Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 97


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Hari bahagia yang di tunggu telah tiba, di mana Deandra serta Christian sudah bisa membawa bayi mereka, Ryder keluar dari rumah sakit. Saat ini mereka di dalam mobil perjalanan akan pulang ke rumah mereka. Deandra menggendong Ryder yang tengah tertidur pulas membuatnya sangat gemas. Mengelus pipi Ryder yang sangat lembut, bibir kecil, hidung mancung, bulu mata yang lentik, serta Ryder memiliki rambut berwarna hitam yang tebal seperti dirinya.


Christian sesekali menatap anak dan istrinya, karena ia sadar tengah mengemudi. Senyum bahagia yang selalu ia tebarkan sejak tadi.


"Ayo sweety kita sudah sampai," Ucap Christian mematikan mesin mobil saat mereka sudah tiba di halaman rumah mereka.


Setelah Christian keluar dari mobilnya membuka pintu Deandra duduk dan membantunya keluar dengan telapak tangannya ia simpan di atas kepala istrinya agar tidak terpentok.


Berjalan ke arah pintu dengan terus merangkul pinggang Deandra dan sebelah tangannya yang bebas memegang clutch Deandra.


"SURPRISE!!!"


Deandra terkejut setelah pintu rumahnya terbuka, suara letusan confetty memenuhi ruangan di sertai kehadiran keluarga dan temannya. Berbeda dengan Christian yang biasa saja, karena ini juga memang sudah dalam rencananya bersama orang tua dirinya serta mertuanya, dan juga teman - teman Deandra.


"Kalian kok pada di sini?" Tanya Deandra heran.


"Ya bisa dong. Mana nih baby Ryder nya aunty Jess mau gendong dong," Ucap Jessy yang segera di halang oleh Laura.


"Aunty Laura dulu," Suara Jessy , dan Laura saling berdebat siapa dulu yang harus menggendong Ryder terlebih dahulu membuat suasana rumah sangat ramai.

__ADS_1


"Aduhh, kalian ini bikin rusuh awas tante mau gendong cucu tante," Ucap Flora menyingkirkan Jessy, dan Laura yang tengah saling dorong.


Flora segera mengambil cucunya dari Deandra, dan Marissa segera bergabung dengan Flora membawa cucunya ke ruang tamu, karena ruang keluarga posisinya memang berada di atas membuatnya tidak ingin turun naik tangga. Di ikuti oleh yang lainnya berjalan di belakang.


"Kalian enggak pada kerja?" Tanya Deandra pada teman rekan kerjanya saat ia masih kerja di kantor suaminya.


"Kita udah minta ijin dulu kok ke Mr. Christian sampai jam makan siang kita balik lagi ke kantor Mrs, "Ucap Emilly yang di angguki Joya, Jack, dan Tommy berbarengan. Membuat Deandra menatap suaminya penasaran yang di balas Christian dengan tatapan lembutnya.


"Panggil Deandra aja sih gak usah formal gitu," Ucap Deandra membuat mereka berempat ragu. Apalagi ada boss mereka di hadapannya, tapi mau tidak mau mereka iyakan setelah Deandra memolototi mereka.


"Kamu yang ngerancanain ini semua?" Tanya Deandra pada Christian yang berada di sampingnya.


"Hmm," Balas Christian membuat Deandra paham serta mendengus kesal yang di jawab singkat.


"Deandra kok enggak ada mirip - miripnya sama kamu ya, "


"Iya semuanya mirip Christian," Ucap Jessy, dan Laura setelah mereka mengambil Ryder dari Flora.


"Kayanya rambutnya doang yang ngambil dari kamu,"


"Iya bener," Ucap Emilly dan Joya yang sudah ikut bergabung menatap Ryder gemas.


"Anteng ya anak kamu pulas gitu tidurnya sama sekali enggak terganggu sama suara berisik mereka," kali ini Jack yang berbicara langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jessy, Laura, Emilly, dan Joya.


"Aku mau gendong juga," Ucap Jack.


"Jangan aneh - aneh deh Jack, kalau bayinya bangun gimana?" Sergah Tommy membuat Jack menatapnya sinis.


"Bener kata Tommy kamu jangan gendong Ryder kalau jatuh gimana?" Ucap Joya membuat Jack tambah kesal.


"Siniin Jess gantian dong aku juga mau gendong," Ucap Laura kepada Jessy, karena tadi ia kalah cepat.


"Baby nya bangun. Ehh!! Bener - bener Christian banget ini sampai matanya saja sama," Ucap Laura heboh setelah bergantian menggendong Ryder, dan kebetulan Ryder bangun dari tidurnya, dan seketika suasana ramai Ryder yang baru saja bangun serta melihat orang asing selain ibunya menangis keras membuat Laura dan yang lainnya panik.


