Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 36


__ADS_3

~Happy Reading~


.


.


.


.


.


.


.


.


Enjoooy!!!


*****


Membuka pintu dengan menendangnya kuat, oleh Christian yang masih menggendong bride style Deandra. Melempar pelan serta menindih Deandra ke atas kasur.


"Christian ap......" belum usai Deandra berbicara bibirnya sudah di bungkam, oleh ciuman kasar Christian yang tergesa-gesa seolah tidak ada hari esok untuk menciumnya.


Deandra yang masih syok dengan apa yang di lakukan Christian padanya, tiba-tiba sudah mulai sadar dan membalas ciumannya. Christian tersenyum dan melembutkan dalam pagutannya saat Deandra sudah mulai membalas. Mencecap, memagut serta menghisap bibir atas bawah Deandra bergantian. Sama seperti Deandra menghisap kuat bibir bawah Christian yang cukup tebal dan hangat membuat si empunya mengerang lirih.


"Ahhh......Sweetyhh!!" erang Christian yang sudah bergairah, dan turun ke leher jenjang Deandra menghisapnya kuat. Sehingga meninggalkan kiss mark setelahnya.


"Ahhh!! Christian jangan meninggalkan bekas," desah Deandra di abaikan Christian yang masih saja menyesap, dan menggigit kecil kulit mulus Deandra.


Kedua tangan Deandra yang bebas. Ia gunakan tangan kanannya mencengkram rambut Christian pelan dan tangan kiri mengusap dada bidang telanjang Christian. Menelusurinya perut six pack Christian yang sangat keras turun sampai menyentuh bokong Christian dan mencengkramnya kuat.


"Ahhh! Sweetyyhh aku menginginkanmu " ucap Christian setelah Deandra menghisap kuat lehernya yang pasti akan meninggalkan bekas kemerahan. Apa yang di dengar Deandra serta perkataan Christian dari bibirnya langsung. Apalagi ia merasakan remasan kuat di dada kirinya, oleh tangan Christian membuatnya menegang seketika.


"Christian berhenti, " ucap Deandra datar yang di abaikan Christian tengah mencumbu lehernya.


"Kubilang berhenti Christian! " ucap Deandra tegas dan setelahnya, " Awwww!! " ringisan kesakitan dari mulut Christian saat Deandra menggigit telingannya cukup keras.

__ADS_1


"Kenapa menggigit telingaku Deandra?!" ucap Christian menatap Deandra marah. Gairah tinggi yang ia rasakan padam sudah oleh kesakitan dari telinganya, dan terdiam saat melihat tatapan Deandra yang tidak biasa. Entah itu, marah atau ketakutan membuatnya bingung untuk mengartikan raut Deandra saat ini.


"Harusnya kau dengar perkataanku, sehingga aku tidak akan menggigit telingamu " ucap Deandra yang sudah berdiri terbangun dari berbaringnya.


"Maafkan aku Sweety, " ucap Christian yang tidak ingin memperpanjang masalah. Malah hanya akan membuat mereka bertengkar kembali nantinya. Lebih baik ia mengalah dari pada Deandra menghindarinya lagi. Menarik Deandra agar duduk di pangkuannya mengusap pelan pipi Deandra dengan lembut dan berkata, " Aku janji tidak akan mengulanginya lagi sebelum kita resmi menikah. Aku mohon maafkan aku, hhemm?" mohon Christian menatap mata indah Deandra dalam.


"Hahh! Aku maafkan, lagian aku juga ikut andil dalam hal ini, " ucap Deandra sambil memegang telinga Christian yang sedikit berdarah membuatnya meringis.


"Maafkan aku membuat telinga mu berdarah, " lanjutnya.


"Tidak apa-apa, Sweety " ucap Christian mengecup singkat bibir Deandra lembut dan menyusupkan wajahnya pada ceruk leher jenjang Deandra. Menghirup aroma wangi yang selalu membuatnya nyaman untuk berlama-lama di sana dan mengecup tanda kemerahan membuatnya tersenyum seketika.


Mengangkat kepala serta mengusap leher Deandra terdapat bagian yang ada kiss marknya di sana, membuatnya tersenyum.


