Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 22


__ADS_3

Happy Reading....


.


.


.


.


.


.


.


Enjooooyy


*****


DEANDRA


Suara ketukan dari meja Theo, mengalihkan atensi kami semua padanya, dan melanjutkan meeting, yang sempat tertunda.


"Mrs.Deandra " ucap Theo tiba-tiba, yang membuat mereka heran. Memandang satu sama lain, sebelum mengalihkan pandangannya padaku.


"Kenapa dengan Deandra, Pak Theo ?" tanya Hellen, dengan suara lembut, yang membuat Emilly memandangnya jijik.


"Kalian masih belum juga mengerti ? " yang di jawab anggukan mereka.


"Arsitek pembangunan cabang hotel di Italia adalah Mrs.Deandra." ucap Theo


" What?! " kaget Hellen, yang langsung mendapatkan teguran dari Pak Marco karena terlalu berisik.


"Tidak heran. Jika, kalian tidak mengetahui orangnya dari awal " ucap Theo.


"Maaf Pak menyela. Jika, Mrs.Deandra arsiteknya, kenapa dari awal tidak di publikasikan ? " tanya Tommy heran.


"Hanya Mrs. Deandra, yang punya jawabannya " jawab Theo menatap ke arahku. Serta Tommy, dan yang lainnya juga, yang membuatku menghela napas pelan.


"Karena saya pribadi, yang meminta untuk tidak di publikasikan !!" tekanku, yang tidak ingin pembicaraan ini di lanjutkan.


"Haiishh!! Seharusnya, dengan mempublikasikan diri. Biar kami semua tahu, bahwa kamu orang yang sangat hebat! Seperti ini nih! Yang di maksud, dengan kaum sosialita! Banyak berkarya, bukan banyak gaya !! " ucap Emilly tersenyum, sambil melirik Hellen, yang tengah menahan marah.


"Jadi, sekarang kalian sudah tahu kan? Siapa arsitek, yang mendesain proyek kita kali ini, dan paham akan penjelasannya Mrs. Deandra ?! " tanya Theo beruntun.


"Ya, Pak. " seru karyawan bersamaan.


"Karena proyek kita di Italia akan hampir selesai. Maka dari itu, saya mengumpulkan kalian semua.


Sales and Marketing Departement. Divisi, yang saya sebutkan sangat berperan banyak, untuk memasarkan hotel kepada masyarakat, maupun pelanggan.


Jadi, saya meminta pada kalian, untuk membuat proposal pemasaran hotel lebih awal. Melakukan strategi terbaik, yang sangat menarik untuk di minati semua orang, bisa di mulai dari hari ini !! "tegas Theo, membuat kesan ramahnya hilang seketika.


"Hanya itu, yang saya sampaikan. Selanjutnya, saya serahkan kepada Pak Marco. Sekian, dan terimakasih. " ucap Theo, dan berlalu dari ruangan.


"Seperti apa, yang sudah di jelaskan Pak Theo, jadi.............."


Meeting pun berlanjut, yang di gantikan, oleh Pak Marco. Selama 1 jam ke depan, dan usai saat jam waktu makan siang tiba.


Wajah-wajah lesu, saat keluar dari ruangan meeting. Selama berjam-jam, yang menguras tenaga mereka. Namun, saat pintu terbuka lebar. Semuanya, berbondong-bondong pergi ke kantin kantor, dengan semangat yang berkobar kembali.

__ADS_1


*****


"Akhirnya, Cacing-cacing di perutku, mendapatkan jatahnya juga. " ucap Jack, yang sedang mengelus perutnya.


"My head is spinning! Di tahan di ruang meeting berjam-jam." keluh Joya, yang menumpukkan kepalanya di atas meja.


"Apalagi make-up ku, yang sudah luntur kemana-mana, oleh keringat. " keluh Emilly, yang sedang berkaca.


"Yang Artinya, make-up mu itu murahan ! " ejek Joya, yang mendapatkan lemparan tissu bekas Emilly.


Tommy yang melihat itu, hanya bisa meringis, dengan kelakuan teman-temannya.


"Sorry, Deandra. Mereka memang suka berlebihan seperti itu, tidak tahu tempat. Harap di maklum saja, dengan tingkah mereka. "


"It's okey. No problem with their alay behavior, it becomes an entertainment for me. " ucapku, dengan menambahkan kata gaul di tengah kalimat, membuat mereka langsung menatapku.


"What do you say? ayl........"


"Alay.." ucapku, saat Emilly susah menyebutkan.


"Ay....al..." eja Jack.


"Alay Jack, " kekehku geli, saat ia susah menyebutkannya juga.


"Alay " ucap Tommy benar, yang di seru heboh mereka.


"Kalian ini! Membuat kita, di perhatikan semua orang tahu! " ucap Tommy kesal, dan juga malu.


"You guys, Lebay !"


"Yaahh...apalagi itu !"


Perkataanku, yang membuat mereka bertanya kembali, dengan heboh bersamaan. Membuat Tommy, yang langsung menundukkan wajahnya, yang sudah merah padam karena malu.


*****


Aku bersama Emilly, serta Joya. Berjalan keluar kantor, dan sedang menunggu Jack, yang ingin mengambil mobilnya di parkiran. Karena, mereka berdua akan ikut mobilnya Jack, yang memang jalan pulangnya searah.


"Lelahnya.....rasa-rasanya badanku akan remuk saja " ucap Emilly lesu, yang berada di sampingku.


