Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 84


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


(21+)


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Edelwish Restaurant salah satu tempat makan mewah di New York. Hanya orang - orang kalangan atas dan juga berduit tebal yang mampu makan di sana. Bukan hanya tempatnya saja yang mewah dan elegan luar dalam, tapi aneka makanannya juga sangat enak. Dengan tangan buatan Chef yang sudah handal, serta bayarannya juga yang sangat mahal. Porsi sedikit dengan harga selangit membuat orang yang akan makan di sana harus berpikir ulang, jika bukan dari kalangan kaum jet set.


Tapi tidak masalah bagi kedua pria yang tengah saling berhadapan dengan tatapan berbeda. Aura dingin nan gelap menyelimuti mereka, serta ruangan yang tengah mereka tempati.

__ADS_1


Tatapan dingin, dan tajam Christian yang tengah menatap seorang rekan bisnisnya. Berbeda dengan rekan bisnisnya yang memberikan tatapan ramahnya, dan bersahabat, Mario.


"Jauhi istriku!!" Ucap Christian dingin setelah beberapa menit mereka telah menyelesaikan perihal kerja sama mereka.


"Kenapa harus begitu? Bukankah anda rekan bisnis saya begitu pun dengan Bu Deandra, selaku istri anda. Saya harus bersikap sopan kepadanya dengan berteman, bukan?" Tanya Mario masih dengan senyum hangatnya.


"Jauhi Deandra, atau detik itu juga perusahaanmu akan ku singkirkan!" Tegas Christian dengan ancamannya.


Mario yang sebelumnya tersenyum ramah, kini memudar setelah mendengar apa yang di katakan Christian.


"Sepertinya, tanpa aku beritahu anda sudah mengetahui apa artinya my dee bagiku." Ucap Mario tak kalah datar.


Christian yang mendengar panggilan untuk istrinya dari pria lain membuatnya panas sehingga mengepalkan tangannya di bawah meja.


"She is my ex, the one I still love today. " Ucap Mario berani lagi, membuat Christian tiba - tiba saja sudah berdiri di hadapan Mario dan memukul wajahnya sangat keras. Karena mereka duduk di ruang VIP untuk memberikan privasi, sehingga keributan yang mereka lakukan tidak terdengar dari luar. Mario yang sudah terlempar dari kursinya, dan terduduk di lantai menyeka darah yang keluar dari sisi bibirnya.


"Shhh, sial!!" ringis Mario masih di posisi terduduknya dengan umpatannya yang keluar.


"Ku peringatkan untuk terakhir kalinya, jauhi istriku!! Jika tidak ingin mendapatkan lebih dari seperti ini." Ancam Christian sambil membenarkan jasnya yang sedikit kusut sebelum pergi dari sana.


Namun sebelum memegang handle pintu, sebuah suara mengintrupsi langkahnya. "Apa kau meragukan Deandra? Sehingga membuatmu takut kehilangannya, dan berpaling darimu." Kekeh Mario yang sudah mulai berdiri.


Christian yang mendengar ucapan Mario, segera melangkahkan kakinya dan keluar dari sana tanpa berkata apapun lagi. Tanpa Mario katakan pun, dirinya sudah membuat Deandra kecewa padanya.


Christian yang sudah duduk di dalam mobilnya pun hanya terdiam.


"Apa kita akan kembali ke kantor, Tuan?" Tanya Arlo yang sedang menjalankan mobil dengan wajah datarnya.


"Pulang ke rumah." Jawab Christian.


"Baik." Tanggap Arlo mengiyakan perintah atasannya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Suasana sepi saat pertama kali Christian memasuki rumahnya. Tidak ada istrinya yang selalu menyambut dirinya ketika pulang dari kantor. Hanya keheninganlah yang menyambut dirinya. Berjalan ke arah kamar, tapi tidak menemukan Deandra di mana pun. Christian berjalan keluar kamar kembali untuk mencari istrinya berada.

__ADS_1


"Di mana nyonya?" Tanya Christian pada salah satu pelayan yang tengah berpapasan dengannya.


