Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 81


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Sejak Deandra menitahkan Angel untuk menyuruh Christian menghubunginya balik. Namun satu panggilan masuk pun tidak ada pada ponselnya, apalagi sebuah pesan. Sudah satu minggu berlalu di mana Christian menjanjikan tiga hari untuk berada di Canada, tapi janji hanyalah janji yang tidak tertepati. Deandra yang sudah kembali ke rumahnya sudah marah dan juga kecewa. Sudah satu minggu suaminya itu tidak ada kabar apapun. Apakah sesibuk itu hingga ia tidak mengabarinya? Buat apa gunanya ponsel jika tidak ia manfaatkan. Mengingat hal itu, membuatnya kesal dan juga khawatir. Takut terjadi apa - apa dengannya.


"Deandra. Mommy ingin ke toilet dulu ya, tidak akan lama kok." Ucap Mommy Marissa.


Ya, saat ini dirinya sedang di sebuah restoran setelah satu jam berkeliling mengililingi Mall bersama Mommy Marissa. Membeli tas serta membeli beberapa potong dress hamil untuk dirinya.


Bosan di rumah dengan tidak ada pekerjaan lainnya, maka ia menyetujui saat Mommy Marissa mengajaknya jalan - jalan. Dan setelah ia dan Mommy Marissa cukup berbelanja, maka ia pergi ke restoran karena perutnya sudah lapar, dan anaknya pun butuh asupan. Sambil menunggu Mommy Marissa yang sedang ke toilet Deandra melanjutkan makannya dengan pelan. Karena mau menunggu juga , ia sudah sangat kelaparan. Sejak hamil nafsu makannya sangat banyak, hingga tidak bisa di kontrol.


Pada akhirnya, berat badannya naik drastis membuatnya meringis saat bercermin. Tapi baginya tidak masalah, yang penting anaknya sehat. Urusan badan yang membesar, saat melahirkan pun ia akan berolahraga serta mengembalikan tubuhnya ke seperti semula. Terlalu fokus dengan makanannya, sampai tidak sadar bahwa ada seseorang yang duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Porsi makan wanita hamil memang melonjak ya," Ucapan seseorang di hadapannya membuat Deandra mendongak dari makanannya. Melihat Mario yang duduk seenaknya di kursi oranglain membuat Deandra mengacuhkannya. Melanjutkan suapan demi suapan hingga makanan di piringnya habis. Meminum segelas air putih hingga tandas, dan membersihkan mulutnya dengan serbet.


"Aku pikir masih banyak kursi kosong. Pergi sana di situ tempat mertuaku." Ucap Deandra.


"Kamu di sini sama mertua mu, dan di mana sekarang?" Tanya Mario mengalihkan pembicaraan membuat Deandra memutar bola matanya malas.


"Badan mu tambah gemuk saat hamil." Mendengar perkataan Mario, Deandra langsung mendelik tajam. Walaupun tidak masalah berat badannya naik, tapi di ingatkan oleh orang lain tentang berat badannya membuat ia sangat sensitif.


"Ehemm," Dehem Mario saat ia salah bicara.


"Berapa usia kandunganmu? Sepertinya sudah memasuki trimester akhir." Tanya Mario sambil menatap ke arah perut Deandra lembut.


"Ya, usia kandungan ku memang su......argghhh!!" Belum selesai Deandra berkata. Tiba - tiba seorang pelayan yang membawa segelas kopi tersandung, dan akibatnya menumpahkan lengan Deandra yang kebetulan ia memakai Dress lengan pendek, serta menyiprat ke arah perut Deandra.


"APA YANG KAU LAKUKAN!!" Bentak Mario kepada si pelayan wanita yang menumpahkan kopi ke arah Deandra.


"Kamu tidak apa - apa Deandra?" Tanya Mario khawatir sambil mengelap lengan Deandra menggunakan tissu di atas meja, dan juga perut besar Deandra pelan. Mengabaikan si pelayan yang sudah menunduk ketakutan.


"Aku ingin pelayan seperti mu di pecat." Geram Mario yang terus membersihkan lengan dan perut Deandra sambil berjongkok.


"Ak.....Mario!!" Kaget Deandra saat melihat Mario yang sudah tergeletak di lantai dengan sisi bibirnya yang berdarah. Karena seseorang menariknya, dan juga mengahajarnya begitu cepat.


"Berhenti Christian!" Ucap Deandra tegas, dan memegang lengan suaminya yang hendak mengjajar Mario kembali. Ya! Christianlah seseorang itu yang tiba - tiba datang, serta menghajar Mario tanpa ampun.


Marissa yang baru saja keluar dari arah toilet heran dengan keadaan restoran yang ramai.


"Menantu.....loh, kemana Deandra?" Tanyanya heran saat berjalan ke arah mejanya, namun tidak ada menantunya di sana.


"Menantu anda sudah di bawa pergi oleh suaminya Nyonya." Ucap Mario yang duduk serta mengusap wajahnya memar.


Mendengar perkataan pria yang duduk di kursinya heran, serta meringis saat melihat keadaannya yang mengkhawatirkan.


