Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 21


__ADS_3

Happy Reading.....


.


.


.


.


.


.


.


.


Enjooyyy.....


*****


DEANDRA


Sinar cahaya matahari yang menembus kaca jendela, membuatku harus terbangun dari tidurku, membuka mata pelan, dan segera menutup kembali mataku yang terkena silau matahari. Menggeliatkan badan, membuatku berenergi untuk beranjak dari tempat tidur. Duduk di sisi ranjang, dengan kaki yang menyentuh lantai, yang sudah di lapisi karpet berbulu tebal.


Serta mendongakkan kepala, melihat jam dinding yang membuatku langsung terlonjak kaget. Jam 7:30 menandakan bahwa aku sudah kesiangan untuk bangun pagi, dan akan telat untuk pergi ke kantor.


Segera ku beranjak dari ranjang, membersihkan diri di kamar mandi, yang membutuhkan waktu hanya 5 menit.


Berpakaian rapi dan sopan, merias wajah dengan make-up namun tetap terlihat natural, serta menggelung rambut hitamku.


Mengambil tas kerja, yang berisi file-file penting yang untungnya sudah di siapkan tadi malam. Karena hari ini akan di adakan meeting pagi.


Berjalan ke arah pintu, dan keluar dari kamar yang langsung membuatku tersadar bahwa di apartement ini bukan hanya aku saja yang tinggal.


Ku lihat sekeliling yang sepi, dan mengetuk pintu kamar Christian yang berada di sampingku. Tidak ada jawaban setelah ku panggil, ku buka pintunya perlahan, namun tidak menemukan sesosok yang sedang ku cari.


Kembali menutup pintu kamar Christian, serta berjalan ke arah dapur, yang sama sekali tidak menemukan keberadaan Christian di sini juga.


Ku hampiri meja makan yang sudah ada sepiring sarapan, yang berisi telor mata sapi, roti juga sosis panggang, serta sayur dan kacang-kacangan.



Segelas jus jeruk yang nampak segar, segera ku raih dan ku teguk dengan pelan. Mataku terpaku pada sebuah kertas kecil yang di selipkan di bawah piring.


Ku simpan gelas jus yang sudah ku minum separuh, serta mengambil sebuah kertas, yang ternyata sebuah note yang bertuliskan,


***Sweety....


Aku pergi ke London, meninjau cabang hotel di sana. Ada sedikit masalah, yang mengharuskan aku turun tangan sendiri langsung untuk menyelesaikan.


Aku akan segera pulang, hanya 3 hari atau 5 hari aku di London. Aku usahakan segera pulang sebelum anniversary perusahaan di adakan.


Pagi-pagi sekali aku harus berangkat, karena itu aku tidak membangunkanmu yang tertidur sangat pulas.


Aku sempatkan membuatkan sarapan untukmu, maka dari itu sarapanlah terlebih dahulu sebelum ke kantor.


Aku pasti akan sangat merindukanmu ๐Ÿ˜˜


Dan semangat ๐Ÿ’ชuntuk meeting hari ini.


C.M***


*****


Semangat untuk meeting hari ini....


Untuk meeting hari ini......


Meeting hari ini....


Seolah-olah Deandra seperti di ingatkan akan sesuatu hal, membuatnya langsung tersadar, mengambil serta memegang erat tas kerjanya, dan segera beranjak keluar dari apartement, dengan berlarian.

__ADS_1


Sebelum pintu tertutup, sebuah teriakan keras, yang memenuhi seluruh ruangan apartement ini.


"SIAL!! AKU LUPA LAGI, SUDAH KESIANGAN!! SEKARANG ADA MEETING!!." teriak Deandra dan segera masuk ke lift, turun ke basement untuk membawa mobilnya sendiri.


Sudah berada di dalam, serta menghidupkan mesin mobilnya, dan segera berlalu dari sana dengan kecepatan tinggi.


*****


DEANDRA


Setelah tiba, aku memarkirkan juga mematikan mesin mobil di depan kantor dengan asal, dan segera keluar mobil tanpa melepaskan kontak kuncinya. Berlari dan menaiki undakan tangga dengan cepat, agar segera masuk ke dalam kantor, yang sebentar lagi meeting akan di mulai.


