Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 96


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Itulah yang terjadi kepadaku sebelum aku kembali ke sini," Ucap Deandra mengakhiri cerita masa lalunya menatap kosong pada gelas yang tengah ia genggam.


Christian duduk bergeming di tempatnya perasaan campur aduk yang ia rasakan setelah mendengar semua masa lalu istrinya yang tidak ia ketahui selama ini. Apa selama ini informasi yang ia cari itu terlewat, maka dari itu ia tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Christian tersadar kembali dari pikiran sesaatnya, ketika mendengar istrinya berbicara kembali, dan tertegun sekaligus tersentak dengan keadaan istrinya.


"Sebuah kenyataan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya dalam hidupku. Namun kini siapa yang tahu, ternyata kenyataan yang tidak pernah ku ketahui itu terjadi kepadaku." Lirih Deandra mendongakkan wajahnya menatap Christian yang sudah bersimbah air mata.


Christian bangkit dari kursinya, dan segera merengkuh tubuh istrinya ke dalam dekapannya.


"Menangislah sayang....menangislah," Ucap Christian sambil mengeratkan pelukkannya, dan saat itulah diri serta hatinya hancur mendengar suara tangisan istrinya yang menyayat hatinya.


"Maafkan aku yang telah menyakiti, serta mengecewakanmu sayang. Membuatmu jauh dariku sehingga aku tidak bisa melindungimu." Lanjut Christian dengan suara yang terdengar serak.


"Maaf....maafkan aku sehingga hal itu terjadi kepadamu, dan bodohnya aku setelah kamu kembali kepada ku pun, aku masih saja menyakitimu. Please forgive me," Mohon Christian dengan dirinya yang ikut menangis terlihat dari bahunya yang berguncang.


Sepuluh menit mereka habiskan untuk saling mengeluarkan air mata. Deandra mendorong pelan Christian agar melepaskan pelukkannya. Christian melepaskan pelukkannya meski tidak rela, setelah ia mengusap jejak air matanya.


"Maafkan aku yang sudah membuatmu menceritakan semuanya, karena secara tidak langsung aku telah membuatmu membuka luka lama," Ucap Christian menyesal.


"Tidak Chris," Deandra menggelengkan kepalanya.


Christian segera menurunkan tubuhnya berlutut di hadapan Deandra yang masih duduk di kursinya, serta tangannya yang menggenggam kedua tangan Deandra.


"Tidak sayang. Aku tidak ingin kita berpisah beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Beri aku kesempatan untuk membuatmu percaya lagi padaku. Meski aku tidak bisa berjanji untuk tidak menyakiti mu, namun aku akan selalu buktikan, dan selalu berusaha untuk tidak menyakitimu lagi, dan selalu memberikanmu kebahagiaan sampai akhir hidupku, " Mata Christian berkaca - kaca kembali menciumi tangan Deandra lembut.


"Please, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi. Ku mohon jangan tinggalkan. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Selamanya aku akan hancur jika kamu pergi dari hidupmu. Please don't go. I love you so much that I want to die if you go again. " Lirih Christian dengan air mata yang kembali mengalir dari matanya membuat hati Deandra terasa sesak melihatnya.


Deandra menangkup wajah Christian dengan kedua tangannya mengusap air mata Christian dengan ibu jarinya. Hatinya tersayat orang yang sangat mencintainya menangis karena dirinya. Mereka saling pandang tanpa ada niat untuk saling mengalihkan pandangan.


Meresapi hati masing - masing, di mana ada hati yang tidak ingin jika separuh hatinya pergi, dan ada hati yang kecewa karena separuh hatinya telah pecah membuatnya bingung untuk bagaimana memperbaikinya kembali.


"Apa jaminanmu Chris jika kamu tidak akan menyakiti dan mengecewakanku lagi? " Tanya Deandra setelah mereka larut dalam terkebungkaman beberapa saat lalu.


"Semuanya sweety, apapun akan aku berikan kepadamu. Harta dan nyawaku pun akan kuberikan padamu." Ujar Christian mantap. Deandra melihat ke dalam mata Christian yang penuh keseriusan membuat ia yakin dengan pilihannya saat ini.

