Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 76


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Sudah memasuki bulan ke 7 Deandra mengandung. Perutnya pun sudah terlihat membesar, meski begitu Deandra masih tetap lincah. Saat pertama kali mengetahui bahwa dirinya sedang hamil, Deandra sempat memikirkan dengan pekerjaannya yang di butik. Keinginan Deandra yang masih ingin bekerja di butiknya harus mendapatakan penolakan dari Christian. Namun dengan ke keraskepalaan Deandra, akhirnya Christian pasrah mengijinkan istrinya bekerja. Hanya saja dengan satu syarat, ketika sudah memasuki usia 7 bulan Dendra harus berhenti bekerja. Dengan terpaksa Deandra harus menyutujuinya, dari pada tidak sama sekali. Dan di sinilah Deandra, sedang berjalan masuk ke dalam kantor suaminya, karena kemarin adalah terakhir dirinya bekerja. Hampir 3 minggu ini, ia baru berkunjung kembali ke kantor suaminya. Dirinya, atau Christian yang tengah sibuk mereka akan bertemu jika sudah di rumah. Itu pun, Christian yang selalu pulang malam karena lembur terus.


Setiap langkah demi langkah, karyawan yang berpapasan dengannya selalu menyapanya sopan, yang ia balas dengan anggukan ramah. Tidak terlewat dengan karyawan yang lajang melihat istri atasannya yang makin hari semakin mempesona, walaupun dengan keadaan perut yang tengah mengandung. Aura wanita hamilnya semakin menonjol. Apalagi dengan dress hamil yang ia kenakan, membuat siapa saja yang melihatnya sangat gemas dan juga iri ingin di posisi seperti itu.



Deandra yang baru saja keluar dari lift dimana lantai ruangan suaminya berada, mengerutkan alisnya heran. Apa ia salah lantai? Tapi sepertinya tidak. Kenapa meja yang seharusnya yang di isi oleh Theo kini di duduki oleh seorang wanita? Sepertinya Christian harus menjelaskan sesuatu hal kepadanya. Berjalan mantap melewati meja sekertaris dan hendak membuka pintu, suara asal wanita yang duduk di kursi mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Tunggu. Siapa anda berani masuk ke dalam ruangan atasan saya?!" mendengar suara wanita di hadapannya membuat Deandra kesal. Apalagi dengan tidak sopannya menatap Deandra dari atas sampai bawah dengan pandangan meremehkannya. Hell!! Apa dia tidak mengenal siapa dia?! Deandra yang tidak ingin meladeni wanita itu pun mengabaikannya. Membuka pintu ruangan suaminya, dan berjalan masuk.


"Hei tunggu jangan masuk!!" teriak si wanita yang berlari mengejar Deandra.


"Kau...." suara wanita tadi sambil memegang lengan Deandra erat.


"Sweety?!" ucap Christian kaget melihat istrinya yang datang ke kantornya tiba - tiba.


"Christian wanita ini....." Deandra menghempaskan tangan si wanita yang sedari tadi memegang tangannya, dan menoleh ke arah si wanita saat memanggil suaminya hanya dengan nama.


"Keluarlah. Dia istriku." ucap Christian menghampiri Deandra, dan langsung merangkulnya.


"Istrimu?!" ucap si wanita yang sempat terkejut dengan perkataan Christian.


"Apa kau tidak mendengar perkataanku Angela?!" ucap Christian datar.


"Maaf Chris. Aku akan keluar." ucap Angela.


"Perbaiki sopan santunmu kepada atasan saat bekerja." ucap Christian datar, dan dengan gerakan tangannya seolah mengusir Angela segera keluar dari ruangannya.


"Ayo duduk, sweety. Kenapa tidak memberitahuku jika kamu akan ke sini?" tanya Christian setelah hanya mereka berdua yang berada di ruangan.


"Apa aku perlu meminta ijin dulu padamu, jika ingin datang ke sini?!" tanya Deandra kesal.


"Ya aku tahu. Jika tidak begitu kamu akan ketahuan selingkuh, kan?" tuding Deandra.


"Siapa yang selingkuh sweety? Memiliki istri cantik, dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah buat apa aku melakukan hal hina seperti itu." ucap Christian lembut istrinya sedang merajuk.