"Tolong parkirkan mobil saya, kuncinya masih di sana belum saya lepaskan, Paul " ucapku sebelum masuk ke kantor, dan berbicara cepat pada security yang berdiri di depan pintu, serta melihat name tagnya.


"Baik, Bu " ucapnya yang hanya ku dengar , tanpa melihat ke belakang. Karena waktu membuatku harus berlari.


"Oh My God!!, akhirnya kau datang juga Deandra " seru Emilly, saat aku baru saja tiba di kubikelku.


"Cepat yang lainnya sudah duluan pergi ke ruang meeting" lanjut Emilly, sambil menarik tanganku tanpa memberikan aku waktu, untuk duduk sebentar saja.


"Kenapa kau masih di kubikelmu ? " tanyaku heran sambil berjalan ke arah lift naik ke lantai 45 dari 68 lantai, di mana meeting akan di lakukan.


"Aku menunggumu, siapa tahu saja kamu tidak tahu di lantai mana meetingnya, karena aku kirim pesan tidak dibaca olehmu." jawab Emilly sambil berkaca di dinding lift merapihkan tampilannya.


"Ahh!! Ya kau benar. Sorry saya tadi bangun kesiangan, jadi tidak sempat cek ponsel, terimakasih sudah menunggu saya. " ucapku meringis, dan melihat no lift masih berjalan ke atas.


*****


"Permisi. Maaf kami telat " ucapku bersamaan dengan Emilly, saat membuka pintu.


"Tidak apa, lagian meeting baru saja akan di mulai. Dan pada kalian yang berada di sini. Jika, Mrs.Deandra dari pihak perusahaan Wijaya , yang bekerjasama dengan perusahaan Miller, mulai saat ini akan terus mengikuti jalannya meeting bersama kita, dalam bahasan proyek yang sedang berlangsung. "ucap Theo, Sekretaris Christian. Aku dan Emilly pun duduk di kursi kosong yang bersebelahan. Setelah aku menyapa formal mereka.


"Seperti yang kalian tahu, saya di sini untuk menggantikan Mr. Miller yang tidak bisa hadir. Beliau melakukan perjalanan bisnis, ke salah satu cabang hotel yang berada di London. Untuk meeting ini tetap berjalan, sementara waktu saya ambil alih. " jelasnya lagi yang membuat kami paham, walaupun aku sudah tahu.


"Pak Theo, berapa lama Pak Christian di London, Pak ?" suara centil wanita, yang ku tahu bernama Hellen, membuat yang lain memandangnya termasuk aku


"3 hari atau bisa seminggu, jika tidak ada kendala." ucapnya, membuat wanita bernama Hellen itu mengangukkan kepala.


"Apa di hotel cabang, sedang ada masalah Pak ?" tanya Hellen lagi.


"Semoga urusan di sana cepat di selesaikan, dan beliau pulang sebelum anniversary perusahaan "


jawab Theo dengan ramah.


"Ahh!! iya Pak, soal anniversary perusahaan. Apa akan sama seperti tahun lalu ?" tanya Jack angkat suara, yang di angguki semua orang di ruangan ini.


"Kebetulan sekali karena sebagian team di sini, maka saya umumkan. Bahwa anniversary perusahaan kali ini, akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, " jawab Theo tersenyum ramah, sambil mengedarkan pandangannya, yang membuat para karyawan penasaran.


"Kita akan mengadakannya di outdoor, bukan lagi di hotel atau gedung lainnya, dengan kata lain. Hut perusahaan kali ini, akan di selenggarakan di tempat terbuka, tepatnya di pantai. Yang masih di kawasan resort keluarga Miller. Penjelasan detailnya saya serahkan kepada Pak Marco, " jedanya sambil menatap ke arah Marco yang menganggukkan kepala.


" Yang akan kalian ketahui dari beliau nanti, maka dari itu kita sebaiknya mulai meeting pagi ini " lanjutnya, yang di setujui semua karyawan.


