Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 17


__ADS_3

Happy Reading.....


.


.


.


.


.


.


.


Enjooooyy Guys..


*****


AUTHOR


Saat pertama menginjakkan kaki jenjang mereka di kantor, gedung tinggi, mewah dan ternama. Mereka Christian dan Deandra sudah menjadi pusat perhatian banyak orang, berbagai tatapan kagum akan keserasian mereka, terpesona dan rasa iri dari para pria dan wanita.


Membuat sebagian dari mereka berandai-andai, jika saja posisi itu adalah mereka sendiri.


"Apa berita itu benar, jika mereka sudah bertunangan? " Tanya salah satu pegawai wanita berkacamata, saat melihat CEO pemilik perusahaan tempatnya bekerja, berjalan bersama wanita yang di gadang-gadang adalah tunangannya.


Bagi mereka bergosip di pagi hari adalah makanan tiap hari untuk mereka, sesama rekan kerja untuk mengisi waktu luang, sebelum memulai bekerja.


Apalagi gosip terpanas kali ini yang sudah beredar di dalam kantor adalah Mr.Miller CEO mereka yang terkenal dingin dan kejam.


Namun, memiliki wajah yang sangat tampan,dengan rahang keras dan tegas, serta tatapan mata tajamnya bisa membuat orang-orang yang berhadapannya merasa terintimidasi.

__ADS_1


Membuat sebagian dari para wanita nakal berpikir, itu adalah daya tarik yang membuat mereka terpikat untuk mengarungi dalam kegairahan.


Kepribadiannya yang cukup tertutup, sangat minim sekali untuk terlihat dekat dengan seorang wanita, dan tersebarnya kabar tentang pertunangan CEO mereka, yang sudah bertunangan. Membuat para wanita yang menaruh hati dan mengaguminya, seketika patah hati.


"Ya itu benar, asal kau tahu Pak Marco Manager kita masih satu keluarga dengan Mr. Miller, jadi tidak heran, saat Pak Marco mengupload foto pertunangannya CEO kita" Sahut wanita lainnya yang tengah menunggu komputernya menyala, sambil memoleskan lipstik di bibir, yang memang sudah sangat merah.


"Dari segi manapun, mereka terlihat sangat serasi sekali, benar-benar pasangan yang sempurna. " Ucap si wanita berkacamata dengan penuh kekaguman.


"Hehh! Wanita itu hanya beruntung saja bisa bertunangan dengan Mr. Miller dari segi penampilan pun dia kalah dariku. " Sahut suara sinis wanita dengan angkuhnya.


"Hellen mungkin penampilan wanita itu memang kalah dari mu. Tapi setidaknya atasan kita tidak salah pilih untuk melabuhkan hatinya, pada wanita sederhana tapi anggun itu. " Sahut Joya si wanita berkacamata.


"Jangan terlalu berbangga diri, hanya pernah di puji oleh atasan kita. Jangan lupa tanpa divisi kita yang bekerja keras. Kau dan divisi mu tidak ada apa-apanya. " Cibir Emilly membuat Hellen pergi dari kubikelnya dengan sifat arrogantnya.


"Entah mengapa perusahaan ini, memasukan wanita berotak udang seperti dia. " Lanjut Emilly dengan dengusan kerasnya.


"Kenapa dengan wajah kalian, pagi-pagi sudah tidak enak di pandang." Suara laki-laki yang tengah berjalan ke kubikelnya mengintrupsi pembicaraan team sedivisinya.


"Mereka pasti bersiteru lagi dengan si buah dada melon. " Suara vulgar si pria lainnya yang baru saja tiba sambil meletakkan tas kerjanya.


"Apa yang wanita itu lakukan pada kalian. " Ucap Tommy, salah satu pria yang masih waras di team devisinya.


"Apalagi jika bukan membanggakan diri, membandingkan dirinya dengan wanita yang sudah bertunangan dengan CEO kita." Ucap Emilly yang masih kesal.


"Aku sebagai lelaki setuju dengan pilihan si Bos, walaupun terlihat sederhana tapi cantiknya sangat natural, jika sudah di poles sedikit aku yakin,makin banyak pria yang mengejarnya. " Ucap Jack.


"Sudahlah lebih baik kita kerjakan, pekerjaan kita yang belum selesai. " Ucapan Tommy yang sudah fokus dengan komputer di depannya, membuat mereka mulai bekerja pada kerjaan masing-masing.


"Perhatian semua! Silahkan berkumpul di sini dulu. " Suara perintah dari Pak Marco membuat mereka berhenti sejenak dari pekerjaannya dan segera menghampiri atasannya itu.


"Perkenalkan ini Ms.Deandra yang akan masuk ke dalam team divisi kalian dan membantu dalam beberapa bulan ini, sebelum proyek yang kita jalani selesai " Ucap Pak Marco.


"Pagi semua " Sapa Deandra.

__ADS_1


"Pagi Bu... " Sahut mereka bersamaan.


"Panggil saya Deandra atau Dean, karena belum cukup tua untuk di panggil Ibu " Guyonnya mencairkan suasana dan membuat mereka tertawa.


"Dengan masuknya saya ke team ini, saya harap kita bisa bekerjasama membuat team ini lebih baik lagi dari divisi lainnya dan mohon bantuannya " Ucap Deandra dengan, sedikit membungkuk di ikuti mereka dan saling jabat tangan serta ucapan selamat datang.


*****


Suara ketukan pintu dari luar ruangan kerja, membuat seorang pria menghentikan pekerjaannya sejenak. Dan suara mengijinkannya untuk membuka pintu.


"Masuk" Jawab Christian sambil menyandarkan diri pada kursi kebesarannya yang ia duduki.


Asisten pribadilah, Theo yang membuka pintu dan berjalan ke arahnya.


"Tuanini berkas yang harus di tanda tangani. " Ucap Theo sambil menyerahkan sebuah Map ke meja kerjanya.


"Apa jadwalku setelah makan siang hari ini?"Tanyaku sambil memeriksa kembali berkas, sebelum ku tanda tangani.


"Jadwal hari ini anda kosong tidak ada pertemuaan dengan client." Jawab Theo berdiri dengan tegap dan menerima Map dari atasannya.


"Tuan apa ulang tahun perusahaan kali ini akan di selenggarakan di Hotel yang sama seperti tahun lalu. " Lanjutnya memberitahukan informasi, tentang ulang tahun perusahaan yang akan tiba dekat ini.


"Hemm...menurutmu bagaimana?" Tanya balik Christian pada Theo, yang masih setia berdiri di depan meja kerjanya.


"Ya sudah, kau keluar saja biar ini aku pikirkan lagi. " Usirnya sebelum Theo menjawab, dan yang segera di lakukan Theo keluar dengan, menutup pintunya kembali.


Sebelum jam istirahat akan tiba, ia segera larut untuk menyelesaikan berkas-berkas yang belum ia periksa.


*****


Like And Comment


Follow Me And Vote

__ADS_1


See U


Next Chapter.......


__ADS_2