedikit bergetar. Entah kenapa, ia merasa hatinya sangat gundah sekali, dan ingin terlepas dari dekapan Christian. Tetapi semua itu sia - sia, cengkraman serta pelukannya semakin mengerat.


"Tarik kata - kata mu yang ingin kita bercerai Deandra, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskanmu!!" Ucap Christian tajam.


"Lepas BRENG.....!! Belum selesai ucapan kasar Deandra terlontar, bibirnya sudah di ***** kasar oleh Christian membuat Deandra merasa perih di bibirnya.


Tiba - tiba Christian mengangkat tubuh Deandra tanpa melepaskan ciuman kasarnya ke atas ranjang mereka. Gerakkan Christian yang tiba - tiba membuat Deandra terdiam kaget.


Breeett!!!

__ADS_1


Suara robekan gaunnya menyadarkan Deandra kembali dengan perbuatan Christian yang merobek gaunnya. Sehingga tubuh bagian depannya terlihat jelas.


"BERHENTI CHRISTIAN!!" Bentak Deandra kepada suaminya yang terus saja tidak mengindahkan ucapan Deandra, dengan menyingkirkan semua benda yang menempel pada tubuhnya. BH dan tak terkecuali celana dalam yang Christian robek serta membuangnya entah kemana.


"Jika terus kamu lakukan. Aku akan membenci mu Christian!!" Ancam Deandra yang di abaikan Christian yang tengah menggigit leher Deandra, serta tangan tidak berhenti meremas kasar buah dada Deandra.


"Jika itu membuatmu untuk terus berada di hidupku. Aku dengan senang hati akan terus melakukannya." Desis Christian.


"Arrgghhh!!!" Jerit Deandra kesakitan dengan Christian yang menyatukan diri mereka dengan kasar.


Hancur sudah harga diri Deandra yang mendapatkan perlakuan suaminya yang tidak ia inginkan. Hatinya hancur berkeping - keping membuatnya tidak sanggup lagi untuk menahan air mata yang sejak ia tahan sedari tadi. Tangisan kerasnya tak membuat Christian untuk berhenti dari kelakuan bejatnya yang terus saja mengejar pelepasannya, dengan terus meninggalkan jejak - jejak kemerahan hingga ke unguan di sekujur tubuh Deandra.


"Ahhh....kamu sangat nikmat sayang. Sudah lama aku menunggu untuk bisa memasukimu. Ahhh....ahhh" Erang Christian yang terus memaju mundurkan pinggulnya.


"Aku membencimu Christian," Ucap Deandra di sela tangisan kerasnya.


"Cinta kamu juga sayang. Dengan kamu menangis membuatmu semakin sexy, sayang. Arghhh....!!!" Ucapan Christian yang di barengi dengan suara mendesahnya, menggeram nikmat ketika ia sudah mencapai klimaksnya.


Masih menahan tubuhnya di atas Deandra tanpa menekan perut besarnya. Nafasnya memburu, menciumi kedua mata istrinya yang mengeluarkan air mata, lalu mencerukkan wajahnya pada leher istrinya.


"Minggir!!" Ucap Deandra datar mengalihkan pandangannya ke samping enggan untuk melihat wajah sialan suaminya. Christian menggulingkan tubuhnya ke samping berbaring terlentang sambil mengatur nafasnya.


"Jangan sentuh sialan!!" Lanjut Deandra menepis kasar tangan Christian yang hendak memegang perut besarnya. Ia tidak mengijinkan jika Christian akan melecehkan dia lagi, apalagi menyentuh dirinya. Setelah apa yang ia perbuat kepada dirinya sebagai seorang jal*lang.


Deandra segera bangkit dari ranjang melilitkan selimut tebal pada tubuhnya.


"Mau kemana Deandra? Aku tidak mengijinkanmu pergi dari sini." Sergah Christian yang ikutan bangkit dari tidurannya.


"BRENG*SEK!! Umpat Deandra.


"Sepertinya bibir sexy mu perlu aku beri hukuman kembali, sayang. Dengan tubuhmu yang di bawah kendaliku, lagi." Seringai Christian yang berjalan mendekat ke arah Deandra dengan mata tajamnya.


"JANGAN MENDEKAT SIA*LAN!! Teriak Deandra dan hendak berlari ke arah kamar mandi, namun kejadian naas yang begitu cepat membuat Christian, dan Deandra berteriak keras bersamaan.


"AAARRGHHH!!!"


"DEANDRA!!"


Deandra yang hendak berlari ke kamar mandi tersandung oleh selimut yang melilit dirinya. Sempat menahan berpegangan ke meja rias, namun naas pegangan yang tidak terlalu kuat dengan berat badannya membuat jatuh terduduk dengan sangat keras.


"Aakkkhh, sakit!!" Christian yang sempat syok dengan kejadian yang begitu cepat di depannya, tersadarkan ketika mendengar teriakan istrinya yang ke sakitan berlari cepat, dan berjongkok tepat di samping istrinya.


BRAAKK!!!


"OH MY GOD!!"


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter......


Vote, like, and follownya guys!!

__ADS_1


Kasih tahu jika ada typo yang bertebaran.


See U 😉


__ADS_2