"Terus kenapa kamu tidak memberitahu aku, jika sekertarismu di ganti?" ucap Deandra kesal yang membelakangi Christian.


"Hey. Dengarkan aku," ucap Christian sambil memutar tubuh Deandra agar menghadap kepadanya.


"Dia sementara menggantikan Theo yang aku tugaskan ke Italia, untuk cabang hotel yang berada di sana dengan waktu yang tidak bisa di tentukan. Karena aku tidak mungkin yang pergi ke sana, dengan aku yang harus meninggalkan kamu yang tengah hamil besar ini." jelas Christian sambil mengusap lembut perut Deandra.


"Dan siapa yang akan mengabulkan permintaan aneh anak kita nanti." lanjut Christian.


"Jadi kamu terpaksa menuruti permintaanku selama ini?!" ucap Deandra yang bertambah kesal.


" Tidak sweety. Aku tidak keberatan sama sekali." ucap Christian sabar.


"Siapa wanita itu?" tanya Deandra.


"Dia sekeretaris sementara yang menggantikan Theo." jawab Christian.

__ADS_1


"Dia Angel teman junior high school ku dulu." lanjut Christian merasa istrinya belum puas dengan jawabannya.


"Walaupun pernah menjadi temanmu seharusnya dia tahu sopan santun kepada bos-nya." jengkel Deandra.


"Apa selama ini kamu membiarkannya seperti itu?!" lanjut Deandra.


"Tidak sweety, mungkin dia lupa. sudahlah jangan membahas dia lagi." ucap Christian.


"Bagaimana dengan baby. Apa dia tidak membuat mami-nya kelelahan?" tanya Christian mengalihkan pembicaraan membuat Deandra mendengus kesal.


"Aku tidak suka dia!! Setelah Theo kembali segera pecat dia!" ucap Deandra penuh penekanan yang langsung di iya, kan oleh Christian. Karena tidak ingin memperpanjang sesuatu hal yang tidak penting.


"Aku senang kalau kamu cemburu," ucap Christian.


"Apa aku tidak boleh cemburu pada suamiku sendiri? Apa kamu tidak akan cemburu jika aku dekat dengan pria lain?!" tantang Deandra membuat aura Christian menjadi gelap.


"Jangan berani - beraninya kamu dekat dengan pria lain Sweety. Bukan hanya pria itu saja yang ku hancurkan, tapi kamu juga tidak akan pernah keluar dari rumah sejengkal pun." ucap Christian serius dengan wajah dinginnya. Mendengar perkataan suaminya membuat ia merinding di buatnya.


"Aku sangat lapar Chris. Sebaiknya kita segera makan makanan yang tadi aku bawa dari rumah." ucap Deandra. Tahu istrinya sedang mengalihkan pembicaraannya, ia menghela napas pelan untuk meredakan emosinya yang tiba - tiba muncul. Di lihatnya Deandra yang sangat telaten mempersiapkan semuanya.


Makan bersama dengan Christian yang di suapi Deandra. Suaminya yang selalu manja minta di suapi tidak membuat Deandra mempermasalahkannya.


"Sweety. Kapan kita akan membeli perlengkapan baby?" tanya Christian di sela suapannya.


"Aku inginnya sekarang, tapi sepertinya kamu sangat sibuk." jawab Deandra dengan wajah masamnya.


"I'am sorry sweety. Karena sedikit masalah dengan cabang hotel yang berada di Italia. Sehingga waktu kita banyak tersita." ucap Christian.


"Apa mengharuskan kamu juga ke sana Chris?" tanya Christian.


"Sudah ada Theo yang mengurusnya di sana." ucap Christian yang di angguki Deandra.


"Bagaimana jika besok kita ke Mall untuk membeli perlengkapan baby." lanjut Christian sambil mengusap perut besar Deandra.


"Hmm, tentu." ucap Deandra sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


**Sedikit memberitahukan saja untuk up selanjutnya mungkin akan agak lama, di karenakan babyku tengah sakit dan di haruskan d rawat harus full fokus. Minta doanya ya teman² untuk kesembuhan babyku.


Terima kasih untuk dukungannya, dan sampai jumpa 🤗


Semoga kalian sehat selalu 😊**

__ADS_1


__ADS_2