
♡Happy Reading♡
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
📖
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
"Masih ingin lagi Sweety?" tanya Christian saat
melihat makanan yang istrinya sudah habis tak tersisa.
"Tidak Chris sudah cukup membuat perutku sangat penuh." ucap Deandra setelah meneguk air putih di dalam gelas.
"Sebaiknya kita ke ruang tamu saja, menunggu waktu tidur sambil menonton. Aku tidak mau sehabis makan langsung tidur." lanjut Deandra berjalan ke arah ruang tamu sambil menggandeng lengan Christian manja. Christian yang melihat lengannya belum di lepas oleh istrinya sampai mereka duduk pun, membuatnya tidak masalah. Sangat jarang untuk mendapatkan Deandra yang manja padanya, jadi kesempatan ini tidak ia sia - siakan. Mencium puncak kepala istrinya dengan rambut yang beraroma wangi khas, membuatnya tidak bosan untuk terus menciumi. Turun kepelipis sampai turun ke arah leher jenjang istrinya, menghirup aroma wangi buah yang membuatnya sangat rileks. Tidak sampai disitu, tangan Christian menjalar kemana - mana sambil terus mengecup leher istrinya. Sampai pergerakannya pun terhenti merasa ada sesuatu yang aneh. Di jauhkan kepalanya dari leher istrinya, dan menengok istrinya yang hanya diam saja.
Menghela nafas kasar, ternyata istrinya tertidur dalam posisi duduk. Di matikan TV yang sedari mereka abaikan, lalu mengangkat Deandra yang tertidur untuk ke kamar mereka. Tiba di dalam kamar di letakkannya dengan lembut, serta menyelimuti Deandra sebatas dada.
"Sweety.....kamu selalu membuatku tak berdaya." gumam Christian melirik ke arah celananya yang membuatnya meringis. Di ciumnya kening Deandra dan berjalan ke arah pintu ruang kerjanya. Tidak ingin mandi malam, lebih baik ia menyelesaikan pekerjaannya sambil menenangkan dirinya yang sedang panas.
__ADS_1
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Sudah satu bulan lamanya Deandra menyiapkan peluncurannya, dan kini di sebuah gedung hotel nan megah. Salah satu dari properti keluarga Miller tengah mengadakan sebuah acara atau dua acara secara bersamaan sangat mewah. Deandra, dan Christian yang menjadi tuan rumah sedang melakukan perayaan hari ulang tahun Christian yang banyak mengundang rekan - rekan bisnisnya, dan juga kalangan atas lainnya. Kedua orang tua Christian, dan Deandra mereka semua hadir, serta keluarga mereka lainnya juga masing - masing telah hadir.
Tiba - tiba seorang wanita cantik datang kepada mereka lebih tepatnya mengarah pada Christian. Lebih tidak malunya mencium pipi Christian.
"Christian, selamat atas ulang tahunmu. Selalu ku doa'kan kesuksesanmu semakin jaya. Karena orang tuaku tidak bisa datang, maka aku yang menggantikan mereka. " ucap seorang wanita yang tak lain adalah Bella wanita yang pernah Deandra tahu saat mereka di Italia.
Deandra yang melihat Christian di cium wanita lain hanya diam membuatnya kesal.
"Terima kasih Bella sudah datang. Kamu boleh menikmati acaranya." ucap Christian datar. Dia pun kaget saat anak rekan bisnisnya menciumnya tiba - tiba. Ingin rasanya ia mencekik wanita di hadapannya ini, tapi sebisa mungkin ia harus menjaga emosinya agar acaranya tidak hancur. Apalagi melihat istrinya yang kesal membuatnya merasa bersalah dan juga senang. Senang karena istrinya cemburu terhadapnya. Pemandangan yang susah untuk mendapatkan ekspresi cemburu istrinya itu. Namun yang pasti, ia harus segera membujuk istrinya untuk tidak marah kepadanya.
Melihat tatapan Bella mengarah pada Deandra, Christian berkata," Ini Deandra, istriku." ucap Christian.
Tatapan Bella yang melihat Deandra dari atas sampai bawah dengan tatapan merendahkan. Bella yang merasa gaun sederhana Deandra dengan gaunnya yang mewah tidak ada apa - apanya. Apa yang di lihat oleh Christian untuk menikahi wanita yang jauh level di bawahnya.
"Selamat untuk pernikahan kalian." ucapan Bella berbanding terbalik dengan hatinya yang tak ikhlas. Pria pujaannya yang dua tahun ini ia taksir sudah milik wanita lain.
"Terima kasih Bella, silahkan anda nikmati jamuannya." ucap Deandra secara tidak langsung mengusir Bella untuk pergi dari hadapannya. Namun saat Bella akan pergi sebuah suara menghentikannya.
"Mr. Miller?" suara bariton membuat perhatian mereka ke arah seorang pria yang berjalan ke arah mereka.
"Oh, Mr. Geoff" ucap Christian kepada orang yang memanggilnya yang ternyata Mario.
"Terima kasih Mr. Geoff." ucap Christian sambil berjabat tangan dengan Mario.