Dan meeting pun berjalan dengan baik, dengan setiap pasang mata karyawan menatap pada layar infocus.


"Jadi apa yang saya jelaskan, bahwa pembangunan proyek hotel yang berada di Italia. Sudah hampir selesai yang saat ini mencapai 92%, " ucap Theo sambil menunjuk ke arah layar.


"Ijin berbicara, Pak " ucap Tommy sambil mengangkat tangan kanannya.


"Ya, silahkan " ucap Theo dan lainnya menatap ke arah Tommy.


"Apa itu tidak terlalu cepat untuk, pembangunan sebuah hotel ?!, Karena jika bangunan hotel di kerjakan asal, dan bahan baku bangunannya tidak sesuai standar, itu bisa saja suatu saat terjadi masalah nantinya. " ucap Tommy yang di setujui semua, kecuali aku yang hanya duduk diam.


"Bukan kalian saja yang kaget, dengan cepatnya pembangunan ini. Saya pun sama seperti kalian, tapi jika kalian melihat ini. Saya yakin kalian akan takjub seperti saya" ucap Theo melihat semua orang satu persatu, dan menunjuk dirinya sendiri.


"Ini sketsa hotel yang sekarang di bangun, dan foto sementara yang di ambil dalam sesi pembangunan sampai saat ini " Ucap Theo.





__ADS_1


"Apa akan seperti itu hotel yang di bangun di Italia ? " tanya Joya.


"Jika benar seperti itu, berapa harga sewa kamar per unitnya " sambung Emilly.


"Entahlah " jawab Joya menghela napas bersamaan dengan Emilly.








"Waaaahhh!!! " takjub mereka semua.


"Kalau itu sih, aku percaya malahan seperti sudah siap untuk di buka " ucap Jack yang masih menatap ke layar.


"Ya, kau benar Jack " Ucap Tommy.


"OMG, itu sih sangat mewah sekali!! sangat pas jika di kunjungi oleh kaum Sosialita seperti aku ini. Apalagi, jika aku di sandingkan dengan pemiliknya, pasti akan menjadi pasangan sempurna no 1 di negara ini " ucap Hellen dengan heboh, dan menatapku sinis, yang membuat, Joya dan Emilly memandangnya sinis.


"APA !! kalian pasti iri kan, padaku" ucap Hellen sambil mengibaskan rambutnya dengan gaya centil.


"Jaga perkataanmu Hellen!! di sini ada tunangannya Pak Christian " tegur Joya ,mengingatkan adanya keberadaan yang di balas acuhnya.


Membuat suasana hening dan canggung, aku yang mendengar perkataan Hellen, tak ku hiraukan sama sekali.


"Kalian ini!!! kembali ke meeting!! Untuk saat ini, hanya di sini saja laporan dokumentasi proyek pembangunan di Italia, yang saya terima dari Mrs.Deandra langsung, " ucap Theo


"Ada yang di pertanyakan " lanjut Theo yang masih terlihat wajah bingung dari karyawannya.


"Pak. Apa Arsitektur yang mendesain hotel, masih orang yang sama ?" tanya Tommy.


"Tentu saja, siapa lagi kalau bukan Arsitektur muda yang terkenal tampan itu. " sela Hellen.


"Apa kau ingin, mulutmu aku sumpal dengan sepatuku " kesal Emilly, yang membuat Hellen mendelik sinis.


"Wanita-wanitaku sudah jangan ribut, nanti aku berikan cintaku untuk kalian " lerai Jack dengan perangai playboynya, serta Emilly yang berpura-pura ingin muntah.


"Ya Ampun!!! Kamu hamil anakku berapa bulan ? " tanya Jack dengan wajah berbinar.


"NAJIS " ucap pedas Emilly.


Yang langsung membuat kami tertawa, membuat ruangan yang tadinya canggung mulai terkondisikan kembali.


*****


Next Chapter........


.


.


.


.


.


.


.


.


Follow And Vote


Like And Comment

__ADS_1


See U ๐Ÿ˜‰


__ADS_2