Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 41


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Enjooooyyy!!!


*****


Sorotan sinar pagi dari matahari cukup menyengat memasuki sebuah ruangan membuatnya terasa hangat. Deandra yang masih terbaring di atas kasurnya sendiri itu, sudah mulai membuka matanya. Setelah kepulangannya bersama Christian dari Hawaii. Deandra meminta untuk pulang ke kediaman orang tuanya, ketika mereka dalam perjalanan di dalam mobil. Meski Christian sudah membujuk Deandra untuk langsung pulang ke apartement mereka. Namun Christian harus mengalah dengan ancaman yang di lontarkan Deandra, yang tidak akan mau bertemu dengannya lagi. Mau tidak mau membuatnya juga harus menginap di kediaman keluarga Kartawijaya. Sudah terbiasa berdua dengan Deandra di apartement membuat Christian tidak bisa jauh-jauh dari wanitanya itu. Maka, ketika mereka tiba di rumah Deandra jam 4 pagi. Deandra segera membersihkan diri dan tertidur di kamarnya, serta Christian tidur ruang tamu.


Deandra yang sudah menyadarkan diri sepenuhnya. Segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai dengan urusan di kamar mandi selama 10 menit. Ia berjalan ke arah pintu keluar sambil mencepol rambut panjang brunettenya asal. Setelah berpakaian daster batik rumahan lengan pendek dengan panjang 3cm di atas lutut. Apalagi tubuh Deandra yang memang tinggi, yang seharusnya di bawah lutut malah menjadi di atas lutut. Sangat nyaman ketika memakainya di dalam rumah atau di pakai untuk tidur. Deandra memakai dress batik yang sengaja. Ia bawa dari Indonesia, dan Deandra simpan beberapa di rumahnya.


Menuruni tangga ke lantai bawah terdengar olehnya, suara berisik dari arah ruang tamu membuat Deandra menghampirinya.


"Brian," panggil Deandra pada adiknya yang bersama dengan teman-temannya seperti tengah mengerjakan sesuatu.


Brian menoleh ke sumber suara yang memanggilnya adalah Deandra, Kakaknya.


"Tuan putri baru saja bangun berbeda dengan pangerannya yang sudah bangun dari tadi, " sindir Brian membuat Deandra menatap kesal Brian.


"Terserah! Lagian kau pagi-pagi sudah membuat keributan sedang apa sih, kalian?" ucap Deandra menatap mereka menaikkan sebeleh alis yang membuatnya heran. Ada apa dengan mereka? pikirnya.


"Pagi apanya, ini sudah jam 10 tahu! Kau ini, apa tidak ada dress yang lebih pendek lagi?! " pertanyaan Brian yang terdapat sindiran membuat Deandra memutar bola matanya.

__ADS_1


"Kalian juga ngapain pasang wajah-wajah mesum menjijikan kalian!" lanjut Brian sambil memukul satu persatu kepala teman laki-lakinya memakai buku yang ia gulung.


"Ada," jeda Deandra mengalihkan perhatian Brian pada Deandra kembali, " Lingerie keluaran terbaru" ucap Deandra penuh penekanan sambil memeletkan lidahnya pada Brian mengejek, dan berbalik pergi ke arah dapur.


"KAKAK!! " teriak Brian meninggalkannya yang sudah frustasi. Melihat teman-temannya semakin tidak berkonsentrasi dengan tugas kuliah mereka.


Deandra yang mendengar teriakan Brian mengendikkan bahu acuh.


"Hai! Mom, " sapa Deandra saat melihat ibunya di dapur tengah membuat jus.


"Hello Honey. Calon suamimu ada di taman belakang bersama Daddy, Jika kamu mencarinya." ucap Flora pada anak gadisnya yang tengah meminum air putih.


"Hemm, " balas Deandra sambil meneguk air dari dalam gelas.


"Memakai dress seperti itu membuatmu semakin cantik saja, sayang. Mommy memakai juga dress yang kamu berikan pada Mommy sangat nyaman, dan adem ketika di pakai tidur. " ucap Flora pada anaknya yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Makanlah sarapanmu, yang lainnya sudah dari tadi tinggal kamu saja. Sebenarnya Mommy mau membangunkanmu tapi di cegah oleh calon suamimu. Beruntungnya Mommy mempunyai calon menantu yang sangat perhatian pada anak gadis Mommy," ucap Flora dengan tatapan berbinar penuh kekaguman.


