Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 73


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖

__ADS_1


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Sudah satu jam yang lalu, Christian sudah membuka matanya tanpa ada niat untuk beranjak dari kasur. Yang ia lakukan hanyalah memandang wajah istrinya sedari tadi. Tanpa mengubah posisinya yang terbaring miring. Setiap inci tidak ia lewatkan untuk terus menelusuri lekukan wajah Deandra yang masih terpejam. Betapa sangat memujanya Christian kepada Deandra. Sehari tidak menatap istrinya, membuat ia sangat rindu. Katakanlah ia terlalu berlebihan, tapi kenyataannya memang seperti itu. Deandra bagaikan heroin yang selalu membuatnya candu. Di usapnya perut Deandra dengan lembut, menerima kabar bahagia jika Deandra tengah mengandung buah hati mereka, membuat Christian sangat bahagia. Kehadiran calon anaknya membuat Christian harus lebih overprotektif lagi, agar Deandra selalu tetap berada di dalam hidupnya. Ketakutan terbesar Christian adalah kehilangan Deandra kembali, ia tidak ingin Deandra pergi meninggalkannya. Cukup dulu ia pernah membuat Deandra pergi, karena kebodohannya. Tapi, dengan adanya calon anak mereka ia yakin hubungannya dengan Deandra semakin erat.


Di ciumnya kening Deandra lembut, turun pada kedua mata, hidung, dan terakhir bibir tipis yang sangat menggoda. Niatnya hanya akan mengecup, tapi malah menjadi *******.


Deandra yang merasakan tidurnya terusik, mengerjapkan mata, dan membukanya pelan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah suaminya yang begitu dekat.


"Chris," ucap Deandra serak khas bangun tidur.


Di kecupnya bibir Deandra sekilas sebelum Christian mengangkat kepalanya.


"Apa aku menyakiti mu Sweety?Maafkan aku." tanya Christian khawatir, karena percintaan panasnya semalam hampir membuatnya lepas kendali. Melihat kekhawatiran suaminya lantas Deandra mengusap rahang kokoh suaminya lembut.


"Tenanglah. Aku baik - baik saja Chris," jawab Dendra menenangkan.


Melihat Christian yang masih bertelanjang dada membuat Deandra gemas untuk mengelus dada bidang suaminya yang keras serta kokoh itu. Apalagi sebuah kalung yang bertengger manis di leher Christian membuatnya semakin sexy di pagi hari.



Buru - buru Deandra turunkan tangannya saat tanda bahaya menyadarkannya.


"Sepertinya kita harus cepat mandi Chris, agar tidak terlalu siang ke dokternya." ucap Deandra mengalihkan pembicaraannya.


"Ya. Kita memang harus segara mandi Sweety. Maka dari itu....." jeda Christian.


"Akkh....." pekik Deandra saat tiba - tiba Christian mengangkatnya.


"Kita mandi bersama." lanjut Christian dengan seringaiannya.


"Hanya mandi Chris!" tekan Deandra yang di jawab suara keras dari pintu kamar mandi yang di tutup Christian oleh kakinya.

__ADS_1


Lima belas menit, mereka mandi yang benar - benar mandi tanpa ada kegiatan lainnya. Christian harus meredam gairahnya yang sempat datang kembali, karena melihat wajah Deandra yang terlihat lelah, dan juga harus menjaga anaknya di dalam perut istrinya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


"Coba kalian lihat, titik bulatan ini adalah calon anak kalian. Usianya memasuki 7 sampai 8 minggu." ucap seorang dokter wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda yang bernama Claudya. Sambil menunjukan sebuah titik hitam pada layar monitor. Deandra yang tengah rebahan melihat monitor yang berada di atas di depannya. Christian pun sama melihat monitor yang berada di sebelah istrinya.


Saat ini, Deandra dan Christian tengah memeriksakan kandungan Deandra di salah satu rumah sakit terbesar di New York. Tentunya orang yang harus memeriksa kandungan Deandra harus seorang dokter wanita. Tabiat Christian yang posesif tidak mengizinkan dokter pria menyentuh istrinya sedikit pun.


"Dan ini suara detak jantungnya sangat bagus, dan normal." ucap Claudya kembali. Deandra dan Christian yang mendengarnya sangat bahagia. Hingga Deandra meneteskan air matanya, karena sangat terharu. Christian yang melihat pun mengusap matanya lembut dengan genggaman tangan mereka tidak pernah lepas.


"Saya berikan resep obat vitamin, dan juga obat mual untuk anda." ucap Claudya sambil menulis resep obat setelah mereka duduk di kursi yang di batasi oleh sebuah meja.


"Tapi saya tidak merasakan mual - mual. Apa perlu meminumnya, dok?" tanya Deandra.


"Tidak perlu. Obat mualnya jaga - jaga, jika anda merasakan mual saja." ucap Claudya menyerahkan sebuah note yang langsung di ambil oleh Christian.


"Apa ada yang di tanyakan lagi?" tanya Claudya.


"Apa kami masih bisa berhubungan badan?" tanya Christian dengan raut datarnya. Suatu pertanyaan yang sedari tadi terbayang - terbayang dalam pikirannya. Deandra mencubit pinggang Christian yang berbicara vulgar di depan orang lain, yang membuatnya malu. Claudya menampilkan senyum hangatnya pada pasangan muda di hadapannya.


"Karena kondisi anak kalian sehat, dan kuat. Maka di perbolehkan untuk berhubungan badan, hanya saja kalian perlu melakukannya dengan hati - hati walaupun kondisi calon anak kalian baik." ucap Claudya sambil tersenyum.


"Sekali lagi selamat untuk kalian. Selalu sehat bayi, dan ibunya." lanjutnya.


"Terima kasih. Kalau begitu kami permisi, dokter." ucap Deandra sambil berdiri dari duduknya yang di bantu Christian.


"Silahkan." ucap Claudya sambil berjabat tangan Deandra, dan juga Christian.


Christian dan Deandra keluar dari rumah sakit setelah Christian menebus obat resepnya.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆

__ADS_1


Next Chapter.....


__ADS_2