
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Pagi sweety," Suara Christian dari arah tangga tengah menghampiri Deandra yang berada di ruang makan mereka.
"Terima kasih, sayang." Ucap Christian setelah Deandra menyimpan segelas kopi hitam di hadapannya.
Saat ini, mereka berdua tengah sarapan pagi. Meski terakhir kali mereka sempat ribut kembali, tapi Deandra tetap menyiapkan segala keperluan suaminya untuk ke kantor. Sejak menjadi seorang istri Deandra tentu saja mengurus semua keperluan suaminya, meski pun ia tengah marah. Hanya saja kali ini marahnya tidak terlalu, dirinya hanya kesal pada Christian yang seolah membela sekretarisnya itu.
"Hari ini kamu chek kandungan kan, sayang? Nanti kita pergi periksa bersama ke rumah sakitnya." Tanya Christian sambil menyuap roti panggang selai coklatnya.
"Iya, hari ini jadwalnya." Jawab Deandra.
"Kalau kamu sibuk tidak usah, nanti aku minta antar Mommy, atau sendiri pun bisa." Lanjutnya sambil memakan salad buahnya.
"Tidak! Nanti kita pergi bersama. Aku pergi ke kantor dulu sebentar, setelah itu kembali ke rumah untuk menjemputmu." Ucap Christian tidak ingin di bantah.
"Hm, oke." Ucap Deandra.
"Jangan makan salad terus. Susu hamilmu belum di minum?" Ucap Christian sambil menunjuk gelas susu hamil yang masih utuh.
"Iya nanti aku minum," Ucap Deandra malas membuat Christian menghela napas pelan. Istrinya memang seperti itu, sangat susah untuk minum susu hamilnya.
"Aku berangkat dulu ya, sweety." Ucap Christian berdiri dari duduknya, begitu pun Deandra yang langsung menatap Christian serta menghentikan makannya.
"Jam 9 nanti aku jemput." Ucap Christian sambil memegang dagu Deandra dan mengangkatnya untuk mencium bibir istrinya. Mengecap, memagut sebelum di hentikan oleh Deandra, mendorongnya pelan. Bisa saja suaminya itu tidak akan berangkat ke kantornya, jika tidak ia yang menghentikannya.
Christian mengecup bibir istrinya cepat, sebelum ciumannya ia turunkan pada buah hatinya.
__ADS_1
"Jangan buat Mami mu kelelahan ya, boys." Gumam Christian.
"Aku pergi sweety," Pamit Christian sambil mencium kening Deandra lembut.
"Hm. Hati - hati." Ucap Deandra sambil melihat Christian yang berjalan ke arah pintu utama.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Langsung ke kantor, Tuan? Tanya Arlo pengawal pribadi sekaligus sopir Christian.
"Kita ke hotel terlebih dahulu." Jawab serta titah Christian tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet yang menunjukkan kurva - kurva.
"Baik, Tuan." Ucap Arlo singkat.
Christian menyimpan tablet serta ponselnya ke dalam tas kerja, setelah mobilnya tiba di depan hotel pusat miliknya yang berada di New york.
Di bukanya pintu oleh Arlo dari luar, Christian pun keluar sambil membenarkan jas nya yang memang sudah rapih itu. Berjalan ke arah lobby hotel dengan di ikuti Arlo yang berada di belakang sambil membawa tas kerja Christian.
Para karyawan serta karyawati yang melihat pemilik hotel tempat di mana mereka bekerja, sontak menunduk, menyapa hormat sebagaimana anak buah kepada atasan.
"Mr. Miller," Tiba - tiba seorang pria yang berumur 40 tahunan menghampiri, serta menyapa hormat kepada Christian.
Christian terus berjalan ke arah lift menuju ke ruangannya berada yang di ikuti oleh Arlo dan Thomas, pria paruh baya tadi yang memang seorang manager di hotelnya ini.
Di mana mereka bertiga sudah sampai di lantai yang mereka tuju, Christian dan juga Thomas memasuki ruangan Christian yang terlihat minimalis dan juga luas. Sedangkan Arlo menunggu bos nya di luar di depan pintu, setelah memberikan tas kerja atasannya. Christian, dan Thomas mereka berdua segera membahas tentang pekerjaan dengansangat serius. Hingga 1 jam terlewati pintu ruangan terbuka, Christian keluar yang di ikuti oleh Thomas pembahasan pekerjaan sudah selesai. Christian serta Arlo mereka berdua pergi dari hotel, melakukan perjalanan kembali untuk ke kantor.
Christian yang baru saja tiba di kantornya tidak terlewatkan oleh karyawannya yang menyapa serta menunduk hormat kepadanya. Christian tetaplah Christian yang berjalan dengan ekspresi datarnya. Namun bagi mereka memang seperti itu lah atasannya itu, jadi mereka tidak mempersalahkannya.
Apalagi jika bagi karyawan wanita, ekspresi seperti itu membuat atasannya semakin mempesona di tambah wajah atasannya yang memang sangat tampan.
"Angel ke ruanganku sekarang, dan bawa dokumen revisian kemarin." Titah Christian datar.
