Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 64


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖

__ADS_1


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Deandra, dan Christian setelah mereka usai makan siang. Kini mereka di sibukkan kembali dengan pekejaan mereka masing - masing. Deandra yang tidak kembali ke butiknya, mengerjakan tugasnya di ruangan Christian. Duduk di sofa yang empuk, dan juga besar membuatnya betah dan juga nyaman.


Christian yang tengah memeriksa kertas - kertas berada di tangannya dari tadi tidak bisa fokus, karena sesekali melirik istrinya yang tengah serius bekerja yang terlihat sangat sexy di matanya. Mengenyahkan pikirannya yang tidak konsisten, segera ia fokuskan untuk memeriksa kembali pada pekerjaannya.


Deandra yang menyadari suaminya selalu memperhatikannya pun merasa tergelitik, sebisa mungkin ia harus bersikap tenang dengan tingkah suaminya itu.


Produk barunya yang akan di launching akan segera tiba. Apa mungkin ia mengadakan shownya bersamaan dengan hari ulang tahun Christian? Karena kebetulan satu bulan waktu ia membuat produk barunya selesai, Christian akan menggelar pesta ulang tahunnya yang ke 27. Bukan hanya menyambut umurnya yang bertambah, tapi


semata - mata acara ulang tahunnya untuk mempererat dan memperluas kerja sama dengan perusahaan - perusahaan besar lainnya. Jadi tidak heran akan adanya sebuah pesta yang meriah dan mewah. Serta acara pesta itu akan menguntungkannya juga, jika ia membuat show bersamaan dengan pesta ulang tahun Christian.


Hei!! Ia bukan wanita yang menyia - nyiakan peluang besar seperti itu. Mungkin dari beberapa wanita atau seorang istri akan memulai semua bisnisnya dari nol tanpa bantuan suaminya, sampai harus berusaha mencari atau mendatangkan seseorang untuk tertarik pada produknya. Sayangnya, ia seorang istri yang akan memanfaatkan koneksi luas suaminya dengan baik, untuk kelangsungan usahanya yang akan gulung tikar dengan ia buat harus tetap berdiri. Bukan juga ia tidak memiliki rekan untuk ia undang, untungnya saat ia merintis bidangnya di Indonesia bisa di katakan ia memumpuni bidangnya itu hingga memiliki rekan kerja sama yang cukup loyalitas.


Maka dari itu, jika usaha butiknya agar bisa berkembang lagi ia harus mendapatkan bantuan dari Christian. Dengan banyaknya persaingan tidak hanya cukup dengan koneksi Christian, ia juga akan melaunchingkan produk yang elegan tapi unik. Bukan hanya yang dapat di gunakan untuk wanita, tapi produknya juga harus menarik perhatian, dan di gunakan pria. Dia harus membicarakan semua rencana nanti dengan suaminya, agar semuanya lancar terkendali.


"Chris, apa masih lama?" tanya Deandra setelah duduk dengan setengah berdiri di sisi meja Christian.


"Ada apa sayang?" tanya balik Christian sambil menarik pinggang Deandra agar duduk di pangkuannya.


"Kamu setuju tidak, jika produk fashion ku nanti di selenggarakan di mana saat pesta ulang tahunmu berlangsung?" tanya Deandra.


"Membicarakan soal ulang tahun, seperti baru kemarin umurku bertambah, dan kini bertambah lagi membuatku merasa lebih tua. Dan kamu masih saja tetap cantik, dan awet muda seperti belasan tahun." ucapan Christian membuat Deandra memutar bola matanya kesal.


"Please Chris, aku dan kamu kita hanya beda satu tahun saja, oke? Siapa bilang kamu tua, justru kamu sangat menawan dengan bertambahnya usia, kamu benar - benar terlihat sangat dewasa, dan gagah." ucap Deandra di sertai pujian yang membuat Christian mengecup bibir istrinya singkat. Siapa yang tidak senang mendapatkan pujian dari sang istri tercintanya itu.


"Jadi bagaimana pendapatmu soal aku yang akan melaunchingkan fashion baru bersamaan dengan pestamu itu?" tanya Deandra kembali.


"Kurasa itu akan lebih baik, jika mengadakannya bersamaan. Malah aku akan merasa senang jika kamu membutuhkan aku untuk membuat butikmu berkembang lagi." ucap Christian mengusap pipi kanan Deandra lembut.

__ADS_1


"Milikku....milikmu juga Sweety." lanjut Christian di akhiri ciuman panas mereka di sore hari.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Sweety...apa yang tengah kamu buat?" tanya Christian setelah ia habis mandi, menuruni tangga. Menghampiri istrinya yang tengah sibuk berada di dapur.


"Untuk makan malam ini, aku buat ayam asam manis dan juga tumis daun pokcoy sosis teriyaki." jawab Deandra sambil menuangkan masakan terakhirnya ke dalam piring besar putih datar. Menyimpannya di atas meja dengan Christian yang sudah duduk menunggu. Memasak lebih cepat di bantu juga oleh Elida dan juga pembantu lainnya yang saat ini tengah menuangkan dua gelas air putih untuk majikannya. Pergi undur diri dari ruang makan setelah pekerjaanya selesai, dan juga untuk mempersilahkan majikannya pula untuk makan.


"Ini sangat enak sayang," ucap Christian sambil menyantap hidangannya. Karena Christian yang ingin makan masakannya, Deandra sempatkan memasak dengan bahan yang tersedia di dalam lemari es.


"Kalau begitu habiskanlah." ucap Deandra sambil menambahkan tumis pokcoy ke dalam piring Christian.


"Of course." ucap Christian.


"Sweety, jika kamu lelah jangan di paksakan memasak untukku. Di sini banyak pembantu yang akan melakukan tugasnya." ucap Christian setelah suapan terakhirnya sambil memberikan tatapan lembut kepada Deandra.


"Aku tidak keberatan Chris, lagian memang kemauanku untuk masak, dan juga aku lagi ingin makan ini." ucap Deandra. Meminum air di gelas setelah ia selesai makan juga.


Deandra, dan Christian pergi ke kamar mereka sambil membawa sepiring buah - buahan yang sudah di kupas serta di iris. Waktu santai mereka di isi dengan menonton bareng di laptop Deandra yang memang penuh dengan koleksi film. Hanya sesekali Christian akan mengecek ponselnya untuk soal pekerjaan. Deandra pun tidak ambil pusing, karena acara menontonnya tidak ingin terganggu. Hingga waktu tidak terasa sudah larut malam, Christian menoleh ke arah istrinya yang sudah terbaring tidur dengan laptop yang masih menyala. Di matikan, dan di simpannya laptop di atas nakas, serta membetulkan posisi tidur istrinya dengan benar. Ia pun ikut berbaring setelah ponselnya juga ia simpan jauh. Memeluk istrinya dari samping, dan juga memeluknya erat. Mengecup kening Deandra lembut, dan dalam serta ikut menutup mata untuk tidur.


"Good night, have a sweet dream, sweetheart." ucap Christian sebelum benar - benar tertidur.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter.....


Vote, Like, and Follow Guys!!


See U 😉

__ADS_1


__ADS_2