"Dan kau! Panggil bos mu untuk memecat pelayan sepertimu!" Lanjut Mario terhadap pelayan wanita yang sejak tadi masih berdiri.


"Saya mohon tuan jangan lakukan itu, saya tidak sengaja menumpahkan kopi pada nona itu." Ucap si pelayan memelas.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Marissa bingung, tapi pasti ini ada hubungannya dengan menantunya.


"Pelayan ini menumpahkan kopi panas pada Deandra, sehingga lengan dan perut Deandra terkena tumpahan kopi." Jelas Mario.

__ADS_1


"APA!!" Kaget Marissa.


"Kau memang pantas untuk di pecat, karena sudah melukai menantu dan calon cucuku." Ucap Marissa tajam sambil menunjuk si pelayan.


Tidak ingin lebih lama di sana, dan bertanya lanjut pada pria di hadapannya, maka Marissa mengambil tas Deandra yang tergeletak di atas meja, dan pergi dari sana bersama barang belanjaannya. Ia pun memasuki mobilnya dengan tujuan akan pergi ke rumah anaknya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Tampang Christian yang sangat dingin, dan auranya yang sangat menyeramkan. Terus mencengkal tangan Deandra erat sampai mereka tiba di rumahnya. Menendang pintu kamar mereka keras, dengan menarik tangan Deandra tanpa memperdulikan Deandra yang tengah hamil besar. Seruan Deandra minta di lepaskan sedari tadi, Christian abaikan.


"BERANI - BERANINYA KAU MAIN - MAIN DI BELAKANG KU DEANDRA!!" Bentak Christian dan menghempaskan tangan Deandra kasar, sehingga Deandra terhuyung ke atas kasur.


"Apa mak......" Belum usai Deandra berkata, beberapa foto jatuh kepadanya yang setengah berbaring. Christian tanpa perasaannya melempar semua itu pada wajahnya. Deandra melihat salah satu foto yang tertangkap oleh matanya, dan di sana terlihat dirinya yang tengah di rangkul oleh Mario. Melihat satu persatu foto lainnya, dan itu benar saat dirinya bersama Mario saat di taman. Tapi di foto - foto ini, seakan dirinya tengah bermesraan dengan Mario. Foto yang di rangkul itu, saat dirinya hendak berdiri dan oleng, tapi untungnya Mario cepat - cepat menahannya agar tidak terjatuh. Dan kini suaminya, Christian tengah menuduhnya selingkuh.


"KAU SELINGKUH DENGANNYA SAAT AKU TIDAK ADA DI RUMAH?! JAWAB DEANDRA?!!" Bentak Christian sambil melemparkan lampu tidur di atas nakas. Melihat Christian yang sangat marah seperti ini, baru pertama kali Deandra lihat. Urat - urat menonjol di lehernya, rahang yang mengeras dengan gigi yang bergemeletuk, serta kepalan tangannya yang mengerat betapa besarnya luapan emosi Christian yang di tahannya.


"Kau menuduhku selingkuh dengan hanya melihat foto - foto ini, yang belum tentu benar. Aku tidak selingkuh Christian!!" Ucap Deandra tegas. Namun kenyataan dirinya tertampar keras, saat melihat raut muka Christian yang tidak mempercayainya.


"Apakah kepercayaanmu kepadaku tidak ada Christian? Hingga kamu masih mengawasiku, dan memberikan foto yang membuatku seolah hina itu?" lanjut Deandra dengan tatapan kecewanya.


"Bagaimana aku bisa percaya kepadamu, jika melihat ba*jingan itu mengelus perutmu," Ucap Christian tajam meski sudah tidak membentak lagi.


"Seharusnya kau mencari tahu, sebelum bertindak bodoh seperti itu." Ucap Deandra.


"Menarikku tanpa memperdulikan aku yang tengah hamil. Bagaimana jika aku terjatuh, dan terjadi


apa - apa pada anakku?" Lanjut Deandra lelah.


Christian melirik ke arah perut istrinya, dan merasa bersalah. Namun egonya yang tinggi, ia membuang muka dan berbalik serta berjalan ke arah pintu. Melihat Christian yang membuang wajahnya, acuh terhadap kandungannya membuat Deandra sakit hati.


Sebelum benar - benar ia keluar dari kamar, ia berkata. "Hari ini kau tidak boleh keluar rumah sejengkal pun, tanpa diriku." Ucap Christian dan menutup pintu dengan kencang.


Melihat pintu yang sudah tertutup rapat dengan keras, Deandra menghela napas lelah. Segera membaringkan dirinya di atas kasur, merasa perutnya sedikit sakit oleh tendangan anaknya yang protes saat Christian menarik dirinya tadi. Tidak peduli dengan Christian yang entah pergi kemana, yang ia pentingkan sekarang adalah dirinya, dan anaknya yang memang butuh istirahat.


☆¤☆¤☆¤☆¤¤☆


Next Chapter......


Like, vote, and follownya!!

__ADS_1


Kasih tahu jika ada typo ya guys.


See U 😉


__ADS_2