Mendengar suara ketukkan Christian memerintahkan untuk masuk.
"Chris, ini hasil revisian kemarin sudah aku selesaikan." Ucap Angel menghampiri meja Chrsitian sambil menyodorkan sebuah map ke hadapan Christian dengan lembut.
"Perbaiki ucapanmu Angel. Kau di sini bekerja menjadi bawahan ku." Ucap Christian datar sebelum mengambil map nya, membuat Angel yang mendengarnya menelan ludah kasar.
"Tapi kan, di sini hanya ada kita berdua Chris. Lagian kita juga berteman." Dan akan ku buat lebih dari itu, lanjut Angel dalam hatinya.
Christian mengangkat kepalanya dari map dan menatap Angel datar, dengan menyimpan mapnya ke atas meja dengan keras.
"Apa kau menerima panggilan dari istriku saat di Kanada?" Christian tiba - tiba.
"Apa maksudmu?" Tanya Angel pura - pura bingung.
"Apa kau juga yang merusak ponselku dengan sengaja agar istriku tidak bisa menghubungiku?" Tanya Christian lagi.
"Chris, apa mak......."
"JAWAB!!" Bentak Christian berdiri sambil menggebrak meja kerjanya, menyela ucapan Angel yang masih tidak ingin mengakui kesalahannya.
Dan itu membuat Angel kaget saat melihat Christian marah kepadanya.
"Aku melakukannya agar pikiranmu tidak terbagi dan juga terganggu saat bekerja Chris." Bela Angel.
__ADS_1
"Apa hak mu mencampuri urusan pribadiku Angel. Kau hanya seorang sekretaris yang aku bayar. Lancang sekali kau mencampuri urusan pribadiku." Ucap Christian dingin.
"Aku tidak ingin istrimu menelpon mu terus, dan ponselmu sengaja aku rusak, KARENA AKU MENYUKAIMU CHRISTIAN," Ucap Angel mengakui perasaannya dengan sangat keras."
"Dengan begitu waktu kita berdua tidak akan ada yang menganggu." Lanjutnya menatap Christian memuja.
Christian yang mendengar itu tentu saja kaget dengan pengakuan sekretaris sekaligus temannya itu, tapi ia menutupi semua itu dengan raut wajah dinginnya.
"Aku sudah lama mencintaimu saat junior high school Christian, tapi kamu malah mencintai serta berpacaran dengan sepupumu itu." Ucap Angel sambil berjalan pelan ke arah Christian.
"Tahukah kamu. Aku tersakiti melihat kalian berdua bermesraan, dan hanya menganggap aku sebagai teman saja. Bertahun - tahun aku memendamnya hingga aku melanjutkan sekolah ku keluar negeri hanya untuk melupakanmu. Hingga aku mendengar kamu sudah putus dengan Laura, dan memiliki kekasih lain lagi.
"Aku pikir, aku memiliki peluang untuk mendekat lagi padamu, tapi ternyata kamu telah menikah membuat peluang semakin kecil. Namun aku berpikir, berpacaran saja bisa putus apalagi menikah bisa saja kan, kalian bercerai. Aku sangat mencintaimu Chris hingga aku menjadi selingkuhanmu aku pun mau, apalagi sampai membuat kalian bercerai itu akan membuatku bahagia." Ucap Angel mengeluarkan isi hatinya yang selama ini tidak ingin ia katakan. Namun kali ini, ia mengungkapkan semuanya membuat ia merasa lega.
"Lupakan perasaanmu itu Angel, karena sampai kapan pun aku tidak pernah memiliki perasaan lebih dari seorang teman kepadamu." Ucap Christian yang saling berhadapan dengan Angel dengan jarak kurang lebih satu jengkal.
"Tidak Christian!! Aku tidak akan pernah melupakan mu, dan melepaskan mu kali ini." Teriak Angel sambil memeluk Christian cepat membuat Christian tidak bisa menghindar.
"Lepas Angel!! Jangan sampai aku berbuat kasar padamu!!" Ucap Christian dengan ancaman sambil melepaskan lilitan tangan Angel dari tubuhnya.
"Tidak sayang, aku sangat mencintaimu." Ucap Angel merangkum wajah tegas Christian, mendorong kasar tubuh Christian hingga menjadi duduk di kursinya.
Christian yang tiba - tiba saja di dorong hingga terduduk sangat kaget. Hingga tidak menyadari pergerakan Angel yang cepat telah duduk di pangkuannya, sambil merangkum wajahnya serta akan mencium bibirnya. Angel yang sebentar lagi bibirnya akan berciuman dengan orang yang ia cintai, seketika terhenti.
"CHRISTIAN!!!" Suara menggelegar dari seseorang membuat mereka terkejut. Christian tersadar akan posisinya, mendorong kursinya ke belakang dan mendorong Angel begitu saja ke atas ubin sangat keras.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Jeng.....jeng.......!!
Next Chapter Guys.
Beberapa Chapter lagi, last chapter.
Dukungannya Vote, follow, and like ya!!
__ADS_1
See U 😉