
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(21+)
¤¤¤¤¤
DEANDRA
Pagi ini aku sudah berada di sebuah jet private Christian yang berarti milikku juga, kan? Sebuah jet private dengan harga fantastis, antara perpaduan warna putih dengan coklat tua membuat kesan desainnya terlihat sangat simple, nyaman, dan elegan.
Kesibukkan kami dua minggu lebih ini, dalam pekerjaan membuat kami baru sekarang merencanakan honeymoon. Dan pastinya, aku yang memilih di mana kita akan berbulan madu. Negara Indonesia yang aku pilih, lebih tepatnya Bali.
Memerlukan dua hari untuk tiba di sana, dan aku sudah menglist , apa saja yang akan kita kunjungi di sana. Christian menyerahkan semuanya padaku, asalkan ia ingin kita bisa berbulan madu. Kesibukkan kemarin - kemarin memang ia rencanakan, agar honeymoon kami bisa lama dan tidak terganggu pekerjaan, itu yang ia katakan padaku. Tapi, lihatlah! Baru saja kami flight, ia sudah di sibukkan dengan ponsel juga laptop yang berada di pangkuannya. Membuatku yang melihatnya saja sudah sangat jengah.
Berselonjoran di sofa dengan di fasilitasi TV yang cukup lebar sambil memakan cemilan, tidak membuat kebosanan ku luntur. Entahlah, sudah berapa jam aku masih dengan posisi ini, karena aku sendiri sangat mager.
Takk.......
Ku tutup paksa laptop yang berada di pangkuannya, tanpa merasa bersalah membuat Christian menatapku heran.
"Mau kemana Sweety?"tanya Christian saat melihatku berdiri dari sofa.
"Kamar mandi." jawabku dan berlalu dari sana.
__ADS_1
Selesai dengan urusan di kamar mandi, aku segera kembali sambil melihat interior kabin bukan pertama kalinya aku menaiki jet ini. Hanya saja baru kali ini, aku sempat menelusurinya, tidak heran juga jika Christian, ia bekerja sangat keras. Untuk mendapatkan jet mewah ini memang sangat menguras dompet. Mengurungkan niat untuk kembali, aku membuka sebuah pintu yang ternyata sebuah ruangan dengan desain maskulin khas Christian sekali. Merebahkan diri di atas tempat tidur yang cukup besar.
"Ahhh......nyamannya." gumamku sambil memejamkan mata. Terlalu banyak makan membuatku di serang rasa kantuk.
¤¤¤¤¤
Mengerjapkan mata ketika aku merasakan usapan di kepala. Christian yang sedang berbaring miring di sampingku tengah mengusap rambutku pelan.
"Bangun Sweety. Hari sudah malam, dan kamu belum mengisi perutmu." ucapan Christian membuat arah pandangan mata ku ke arah jendela yang memang hari sudah gelap.
"Sepertinya, aku harus berendam air hangat dulu." ucapku serak khas bangun tidur.
"Hem.....baiklah." ucap Christian sambil merapihkan rambutku yang berantakan. Bangkit dari tempat tidur, segera aku ke kamar mandi.
Berbagai makanan telah di hidangkan, oleh pramugari dan pramugara yang membuatku langsung merasa lapar. Tidak tunggu waktu lagi, segera aku mengambil burrito yang sangat mengunggah selera pertama kali di hidangkan. Tuna sandwich yang saat ini sedang di nikmatin Christian. Apa saja yang di lakukan Christian, walaupun makan saja. Ia terlihat sangat elegan, dengan cara ia menyuap ke dalam mulutnya. Tidak ingin ketahuan memperhatikannya, segera ku fokuskan kembali atensiku kepada makananku saat ini.
Saat ini aku dan Christian tengah menonton TV, setelah usai makan malam 10 menit yang lalu. Berbagi cerita apa saja yang akan kami lakukan ketika tiba di Bali. Christian yang berbaring di sofa dengan pahaku menjadi bantalannya.
"Tidak perlu Chris, temanku memiliki villa yang dia sewakan, dan aku sudah menghubunginya sebelum kita pergi." ucapku saat Christian akan membooking hotel yang ingin ia sewa.
"Teman mu pria atau wanita Sweety?" kadar kecemburuan Christian muncul lagi, tapi itu membuat aku menyukainya.
"Pria dan wanita Chris, mereka teman club hiking saat aku tinggal di Indonesia." jawabku yang membuatnya langsung menengadahkan wajahnya.
"Kamu pernah hiking, Sweety?" tanyanya yang terkejut.
"Aku tidak akan mengijinkan mu untuk mendaki lagi Sweety, aku tidak ingin kamu terjadi apa - apa."
Ya, sifat oteriternya kembali muncul juga, pikirku.
"Okay." ucapku tak ingin memperpanjang lagi.
