
♡Happy Reading♡
▪︎
▪︎
▪︎
▪︎
▪︎
▪︎
▪︎
▪︎
▪︎
Ennnjooyyy!!
*****
Suara bising kendaraan dan suara teriakan membuat jalan di malam yang sepi jauh dari perkotaan terasa ramai, oleh sekumpulan para anak muda yang tengah mengadakan balapan mobil liar. Deandra yang mengikuti Brian diam-diam berada di dalam mobilnya, agak jauh dari keramaian. Hampir 10 menit ia berdiam duduk di kursi kemudinya, melihat apa yang tak mereka ketahui. Sampai acara terlihat akan segera mulai, ia melajukan mobilnya masuk kedalam keramaian. Membuat semua orang memperhatikan mobil Deandra, dan sangat penasaran siapa pemilik mobil mewah ini.
Berbeda dengan wajah Brian yang sudah memucat sejak mobil itu berhenti di samping mobilnya.Ia tahu siapa pemilik mobil itu, yang tak lain Kakaknya sendiri. Deandra yang keluar dari mobil membuat semua orang-orang yang berada di sana terpukau.
(Tampilannya seperti cast di atas)
Para pria bersiul menggoda serta para wanita menatap Deandra iri, dan sinis. Penasaran akan wanita yang sudah menghalangi jalan balapan yang akan segera di mulai. Brian segera keluar dari mobilnya menghampiri Deandra.
"Kakak! Apa yang kau lakukan di sini," ucap Brian takut yang melihat wajah datar Kakanya seperti saat pertama kali mereka bertemu kembali.
"Apa ini yang kau maksud tugas kuliahmu Brian?! " ucap Deandra masih dengan ekspresi datarnya.
"Ehemm. B...bis.sa aku jelaskan Kak, tapi nanti setelah di rumah. Sebaiknya Kakak pulang saja," ucap Brian yang gugup sambil mengusap tengkuknya.
"OK. " Brian yang mendengar ucapan Kakaknya tersenyum. Tidak lama senyuman itu memudar setelah mendengar perkataan Deandra selaniutnya.
"Tapi kau harus ikut denganku, pulang sekarang!" tegas Deandra berbalik. Sebelum akan membuka pintu mobil suara Brian membuat ia mengurungkannya, "Kakak aku sudah besar bisa menjaga diriku sendiri," ucap Brian membuat Deandra menatapnya kembali.
"Wahh! Wahh! Siapa wanita cantik ini?" tanya seorang pria yang terus memperhatikan Deandra dari atas sampai bawah secara intens.
__ADS_1
"Apa kali ini taruhan mu wanita cantik dewasa, Bravo? " pria berambut ikal yang tak lain adalah Jordy bertanya ke arah Brian yang sudah menatapnya tajam.
"Tutup mulutmu Jordy! Kakak ku tidak ada hubungannya dengan balapan ini," ucap Brian marah sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Ah! Jadi wanita cantik ini Kakak mu?!" ucap Jordy menatap ke arah Deandra masih berdiam diri " Namaku Jordy, dan kamu gadis cantik siapa namamu?" tanya Jordy yang sudah mengulurkan tangannya ke hadapan Deandra. Namun tidak Deandra gubris membuat Jordy menarik tangannya kembali.
"Well! Aku suka wanita seperti mu, Honey!" ucap Jordy mengerlingkan matanya pada Deandra.
"Kak. Sebaiknya kita pulang," ucap Brian mengajak Deandra.
"Sepertinya kau mengaku kalah lari dari pertandingan kali ini," cemooh Jordy dengan angkuhnya.
Brian tidak memperdulikan apa yang di katakan Jordy. Ia tetap menuntun Deandra agar masuk ke dalam mobilnya.
"PENGECUT! Kau dengan teman-temanmu memang pengecut!" lanjut Jordy sambil tertawa bersama teman-temannya yang lain.
Kali ini Brian tidak tinggal diam. Ia menghadap ke arah Jordy dan menantangnya balik," Kau yakin aku yang pengecut. Bukannya kau yang pengecut tidak bisa menerima kekalahan sebelumny?!" ejek Brian dengan tatapan cemoohnya membuat wajah Jordy sudah memerah, marah.
"Ayo kita tanding, buktikan siapa di sini yang pengecut. Aku atau kau!" tantang Brian di setujui Jordy.
"Brian, " panggil Deandra yang sedari tadi diam, yang hanya memperhatikan mereka. Membuat Brian hampir lupa bahwa di sini masih ada Kakaknya.
"Kak maaf. Aku menolak laranganmu, dan tidak akan pulang sebelum balapan usai, " ucap Brian menatap Deandra.
Deandra tersenyum sinis, membuat Brian merasa bersalah takut Kakaknya akan marah.
"Thank you sister. Aku sayang padamu," ucap Brian tersenyum.
"Pakai mobilku....serta aku ikut bersamamu," senyum Brian memudar perlahan di gantikan dengan raut khawatirnya.
"Tapi itu bahaya Kak...." belum usai Brian berkata Deandra sudah menyuruhnya diam.
"Bagaimana menurutmu? Atau...apa perlu aku yang mengajakmu berduel?" tanya Deandra pada Jordy sambil melipatkan kedua tangannya.
"Aku tidak yakin kau akan mengalahkanku," ujar Jordy dengan sombongnya, "Tapi tawaran mu menarik juga, jika aku kalah mobil ini taruhannya, dan jika kau kalah kau harus berkencan denganku!! Bagaimana?" lanjut Jordy sambil menunjuk ke arah mobilnya.