"Nyonya sedang di ruang gym, tuan." Jawab si pelayan menunduk hormat sebelum pergi dari sana.


Christian pun segera ke ruang gym, dan melihat istrinya tengah berbaring di kursi santai yang berhadapan dengan kolam renang di rumah mereka.


Ternyata Deandra sedang tertidur pulas, dengan sebuah buku menutupi wajahnya setelah Christian ambil dan menyimpannya di atas meja.


Menatap wajah cantik istrinya yang tetap saja cantik ketika tertidur pun. Christian mengangkat bride style istrinya untuk di bawa ke dalam kamar mereka dengan hati - hati. Membaringkannya pelan di atas kasur mereka, serta menyelimutinya sebatas dada sebelum ia beranjak ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan dirinya yang tengah kegerahan.


Selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, serta sudah berpakaian casual. Kaos abu serta celana pendek army, Christian melangkahkan kakinya naik ke atas ranjang. Menghampiri Deandra yang masih tertidur pulas.


Memandangi serta menelusuri wajah istrinya dengan jari telunjuknya dengan lembut. Alis mata yang tebal, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, serta bibir merah muda yang merona. Yang selalu ia rindukan selama satu minggu ini. Mendekatkan wajah pada bibir ranum istrinya, dan mengecupnya. Rasa bergetar di hatinya setelah bibir mereka bertemu. Di lumatnya bibir yang selalu membuatnya candu, di hisapnya silih bergantian atas serta bawah, dan sudut bibirnya pun tak terlewatkan untuk ia jelajahi.


Turun ke arah leher istrinya yang putih, mulus. Di cerukkan wajahnya menghiru, mengendus aroma khas istrinya yang selalu membuatnya nyaman betah berlama - lama di sana.


"Enghh," hingga suara lenguhan pun terdengar dari bibir istrinya tidak membuat Christian terganggu. apalagi tangannya yang sudah mulai menjalar pada perut besar Deandra. Mengusapnya perlahan, tangan yang mulai merambat ke atas, dan meremas salah satu buah dada Deandra yang terasa sedikit membesar di telapak tangannya sejak masa hamil. Membuat Christian mendamba, menyukainya untuk berlama - lama di sana.


Berbeda dengan Christian yang sedari tadi terus menjalajahi tubuh istrinya, membuat Deandra yang merasa tidurnya terganggu perlahan - lahan membuka kedua matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah kepala suaminya yang terbenam di dadanya.


"Apa yang kau lakuka...aahh," Ucap Deandra yang terdengar serak serta desahannya yang keluar begitu saja, saat puncak payu*daranya sedang di kulum oleh suaminya.


"Minggir!!" Sentak Deandra saat tersadar bahwa moment ini berada di waktu yang salah. Deandra mendorong Christian kuat, hingga membuat Christian bangun dari posisinya, dan itu membuat Deandra meringis terasa sakit di buah dadanya saat mendorong paksa suaminya. Buru - buru Deandra mengancingkan bajunya, dan mendelik marah pada Christian yang saat ini tengah bergairah terlihat jelas di matanya, serta nafasnya yang tidak teratur.


"Ada apa, sweety? Aku menginginkanmu!" Ucap Christian penuh penekanan, sekaligus tengah menekan gairahnya, sedikit emosi dengan penolakan istrinya.


Deandra yang mengabaikan Christian bangun dari berbaringnya, tanpa menjawab ucapan suaminya yang membuatnya tidak habis pikir.


"Deandra!!" Bentak Christian saat Deandra hendak membuka pintu kamar mereka, dan Deandra yang di panggil keras seperti itu yang untuk pertama kali suaminya memanggil namanya dengan keras membuat Deandra kesal, dan juga marah.


"APA!!" Bentak Deandra tak kalah keras, membalikkan tubuhnya, memandang wajah suaminya marah.


Mereka saling memandang satu sama lain, begitu pun dengan Christian yang saat ini emosinya lebih dominan dari pada gairahnya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆

__ADS_1


Next Chapter......


See U 😉


__ADS_2