Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 62


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


Deandra dan Christian saat ini, berada di ruang keluarga. Deandra yang sibuk dengan pekerjaannya begitupun Christian sibuk dengan laptop yang berada di pangkuannya. Di temani cake yang tadi Christian beli dengan di temani teh hangat.


"Uhukk...uhuuk..." suara batuk Christian mengalihkan pikiran Deandra dari desainnya menatap Christian khawatir.


"Kamu sakit Chris?" tanya Deandra sambil menempelkan punggung tangannya pada leher, dan kening Christian. Memang suhu Christian cukup terasa panas.


"Tidak Sweety hanya batuk...haaachiim.." ucapa Christian di selai bersin - bersin membuat Deandra menggelengkan kepalanya pelan


"Hanya batuk bagaiamana?! Wajah mu merah Chris, suhu tubuhmu juga sedikit panas. Lebih baik kamu istirahat, dan kita pergi ke kamar." omel Deandra sambil menutup laptop Christian dan menyimpannya di meja. Merangkul Christian berjalan ke arah kamar mereka.


"Aku ke dapur dulu," ucap Deandra sambil membantu Christian berbaring, serta menyelimutinya.

__ADS_1


"Sweety...."ucap Christian yang terdengar serak, sambil mencekal tangan Deandra.


"Tunggu sebentar saja, ok?" mau tidak mau Christian pun melepaskan cekalannya.


Deandra keluar kamar dengan di iringi tatapan Christian dengan wajah yang terlihat pucat. Sebenarnya, ia merasa tidak enak badan saat di kantor setelah makan siang dengan istrinya. Namun memang dia tidak di rasakan lebih lanjut, berpikir nanti juga akan baik - baik saja.


"Minum obat dulu sayang," ucap Deandra masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan yang terdapat obat, dan segelas air.


"Apa aku harus sakit dulu untuk kamu memanggilku mesra itu?" tanya Chris duduk dari berbaringnya menerima obat, dan segelas air dari tangan istrinya.


"Ck...kamu ini," ucap Deandra mencubit kecil perut sixpack Christian membuat si empunya meringis kecil.


"Sepertinya kamu tumbeng begini, karena belum terbiasa dengan cuaca di Indonesia kemarin di tambah lagi kamu langsung bekerja." ucap Deandra membantu Christian berbaring kembali.


"Tidurlah, aku akan menjaga kamu di sini." lanjutnya duduk sisi ranjang sambil mengusap tangan Christian lembut. Melihat Christian yang sudah tertidur, Deandra mengatur suhu Acc_nya untuk tidak terlalu dingin, dan beranjak pergi keluar kamar. Pergi mengambil pekerjaannya di ruang keluarga, dan membawanya kembali ke kamar. Bekerja menyelesaikan desainnya, sekaligus menjaga Christian. Duduk di bawah sisi ranjang Christian yang di alasi karpet berbulu tebal, dan meja kecil. Deandra terus membubuhkan coretan - coretan pensil pada kertas putih. Sehingga membentuk sketsa yang sangat detail. Terlihat dari keindahan serta keunikannya. Apalagi nanti, jika gaun itu sudah jadi.


"Aww...." ringis Deandra saat telapak tangannya menyentuh kening Christian yang sangat panas.


Berjalan ke arah pintu kamar, berjalan menuruni tangga cepat menuju kamar mandi. Mengambil wadah besar serta air hangat. Handuk kecil ia ambil di lemari pakaiannya saat sudah berada di kamar kembali. Mencelupkannya serta meremas, dan menempelkannya pada kening Christian. Di celupkan kembali handuknya, setelah di rasa dingin dan di tempelkan kembali pada kening Christian. Terus seperti itu, sampai peluh keringat dingin Christian yang dari tadi bercucuran tidak ada lagi, dan suhu tubuhnya mulai menurun kembali.


"Chris, bangunlah. Kamu harus minum obat lagi." ucap Deandra sambil membantu Christian bersandar pada dashboard. Memberikan beberapa butir obat, dan segelas air putih. Di letakkannya kembali gelas setelah Christian minum.


"Tunggu sebentar." ucap Deandra berjalan cepat ke arah wardrobe. Mengambil kaos putih pendek, duduk kembali di sisi ranjang. Membantu melepaskan baju Christian yang sudah basah oleh keringat. Di gantikan dengan baju yang ia ambil tadi di wardrobe serta memakaikannya.