Berbeda dengan Deandra yang sangat lahap memakai sarapan beratnya, yang sudah tersedia untukya. Nasi putih dengan orak arik telur campur sosis, karena Flora sudah tahu sarapan Deandra harus terdapat nasi.


"Oh iya! Hampir saja Mommy lupa. Ada paket untukmu dari Indonesia dari Raisa," ucap Flora.


"Mana paketnya Mom?" tanya Deandra menatap Flora antusias.


"itu," tunjuk Flora pada kotak besar di atas meja.


"Memangnya apa sih, isi paketnya? Baunya kurang enak makanya Mommy taruh di sana," lanjut Flora sambil memperhatikan Deandra tengah membuka isi kotak paket.


"Bumbu masak Indonesia disini, kan ada? Kenapa harus mempaket dari sana?" tanya Flora heran.


"Memang ada sih. Hanya saja kurang lengkap dan rasanya pun berbeda. Makanya aku meminta ini kepada Raisa. Maklum Mom, lidahku sudah mencecap aneka rasa makanan Indonesia, " jelas Deandra membuat Flora menganggukan kepalanya mengerti tanpa Deandra lihat.


"Boleh dong, masakin Mommy masakan kamu dari Indonesia. Sudah lama banget Mommy tidak merasakannya lagi." pinta Flora yang di angguki Deandra.


"OK. Apa sih, yang enggak untuk Mommy?!" ucap Deandra membuat Flora senang.


"Ngomong-ngomong kamu mau buat apa?" tanya Flora penasaran.


"Rahasia." ucap Deandra mengedipkan sebelah matanya.


"Haiish! Main rahasia-rahasian segala," dengus Flora membuat Deandra terkekeh.


"Nanti juga Mommy tahu. Sebaiknya Mommy bantu aku untuk melihat isi lemari es. Apa ada bahan yang aku butuhkan," ucap Deandra.


Dan mereka pun memasak bersama lebih tepatnya hanya Deandra, Flora hanya mencuci bahan-bahannya saja. Di sela-sela masak memasak mereka diselingi dengan seputar obrolan ibu dan anak, yang sudah beberapa tahun lama ini tidak bertemu.


*****

__ADS_1


Berbeda dengan kedua pria berbeda generasi yang tengah bermain catur dengan diselingi obrolan bisnis. Andrew dan Christian sangat menikmati permainan catur mereka. Hingga tiba-tiba Andrew berkata, " Apa kau mencintai putriku di luar perjanjian bisnis kita?" tanya Andrew dengan mata yang tak lepas dari permainan caturnya.


Christian yang mendengar itu, menegakkan badannya, dan berkata dengan wajah seriusnya.


"Ya! Saya sangat mencintai putri anda. Asal anda tahu, saya sudah mencintainya sejak dulu. Perjanjian ini hanya semata-semata untuk membuatnya kembali lagi pada saya," ucap Christian tegas namun tenang membuat Andrew menatap Christian serius.


"Saya tahu dengan cara ini, aku terlihat egois. Namun akan aku lakukan jika itu membuat Deandra kembali lagi dalam hidupku. Maafkan saya yang telah menyakiti anak anda. Kebodohan dan kebutaan dalam cinta, saya sudah membuat Deandra pergi. Bukan hanya saya, tapi dari keluarga anda juga." lanjut Christian dengan tatapan memohonnya.


"Yang lalu biarkanlah berlalu. Jadikanlah itu semua menjadi pelajaranmu agar tidak kehilangan seseorang yang berharga untuk kedua kalinya " ucap Andrew menepuk bahu Christian tegas sambil tersenyum hangat. Senyuman yang sangat mirip dengan wanitanya,Deandra. Membuat Christian tersenyum balik dengan sopan.


Andrew mengenduskan penciumannya ke udara saat mencium sesuatu yang sangat di kenalinya.


"Sepertinya putriku tengah memasak sesuatu yang sangat membuatku lapar kembali. Tidak yakin, jika itu istriku" ucap Andrew yang sudah berdiri berjalan masuk ke dalam rumah menuju dapur.


"Memangnya kenapa dengan tante Om?" ucap heran Christian menoleh ke arah Andrew membuat keningnya mengerut sambil berjalan di samping calon mertuanya.


"Karena istriku sejak dulu memang tidak bisa memasak. Walaupun begitu aku tetap sangat mencintainya" ucap Andrew sambil tersenyum membuat Christian tersenyum juga.


*****


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Next Chapter.....

__ADS_1


Like Vote Follow and Favorite.


See U😉*


__ADS_2