Mengusap rambut lebatnya, menyisir dengan
jari - jari tanganku. Membuat Christian memejamkan matanya, nyaman. Kening yang selalu muncul kerutan saat dia sedang memikirkan sesuatu. Alis tebal membuat mata biru Christian yang tajam membuatnya lebih tajam. Hidung mancung, serta rahang yang tegas membuat wajahnya tampan tidak akan membuat wanita lain meliriknya dua kali. Mengusap bibir dengan bagian bawahnya yang sedikit tebal, membuatnya terlihat sangat sexy.
"Chris..."ucapku ketika ia menangkap pergelangan tanganku, dan menciumnya. Membuka matanya dengan tanganku yang masih ia ciumi. Terlihat mata biru tajamnya yang menatapku bergairah. Ku rasakan ia memegang tengkuk ku dan mendekatkan padanya.
Merasakan hembusan hangat yang beraroma mint pada wajahku. Membuatku memejamkan mata, dan merasakam benda kenyal yang hangat serta lembab menempel pada bibirku. Pagutan lembutnya membuatku terbuai untuk membalasnya. Membuka mata, saat merasakan posisi ku sudah berubah. Sudah berada di pangkuannya dengan bibir kami masih berpautan. Melepaskan ciumannya untuk aku meraup oksigen. Tatapan kami saling bertubrukan
"Sweety....." ucap suara baritonnya yang terdengar sangat serak, serta tatapan matanya tidak lepas sedetik pun dari wajahku. Mendekatkan kembali wajahnya padaku, yang langsung ku sambut suka cita. Melilitkan kedua kaki ku pada sisi pingggangnya saat ia berdiri, dan beranjak masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan pagutan bibir kami.
Membaringkan tubuhku dengan pelan, dengan ia berada di atas, menindihku. Sapuan bibirnya yang ia turunkan pada leherku membuatku merasakan gelenyar aneh di dalam diriku. Menurunkan ciumannya pada dadaku dengan kancing kemeja yang sudah ia buka. Kedua tangannya yang lihai langsung membuka kait bra yang berada di depan. Tatapan matanya yang bergairah, seketika membuatku panas. Tidak ingin kalah darinya, ku buka kancing kemeja birunya, melepaskan dari tubuh berototnya.
"Ini....."ucapku kaget saat ia sudah bertelanjang dada. Ku pegang dada kirinya yang terdapat sebuah ukiran, tatto. Meraba, mengusapnya lembut sebuah nama
P. Deandra. Miller ukiran yang cantik membuatku merasa wanita yang sangat berharga. Christian mengtatto dada kirinya dengan namaku yang di akhiri nama belakangnya.
__ADS_1
"Kapan?" tanyaku menatap matanya masih dengan tanganku yang memegang dadanya.
"3 hari sebelum kita berangkat Sweety." jawabnya membuatku tersenyum haru.
Menatap ke arah dada Christian kembali, perasaan gelenyar di hatiku semakin menjadi.
"Kamu lah wanita satu - satunya yang aku inginkan dalam diriku, dalam hatiku hanya kamu yang aku cintai Sweety." lanjutnya membuatku bahagia. Kudekatkan bibir pada dadanya, dan menciumnya lembut. Senyum terukir di bibirku ketika kami saling bertatapan, ciuman bibir saling terjadi.
"Ahh...."lenguhku saat Christian meremas dadaku, menciumnya bergantian. Melahap satu persatu putingku, membuat aku meremas bahu Christian kuat. Ku angkat kepalanya, dan ku cium bibirnya. Ia pun melahap bibir kuat dan penuh kehati - hatian. Damn, He's goodkisser. Jantungku berdetak kencang. Tak akan ada yang menolak ciuman sebaik ini.
Terkesiap saat merasakan usapan halus di paha bagian dalam. Baru ku sadari kini aku lebih tepatnya kita berdua sudah tidak terhalang sehelai kain pun. Aku dan Christian sama - sama tidak memakai apapun. Damn, menurunkan pandangan ke bawah malah membuat mataku menangkap sesuatu hal yang membuat aku menelan air liur pun susah. Betapa gagahnya, dan berotot sesuatu itu, hingga membuat pikiran liar ku kemana - mana. Ku naikkan pandangan ku ke atas kembali, dan sialnya Christian tengah tersenyum nakal. Malah membuatnya tampak sexy di mataku.
"Sweety, may I?" tanya Christian yang sudah terbakar gairah terdengar dari suaranya sangat serak.
Seriously? Should our delayed first night be done right now? But,...
"Yes." ucapku tersenyum.
Well, it would be great if we had our first night on this private jet, batinku.
Christian mendekatkan wajahnya padaku, mencium bibirku lembut. Hingga aku merasakan sakit luar biasa di bagian bawah tubuhku. Ku rasakan tubuh Christian yang membeku berada di atasku.
"Sweety....."
¤¤¤¤¤
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Next Chapter.......
Vote, Like, and Follow!!!
__ADS_1
See U 😉***