"Tidur kembali, aku mau simpan ini dulu ke dapur." ucap Deandra tanpa memberi kesempatan Christian berbicara, sambil mengangkat wadah besar tadi keluar.


Deandra yang berada di dapur sudah menyimpan wadah tadi untuk mengompres, dan duduk di kursi makan, rasa lapar menyerang perutnya di pagi dini hari. Mengambil sebungkus mie instant, dan juga sebutir telur. Ia olah, dan menyantapnya setelah selesai di masak. Karena perutnya sudah kenyang ia isi, Deandra kembali ke kamarnya. Melihat Christian yang sudah tertidur pulas, ia kembali mengerjakan gambarnya. Mengambil ponsel dan menyetel alarm takut sewaktu - waktu ia tertidur dan kebablasan.


☆¤☆¤☆¤☆


Cahaya matahari yang menembus kaca, menyoroti pada wajah Christian. Membuat si empunya mengerjapkan mata, dan terbangun saat meraba sisi ranjang yang kosong. Bersandar pada kepala ranjang melihat sekitar ruangan tidak menemukan istrinya berada, begitupun di kamar mandi.


Berjalan ke arah pintu, menuruni tangga sambil melihat sekitar tetap saja tidak melihat istrinya.


"Elida...." panggil Christian pada asisten rumah tangganya yang kebetulan baru masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Iya tuan?" tanya Elida sambil membungkuk hormat setelah berada di hadapan majikannya.


"Di mana nyonya?" tanya Christian.


"Nyonya berada di ruang olahraga tuan." jawab Elida.


Karena rumah ini memang di fasilitasi ruang olahraga dan alat fitnesnya, Christian pun berjalan ke ruang olahraga yang berada di dekat kolam renang. Berjalan menghampiri istrinya yang sedang berjalan dia atas treadmill. Celana legging, bra sport yang berwarna hitam, serta sepatu sport hitam putih membalut kaki jenjangnya. Berpakaian seperti itu, dengan di soroti sinar matahari membuat Deandra terlihat bersinar. Apalagi peluh keringat membasahi tubuhnya, ia terlihat sangat sexy. Membuat Christian yang merasa sedikit pusing langsung sekejap hilang.


"Sweety," ucap Christian membuat Deandra menoleh kepadanya.


"Chris...kamu sudah bangun." ucap Deandra sambil mematikan treadmill, dan berjalan ke arah handuk kecil mengusap keringat di wajah serta lehernya. Berjalan ke arah Christian serta menyentuh keningnya yang sudah normal kembali suhu tubuhnya. Menuntun Christian pada sofa yang berada di ruangan, Deandra yang sangat kehausan meminum air putih segelas penuh dan menghabiskannya. Melihat istrinya minum, ia susah payah menelan ludahnya sendiri. Entah kenapa, cara istrinya minum membuatnya sangat bergairah.


"Ehemm..." berdehem canggung dengan pemikiran gilanya yang tidak tahu diri, di saat sakit pun ia masih saja bergairah pada istrinya.


"Kenapa tidak membangunkanku Sweety, aku telat masuk ke kantor." omel Christian dengan suara lemahnya. Deandra yang mendengar pun melotot ke arahnya.


"Ck.."decak Deandra pada suaminya yang tidak bisa melihat kondisi sedang tidak sehat masih saja memikirkan pekerjaan.


"Aku sudah menelepon Theo, jika kamu sakit dan tidak akan masuk kantor." ucap Deandra.


"Tapi, kan..."


"Tidak ada tapi - tapian, kamu harus sembuh dulu baru bisa kerja kembali. Satu atau dua hari tidak masuk kantor tidak akan membuat perusahaan bangkrut kok." kesal Deandra.


"Lebih baik kamu istirahat, menyembuhkan total kondisimu agar bisa kembali kerja. Masih ada pegawaimu yang mengurus perusahaan." lanjut Deandra. Mau tidak mau membuat Christian pasrah, mengiyakan.


"Apa kamu akan ke butik, Sweety?" tanya Christian dalam hatinya, ingin istrinya juga tidak masuk kerja.


"Tidak akan, hari ini aku akan merawatmu sampai sembuh di rumah." jawaban Deandra membuatnya senang, karena bisa berduan dan bermanja - manja pada istri tercintanya.


☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter.....


Vote, Like, Follow

__ADS_1


See U 😉


__ADS_2