"Ya, kau benar Emilly, " sahut Joya.


"Tapi kau harus tetap semangat ! Apa yang telah di katakan, Pak Marco. Anniversary perusahaan, yang akan di adakan di pantai, serta tiga hari menginap di resort mewah milik keluarga Miller. Membuatku tidak sabar, untuk melewati tiga hari kerja lagi. " lanjut Joya, dengan senangnya.


"Sepertinya, aku harus membeli bikini baru, dan barang lainnya untuk berjemur di pantai. Sebelum esoknya, kita akan berangkat ke sana " ucap Emilly, yang sudah kembali berwajah cerah.


"Bagaimana, kalau kita bertiga pergi shopping bersama ? Setelah pulang kerja nanti ? " lanjut Emilly.


"Aku setuju!! Bagaimana denganmu Deandra? " ucap Joya, dan bertanya padaku.


"Hemmm, boleh juga " ucapku setuju.


"Yuhuuu......liburan, i'am comming !! " teriak Emilly senang.


Melihat mobil Jack, yang sudah di hadapan kami. Emilly, dan Joya segera masuk ke dalam mobil, setelah kami saling berpamitan. Dan aku segera berjalan ke arah mobilku, yang sudah berada di depan kantor. Setelah seorang security, yang memarkirkannya untukku.


Masuk ke dalam mobil, dan melajukannya pelan Sambil melihat kanan kiri, untuk mencari sebuah restoran. Karena badanku terlalu lelah, dan lesu untuk memasak sendiri, lebih baik mencari makanan siap saji.


Memarkirkan mobil, sesudahnya tiba di tempat, yang di tuju. Keluar mobil, dan berjalan masuk ke sebuah tempat makanan saji. Restoran McDonald's, yang saat ini aku datangi.


Setelah usai, dengan urusan perutku di McD. Aku segera berlalu dari sana, dan melajukan mobil dengan cepat. Suara dering dari ponsel, yang ku simpan di dashboard. Segera ku angkat, dengan menekan layar audio mobil, tanpa melepaskan pandanganku ke arah depan, dan panggilan pun tersambung.

__ADS_1


"DEANDRA !! KEMANA SAJA KAMU ?! KENAPA BARU MENGANGKAT TELPONKU !! " suara keras, dan tajam, yang pertama kali menyapa pendengaranku.


Ternyata Christian, setelah ku lihat layar ponselku.


"Sweety, kamu dimana ? Kenapa terdengar seperti, suara kendaraan ? " tanya Christian lagi.


Saat tidak mendapatkan jawabanku, dan mulai memelankan suaranya.


"Aku sedang mengendarai mobil untuk pulang ke apartement " jawabku, dan terdengar helaan napas kasar dari sebrang, membuatku kembali berucap lagi .


"Hari ini aku lembur, dan mampir ke restoran untuk makan terdahulu, sebelum pulang. "


"Ya sudah, aku tutup telponnya. Setibanya di apartement, segera kabari aku ! " perintahnya, yang ku balas dengan deheman, dan panggilan pun terputus. Segera ku lajukan mobil, dengan lebih cepat. Dan membelah jalanan, yang malam ini sangat lenggang.


10 menit yang lalu. Baru saja aku tiba di apartemen, dan sudah berbaring di atas kasur, dengan nyamannya. Karena, sangat melelahkan pekerjaan hari ini. Mengambil ponsel di atas nakas di sebelah tempat tidurku, dan mengirim pesan pada Christian.


Menyimpan ponsel kembali ke atas nakas. Saat pesan sudah terkirim, dan cepat berbaring lagi, dengan nyaman. Memejamkan mata, setelah rasa kantuk mulai menyerangku untuk tidur.


*****


Sementara itu,......


Christian, yang tengah berdiri di depan kaca besar. Di sebuah ruangan gelap, yang hanya di sinari cahaya bulan, serta gemerlap lampu dari gedung-gedung tinggi. Dengan tangan kanan, yang memegang segelas cairan bening. Menggoyangkannya pelan, serta membawa bibir gelas, pada bibir bawahnya yang tebal, dan tipis bagian atas, membentuknya sangat sexy. Menyesap, dan menelan segelas wine, yang membuat tenggorokannya panas. Namun, saat rasa manis mengelus lidahnya, membuat Christian tidak ingin berhenti meminumnya.


Suhu tubuh panasnya, karena wine. Tidak membuat pikirannya tenang, yang sedari tadi gelisah. Menunggu kabar dari seseorang, yang saat ini tengah membuatnya di landa ke kahawatiran.


Berjalan cepat ke arah kasur, saat ia mendengar suara dering notifikasi dari ponselnya. Sebuah pesan, yang selalu ia tunggu-tunggu, dan membuat senyum simpulnya terbit seketika.


**From** : **Sweety ❤**


Aku sudah tiba di apartemen.


Walaupun itu, hanya pesan singkat. Namun, sudah sangat cukup untuk membuat hatinya senang, dan lega. Segera ia balas dengan cepat, tanpa memudarkan senyumannya.


Lekaslah tidur.


Goodnight, Dear..


**Send To : Sweety ❤**


Setelah pesan terkirim. Christian segera berbaring, dan memejamkan ke dua matanya.


*****


Next Chapter.......


.


.


.


.


.


.


.


Like And Comment !!

__ADS_1


Follow And Vote !!


See U 😊


__ADS_2