Deandra pun segera mengambil anaknya, mencoba menenangkan namun tidak mau berhenti tangisnya.


"Aku ke kamar dulu kayanya Ryder butuh ASI, " Ucap Deandra.


"Ya sudah, kamu susui dulu kasian anaknya enggak mau berhenti nangis," Ucap Marissa.


"Gara - gara kalian jadikan bangun," Celetuk Jack membuatnya langsung mendapatkan pukulan dari teman - temannya. Membuat para orang tua geleng - geleng kepala dengan tingkah mereka.


Suara bell berbunyi menghentikan perdebatan mereka, dan seorang pelayan membukakan pintu utama. Mereka yang berada di ruang tamu menunggu siapa yang datang berkunjung, dan tahu siapa yang datang membuat Marissa yang berinisiatif dahulu mempersilahkan mereka untuk bergabung.


"Kalian ayo sini duduk, " Ucap Marissa.


"Mr. Mrs, "

__ADS_1


"Om, tante," Ucap Theo dan Marco bersamaan menyapa orang tua boss mereka, serta boss mereka sendiri.


"Mana bintang utamanya?" Tanya Marco yang tidak mendapati keponakannya berada.


"Lagi di kasih ASI, " Ucap Flora membuat Marco dan juga Theo paham.


"Ini buat Ryder tadi kita berdua beli ini dulu sebelum kesini, dan maaf enggak sempat di bungkus," Ucap Theo menunjuk sebuah motor BMW touring anak yang harganya sudah terlihat jelas sangat mahal terlihat dari merk logonya, motor berwarna putih membuat mereka melongo.


"Kalian gak salah ngasih hadiah bayi motor? Jalan saja belum bisa," Ucap Jessy tak habis pikir.


Membuat Theo, dan Marco salah tingkah, bingung mereka juga harus memberikan hadiah apa untuk seorang bayi, karena perlengkapan bayi mereka sudah tahu kalau Christian itu tidak akan melewatkan untuk membeli semuanya. Jadilah mereka beli motor saja di tambah anak Christian seorang laki - laki.


"Enggak papa nanti udah besar juga ke pakai. Makasih untuk hadiahnya, " Ucap Flora.


"Kalian rupanya," Suara Deandra membuat mereka menatap ke arah Deandra yang turun dari tangga sambil membawa Ryder.


"Kapan kalian datang?" Tanya Deandra.


"Baru saja Mrs," Balas Theo sopan.


"Deandra saja enggak perlu formal, lagian bukan di kantor juga," Ucap Deandra.


"Deandra tuh hadiah buat anakmu," Ucap Jessy membuat Deandra heran saat melihat sebuah motor.


"Dari Theo sama Marco," Ucap Laura.


"Terima kasih ya," Ucap Deandra tersenyum pada Theo dan Marco.


"Kamu enggak mau bilang makasih nih, kita juga ngasih hadiah buat baby Ryder loh," Ucap Jessy yang mendapatkan tatapan sinis Deandra.


"Ya, ya buat kalian makasih ya hadiahnya semoga berguna dan bermanfaat untuk baby Ryder, " Ucap Deandra kepada teman - temannya serta orang tua dan mertuanya.


"Pasti dong," Sahut Jessy menyebalkan membuat Deandra ingin menjitak kepalanya saja.


"Hadiah - hadiahnya sudah Mommy simpan di kamarnya Ryder. Marco tolong kamu simpan juga di sana motornya, " Ucap Marissa sambil berjalan ke arah kamar Ryder


"Ya Tante," Ucap Marco yang mengikuti di belakang.


"Sepertinya kami harus kembali lagi ke kantor," Ucap Tommy. Emilly, Jack, dan Joya sudah bersiap - siap untuk pamit.


"Enggak sekalian aja makan siang di sini?" Tanya Deandra.


"Gak usah De kita di kantin kantor aja," Ucap Emilly.


"Kami pamit Om, Tante, Pak Christian," Ucap Jack yang di ikuti yang lainnya berpamitan.


"Kalau Ryder sudah besaran bawa ya ke kantor," Ucap Joya sambil menoel pipi bulat Ryder, saat mereka berada di halaman depan rumah Deandra serta Ryder yang berada di gendongan yang tengah mengisap jempol tangannya, dan Christian.

__ADS_1


"Ok. tenang saja kalian hati - hati di jalannya," Ucap Deandra dan mereka pun segera memasuki mobil setelah Jack mengambil mobilnya yang berada di bagasi bawah rumah Deandra.


Deandra dan Christian kembali masuk setelah mobil Jack sudah tidak terlihat lagi, masih dengan Ryder yang mengisap jarinya.


__ADS_2