
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Enjooooyy!!
*****
AUTHOR
Deandra dan Brian kembali pulang dengan mereka berdua berbeda arah. Brian yang pulang ke kediaman Kartawijaya berbeda dengan Deandra yang langsung ke arah apartement Chriatian, dan kini ia sudah berada di lobby. Ponsel yang berdering terus menerus ia abaikan. Christian lah yang sedari tadi meneleponnya.Tiba di depan pintu apartement ia membuka pintu setelah memasukan passwordnya.
Menutup pintu dan berbalik, ia di kejutkan oleh Christian yang sudah berada di belakangnya membuat Deandra kesal.
"Bisakah tidak selalu mengejutkan ku dengan kamu muncul tiba-tiba di belakangku?!" tanya Deandra kesal.
"Kenapa panggilan ku tidak diangkat, dan sedang apa kamu berada jauh dari daerah perkotaan?" tanya Christian datar sambil melipat kedua tangannya. Mengabaikan pertanyaan Deandra.
Deandra yang merasa Christian terlihat marah, segera ia hampiri dan mencium rahang Christian atau lebih tepatnya menggigit kecil seraya mengusapnya dengan lembut. Dengan Christian yang langsung memeluk pinggangnya.
"Nanti akan ku ceritakan, tapi sebelumnya aku bersih-bersih dulu dan menghangatkan makanan yang ku bawa ini," ucap Deandra sambil mengangkat sebuah papper bag dari tangannya.
"Baiklah. Biar aku yang menghangatkannya kamu bersih-bersihlah dulu," ucap Christian sambil mencium kening Deandra lembut.
"Heem." Deandra pun berlalu masuk ke dalam kamarnya dengan Christian pergi ke arah dapur menenteng papper bag yang Deandra berikan.
"Hemm.....wangi sekali membuatku lapar saja, " ucap Deandra yang baru tiba setelah selesai mandi. Mengambil duduk di samping Christian.
"Ayo makan." lanjut Deandra mengambil piring di atas meja, serta heran kenapa hanya satu piring? Deandra yakin Christian belum makan, pikirnya.
"Kamu tidak makan?" tanya Deandra.
"Aku ingin kita makan sepiring berdua."
"Hah?!" ucapan Christian membuat Deandra melongo kaget.
"Sweety...bisakah kamu menyuapiku, seperti kamu menyuapi Daddymu tadi di rumah, hm?" tanya Christian harap.
__ADS_1
"Hmm...Ok." ucap Deandra mengisi piring dengan nasi dan rendang yang ia bawa dari rumah. Kemudian menyuapi Christian serta ia bergantian.
"Soal yang tadi, kenapa kamu bisa di sana?" tanya Christian sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Aku mengikuti Brian yang hendak balapan mobil " ucap Deandra menyuap nasi pada dirinya sendiri.
"Brian sudah dewasa dia bisa menjaga dirinya sendiri," ucap Christian.
"Ya, dia sudah dewasa. Namun tidak waspada. Ahh! Apa kamu memasang pelacak?!" tuding Deandra memicingkan matanya. Saat menyadari sesuatu hal yang aneh.
"Aku hanya khawatir takut kamu terjadi apa-apa Sweety" bela Christian.
Deandra yang mendengar itu, hanya menghela napasnya pelan. Ia berkata," Aku bisa menjaga diriku sendiri, Ok?! Maka dari itu, tarik semua yang kamu pasang untuk mengawasiku selama ini!" titah Deandra sambil menyuap kembali Christian.
"Hmm" gumam Christian tanpa minat membuat Deandra menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana dengan Brian apa dia menjadi pemenangnya?" lanjut Christian.
"Brian tidak jadi balapan," ucap Deandra acuh tak acuh.
"Maksudmu Sweety?" tanya Christian mengangkat sebelah alisnya heran.
"Aku menghentikannya. Karena asal kamu tahu, mobil Brian sudah di sabotase oleh lawannya." jelas Deandra.
"Untung saja kamu datang tepat waktu untuk menggagalkannya. Aku dulu sibuk belajar dan organisasi saat kuliah, tidak dengan anak muda sekarang terlalu banyak main-main " ucap Christian tidak habis pikir.
"Sangat membosankan," gerutu Deandra.
"Kamu juga sama, kan Sweety? Apalagi kamu sama sepertiku yang selalu sibuk belajar." ucap Christian kesal dengan respon Deandra.
"Aku yang menggantikan Brian balapan mobilnya." ucap Deandra sambil tersenyum langsung membuat Christian tersedak.
"Apa kamu bilang Sweety? Kamu balapan mobil?!" tanya Christian kaget tak percaya apa yang ia dengar.
"Ehemm," berdehem canggung Deandra berkata, " Ya, Aku yang menggantikan Brian balapan mobilnya" ucap Deandra.
