Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 65


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Sweety, apa kamu tidak pergi ke butik?" tanya Christian kepada Deandra yang sedang membantu memakaikan dasi untuknya.


"Aku pergi ke butik kok, hanya saja perginya nanti saja. Setelah itu, aku akan pergi ke kampus Brian." jawab Deandra dan menjauh dari Christian setelah menyelesaikan tugasnya. Mengambil tas kerja Christian, serta menggandeng lengan Christian untuk pergi sarapan pagi.


Mereka tiba di meja makan dengan menu sarapan nasi goreng buatan Deandra.


"Mau apa kamu ke sana Sweety?" tanya Christian sedikit khawatir sambil menyambut sepiring nasi dari tangan istrinya. Kampus adik istrinya itu adalah kamus ternama juga termegah serta kampus mereka dulu. Dan di sanalah di kampus itu, hubungan mereka khawatir. Ia tidak ingin istrinya mengingat kembali masa lalu yang menyakitinya.


"Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan lakukan dengan Brian, Chris." ucap Deandra mengambil sarapannya sendiri.


"Akan aku temani kamu ke sana Sweety," ucap Christian. Deandra yang mengerti perasaan Christian tersenyum kecil, mengusap punggung tangan suaminya dengan lembut.


"Tidak usah Chris, kamu kan ada rapat penting pagi ini. Jangan khawatir Chris, aku tidak apa - apa dan juga memang sudah lama aku ingin melihat kampus itu. Ya, walaupun hanya sebentar aku pernah mengenyam ilmu di sana." ucap Deandra.


"Aku tetap akan menemanimu sweety. Urusan rapat akan aku percepat waktunya." kekeuh Christian tak ingin di bantah.


"Terserah kamu kalau begitu." ucap Deandra pasrah, mau tidak mau ia akan membiarkan saja kemauan Christian.

__ADS_1


Christian tersenyum kecil serta mengecup pipi Deandra lembut, di lanjutkannya kembali sarapan mereka dengan obrolan ringan di pagi hari.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Pagi bu," ucap Grace menyapa hormat saat Deandra memasuki ruangannya yang di balas anggukan Deandra. Sebelum menggapai gagang pintu, Deandra berbalik menatap Grace.


"Bawakan dokumen yang kemarin aku pinta ingin lihat Grace." ucap Deandra dan masuk ke dalam ruangannya. Selang tak berapa lama seseorang mengetuk pelan pintu ruangannya.


Tok....tok...


"Masuk." sahut Deandra


"Ini bu, dokumen yang ibu minta." ucap Grace sambil menyerahkan sebuah map kepada Deandra.


Deandra membuka, dan melihat isi map itu satu persatu. Menyentuh kening seolah pusing, serta mengerutkan kening saat melihat lembar demi lembar kertas. Grace yang melihat ekspresi atasannya merasa khawatir.


Praakkk......


Map yang di simpan Deandra secara keras di atas meja membuat Grace terlonjak kaget.


"Sudah saya duga. Apa tidak ada model lain selain ini," ucap Deandra sambil menunjuk foto - foto model yang sebelumnya pernah menjadi model fashion show di butik mommynya.


"Tidak ada bu, karena ibu anda selalu memakai jasa mereka ketika peluncuran gaun terbaru." ucap Grace yang sudah menormalkan kembali kekagetannya.


"Ya....sudahlah. Kamu kembali ke tempatmu." titah Deandra.


"Tidak perlu, butik ini tidak perlu memakai jasa mereka lagi. Soal model serahkan saja padaku, kamu hanya perlu mengurusi para pekerja yang sedang menjahit. Aku tidak ingin rancanganku menjadi gaun yang tidak ku harapkan. Lebih baik butik ini tutup dari pada aku mempekerjakan orang yang tidak bisa di andalkan." ucap Deandra datar.


"Saya dan yang lainnya akan bekerja keras agar tidak mengecewakan ibu," tekad Grace.


"Saya permisi, bu." lanjutnya dan pergi dari ruangan setelah Deandra menganggukan kepalanya.


Melihat Grace yang sudah keluar, Deandra mengambil ponselnya di dalam tas, dan mendial nomer Christian. Tidak ada jawaban dari sebrang membuat Deandra menghentikan panggilannya. Mengotak - atik ponselnya, Deandra mengirim pesan kepada Christian. Menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, dan mengambil kunci di atas meja. Berjalan ke arah pintu, serta membukanya. Grace yang sedang melayani pelanggan menunduk hormat ketika Deandra lewat, sama seperti pegawai lainnya. yang di balas dengan anggukan Deandra.


Berjalan ke arah mobil yang terparkir di depan gedung butiknya, masuk ke dalam dan meluncurkan mobilnya ke jalan raya. Selama perjalanan ke kampus Brian, ia lihat - lihat begitu banyak perubahan yang ia lihat. Mau itu gedung, taman, serta banyak hal lainnya yang sudah berubah, dan tentu juga masih ada gedung lainnya yang masih sama seperti dulu.