"Mrs. Miller, selamat atas fashion show anda." ucap Mario sambil menjulurkan tangannya. Deandra yang harus bersikap profesional pun, mau tidak mau harus membalas ulurannya. Tidak di sangka - sangka Mario mengangkat tangannya, serta mencium punggungnya dengan lembut membuat Deandra terhenyak sesaat.
"Saya yakin acara anda akan berjalan lancar dan sempurna, karena anda orang yang sangat teliti sekecil apapun itu, anda selalu memperhatikannya sedetail mungkin." lanjutnya. Deandra pun melepas paksa tangannya dari genggaman Mario. Christian yang berada di samping Deandra merasakan perasaan ganjal dalam hatinya. Apalagi melihat tatapan rekan bisnisnya terhadap istrinya, seolah mereka sudah mengenal lama. Di enyahkan pikirannya yang tidak masuk akal itu, jika mereka telah mengenal satu sama lain tidak mungkin juga harus pura - pura seperti orang asing, kecuali ada hal yang di sembunyikan.
"Mr. Geoff?" suara wanita yang tak lain Bella yang terabaikan membuat Mario menaikan sebelah alisnya, seakan bertanya.
"Saya Bella Pamela Chester, putri tunggal Zachery Chester." tanpa di minta Bella memperkenalkan dirinya pada Mario. Mario tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sopan kepada anak rekan bisnisnya.
"Tidak saya sangka dapat bertemu dengan anda yang akhir - akhir ini banyak di perbincangkan. Tentang kesuksessan anda dalam bisnis sekaligus seorang pengacara muda yang tampan." lanjut Bella di sertai pujiannya.
"Terima kasih, kata - kata dari wanita cantik seperti anda membuat saya tersanjung Ms. Chester." ucap Mario.
"Haha.....anda bisa saja." ucap Bella.
"Saya dengar anda dengan Christian sedang melakukan kerja sama, ya?" tanya Bella dengan menyebut nama Christian langsung. Mario yang mendengar pun, merasa tertarik.
__ADS_1
"Tepat seperti apa yang anda katakan." ucap Mario.
"Saya senang bisa bekerja sama dengan kalian, karena dalam waktu dekat saya akan menggantikan orangtua saya untuk memimpin perusahaan." ucap Bella berbangga diri.
"Kalau begitu senang bekerja sama dengan anda," ucap Mario.
"Bagaimana denganmu Deandra? Selain mengurusi butik orangtua mu, sebelumnya kau bekerja apa?" tanya Bella tiba - tiba pada Deandra yang tengah memperhatikan sekitar.
"Aku seorang art. " ucap Deandra menatap Bella sekilas dan kembali memperhatikan sekitar lebih tepatnya pintu utama gedung.
"Oh, hanya seorang art." ucapan Bella yang seolah meremehkannya, membuat tatapan Deandra terfokus kepada Bella.
"Setidaknya pekerjaanku hasil kerja keras ku sendiri," sarkastis Deandra.
Merasa Deandra menyinggung dirinya karena bekerja hasil dari kerja orangtuanya, Bella tidak terima. maka ia tidak ingin kalah, dan kembali berbicara.
"Benarkah? Apa ada hal menakjubkan dari hasil pekerjaanmu dengan usaha keras itu sendiri?"
"Membuat kolam renang untuk seekor anjing," tekan Deandra dengan akhir kata menatap Bella.
Bella yang menyadari perkataan Deandra antara kesal juga ingin tertawa.
"Pfft...hahaha. Anda sangat bangga diri, ya, membuat kolam hanya untuk seekor anjing?!" tawa Bella dan juga perkataannya mengundang rasa penasaran para tamu.
"Saya jadi ragu jika anda adalah seorang arsitek." lanjutnya dengan suara yang cukup keras membuat para tamu menatap Deandra dengan berbagai ekspresi. Christian yang berada di samping istrinya menunjukkan ekspresi yang sulit di jelaskan. Namun ia percaya, istrinya tidak akan asal berbicara jika sudah memikirkan dampak dari perkataannya.
"Saya tidak butuh untuk anda percaya, bahwa saya seorang art atau bukan." ucap Deandra masih tenang tanpa memikirkan sekitar.
"Mrs?" Grace berjalan ke arah Deandra, dan berbisik. Deandra menganggukkan kepalanya pelan, hanya mereka yang tahu apa yang tengah mereka bicarakan.
"Well, sepertinya tamu kehormatanku akan datang."ucap Deandra. Terdengar suara heboh, dan juga jeritan dari arah pintu utama. Membuat Deandra yakin, tamunya akan membuat suasana pestanya spektakuler. Berjalan pelan ke arah pintu utama yang sedikit demi sedikit terbuka hingga menjadi lebar. Senyum lebar yang ia tampakkan sedari tadi luntur sudah, saat siapa yang masuk kedalam acara.
"Hallo Dean~~~"
"Steven?".
☆¤☆¤☆¤☆¤☆
Next Chapter.....
Vote, like, follow....
__ADS_1
See U 🤗