Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 33


__ADS_3

Happy Reading.....


.


.


.


.


.


.


.


Enjooyyy......


*****


DEANDRA


Sudah lima menit berlalu. Aku di luar berdiri di depan pintu kamar Christian, yang akan ku tempati juga.


Christian tiba-tiba pergi begitu saja, saat makan malam berlangsung membuat suasana menjadi canggung. Mengingat hal itu, aku merasa sedikit bersalah telah membuatnya marah.


Segera menyusul Christian setelah menyelesaikan makan ku dengan cepat, tidak ingin membuat rekan-rekan lainnya merasa tidak enak hati.


Menghembuskan nafas kasar beberapa kali, sebelum kubuka pintu pelan. Hanya kegelapan menyambutku saat aku sudah masuk ke dalam. Meraba dinding untuk mencari saklar lampu, agar dapat melihat ruangan.


KLIK!!


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


"ANJIIRRR!!"


Bagaimana tidak kaget. Saat ruangan sudah terang dan hendak berbalik. Aku di kagetkan oleh Christian yang berdiri di belakangku masih dengan wajah dinginnya. Perasaan bersalah pun tergantikan kesal.


"Kenapa baru datang?!" ucapnya menghiraukan reaksiku barusan.


"Menyelesaikan makan terlebih dahulu, dari pada pergi sebelum makanan di habiskan " sindirku dan berlalu ke kamar mandi.


Selesai dengan urusan di kamar mandi, aku keluar dan berjalan ke arah ranjang yang cukup besar. Melihat sekitar tidak menemukan Christian, tapi aku yakin ia berada di balkon. Karena pintu menuju kesana terbuka sedikit.


Mengendikkan bahu acuh, dan berbaring senyaman mungkin. Dengan tubuh membelakangi pintu balkon serta memejamkan mata untuk segera tidur.


Entah sudah berapa lama aku tertidur, mungkin hanya perasaanku saja, atau memang benar.


Membuka mata cepat bahwa itu adalah nyata. Menolehkan kepala kebelakang, dan benar saja. Jarak antara aku dan Chirstian sangat dekat, membuat nafas kami saling menerpa satu sama lain.


Ku jauhkan tubuhku darinya, malah membuat Christian memeluk pinggangku erat.


"Chirs..." panggilku saat kami sudah berhadapan menatap satu sama lain.


"Apa hubungan diantara kalian, Deandra?!" tanya Christian datar menatapku lekat dan dalam.


Sebelum menjawab, aku bangun dan duduk bersandar pada dashboard ranjang, di ikuti oleh Christian duduk menghadap ke arahku.


"Dia sahabat saat kuliahku di Indonesia, hingga kami sudah lulus " jawabku.


"Apa kalian memiliki hubungan lebih dari itu?" tanyanya.


"Tidak, dia hanya sahabatku!" jawabku setelah aku diam beberapa saat.


"Kami tidak memiliki perasaan lebih dari itu. Jika itu yang kau pikirkan" lanjutku ketika melihat Christian masih belum percaya.

__ADS_1


"Aku percaya padamu, tapi tidak percaya padanya" ucap Christian sambil mengelus tanganku pelan.


"Are you not sulking now?" tanyaku.


Menghela nafas dan mengelus pipiku " Aku tidak bisa lama-lama marah padamu " ucapnya membawaku kedalam pelukan hangatnya, dan mengusap-usap punggung serta bahuku pelan.


"Sweety. Sejak kapan kamu mengukir tatto di bahumu? " tanyanya yang membuatku membatu seketika. Sadar akan perubahanku ia melepaskan pelukannya, dan menatapku dalam meminta jawaban.


"Aku sudah mengantuk Christian, aku tidur duluan" ucapku mengalihkan pembicaraan tidak ingin ia bertanya lebih lanjut lagi. Ku baringkan tubuh dan membelakanginya tanpa mengucapkan apapun lagi.


Suatu rahasia yang belum siap ku katakan padanya. Karena itu, hanya akan membuka luka lama yang sudah ku simpan rapat. Memejamkan mata untuk segera tidur.Namun sebelum itu, dapat ku rasakan Christian tengah memelukku dari belakang.


*****


Berbeda dengan Christian menyadari perubahan Deandra yang menegang saat ia menyinggung tatto di bahunya. Begitu banyak hal yang di sembunyikan Deandra tak ia ketahui. Membuatnya semakin penasaran, akan sosok Princessa yang dulu ia kenal, dengan Princessa yang sekarang.


Memeluk Deandra erat, serta menghirup aroma wangi yang menguar dari rambut, hingga leher jenjang Deandra. Melihat Deandra yang tertidur pulas, ia memberanikan diri untuk mencium leher mulus Deandra, serta aroma wangi yang membuatnya nyaman. Menghirup, mencium, menghisap, dan menggigit kecil sepanjang leher Deandra, dan menahan diri untuk tidak meninggalkan bekas.


Mendengar lenguhan Deandra malah semakin membuatnya tidak ingin berhenti di tatap sang empu yang masih tetap tidur, tidak merasa terganggu. Segera ia hentikan apa yang ia lakukan tidak ingin kalah, oleh hasratnya yang akan mengakibatkan Deandra membencinya. Ia harus menunggu, menunggu di mana mereka berdua sudah terikat suami istri. Dengan begitu ia harus mempercepat pernikahannya segera mungkin. Bila perlu tanpa Deandra ketahui.


Melentangkan tubuh serta mengatur nafasnya untuk kembali normal. Mengecup puncak kepala Deandra, serta membawa Deandra dalam pelukannya dan segera memejamkan kedua mata, setelah perkataan yang ia ucapkan terlebih dahulu,


"You're only mine!".


*****


.


.


.


.


.


.


Next Chapter.....


Like Vote Follow nya guys!!!

__ADS_1


See U 😉


__ADS_2