"Deal!" jawab Deandra membuat Brian melotot ke arah Kakaknya.
"Kak! Jika tu...." belum usai Brian berkata, " Ssst...." Deandra sudah menyelanya agar Brian diam.
Pertandingan pun di mulai dengan Deandra yang sudah berada di mobilnya, dan juga Brian ikut masuk duduk di sebelah kemudi.
"Kak, sebaiknya kamu urungkan selagi ada waktu," ucap Brian menatap Deandra khawatir. Berbeda dengan Deandra yang tengah fokus ke arah depan. Melihat seorang wanita berpakaian sexy yang akan menjadi wasit. Ketika sebuah bendera di turunkan Deandra menekan gas mobilnya, dan melajukannya sangat cepat.
"Woooo....Kak hati-hati!! "ucap Brian khawatit.
"Tenang saja. Percaya pada Kakak, sebaiknya kau diam dan nyalakan musik," ucap Deandra yang fokus dalam aksi kejar-kejarannya.
__ADS_1
Meski Brian was-was tak urung ia menyalakan audio agar memmbuatnya sedikit tenang.
"Kak, apa selama di Indonesia kamu suka balapan? Aku lihat Kakak sangat mahir dalam melajukan kecepatan mobilnya" ucap Brian menghadap ke arah Deandra, penasaran.
"Tentu saja. Selama di Indonesia banyak hal yang kulakukan, contohnya seperti balapan akulah pemenangnya," ucap Deandra tanpa melepaskan arah pandangnya dari jalanan.
"WOW! Aku tidak sangka Kakak ternyata seorang pembalap mobil wanita yang sangat keren," ucap Brian dengan bangganya.
"Hem. Baru kali ini Kakak balapan mobil," ucap Deandra acuh tak acuh.
"Maksud Kakak?" tanya Brian yang sedikit khawatir.
"Maksud Kakak, balapan itu ya, balapan motor. Bukan mobil, " ucap Deandra mengendikkan bahunya.
Brian yang masih mencerna ucapan Deandra tersadarkan apa maksud dari perkataan Kakaknya.
"WHAT!!!" kaget Brian syok.
"Kau ini berisik sekali, sudah lebih baik kamu diam saja. Tolong volume audionya lebih kerasan lagi, dan kamu adikku yang manis santai dan nikmati lagunya," ucap Deandra menoleh ke arah Brian sekilas, dan menepuk perlahan pipi Brian yang malah membuat Brian diam membisu.
"Brian! Hei Brian! " teriak Deandra menyadarkan kembali Brian yang sedari tadi membisu.
"Ada apa Kak?" tanya Brian mencoba menormalkan perasaannya kembali.
"Santai saja okay? Aku tidak akan membuat adikku yang manis ini celaka. Seharusnya kamu berterimakasih pada Kakak," ucap Deandra sambil melihat arah spion depan melihat ke arah mobil Jordy berada di belakangnya.
"Nanti akan ku jelaskan setelah semua selesai," lanjut Deandra sebelum Brian akan berbicara, dan fokus menjalankan mobilnya. Meninggalkan mobil Jordy yang sudah berada jauh di belakangnya.
Ramainya penonton dan sorak menyorak sudah berteriak, ketika sebuah mobil putih yang pertama kali sampai garis finish. Mereka teman-teman Brian menghampiri mobil putih sprot yang ternyata adalah Deandra. Ya! Dalam balapan pertama kali ini Deandralah pembalap wanita yang mengalahkan seorang Jordy. Saat ini sudah keluar dari mobilnya dengan sebuah kekalahan. Menghampiri Deandra yang saat ini tengah bertos ria bersama teman-teman Brian.
"You are great!! Dan ini kunci mobilku sudah menjadi milikmu." ucap Jordy memberikan sebuah kunci pada Deandra yang langsung di terima.
"Selamat atas kemenangannya, mungkin lain kali aku tidak akan mengalah walaupun itu wanita," ucap Jordy menyodorkan satu tangannya pada Deandra yang hanya di lirik sekilas.
Melipatkan kedua tangan di dada Deandra berkata, dan menekankan pada sebuah katanya, "Hanya alasan seorang pecundang yang kalah, yang tidak bisa menerima kekalahannya." berjalan ke arah Jordy dan berhenti di sampingnya tepat di dekat telinga serta berbisik, " Lakukan balapan dengan benar, bukan dengan kelicikanmu merusak mobil pemain." bisik Deandra dan pergi ke arah mobilnya.
Namun sebelum itu ia berkata," Brian bawa mobil ini pulang denganku, dan bawa masuk mobilmu ke bengkel. Jangan mengendarai mobilmu yang rusak, itu bahaya bagimu! Untung saja aku tepat waktu menyelamatkanmu," ucap Deandra melempar kunci mobil Jordy yang sudah menjadi miliknya, dan berlalu dari sana yang di ikuti tatapan heran Brian dan teman-temannya juga. Ketika mereka sadar apa yang terjadi semuanya mengarah pandang ke arah Jordy dengan marah.
"Cepat Brian!" teriak Deandra di dalam mobilnya yang langsung di turuti Brian setelah ia berbicara masalah Jordy, yang akan di urus oleh teman-temannya.
*****
*Next Chapter....
Like Vote and Follow !!
See You 😉*
__ADS_1