"Kamu terlihat sexy Sweety," ucap Christian penuh penekanan. Deandra mengangkat alisnya sebelah dan menyeringai seraya berkata, "Bagaimana dengan yang ini, " usap Deandra pada leher Christian yang terdapat kiss mark darinya.


"Lebih bagus, jika kamu menambahkan beberapa lagi" ucap Christian membuat Deandra memutar bola matanya, " itu sih maunya kamu," dengus Deandra.


"Sweety! Dari dulu, aku tidak suka saat kamu memutarkan bola matamu seperti itu. Aku harap kamu tidak melakukannya lagi dan ini yang terakhir, Okay?" ucap Christian dengan nada titahnya.


"OK. Sorry? " pinta Deandra di angguki Christian.


"Bersiap-siaplah. Kita akan pergi keluar, " ucap Christian.


"Nanti juga kamu akan tahu, cepat bergegaslah" titah Christian di laksanakan oleh Deandra yang sudah berlalu ke dalam kamar mandi. Christian yang sudah melihat pintu tertutup menghela napasnya kasar.


"Hahh! Aku yakin sepertinya, pernikahan kita memang harus aku percepat. Bila perlu tanpa kamu ketahui akan aku lakukan, " ucap Christian penuh tekad.


*****


Dua jam sudah Deandra merasakan kebosanan melanda dirinya. Pergi di maksud Christian adalah hanya melihat ia duduk di balik meja kerja, bersama kertas-kertas yang menumpuk di atasnya.


"Jika dari awal kamu memberitahukan akan membawaku pergi kesini aku tidak akan ikut, Christian " ucap Deandra melipat kedua tangannya sambil bersandar pada sofa yang ia duduki saat ini.


"Maafkan aku Sweety. Theo sekretarisku tiba-tiba mendadak memberikan aku laporan perusahaan selama aku berada di London kemarin, " ucap Christian mengangkat kepalanya dari dokumen yang ia baca, saat mendengar suara bosan wanitanya.


"Jika kamu sibuk dan masih lama dengan pekerjaanmu, sebaiknya aku kembali ke resort" ucap Deandra sudah bersiap-siap untuk pergi.


Chriatian yang melihat itu tersentak. Berdiri dan berjalan menghampiri Deandra segera memeluknya erat saat mereka sudah saling berhadapan.

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi, Okay? Akan segera aku selesaikan dengan cepat, " pinta Christian memohon.


"Dari tadi kamu bilang seperti itu, nyatanya tidak pernah selesai, " protes Deandra kesal.


"Aku pulang saja, ya? Lagian teman-teman yang lain mengajakku pergi untuk persiapan acara anniversary nanti malam, " lanjut Deandra sebelum di protes Christian.


Memikirkan ucapan Deandra dengan terpaksa ia menyetujuinya, dan terpaksa acara yang ia buat untuk Deandra harus batal. Gara-gara Theo, ia harus membatalkan acara yang ia buat sendiri untuk wanitanya, gagal sudah. Sepertinya aku harus memotong gajinya, batin kesal Christian.


"Baiklah. Kamu boleh pergi di antarkan oleh supirku," ucap Christian masih dengan memeluk Deandra, " Aku tidak menerima penolakan" lanjutnya melihat Deandra yang akan protes.


"OK " sahut Deandra memegang kepala belakang Christian. Sambil mencium bibir bawah Christian dengan menariknya pelan. Membuat si empunya yang mendapatkan ciuman merasa tidak rela melepaskan pelukannya.


Berjalan ke arah pintu dan membukanya. Salah satu kantor cabang yang berada di Hawaii masih milik keluarga Miller.


"Kabari aku setiap waktunya, Ok? " titah Christian setelah memberikan kecupan di kening Deandra.


"Hemm," jawab singkat Deandra agar ia bisa cepat pergi dari sana.


Christian yang tidak melihat Deandra di hadapannya lagi. Segera ia kembali masuk ke dalam ruang kantornya. Setelah mengantar Deandra sampai pintu depan ruangan. Mengerjakan, memeriksa kembali dokumen-dokumen yang belum ia periksa. Harus segera di selesaikan. Sebelum acara anniversary nanti malam yang akan ia pimpin terdahulu olehnya.


*****


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Chapter.....

__ADS_1


Like Vote and Follow!!!


See U 😉


__ADS_2