Menghela napas pelan Christian berkata, "Banyak hal yang tidak ku ketahui tentangmu Sweety. Selama kamu kembali lagi kesini. Kamu selalu membuatku terpukau. Aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi, hm?" ucap Christian penuh harap sambil menggenggam tangan Deandra.
"Sure."
"Kita akan mengenal satu sama lain kembali, dan lebih baik kita selesaikan makan terlebih dahulu" lanjut Deandra kembali menyuap Christian.
Dengan nakalnya Christian tidak melepaskan jari jemari Deandra dari mulutnya. Malah ia hisap, serta menjilatinya dengan sensual. Deandra yang melihatnya terlihat sexy. Apalagi Christian memakai celana tidur satin panjang, serta kaos lengan pendek yang mencetak tubuh kekarnya. Dewi liarnya yang berfantasi kemana-mana membuat wajahnya memanas. Berdehem canggung segera ia lepas tangannya paksa. Menormalkan kembali degub jantung yang membuat dadanya berdebar. Berbeda dengan Christian yang tersenyum lebar, serta mengecup cepat bibir Deandra. Membuat Deandra menahan napasnya sesaat.Sadar apa yang terjadi di berikannya pukulan pada Christian yang sudah menjaga jarak darinya.
"Christian " ucap Deandra kesal.
*****
Setelah 10 menit yang lalu, mereka usai makan malamnya. Kini mereka tengah bersandar santai pada sofa sambil menonton acara TV. Deandra yang bersandar pada dada bidang Christian di balas Christian dengan memeluk Deandra oleh lengan kirinya.
"Sweety, apa kamu akan mengundang teman-temanmu yang dari Indonesia untuk acara pernikahan kita? " tanya Christian sambil mengusap tangan Deandra dengan tangan kanannya yang bebas.
"Hm, Steven pun akan ku undang nanti " ucap Deandra membuat Christian yang sedang mengecup tangan Deandra menoleh seketika.
"Sweety apa temanmu hanya dia saja, kah? Kenapa dia harus di undang?!" tanya Christian kesal.
__ADS_1
"Banyak, hanya saja beberapa dari mereka sibuk. Apalagi sebelumnya sudah aku kabarkan dan ya, hanya beberapa saja yang akan datang " ucap Deandra masih tidak menyadari jika Christian tengah kesal.
"Aku tidak suka padanya, dan aku tidak suka kamu dekat dengannya Sweety! " tegas Christian.
"Kamu kenapa sih? Kamu cemburu dengan Steven,hm? tanya Deandra.
Namun tidak ada jawaban dari Christian. Seketika membuat Deandra tertawa yang membuat Christian bertambah kesal.
"Pantas saja saat di Hawaii suasana hati kamu tidak bersahabat yang membuat semua karyawanmu takut, ternyata kamu cemburu " lanjut Deandra sambil tersenyum lembut membuat Christian terpana seketika.
"Terus seperti itu Sweety " ucap Christian.
"Hah! " heran Deandra.
"Tersenyumlah, karena senyuman mu membuatku tak bisa berpaling dari mu " ucapan Christian membuat Deandra mencubit perut keras Christian
dengan wajahnya yang merona kembali. Haish! murahan!, batin Deandra.
Berdehem canggung Deandra berkata, " Soal Steven kamu tidak perlu cemburu padanya. Kita real hanya sebatas sahabat saja. "
"Sweety. Aku yakin dia memiliki rasa terhadapmu, " ucap Christian.
"Kamu benar Christian.....Ssst! " sebelum Christian akan menyela sudah Deandra suruh diam dengan menempelkan jari telunjuknya pada bibir Christian.
"Rasa Steven terhadap ku sama dengan rasa aku ke padanya. Persahabatan kami yang dekat sudah membuat kami saling menyayangi satu sama lain. Jika Steven memiliki rasa yang lebih terhadapku itu mustahil Christian, karena apa....." jeda Deandra menatap Christian serius begitupun dengan Christian yang sudah panas. Apalagi mendengar mereka saling menyayangi satu sama lain.
"Because he is gay, " ucapan Deandra membuyarkan lamunan Christian dan mengerjapkan matanya tak percaya, Setelah mendengar apa yang di katakan Deandra.
"Katakan sekali lagi Sweety!" titah Christian membuat Deandra mendengus.
"Steven gay Christian, " tekan Deandra membuat Christian bergidik ngeri.
"Haish! Kalau Steven tahu aku membocorkan aibnya matilah aku! " gumam Deandra mendelik ke arah Christian yang malah tersenyum lebar.
*****
.
.
.
.
.
.
.
.
*Next Chapter.....
Like Follow and Vote
__ADS_1
See U 😉*