Memasuki sebuah gerbang tinggi, yang kokoh dan juga megah. Antara universitas dan gerbang memang cukup jauh, dengan adanya halaman yang sangat luas. Mobil Deandra sudah menjadi pusat perhatian semenjak masuk ke dalam, tidak sedikit dari beberapa banyak pasang mata dari mereka yang penasaran siapa pemilik, dan pengemudi mobil mewah itu. Mematikan mesin mobilnya setelah di parkirkan di tempat semestinya. Deandra merapihkan kemeja biru panjangnya yang sedikit kusut, dan memakai leather jacket hitamnya. Keluar mobil setelah memakai kacamata hitamnya.


Seorang wanita cantik yang berpakaian kasual, kemeja biru yang di balut jaket kulit warna hitam, serta jeans warna hitam yang di padukan dengan sepatu docmart berwarna coklat tua. Membuat penampilan Deandra yang modis benar - benar menjadi pusat perhatian semua orang. Mau itu pria atau pun wanita, yang berada di halaman yang sama terpesona melihat kedatangan seseorang ke kampus mereka.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Di lain sisi, Christian yang telah selesai rapat dengan rekan bisnisnya. Segera bergegas pergi dari kantor, setelah membaca pesan dari istrinya. Ponselnya yang di silent tidak tahu, jika dari 15 menit yang lalu istrinya menghubunginya. Tidak perlu lama lagi, ia menyusul Deandra ke kampus mereka dulu yang di sopiri sekaligus pengawalnya.

__ADS_1


"Arlo kendarai mobilnya cepat." ucap Christian penuh titahan.


"Baik, tuan." ucap Arlo menambahkan kecepatan mobilnya.


Selama perjalanan hanya keheningan yang menemani mereka. Christian yang melihat ke luar jendela pun berkata, "Bagaimana dengan tugas yang ku berikan padamu Arlo?" tanya Christian dengan datar tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tidak ada hal yang mencurigakan tuan, " balas Arlo tak kalah datar, namun masih sopan.


"Terus kau pantau, aku tidak ingin terjadi kesalahan yang tidak ku inginkan." ucap Christian.


"Baik tuan." ucap Arlo.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Itu anak kemana sih? Dari tadi di telepon gak di angkat - angkat." gerutu Deandra sedang berjalan di lorong kampus sambil melakukan panggilan yang tidak ada sahutan dari sebrang.


"Gak dulu gak sekarang masih ada saja pembulian, heran gue." ucap Deandra yang berhenti berjalan saat berbelok melihat di depannya seorang mahasiswi yang tengah di buli oleh beberapa mahasiswi lainnya. Melihat sekitar pun tidak ada yang menolong si gadis yang tengah di buli. Mereka malah asyik mengarahkan ponsel mereka pada aksi bulian.


"Ck, ngalangin jalan gue lewat aja." lanjut Deandra melanjutkan jalannya kembali sampai tiba di dekat kerumunan.


"Ehemm," deheman Deandra membuat orang - orang menatap kepadanya.


"Hei, you!" ucap Deandra pada si gadis berkacamata yang tengah di buli tadi.


"Sa....ss..saya, Ms?" ucap si gadis kacamata gugup.


"Hemm. Kau mengenal Brian Michael Kartawijaya?" tanya Deandra membuat si gadis bingung dan yang lainnya penasaran. Seorang wanita cantik mencari pangeran kampus mereka.


"Yy..ya..Ms,"ucap si gadis.


"Antarkan aku padanya." ucap Deandra masih dengan datarnya tanpa melepaskan kacamata hitamnya.


"Tunggu...bukankah anda kakaknya Brian?" cegah seorang gadis salah satu yang ngebuli tadi. Deandra menatap gadis di depannya, melihat di balik kacamatanya. Deandra melirik penampilan gadis yang berbicara padanya yang bukan mencari ilmu tapi menjual diri membuat ia risih.


"Saya Kiara yang pernah bertemu dengan anda di club bersama Brian."lanjut Kiara sambil mengulurkan tangannya yang di abaikan Deandra. Membuat Kiara tersenyum canggung dan juga kesal, karena di jabatannya tidak di tanggapi.


"Cepat." titah Deandra datar kepada si gadis berkacamata pergi menjauh dari kerumunan yang di ikuti si gadis kacamata.


"Guys!! Si Jordy nantangin Brian lagi." teriak seorang mahasiswa yang berlarian sambil berkoar - koar membuat mahasiswa - mahasiswi lainnya pergi bersamaan ke satu arah. Deandra yang melihat pun penasaran, bisa jadi Brian yang di sebutkan adalah adiknya. Maka ia pun berjalan kemana mereka pergi.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter......

__ADS_1


Vote, Like, and Follow...


See U 😉


__ADS_2