
Happy Reading....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Enjooooyy!!!
*****
AUTHOR
"Kau gagal juga! Hehh! " sinis Hellen kepada Emilly yang tidak berhasil menarik perhatian kedua pria tampan itu.
"Sudahlah! Mungkin saja mereka tidak ingin di ganggu" ucap Joya agar pertikaian Hellen dan Emilly berakhir.
"Apa mungkin mereka itu, tidak suka wanita?!" tebak Emilly bergidik geli.
"Husst! Tidak boleh seperti itu, bisa jadi apa yang di katakan Joya benar. Mereka tidak ingin di ganggu " tegur Tommy.
"Iya juga sih! Mana mungkin mereka jeruk suka jeruk" ucap Emilly, dan menatap ke arah Deandra yang seketika sebuah ide muncul di otaknya.
"Bagaimana kalau dari kita mencoba lagi pergi kesana, " ujar Emilly tiba-tiba membuat yang lain heran.
"Apa maksudmu? Kita saja tidak berhasil. Apa kau menyuruh pria kesana?" tanya Hellen.
Sambil menunjuk para pria yang langsung di protes,
"Aku masih suka buah berdada, ya!" sembur Jack pada Hellen.
"Walaupun aku selalu ditinggalkan wanita. Aku tidak ingin orientasiku berbelok" sahut rekan kerja pria lainnya, yang membuat mereka menatapnya iba.
"Maksudku bukan begitu! Kau sih! Jangan potong sela perkataanku! " kesal Emilly pada Hellen.
"Terus, apa Em?" tanya Joya penasaran.
__ADS_1
"Bagaimana kalau Deandra mencoba pergi kesana?!" saran Emilly. Mereka pun langsung melihat ke arah Deandra.
Merasa teman-temannya memperhatikan. Deandra melihat mereka bergantian seraya berucap,
"Tidak!" ucap Deandra singkat.
"Ayolah, Dee. Kami penasaran, mereka gay atau tidak " ucap Emilly memohon.
"Dia tidak akan berani. Sebelum kesana pun mereka bakalan pergi. Aku akan memberikan dari salah satu tas-tas bermerk ku, dan harganya yang paling mahal. Jika ia berhasil" ujar Hellen dengan sombongnya.
"Aku tidak butuh barang bekas, yang akan ku buang ke tempat sampah" sarkas Deandra.
"Hey! " marah Hellen.
"Aku akan memberikan Guerlain Orchidee Imperiale Black Cream. Skincare terbaruku yang baru aku beli" tawar Emilly cepat menyela perkataan Hellen.
"Kau menguras tabungan mu, Em?"tanya Joya.
"Ssstt!" desis Emilly membuat Joya memberikan tanda peace.
"Tidak!" ucap Deandra kekeuh.
"Bisakah kalian memberikanku waktu bersantai" lanjut Deandra yang mulai kesal.
"Please! Sekali ini saja! Aku dan Hellen akan melakukan apa saja, yang di inginkan kamu seminggu ini, " ucap Emilly yang sempat di protes Hellen. Namun akhirnya di setujui dengan terpaksa, karena mendapatkan pelototan dari Emilly.
"Jika mereka tidak tertarik juga," tunjuk Emilly pada kedua pria "Berarti kedua pria tampan itu gay" mohon Emilly.
Menghela napas dan berkata, "OK. Deal" ucap Deandra seraya berdiri, dan menatap Emilly dan Hellen.
"Ingat seminggu! Apa yang ku inginkan harus terjadi, dan jangan ingkar! Jika masih punya harga diri!" ucap Deandra yang di akhiri menatap Hellen.
Deandra pun melenggang dengan santainya. Berbeda dengan teman-temannya yang harap cemas. Apalagi Hellen terus berdoa di dalam hati agar Deandra tidak berhasil, karena ia mana mau jadi kacungnya Deandra.
"Ada apa dengan kalian?" suara pria yang mengagetkan mereka yang ternyata Pak Marco, bersama Pak Theo dan juga Pak Christian. Serta di sebelahnya, seorang wanita yang sempat di gosipkan dengan Bossnya ini.
"Di mana Deandra?" pertanyaan serta suara datar dan tajam dari atasannya, membuat mereka membeku seketika, dan merubah suasana menjadi tegang.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Marco karena tidak ada jawaban dari bawahannya.
"Tunangan anda sedang menggoda kedua pria disana, Pak" ucapan Hellen yang tiba-tiba, dan sarat menghina. Langsung membuat ke empat orang yang baru datang itu, melihat ke arah yang di tunjuk Hellen.
"Aku tidak menyangka Cessa yang dulu, dan sekarang berbeda. Apa dia berubah menjadi murahan? " ucapan Laura membuat Christian yang sudah marah semakin marah.
"SHUT UP!!" bentak Christian kepada Laura yang langsung terdiam.
"Tidak seperti itu, Pak. Emilly dan Hellen yang tidak berhasil menarik perhatian kedua pria itu, memohon kepada Deandra untuk menghampiri mereka saja. Membuktikan jika kedua pria itu, tidak gay " jelas Tommy cepat agar tidak terjadi ke salah pahaman yang akan membuat hubungan atasannya, dan Deandra hancur.
Penjelasan Tommy di angguki yang lain, kecuali Hellen yang mendapatkan tatapan tajam dari Christian karena telah menghina wanitanya.
__ADS_1
"Guys! Sepertinya Deandra dalam masalah di..." belum selesai Jack berkata. Sesuatu hal terjadi saat melihat Deandra yang membuat mereka kaget.
Sementara itu......
Deandra yang sudah berada di dekat mereka. Salah satu pria disana menatap kearah Deandra seraya berkata,
"Sepertinya mereka tidak menyerah untuk menggoda kita, Stev " ucap si pria berambut pirang.
"Kali ini wanita penggoda seperti apalagi yang kesini. Wanita pertama, dan kedua saja tidak akan menarik bagi kita " ucap si pria berambut coklat yang tengah berbaring di atas pasir, dengan mata tertutup di balik kacamata hitamnya.
"Wanita yang ketiga berbeda. Ia tidak terlihat akan menggoda kita" ujar si pria rambut pria membuat pria berambut coklat heran. Karena penasaran, ia pun bangkit untuk duduk, dan melihat kearah wanita yang tengah berdiri sambil melipatkan kedua tangan. Dengan wajah tidak jelas terlihat, karena posisinya membelakangi matahari.
Setelah pandangannya jelas dari silau cahaya matahari yang menyengat, dan juga melepaskan kacamata. Saat itulah suara umpatan keras dari pria berambut coklat yang pertama diucapkan,
"F**K!! QUEEN DEVIL!!"
*****
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like
Follow
Comment
Vote !!
.
__ADS_1
.
Next Chapter...