__ADS_1


"Baik aku akan memberikanmu kesempatan, dan kita akan perbaiki semuanya bersama," Christian tersenyum bahagia mendengar keputusan istrinya, dan ia hendak memeluk, tetapi tangan Deandra yang menahannya membuat senyumnya memudar dengan penolakkan istrinya. Namun ia masih mendengarkan, dan menatap ketika istrinya berucap kembali.


"Dengan syarat Christian," jedanya "Aku ingin seluruh aset kekayaanmu semuanya atas namaku."


"Itu pun jika kamu tidak keberatan." Lanjutnya saat melihat Christian yang terdiam beku tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Deandra mengalihkan pandangannya ke arah lain tidak menatap Christian yang hanya terdiam saja, membuat sisi terdalam hatinya merasa kecewa. Kecewa Christian yang terlihat keberatan, dan kecewa pada dirinya sendiri yang terlihat seperti haus akan sebuah harta. Namun ia memiliki alasan lainnya melakukan hal itu.


Deandra tersentak dari lamunannya dan sadar saat Christian membawanya kedalam pelukkannya.


"Aku kuberikan sayang apapun itu, karena kamu dan anak kita lebih berharga dari harta sekalipun." Ucap Christian melonggarkan pelukkannya menatap Deandra penuh cinta, mengecup lembut keningnya lama dan lembut.


"Chris maksudku bukan karena harta aku ingin kembali padamu tapi,"


"Sssttt," sela Christian menempelkan jari telunjuknya di bibir membuat Deandra berhenti berbicara.


"Aku tahu sweety. Aku tahu kamu tidak seperti itu, tapi aku akan lakukan semuanya untuk membuktikan rasa cinta, dan sayangku kepadamu. Apapun aku rela memberikannya kepadamu, dan terima kasih kamu sudah memberikan kesempatan kembali untukku sweety. Aku sangat mencintaimu. " Lanjut Christian menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya. Perlahan demi perlahan ia mendekatkan wajahnya pada bibir merah merona yang selalu membuatnya mendamba.


Perlahan namun pasti Christian mencium bibir Deandra lembut, meresapi rasa manis yang selalu membuatnya candu, dan rindu. Deandra terbuai untuk membalas ciumannya. Saling memberikan rasa rindu dalam tiap pagutan mereka yang terkesan lembut. Hingga beberapa menit berlangsung Christian melepaskan pagutannya, mengatur napasnya yang tersenggal - senggal. Begitupun Deandra yang hampir kehabisan napasnya, wajahnya yang terasa panas ia sembunyikan di dada bidang suaminya.


"Aku harus menghentikannya sebelum aku lepas kendali, sedangkan dirimu masih belum bisa ku masuki." Ucap Christian yang di akhiri kata - kata vulgar membuat Deandra mencubit pinggang suaminya.


"Dasar mesum!!" Kesal Deandra.


"Aku mesum hanya pada dirimu seorang. Pinggangku pasti membiru dari pada membiru karena cubitan mu lebih baik memerah karena ciuman mu, " Ucap Christian masih meringis karena cubitan pedas istrinya.


"Chris! Kau ini! Sudah ah, aku mau mandi, " Ucap Deandra yang hendak beranjak dari duduknya namun tangannya segera di tahan oleh Christian.


"Mau mandi bersama?" Goda Christian mengedipkan sebelah matanya.


"Kau! Haissh. Awas aku mau mandi, " Ucap Deandra. Christian berdiri dari berlututnya dan membantu istrinya berdiri. Namun pegangannya masih belum ia lepaskan sehingga membuat kesal.


"Apa kamu ingin tidur di luar," Ucap Deandra datar akan makna yang tersirat membuat Christian melepaskan cekalannya.

__ADS_1


"Tidak sweety. Cukup satu bulan saja kita harus berpisah kamar," Ucap Christian. Meski saat Deandra tinggal di rumah orang tuanya, dan ia menginap di sana tetap saja dirinya harus tidur di kamar tamu karena istrinya tidak ingin tidur bersamanya dan itu membuatnya tersiksa.


__ADS_2